
raya dan raffael pergi ke salah satu taman bermain yang dulu sering mereka datangi ketika akhir pekan tidak lupa raya juga mengajak tere dan sashi untuk menyusul mereka, seperti yang di inginkan raffael akhirnya raya menjadi supir dadakan unt.uk raffael selama ini memang tidak ada satupun yang tahu jika raya bisa menyetir mobil hanya raffael saja yang tahu itupun karena memang dialah yang memang mengajari raya mengendarai mobil
sahabat yang merangkap sebagai pengagum rahasianya itu selalu memperlakukan raya dengan sangat istimewa dari mulai apapun yang raya inginkan raffael akan menurutinya sekalipun raya meminta raffael untuk bunuh diri mungkin raffael akan melakukannya dengan senang asalkan raya bahagia namun sayang sampai saat ini raya masih tidak oeka tentang perasaan raffael untuknya, rasa cinta yang begitu dalam sampai raffael rela menderita bertahun-tahun untuk membuat raya bahagia meskipun tidak bersama dirinya
"raff gue gak nyangka lho masih bisa nyetir lancar kaya gini" ucapa raya sambil fokus dengan kemudinya
"emangnya selama ini lo gak pernah nyetir mobil?" tanya raffael
"gak pernah cuman lo yang tahu kalau gue bisa nyetir mobil"
"serius?"
"serius banget"
"hati-hati lo ya bawa mobilnya jangan sampai kita nyasar ke rumah sakit bukan ke taman hiburan"
"santuy, gue pake perasaan kali nyetirnya gak ugal-ugalan"
"lo cantik ray sumpah cantik banget apalagi kalau lagi nyetir kaya gini, sempurna"
lagi-lagi raffael hanya bisa mengagumi raya di dalam hatinya tidak bisa mengatakannya secara langsung namun raffael sangat bersyukur bisa kembali dekat seperti ini dengan raya membuatnya sangat bahagia, raffael akan mencoba memberikan perhatian-perhatian kecil yang menjurus pada perasaan yang dia milikki kepada raya dan raffael berharap kali ini raya akan sedikit lebih peka akan perasaannya
"raff gue ajak tere sama sashi juga gak apa-apa ya sekalian nostalgia masa-masa SMA" ucap raya saat sudah sampai di taman hiburan
"apapun buat lo ray" sahut raffael
"ah so sweet lo emang sahabat teromantis yang gue punya raff" raya memeluk raffael gemas
"lebay lo" cibir raffael tanpa melepaskan pelukan raya
"serius tahu kalau gue jadi pacar lo pasti gue bakalan kenyang di gombalin terus sama lo"
"ngelantur lo kalo ngomong, mau kemana dulu nih kita?"
"gue mau beli minum dulu deh haus"
"gue beliin, tunggu sini aja"
"seandainya dulu lo suka sama gue raff pasti gue bakalan jadi cewek paling beruntung sekarang" batin raya menatap punggung raffael yang kian menjauh
__ADS_1
karena asik melamun raya samapi tidak menyadari jika tere dan sashi sudah berada di belakangnya
"woy ngelamunin jorok lo ya" tebak sashi
"astagfirullah bikin kaget tahu gak" raya meraba dada nya karena kaget
"lagian ngelamun di temoat rami kayak gini, lagi liatin apapan sih?" tere clingak clinguk mengikuti arah pandangan raya
"gak nyari siapa-siapa, gue lagi nunggu raffael beli minuman doang" sahut raya
"raffael? dia disini?" kapan balik dari amerika?"
"satu-satu kali nanya nya"
"iya deh iya, kapan raffael balik?"
"udah hampir sebulan dia disini, dan kalian tahu sekarang dia jadi bos gue di kantor"
"masa sih kok bisa?"
"kalau orang kaya ya bisa-bisa aja kali sas"
tak berselang lama raffael datang dengan membawa dia cup minuman kesukaan raya, apapun tentang raya raffael selalu paling tahu bahkan ukuran dalaman punya raya pun raffael sampai tahu
"thanks raff lo emang the best" sahut raya sumringah
"cuman raya doang yang di beliin kita berdua engga" sargah tere cemberut
"ya Tuhan gue gak liat kalian lho dari tadi, sorry deh sorry"
"lo pikir kita berdua itu makhluk astral" cebik sashi
"bercanda kali sas, serius banget gue beliin lagi deh buat kalian berdua tunggu bentar ya"
"gue ikut deh raff sekalian mau cemilan juga" ucap tere
"ayok"
raffael dan tere membeli minuman dan beberapa cemilan untuk mereka berempat raffael menawarkan diri u tuk mentraktir tere dan sashi karena tidak ingin di sebut sebagai sahabat yang pilih kasih
__ADS_1
tere menatap raffael dengan tatapan intens mencoba mencari jawaban atas tatapan yang di berikan raffael kepada raya, bukan tatapan seperti seorang sahabat tapi tatapan seperti seorang pria yang mengagumi seorang wanita
"lo suka sama raya?" tanya tere to the point
"sok tahu lo" elak raffael
"sorot mata lo saat natap raya itu gak bisa boong raff, menurut pandangan gue ada rasa cinta yang tulus saat lo natap raya"
"sejak kapan lo berubah profesi jadi cenayang?"
"gue emang benci seorang pengkhianat tapi untuk kali ini gue ngedukung lo buat jadi seorang pebinor"
"lo halu tere, sadar woy sadar"
"lo boleh gak jujur sama gue tapi lo gak bisa boongin hati Lo sendiri raff, gue bakalan dukung 100% kalau lo mau bantu raya buat lepas dari si breng sek eza asalakan lo bisa bahagiain raya lebih dari apapun"
"caranya gimana? gue gak mau ya sefara terang-terangan nyuruh raya buat pisah sama suaminya mau di taro dimana harga diri gue"
"hari gini masih mikirin harga diri, inget raff kesempatan gak akan datang dua kali jangan sampai lo nyesel karena raya terus-terus hidup sama cowok yang salah"
"nanti gue kasih tahu caranya sekarang kita balik dulu takut raya sama sashi curiga"
raya, raffael, tere dan sashi menikmati masa-masa liburan mereka hari itu, semua wahana yang ada di taman hiburan itu mereka naiki satu persatu tanpa ada yang terlewat satupun sampai jam makan siang hampir berlalu mereka berempat baru keluar dari taman hiburan itu
raffael mengajak raya, tere dan sashi untuk makan di restoran jepang
sementara eza saat ini baru saja selesai meeting bersama kliennya di restoran yang sama dengan restoran yang akan raya dan teman-temannya datangi
sejak pertengkarannya dengan raya semalam eza terlihat lebih murung dan tidak banyak bicara
"kenapa lo?" tanya andi
"semalam gue ribut sama raya" jawab eza jujur
"lo ketahuan selingkuh?" tanya andi lagi
"ya begitulah, gue bingung harus gimana sekarang"
"lo tinggal milih kalau lo mau pernikahan lo selamat lo lanjut sama raya dan akhirin hubungan lo sama cewek-cewek simpanan lo beres kan?"
__ADS_1
"gak segampang itu ndi"
"karena lo gak pernah bersyukur atas semua yang udah lo dapetin, jalanin aja lah selagi lo masih menikmati semuanya tapi jangan lupa za karma itu ada"