Broken Wedding

Broken Wedding
56


__ADS_3

raya pulang ke rumah setelah berpamitan kepada raffael dan berjanji akan datang kembali saat proses pemakaman bara esok pagi


raya masuk ke dalam rumah di sambut hangat oleh sang mertua dan adik iparnya


anita langsung meneluk raya syaat raya duduk di sampingnya, anita ikut merasa sakit ketika melihat wajah raya yang masih ada sisa luka bekas tamparan eza dan sedikit lebam di bagian pipi nya


"hey kenapa nangis?" tanya raya kepada anita


"maafin kak eza ya kak, kak eza udah keterlaluan banget bikin kak raya kayak gini.. aku sedih kak" jawab anita di sela tangisannya


"masa adik kakak cengeng begini, kakak gak apa-apa kok dek udah jangan nangis lagi ya" raya mengusap-ngusap pundak anita dengan lembut


"benar semalam kamu menginap di rumah bunda kamu nak? mama khawatir" tanya mama yeni


"iya ma, maaf ya raya udah bikin mama sama anita khawatir semalam" jawab raya


"mama bersyukur kamu baik-baik aja ray, kamu udah makan?"


"udah ma, raya masuk ke kamar dulu ya"


"iya, kamu istirahat saja"


raya mengangguk sebagai jawaban, tiba di kamar raya melihat eza yang sedang duduk di ranjang dengan bermain ponselnya


tanpa menyapa raya langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah terasa sangat lengket


dua puluh menit berlalu raya keluar dari kamar mandi sedangkan eza masih sibuk dengan ponselnya


selesai berpakaian raya langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, raya ingin segera istirahat karena hari ini cukup menguras tenaga dan emosi raya


"kamu gak mau ngomong sesuatu sama aku?" tanya eza saat raya ingin memejamkan matanya


"aku capek za" jawab raya tanpa menoleh ke arah eza


"aku minta ray, maaf udah bikin kamu terluka"

__ADS_1


ucap eza entah tulus atau tidak


"ya" jawab raya singkat


"kamu maafin aku?"


"seandainya kamu yang ada di posisi aku, kamu mau maafin aku gak?" tanya raya balik membuat eza berpikir


"gak bisa jawab kan? hati aku sakit za bener-bener sakit bukan hanya hati aku yang kamu sakiti tapi fisik juga dan yang paling bikin aku kecewa adalah kamilu gak ada niatan buat minta maaf atau sekedar ingin tahu keadaan aku kayak gimana setelah kamu hajar habis-habisan, dimana hati nurani kamu? kalau emang kamu gak bisa peduli sama aku sebagai istri kamu setidaknya kamu peduli sebagai sesama teman yang saling mengenal dan sekarang kamu minta maaf disaat masalah ini udah berlarut-larut? BASI" lanjut raya panjang lebar


"tapi aku gak sengaja"


"sengaja atau engga tetap aja kekerasan dalam rumah tangga tidak di benarkan za, jika aku mau aku bisa laporin kamu karena tindakan KDRT"


"maaf"


"percuma kamu minta maaf kalau gak tulus"


"aku tulus kok sumpah"


"gak usah pake sumpah segala"


"entahlah, aku bingung dengan perasaan aku sendiri yang jelas saat ini aku semakin ngerasa kalau hubungan kita semakin menjauh dan semakin dingin. secara hukum dan agama kamu memang masih suami aku za tapi kenyataannya kamu seperti orang asing yang tidak peduli dengan keberadaan aku di samping kamu"


eza tidak bisa menyangkal semua yang raya ucapkan karena memang semuanya benar adanya bahkan eza sama sekali tidak membahas lagi soal raya yang menemani raffael di rumah sakit karena bara


itu sudah sangat membuktikan jika eza sudah tidak peduli lagi dengan apa yang raya lakukan


eza yang cemburuan, eza yang posesif, eza yang romantis kini sudah hilang berganti dengan seorang eza yang hanya memberi luka untuk raya


apakah raya harus menyerah kali ini?


