
jam makan siang pun telah tiba raya dan tari sedang asyik makan bakso di kantin kantor dengan lahapnya tiba-tiba raffael datang dengan senyuman yang mengembang di bibirnya
sejak pagi tadi raffael sidah menahan diri untuk berbicara dengan raya namun di luar dugaan saat raffael duduk tepat di hadapan raya tiba-tiba raya melayangkan tatapan tajam kepadanya seolah ada kesalahan fatal yang raffael lakukan
"wih itu mata bisa di kondisikan tidak?" ucap raffael
"berisik, ngapain bapak owner yang terhormat dateng kesini?" tanya raya ketus
"sama bos itu harus sopan kalau bicara jangan ketus-ketus saya pecat tanpa pesangon mau kamu hah?"
"coba aja kalau berani"
"kenapa lo tiba-tiba marah sih ray? salah gue apa coba?"
"lo kenapa bohong sama gue?
"bohong apaan?"
"kenapa gak bilang kalau lo owner baru disini hah?"
"lo gak nanya"
"lo lupa tadi pagi gue tanya lo kerja dimana"
"kan biar surprise"
"surprise pala lo"
tari yang sejak tadi memperhatikan interaksi antara raya dan bosnya merasa tidak paham kenapa raya bisa kenal begitu akrab dengan raffael bahkan dari cara mereka bicara sepertinya mereka sudah kenal sejak lama
"tunggu, tunggu kak raya sama pak raffael udah kenal sebelumnya? kok akrab banget keliatannya" tanya tari menatap raya dan raffael secara bergantian
"kenal banget lah dia itu biang rusuh tar" jawab raya menunjuk raffael dengan dagunya
"enak aja kita itu bestie" sahut raffael tergelak
"wah ternyata pak raffael tidak sekaku yang aku kira" seru tari menatap kagum wajah tampan raffael
"dia itu selalu cari perhatian kalau depan cewek tar kamu harus hati-hati"
"lo sengaja ya jatuhin harga diri gue sebagai owner disini hah?"
"iya"
begitulah jika raya dan raffael sudah bertemu mereka tidak pernah akur layaknya tikus dan kucing namun di balik itu semua raffael sangat peduli kepada raya bahkan raffael rela harus mengorbankan perasaannya sendiri untuk kebahagiaan raya
saat ini memang raffael sedang menjalin hubungan dengan seseorang tapi itu semua tak luput dari peran kedua orang tua raffael yang selalu menjodoh-jodohkan raffael dengan rekan bisnis sang ayah karena tidak selalu mendapat ceramah terpaksa raffael mengikuti keinginan kedua orang tuanya meskipun dalam hatinya hanya ada raya seorang
"kak raya deket banget ya sama pak raffael?" tanya tari kepo
"kita sahabatan sejak pertama kali masuk SMA tar, aku, raffael dan masih ada dua sahabatku yang lain" jawab raya jujur
"apa pak raffael udah nikah kak?"
"belum raffa baru pulang dari luar negri tar dia baru menyelesaikan kuliahnya disana"
__ADS_1
"oh gitu, kalau pacar?"
