Broken Wedding

Broken Wedding
93


__ADS_3

raffael berlari untuk mengejar raya namun sayang raya sudah meninggalkan rumah raffael, raffael semakin frustasi karena tidak bisa mencegah kepergian raya.


raffael mengutuki kebodohannya sendiri karena tidak memberikan kesempatan kepada raya untuk menjelaskan semuanya sampai selesai


raffael berulang kalu menghubungi nomor raya namun sayang nomor raya sama sekali tidak bisa di hubungi


"kebiasaan kalau ngambek suka matiin handphone" gerutu raffael sambil terus mencoba menghubungi raya


"den raffael mau kemana?" tanya bik sumi melihat raffael menuju garasi


"aku mau keluar sebentar bi, oh iya tolong bersihin kamar aku ya bi tadi aku gak sengaja numpahin masakan bibi yang belum sempet aku makan" ucap raffael yang masih fokus pada ponselnya


"itu bukan masakan bibi den" ucap bik sumi membuat raffael mengernyit heran


"terus masakan siapa?"


"masakan non raya yang sengaja di bawa dari rumah katanya buat den raffael tadi cuma di panasin aja disini"


"****.... pasti raya kecewa karena gue numpahin masakannya" gumam raffael yang masih bisa terdengar oleh bik sumi


"den raffael berantem ya sama non raya? tadi bibi lihat non raya nangis den bawa motornya juga ngebut banget" ucap bik sumi membuat raffael semakin merasa bersalah


"aku nyusul raya dulu ya bi, kalau mami sama papi pulang bilang aja aku ke kantor"


"hati-hati den"


raffael langsung megendarai mobilnya dengan kecepatan penuh berharap bisa menyusul raya


sedangkan raya yang saat ini sedang duduk termenung di sebuah taman yang cukup jauh dari kediaman rumah raffael sedang menangis di bawah pohon yang cukup rindang, raya merasa sudah lelah untuk menghadapi sikap raffael yang pencemburu. terbesit dalam pikiran raya untuk pergi menjauh dari semuanya termasuk dari raffael, raya benar-benar ingin sendiri dulu untuk saat ini


raya berniat untuk mengubungi tere namun raya teringat ponselnya yang sudah hancur dan dia tinggalkan di parkiran kantor


raya menghela nafas panjang, entah apa yang harus raya lakukan sekarang mau pulang ke rumah pun rasanya raya sangat malas karena raffael pasti akan datang ke rumah untuk mencarinya


raffael yang sudah kehilangan jejak raya tidak tahu lagi harus mencari raya kemana, raffael sudah menghubungi tere dan sashi tapi raya sama sekali tidak menemui mereka, raffael juga sempat ke kantor berharap raya akan kembali lagi kesana namun hasilnya tetap sama raya tidak ada dimanapun


awalnya raffael ingin mendatangi rumah kedua orang tua raya namun raffael takut jika kedatangannya mencari raya malah membuat bunda lena maupun ayah burhan cemas


"kenapa harus kabur-kaburan kayak gini sih, bikin khawatir aja" gerutu raffael yang terus memperhatikan jalanan berharap akan segera menemukan raya


raffael terus mencari keberadaan raya tanpa henti, sudah semua tempat yang biasa raya kunjungi raffael datangi termasuk cafe tempat mereka biasa makan namun tetap saja raffael tidak menemukan raya dimanapun

__ADS_1


timbul rasa takut di hati raffael jika raya benar-benar pergi meninggalkannya karena merasa lelah menghadapi sikap raffael


raffael menggelengkan kepalanya berharap ketakutannya tidak pernah akan terjadi, raffael bisa benar-benar gila jika raya sampai meninggalkannya apalagi tanpa meninggalkan kabar apapun padanya


"sayang maafin aku... jangan tinggalin aku, aku mohon" lirih raffael dengan penuh penyesalan


waktu berputar begitu cepat tak terasa hari sudah mulai gelap namun raffael belum menemukan keberadaan raya


raffael semakin ketakutan jika apa yang di pikirkannya benar-benar terjadi


dengan langkah lemas raffael masuk ke dalam rumahnya, selain belum sempat makan dari pagi dan keadaan tubuhnya yang kurang sehat raffael juga mendapat kabar dari orang suruhannya bahwa raya juga tidak pulang ke rumahnya, kabar itulah yang membuat raffael tak bersemangat


"dari mana nak? bukannya istirahat malah keluyuran" tanya mami aruni yang sedang duduk di ruang keluarga


"raya pergi mi" jawab raffael duduk di samping mami aruni dan menyenderkan tubuhnya di pundak mami aruni


