
"weekend ini aku mau nginep di rumah ayah bunda, kak Rara juga akan pulang terserah kalau kamu gak mau ikut tapi jangan larang aku buat pergi" ucap raya dengan nada sedikit sinis
"ngajak juga engga gimana aku mau ikut" sahut eza
"di ajak juga pasti kamu akan nolak"
"kata siapa?"
"mungkin"
"aku mau kok ikut nginep tapi nyusul pas malemnya ya, soalnya aku ada acara kantor pas sore nya"
"bukannya weekend kantor libur ya?"
"ini acara bebas tapi semua karyawan kantor pada ikut"
"kamu gak mau ngajak aku ke acara kantor kamu?"
"bukan gak mau ngajak tapi semua teman aku juga gak bawa pasangan"
"jadi lebih tertarik nyari pasangan di acara itu ya, okelah aku mengalah saja"
"ray kenapa sih sikap kamu kayak gini terus? kamu gak percaya sama aku?"
"setelah apa yang udah kamu lakuin ke aku kamu nanya apa aku masih percaya sama kamu?" raya menggeleng-gelengkan kepalanya
"aku salah apa?"
"udahlah gak usah di bahas aku capek ngomong sama orang yang tiba-tiba amnesia"
setiap hari selalu saja ada pertengkaran di antara raya dan eza entah itu pertengkaran kecil atau pertengkaran besar sudah tidak lagi keharmonisan di dalam rumah tangga raya dan eza, sudah tidak ada lagi panggilan sayang di antara keduanya
raya berusaha untuk tetap bertahan dalam keadaan yang sangat menyiksa batinnya raya percaya jika rasa cinta yang dia milikki mampu membawa kembali eza seperti dulu, mama yeni yang melihat hubungan raya dan eza semakin dingin hanya mampu mendoakan yang terbaik untuk kelangsungan rumah tangga anak dan menantunya mama yeni juga tidak akan memaksa raya untuk terus bertahan jika raya memang sudah merasa tidak sanggup menghadapi eza sedikit banyak mama yeni mengetahui perilaku eza dalam memperlakukan setiap wanita yang pernah dekatnya dari semua curhatan yang mami yeni dengar hampir semua mengatakan jika eza bukan pria yang setia, eza bisa berhubungan dengan lebih dari satu wanita dalam waktu yang bersamaan.
mama yeni cukup khawatir dengan perilaku eza yang sangat menuruni sifat sang papa, sama-sama suka mempermainkan hati wanita
mama yeni takut bagaimana jika suatu saat nanti anita yang mendapat karma atas apa yang sudah di perbuat oleh eza dan mantan suaminya yang sama-sama breng sek, pasti mereka juga tidak akan rela melihat anita di sakiti dan di permainkan oleh suaminya kelak
"sas lo udah ketemu raffael lagi belom?" tanya raya saat ini mereka sedang bertemu di sebuah cafe yang tak jauh dari tempat kerja raya
__ADS_1
"belum sih, kenapa emangnya?" tanya balik sashi
"kayaknya raffael marah sama gue deh udah seminggu ini raffael gak pernah keliatan di kantor kayak sengaja hindarin gue gitu"
"emangnya lo punya salah apa sama dia?"
raya menceritakan kejadian seminggu lalu saat raya berdebat dengan raffael, semuanya raya ceritakan kepada sashi tanpa ada yang raya tutup-tutupi sama sekali mbuatbsashi mengerti dengan sikap raffael yang tiba-tiva berubah kepada raya
"lo sadar gak sih dari semua sikap perhatian raffael buat lo itu bukan kayak perhatian sama sahabat tapi perhatian seorang cowok yang naksir sama cewek" ucap sashi
"bercanda lo"
"gue serius ray, lo sadar gak sih sikap raffael ke lo sama ke gue dan ke tere itu beda banget lho"
"perasaan sama aja deh"
"itu karena lo gak peka dodol"
"masa sih raffael suka sama gue sas, raffael kan ade nya bara. lo tahu sendiri kan hubungan gue sama bara dulu berakhir karena apa"
"beda kasus kali ray, dulu itu bara emang gak niat aja buat merjuangin lo. pengecut"
"kenapa nasib percintaan gue selalu miris ya sas, menyedihkan" ucap raya sendu
"lo pernah denger sebuah pepatah gak sih ray"
"apaan"
"terkadang kamu harus bertemu dengan orang yang salah sebelum kamu menemukan seorang yang tepat untuk manjadi pasanganmu"
"jadi menurut lo bara itu sebuah kesalahan dalam hidup gue?"
"bukan bara tapi eza ray, coba berpikir realistis jangan terus mengandalkan hati saja ray, cinta boleh be go jangan"
"lo ngatain gue be go"
"maybe yes maybe no"
dalam hati kecil raya merasa sangat bersalah karena sudah menyinggung perasaan raffael saat perdebatan mereka waktu itu, namun untuk meminta maaf pun rasanya raya sangat gengsi
__ADS_1
tidak bisa di pungkiri raya merasa kesepian selama seminggu ini tidak mendengar ocehan raffael yang kadang membuat telinganya panas, raya merindukan sosok raffael yang cerewet dan bertindak semaunya sendiri
"raff lo kemana sih, gue kangen" gumam raya menelungkup kan wajahnya di atas meja kerja miliknya
dddrrrtttt
ddrrtttttt
dddrtttttt
ponsel raya tiba-tiba berbunyi ada sebuah panggilan masuk dari nomor tak di kenalnya, awalnya raya enggan untuk menjawab namun nomor asing itu terus saja menghubungi raya terpaksa raya menjawab panggilan telfon itu
"raya......"
DEG
jantung raya berpacu begitu cepat kala mendengar suara yang sudah sangat lama ia rindukan, jika saja orang itu ada di hadapannya saat ini mungkin raya sudah memeluknya begitu erat dan menceritakan semua kegundahan yang raya rasakan selama ini
"kamu sehat kan?"
^^^"raya sehat kak, kakak juga sehat kan? raya kangen"^^^
"syukurlah kalau kamu sehat, bunda sama ayah sehat juga kan? kakak juga kangen banget sama adik kakak yang judes ini"
^^^"kak rezky kenapa baru nelfon sekarang?"^^^
"kakak baru bisa megang handphone lagi ray, kamu tahu sendiri kan penjagaan disini sangat ketat, ini juga kakak sembunyi-sembunyi"
^^^"ya allah kak"^^^
"kamu sama eza baik-baik aja kan? eza memperlakukan kamu dengan baik kan?"
*deg
deg
deg*
raya membeku mendengar pertanyaan sang kakak jantung raya bergemuruh hebat mengingat apa yang sudah eza lakukan kepadanya seperti memiliki ikatan baik yang cukup kuat rezky seperti merasakan apa yang sedang rasakan saat ini, raya memang sangat dekat kakaknya itu bahkan raya kebih dekat dengan rezky dari pada dengan kakak perempuannya rara
__ADS_1