Broken Wedding

Broken Wedding
62


__ADS_3

"seneng ya yang istrinya lagi viral" sindir dini kepada eza


"apaan sih" protes eza


"sok kecantikan banget sih istri kamu, suara pas-pasan juga sok-sok'an nyanyi" sinis dini tak suka


"berisik din" sahut eza acuh


dini tidak terima jika raya sampai viral karena bakat yang dia milikki, dalam hati kecilnya dini tidak bisa memungkiri jika raya adalah sosok wanita yang sempurna memiliki paras yang sangat cantik, body goals dan bakat menjadi seorang penyanyi yang selama ini tidak ada orang yang tahu tentang itu


entah alasan apa yang membuat dini begitu membenci raya padahal jika ingin di salahkan sudah jelas dirinya yang salah karena menjalin hubungan dengan suami orang tapi disini seolah-olah raya yang sudah merebut eza dari dini


hanya dengan kekayaan yang di miliki orang tuanya dini lah dini bisa menjerat eza agar bisa tetap di sampingnya karena sini tahu eza adalah tipe pria yang matrelialistis


acara event yang di adakan perusahaan raffael tahun ini berjalan sangat sukses meskipun ada sedikit kendala namun tetap klien yang bekerja sama dengan perusahaan raffael merasa sangat puas apalagi produk yang sudah di promosikan oleh perusahaan raffael sekarang sudah terjual dengan jumlah yang cukup banyak meskipun baru launching hal itu tentu menjadi kebanggan tersendiri di bagi raya karena dengan menjabat sebagai kepala divisi yang baru raya sudah bisa membuktikan jika dia layak jadi seorang leader


apalagi sang klien memperpanjang kontrak dengan perusahaan untuk mempromosikan produk mereka yang lain dan sudah pasti itu membawa keuntungan bagi perusahaan raffael yang baru dia beli setahun yang lalu dari haris yang saat ini menjabat sebagai manager di perusahaan itu


"congrats ya ray hasil kerja keras lo sangat memuaskan" ucap raffael saat mereka sedang makan bersama di sebuah cafe


"gue lega akhirnya gue bisa buktiin kalau gue layak ada di posisi ini raff" sahut raya


"gue bangga sama lo ray apalagi pas lo lagi nyanyi tadi, feel nya dapet banget... keren, keren"


"masa sih gue tampil sekeren itu? awalnya gue gak pede tahu badan gue ampe gemeteran pas mau naik panggung"


"lo harus terima kasih sama haris karena dia lo bisa nunjukin bakat lo yang selama ini terpendam, views nya aja udah nyampe 100k lebih lho sekarang"


"kok bisa?"


"bisa lah orang gue upload di youtube video lo pas lagi nyanyi"


"lo sama tari bener-bener udah jadi paparazi sekarang"

__ADS_1


raffael sengaja tidak membahas tentang hubungan eza dan raya saat ini, jika raya memang ingin bercerita pasti dia akan cerita dengan sendirinya tanpa harus di tanya terlebih dahulu oleh raffael


tanpa terasa waktu sudah hampir petang raffael ingin mengantarkan raya pulang karena khawatir raya tidak akan langsung pulang ke rumah jika raffael tidak mengantarnya, raffael tahu betul jika keadaan hati raya sedang berantakan raya selalu melampiaskannya pergi ke club malam, raffael tidak ingin sampai kejadian buruk menimpa raya


saat ingin masuk ke dalam mobil tiba-tiba raya melihat sosok pria yang sedang bertengkar dengan seorang wanita berhijab tepat di sebrang cafe tempat raya dan raffael mengisi perut mereka


"apa itu selingkuhan kamu za" batin raya menatap nanar sosok pria yang masih setia memegang tangan wanita berhijab itu


ya pria itu adalah eza, entah hanya kebetulan atau memang Tuhan sudah mentakdirkan jika perselingkuhan yang eza lakukan harus di ketahui langsung oleh mata kepala raya sendiri karena selama ini raya hanya mengetahui tentang perselingkuhan eza hanya dari cerita teman-temannya namun hari ini raya memastikan sendiri jika eza sedang bersama wanita di depan sebuah apartemen


"ray are you oke?" tanya raffael menatap raya


"gue gak apa-apa" jawab raya dengan suara sedikit bergetar menahan tangis


"mau di samperin atau lanjut pulang?" tanya raffael


"lo tunggu disini biar gue yang kesana"


"tapi ray..."


"ok baiklah, lo hati-hati"


dengan langkah lebar raya berjalan menghampiri eza


sekuat tenaga raya menahan agar tidak menumpahkan airmatanya di hadapan eza dan selingkuhannya, raya ingin menunjukan jika perselingkuhan yang di lakukan eza tidak berarti apa-apa baginya meskipun hatinya menahan rasa sakit


"Ehemmm... berantem kok di pinggir jalan" ucap raya sesantai mungkin membuat eza dan dini menoleh ke arah raya


"raya ka...kaamu disini?" tanya eza tergagap


"seperti yang kamu lihat"


"aaa....aakuuu......"

__ADS_1


"siapa wanita ini za?" tanya raya menatap dini dengan tatapan sinisnya


"kenalin aku dini calon istri eza" serobot dini sebelum eza menjawab pertanyaan raya


"wow pelakor jaman sekarang pakai hijab ya... luar biasa" ledek raya bertepuk tangan


"jangan sembarangan bicara kamu" sentak dini tidak terima di sebut seorang pelakor


"memang wanita yang merebut suami orang itu pelakor kan? atau ja lang? atau pe la cur?" bisik raya membuat dini sangat geram


"breng sek"


dini berniat untuk menampar raya karena tidak terima dengan hinaan raya terhadap dirinya namun dengan sigap raya menahan tangan dini sebelum mendarat di pipi mulusnya


"sebaiknya jangan dulu berhijab kalau kelakuan lo masih persis kayak ib lis, ingat karma dan hukum tabur tuai itu sudah pasti ada cepat atau lambat" ucap raya mencekal pergelangan tangan dini dan menghempaskan dengan kasar


"raya stop" teriak eza melihat raya yang bersikpa kasar kepada dini


raya tertawa miris di saat di hadapannya ada suami yang seharusnya bisa menjaga dan melindungi dirinya tapi dengan terang-terangan eza malah melindungi dini sang pelakor yang tidak tahu malu itu


"lebih baik kamu pergi kalau cuman mau bikin ribut" usir eza sedikit menyentak


"tenang aja za aku gak akan buat pelakor kesayangan kamu terluka, beginilah nasib istri sah yang teraniaya karena seorang pelakor ib lis berkedok wanita sholehah"


"raya jaga bicara kamu"


"yang harus di jaga itu kelakuan kamu eza, setidaknya cari selingkuhan yang jauh di atas aku bukan seperti dia... cih lon te" raya menujuk ke arah dini seraya berdecih jijik


raffael yang sejak tadi hanya memperhatikan apa yang raya lakukan tidak berniat untuk membantu raya sama sekali, raffael tidak ingin membuat raya semakin berada dalam posisi yang serba salah jika tiba-tiba raffael datang untuk melindunginya


raffael cukup salut melihat raya yang bisa menyembunyikan rasa sakit hatinya di hadapan eza bahkan bisa membuat dini bungkam karena ucapan raya yang sangat menohok hatinya


sebenarnya raffael ingin sekali menonjok wajah eza yang terang-terangan membela selingkuhannya dan membiarkan raya melindunginya diri sendiri

__ADS_1


"bener-bener cowok gak tahu diri, pe nge cut"


__ADS_2