"pergi kemana? kamu berantem sama dia?" tanya mami aruni lagi


"semuanya salah aku mi, aku takut raya benar-benar ninggalin aku" sahut raffael sendu


"kamu apain dia? gak mungkin raya pergi kalau masalahnya sepele pasti masalahnya cukup besar kan?" selidik mami aruni


akhirnya raffael menceritakan semua permasalahannya dari awal sampai akhir, raffael menceritakannya sangat detail dan tidak ada yang di lebih-lebihkan


"segitu bucinnya kamu sama raya sampai ngalahin logika kamu fael" ucap mami aruni


"mami kok ngomongnya gitu bukannya mami setuju-setuju kalau aku pacaran bahkan sampai nikah sama raya" sahut raffael


"bukan mami gak setuju tapi sifat kamu yang membuat mami ragu kalau hubungan kalian akan bertahan lama, gak ada yang larang mau sebucin apa kamu sama raya tapi kamu juga harus bisa bikin raya nyaman pacaran sama kamu bukan cemburu gak jelas kayak gini apalagi main bentak-bentak raya, perlu kamu tahu fael wanita itu paling lemah jika sudah di bentak sama pasangannya, ini kalian baru pacaran lho apalagi kalau udah nikah nanti" nasehat mami aruni


"tapi aku gak bisa nahan rasa cemburu aku kalau liat raya deket-deket sama mantan suaminya itu, aku gak rela kalau raya sampai balikan lagi sama si kadal burik itu dan ninggalin aku" cerocos raffael


"cemburu wajar tapi jangan berlebihan itu akan membuat raya gak nyaman sama kamu fael, itulah resikonya jika menjalin hubungan dengan wanita yang sempat memiliki ikatan pernikahan dengan pria lain kamu harus mengerti raya dalam posisi ini tapi setau mami raya bukan tipe wanita yang mau melakukan kesalahan yang sama dua kali jika dirinya benar-benar sudah merasa terluka dan kecewa contohnya dengan abang kamu dulu"


"iya mi aku salah, aku juga belom sempet dengerin penjelasan raya sampai selesai langsung marah-marah dan bentak raya pasti dia sakit hati banget, apalagi aku sengaja numpahin masakan yang dia bawa sampe berceceran di lantai"


"makanya jangan ngandelin emosi nyesel kan akhirnya, ini badan kamu juga masih anget lho. istirahat dulu sana besok lanjut cari raya lagi"


"mami bantuin aku mau ya?"


"bantuin apa?"

__ADS_1


"lamar raya secepatnya, tolong bilang sama papi juga"


"cari raya dulu sampai ketemu urusan lamar melamar gampang, masa iya mau ngelama tapi calon pengantin wanitanya kabur"


"iya, aku pasti akan secepatnya temuin raya dan gak bakalan biarin dia pergi lagi"


"iya mami percaya sama kamu, ya udah sana istirahat jangan lupa minum obat"


"iya mi"


raffael berjalan menuju kamarnya dengan tangannya yang selalu fokus pada ponselnya berharap nomor raya sudah bisa di hubungi tapi sayangnya raffael harus kecewa lagi karena sampai saat ini ponsel raya masih belum bisa di hubungi


entah kepada siapa lagi raffael harus meminta bantuan sedangkan kedua sahabatnya pun mengatakan tidak tahu keberadaan raya dimana


pukul 21:00


raya sampai di rumahnya dengan perasaan yang masih tidak karuan raya berusaha terlihat baik-baik saja di hadapan bunda lena, raya melihat bunda lena dan ayah burhan masih asik menonton tv saat raya masuk ke dalam rumah


"bunda sama ayah belum tidur?" tanya raya setelah menyalami tangan keduanya


"nanggung lagi nonton sinetron nak"


"ngapain nonton sinetron cuman bikin pusing"


"dari pada bengong, kamu kok tumben jam segini baru pulang" tanya bunda lena


"lembur bun harus beresin semua kerjaan hari ini karena besok akan ada acara gathering perusahaan ke surabaya" jawab raya bohong


"surabaya? kamu ikut?" tanya ayah burhan


"ikut lah yah aku kan ketua divisi masa iya gak ikut" jawab raya


"berapa hari disana?" tanya bunda lena


"tiga hari bun" jawab raya


"raffael ikut?" tanya bunda lena lagi


"ikut bun tapi dia nyusul kayaknya soalnya ada kerjaan dulu di kantor om hendro"


"ya sudah kamu istirhat gih, besok juga pasti harus berangkat pagi-pagi kan?"

__ADS_1


"iya bun raya ke kamar dulu, capek mau istirahat juga"


__ADS_2