"kalau pacar aku gak tahu sih soalnya sejak dia tinggal di luar kita jarang komunikasi"
"kenapa kamu suka sama raffa?" tanya raya
"ish kakak aku cuman kagum aja lagian mana mau pak raffael sama aku"
"kalau jodoh siapa yang tahu kan"
"kakak bisa aja, eh semalem kak eza jadi jemput kan?" tanya tari membuat wajah raya berubah sendu
"jangan bilang kalau kak eza ingkar janji lagi" tambah tari
"ya begitulah" jawab raya menghela nafas dalam
"terus kakak pulang sama siapa? semalem kan ujan deres banget kak"
"kebetulan ada supir kantor yang mau pulang aku ikut pulang bareng deh"
"lain kali mending pulang bareng aku aja kak biar gak nunggu-nunggu gak jelas gitu"
"iya... ayok lanjut kerja lagi"
raya bekerja begitu serius dan teliti raya tidak ingin mengecewakan pak sigit yang sudah merekomendasikannya untuk naik jabatan raya ingin menunjukan kualitasnya dalam bekerja apalagi saat ini akan di adakan sebuah event yang bekerja sama dengan perusahaan ponsel keluaran terbaru, disini raya yang bertugas untuk mengatur jalannya event agar berjalan dengan sempurna termasuk dengan mencari host dan artis yang akan menjadi pengisi acara dalam event tersebut
"raya kamu di panggil pak raffael buat ke ruangannya sekarang" seru salma sekretaris raffael
"iya mbak" sahut raya
"baiklah, maafkan saya kak salma"
"nah itu lebih enak di denger, cepat kamu ke ruangan pak raffael jangan sampai bos marah"
tanpa menjawab ucapan salma, raya bergegas menuju ruangan pak raffael
tok
tok
tok
"masuk" seru raffael dari dalam ruangan
"bapak panggil saya?"
"hhmm"
"ada yang bisa saya bantu pak?"
"kamu kan yang bertanggung jawab mencari host dan guest star untuk mengisi acara event minggu depan?"
"iya pak"
"sudah dapat?"
__ADS_1
"sudah tapi ada sedikit kendala"
"apa?"
"guest star ingin meminta bayarannya lebih tinggi dari biasanya pak"
"kok bisa? memangnya siapa guest star yang kamu maksud?"
"shaluna pak"
"kamu ada kontak managernya tidak?"
"ada pak"
"kirimkan ke saya biar saya yang urus semuanya"
"tapi pak ini kan tugas saya"
"tidak apa-apa kamu urus host nya saja"
"baiklah"
"silahkan kembali bekerja"
raya mencoba bersikap profesional ketika sedang bekerja, raya menghormati raffael sebagai bos nya di kantor sangat tidak sopan jika raya memanggil raffael dengan panggilan yang biasa dia panggil kepada raffael, begitulah pikiran raya dan jauh lebih baik lagi jika karyawan kantor tidak ada yang mengetahui jika raya dan raffael sudah saling kenal apalagi bersahabat biarlah hanya tari saja yang tahu tentang persahabatan raffael dan raya
"geli tau denger lo manggil bapak sama gue"
^^^"hahaha, profesional bos"^^^
"karyawan yang baik"
raya memasukan kembali ponselnya setelah bertukar pesan dengan raffael, sudah sangat lama raya tidak berkomunikasi dengan raffael apalagi semenjak raya berpacaran dengan eza jangankan dengan raffael dengan tere dan sashi saja raya sudah jarang memberi kabar namun semenjak raya tahu bahwa eza berbuat curang di belakangnya, raya membuka kembali akses bagi semua sahabatnya untuk kembali berkomunikasi dengannya
tanpa terasa jam pulang kerja pun telah tiba hari ini raya berencana untuk pulang dengan tari sejak kejadian kemarin raya sudah malas untuk meminta eza menjemputnya karena raya sadar yang akan dia dapatkan hanyalah sebuah kecewa saja
raya berjalan menuju parkiran karena tari sudah lebih dulu keluar
sesampainya di parkiran bukan raya sama sekali tidak melihat keberadaan tari matanya menatap sinis kala melihat eza yang sudah berdiri di hadapannya
eza tersenyum tanpa dosa kala melihat raya menghampirinya
"ayok pulang" ajak eza
"tumben" sindir raya
"jangan jutek gitu aku minta maaf ya jangan marah lagi" ucap eza
"maaf untuk kesalahan yang mana?" tanya raya sinis
"semuanya aku janji gak akan gitu lagi"
"jangan janji kalau akhirnya kamu sendiri yang ngingkarin"
"iya, baikan ya"
__ADS_1
"hmm"