*


*

__ADS_1


*


awan hitam menyelimuti langit biru pagi ini mengantarkan bara ke tempat peristirahatan terakhirnya


setelah beralibi untuk pergi bekerja namun kenyataannya raya menyempatkan dirinya untuk menghadiri proses pemakaman bara lagipula eza tahu atau tidak pun pasti eza tidak akan peduli


raya ikut mengantar jenazah bara yang sudah di bawa oleh mobil jenazah ke tempat pemakaman umum yang berada tidak jauh dari tempat tinggal bara


terlihat mami aruni yang masih sangat terpukul dengan kepergian bara untuk selama-lamanya berbeda dengan papi hendro dan raffael yang bisa menyembunyikan rasa sedih mereka tetapi raya sangat tahu di dalam lubuk hati mereka sangat terpukul atas kepergian bara


proses pemakaman berjalan lancar tidak ada hambatan apapun hanya saja langit terlihat lebih mendung pagi ini mungkin semesta ikut bersedih mengantar kepulangan bara ke pangkuan sang ilahi


tanpa sadar air mata raya jatuh begitu saja kala melihat gundukan tanah merah yang berada di hadapannya dengan nisan yang bertuliskan nama sang mantan kekasih baramantara wicaksono


ternyata ini semua bukan mimpi bara benar-benar sudah pergi meninggalkan mereka semua dan tidak akan pernah kembali


raya berjongkok di hadapan makam bara menyentuh nisan bara dengan lembut dan membacakan beberapa potongan ayat al-quran tangisnya semakin pecah kala mengingat semua kenangannya bersama bara, cinta yang bara berikan kepada raya dulu begitu tulus, perhatian, kasih sayang, kebaikan, sikap lembut dan keromantisan bara kepadanya masih melekat jelas dalam ingatannya dulu mereka adalah sepasang kekasih yang begitu serasi membuat iri semua orang jika melihat hubungan mereka yang selalu harmonis


raya seolah tidak peduli dengan kehadiran raffael dan kedua orang tuanya disana, raya menumpahkan rasa kehilangannya atas kepergian bara


"kamu yang tenang disana ya bee, semoga Allah memberikan tempat terindah di sisi-Nya untuk kamu... Aamiin" ucap raya lirih


"nak maafkan semua kesalahan yang bara pernah lakukan sama kamu ya sayang" mami aruni mengusap kepala raya yang masih menunduk di hadapan pusara sang mantan kekasih


"engga tante, bara gak pernah bikin kesalahan apapun sama raya


bara terlalu baik bahkan membuat raya menangis saja tidak pernah jika saja raya tahu kalau bara sakit waktu itu raya tidak akan meninggalkan bara" sahut raya terisak


"maaf karena tante dan om sama-sama ikut menyakiti kamu waktu itu, itu karena bara yang meminta sayang bukan murni kemauan tante dan om"


"raya mengerti tante, raya tidak marah ataupun membenci tante dan om raya hanya kecewa kenapa bara gak jujur waktu itu, jika raya tahu dari awal mungkin raya tidak akan memilih menikah dengan pria lain, raya akan menemani bara apapun yang terjadi"


"terima kasih kamu memang baik raya, doakan bara tenang di sisi-Nya ya sayang"


"pasti tante"

__ADS_1


raffael masih terdiam memandang nisan sang kakak, buliran airmata masih tersisa di sudut matanya sangat jelas terlihat rasa kehilangan di hati raffael namun sekuat tenaga raffael menyembunyikan itu dari semua orang termasuk kedua orang tuanya raffael harus terlihat kuat untuk mami aruni dan papi hendro padahal di dalam hatinya raffael ingin menangis sekencang-kencangnya, hati nya hancur melihat kakak kebanggaannya sudah terbaring sendirian di liang lahat tanpa ada yang menemani


"yang tenang disana yang bang, fael janji akan menjaga raya... maaf jika selama ini fael juga mencintai wanita yang sama dengan yang abang cintai ijinkan fael untuk membahagiakan raya bang meskipun harus merebut raya dari suaminya"


__ADS_2