
"ray lo yakin bunda sama ayah gak bakalan curiga? kalau raffael dateng ke rumah gimana?" tanya sashi
"biar nanti gue hubungin ayah atau bunda pake handphone lo atau punya tere, gue lagi males bahas raffael sekarang" jawab raya ogah-ogahan
"lo gak mikirin bunda sama ayah hah? gimana kalau mereka khawatir sama lo? apalagi handphone lo gak bisa di hubungin, lo boleh kesel sama raffael tapi jangan ngorbanin orang tua lo yang gak tau apa-apa juga dong, seenggaknya lo kasih kabar kek kalau lo udah nyampe dengan selamat"
"iya,, iya bawel" gerutu raya
"ih dasar keras kepala di bilangin malah ngedumel" cerocos sashi
"kenapa sih lo berdua ribut mulu perasaan" ucap tere yang baru bergabung setelah membuat minuman dan cemilan untuk raya dan sashi
"tanya aja sama sahabat tercinta lo itu, kesel gue lama-lama" tunjuk sashi kepada raya dengan dagunya
"lah emang lo kenapa ray? lo nyembunyiin sesuatu dari gue ya?" selidik tere menatap raya penuh tanya
raya dan sashi memang sudah sampai di semarang sejak pukul 10:00 tadi mereka langsung di jemput oleh tere di bandara internasional Jenderal Ahmad Yani
raya dan sashi langsung di bawa ke rumah orang tua tere yang memang tinggal di semarang setelah ayah tere di pindah tugaskan beberapa tahun lalu
tere memang melihat ada sesuatu yang beda dari raya saat raya menginjakan kaki do kota kelahirannya itu namun tere belum berani bertanya lebih jauh, tere membiarkan raya dan sashi untuk istirahat terlebih dahulu untuk memulihkan stamina mereka yang pasti sangat lelah menempuh perjalanan dari jakarta ke semarang
"jadi apa alasan utama lo kesini? pasti bukan buat sekedar liburan kan?" selidik tere
"maafin gue re, gue sengaja kesini karena gue ribut sama raffael" sahut raya
"jadi lo melarikan diri hm?" tanya tere
"lebih tepatnya menenangkan diri re bukan melarikan diri" elak raya
"sama aja, kenapa lo ribut sama raffael? tadi gue denger sashi sempet ngomong ayah sama bunda pasti khawatir sama lo, lo gak bilang kalau lo mau kesini?"
"gue bilangnya ada acara gathering dari kantor ke surabaya karena gue takut raffael nyusulin gue kesini"
"ya Tuhan raya, kebiasaan lo gak ilang-ilang ya kalau ada masalah pasti lari bukannya di hadepin"
"re please gue kesini pengen nenangin diri bukan pengen di ceramahin kayak gini" protes raya
tere dan sashi saling pandang tidak mengerti dengan sikap raya yang terkadang sangat mirip seperti anak kecil yang sangat sulit untuk di beri pengertian
__ADS_1
tere dan sashi membiarkan raya untuk sendiri dulu untuk beberapa saat
tere memilih untuk menanyakan kepada sashi ada masalah apa yang terjadi antara raya dan raffael dengan detail sashi meneceritakan semuanya mulai dari eza yang tiba-tiba menemui raya dan meminta raya untuk memeberikan eza kesempatan kedua dan berakhir dengan pertengkaran antara raya dan raffael
"rumit juga sih sebenernya, tapi ngomong-ngomong si eza kok gak tahu malu ya udah punya bini masih aja minta balik sama raya" ucap tere
"udah gak waras dia" sahut sashi sambil memakan cemilan yang audah tere buatkan
"tapi gue kasian sama raffael sash pasti dia khawatir banget sekarang, lo tahu sendiri gimana bucinnya raffael sama raya"
"dari tadi dia nelfonin gue mulu malah tapi gue gak jawab, bingung mau ngomong apa tapi gue yakin raffael udah curiga kalau raya pergi sama gue"
"biar gue yang hubungin raffael nanti"
"lo mau kasih tahu raffa kalau raya disini?"
"menurut lo? gue gak mau masalah yang seharusnya bisa selesai dengan cepat malah melebar kemana-mana"
"gue percaya sama lo"
sashi memutuskan menyusul raya yang sedang merenung di teras belakang rumah tere, sedangkan tere merealisasikan niatnya untuk menghubungi raffael bukan maksud ingin mencampuri masalah antara raffael dan raya namun tere tahu betul sifat keras kepala raya yang tidak mudah mengalah tere hanya tidak ingin permasalahan yang terjadi antara raya dan raffael jadi semakin berlarut-larut
^^^"lo dimana?" ^^^
"lagi nyari calon istri gue"
^^^"cieee udah di klaim calon istri aja nih" ^^^
"ada apaan? gue lagi nyetir ini"
^^^"raya disini lo gak perlu cari raya lagi" ^^^
"serius?"
^^^"ya dia lagi pengen nenangin diri disini buat beberapa hari"'^^^
"gue susul kesana aja ya"
^^^"jangan dong, biarin dia nenangin diri dulu raff setidaknya sampai emosinya stabil gak. meluap-luap lagi, lo tahu sendiri sifat calon istri lo kayak gimana" ^^^
__ADS_1
"oke, berapa hari gue harus nunggu"
^^^"tiga hari, setelah itu lo boleh susul raya kesini" ^^^
"ok, thanks buat infonya re gua mau ngabarin ayah sama bunda dulu kasian mereka khawatir sama raya karena belum ngasih kabar ke mereka"
^^^"oke***"'^^^
raffael langsung menuju kediaman ayah burhan dan bunda lena setelah panggilan telefon dengan tere berakhir
raffael sekaligus ingin membicarakan niatnya yang akan mempercepat lamarannya sekalipun itu harus di lakukan di semsrang nanti raffael tidak peduli yang terpenting untuk saat ini raffael ingin segera meresmikan hubungannya dengan raya agar tidak ada lagi pria manapun yang akan menganggu raya termasuk eza
ketika sampai di kediaman ayah burhan bunda lena, raffael mengerutkan keningnya karena melihat sebuah mobil yang tidak dia kenali terparkir di halaman rumah calon mertuanya
tanpa menunggu lama raffael langsung turun dan masuk ke dalam rumah
raffael sedikit terkejut karena melihat keberadaan eza di rumah pujaam hatinya dengan posisi masih bersimpuh di hadapan ayah burhan
"assalamualaikum ayah, bunda" ucap raffael
"wa'alaikum salam nak raffael, ayok masuk" titah bunda lena dengan tersenyum
raffael melirik ke arah eza yang ternyata juga memandang ke arahnya dengan tatapan tidak suka namun raffael sama sekali tidak peduli dengan hal itu tanpa rasa canggung raffael duduk di sebelah bunda lena
"kalau sudah tidak ada yang ingin kamu bicarakan silahkan pulang za" ucap bunda lena
"baiklah, eza permisi bun tolong sampaikan maaf eza untuk raya" sahut eza masih menatap sinis ke arah raffael
"nanti ayah sampaikan" seloroh ayah burhan
"Eza permisi yah, bun" pamit eza lalu mencium punggung tangan ayah burhan dan bunda lena
"nak raffael ada apa malam-malam kesini?" tanya bunda lena lembut
"raya baik-baik aja bun sebenernya raya bukan pergi ke surabaya karena ada gathering di kantor tapi raya oergi ke rumah tere" jawab raffael
"astagfirullah jadi raya bohongin bunda sama ayah" ucap bunda lena mengusap dadanya
"ada yang ingin raffael sampaikan tapi bunda sama ayah jangan marah ya"
__ADS_1
"katakan ada apa?"