Broken Wedding

Broken Wedding
50


__ADS_3

"raffael tunggu" cegah raya sedikit berlari


tanpa berkata raffael berhenti dan membalikan tubuhnya menghadap ke arah raya


raffael menatap raya begitu intens


"maaf" lirih raya


"ngapain minta maaf lo gak salah apa-apa" ketus raffael


"lo jangan cuekin gue kayak kemaren-kemaren ya"


"emangnya penting buat lo? gue kan bukan siapa-siapa lo"


"raffael please, gue gak bisa di diemin sama lo"


"cukup ada dia di hidup lo kan tanpa harus ada gue di dalamnya"


"jangan marah, gue janji akan lepasin dia kalau udah waktunya"


"jangan berjanji kalau lo aja masih ragu buat nepatin nya, gue gak setega itu buat diemin lo ray gue cuman kesel wajar kan kalau gue ngungkapin kekesalan gue sama lo? gue akan bahagia kalau liat lo bahagia tapi kalau kebahagiaan itu harus lo dapet dengan cara lo nyiksa diri lo sendiri gue gak rela, gue sangat peduli sama lo lebih dari apapun di dunia ini, lo hidup gue raya"


tanpa di duga raya berhambur ke dalam pelukan raffael, entah peka atau tidak dengan ucapan raffael yang jelas raya lega kalau raffael tidak marah kepadanya


raya bukan tidak menyadari akan perhatian raffael yang lebih dari seorang sahabat namun raya cukup sadar diri dengan statusnya yang masih bersuami raya tidak ingin membuka celah agar raffael lebih terang-terangan mengungkapkan perasaannya sedangkan raya saat ini masih dilema dengan perasaannya sendiri


jika di tanya bagaimana perasaannya terhadap eza jelas saja raya masih mencintai pria yang masih berstatus suaminya itu namun rasa cintanya kepada eza sudah tidak sebesar dulu kini yang lebih dominan adalah rasa kecewa namun raya tidak ingin mengambil keputusan saat di selimuti amarah, raya akan memikirkan kembali tentang pernikahannya dengan eza saat pikiran raya sudah tenang


"ya udah sana obatin dulu luka lo, lo gak mau besok kerja dengan keadaan muka lo yang kayak gitu?" ucap raffael


"lo beneran tega nyuruh gue masuk kerja besok raff?" tanya raya mengerucutkan bibirnya


"lo gak lupa sama event akhir tahun kan? lo juga gak lupa kalau event itu di adain akhir pekan ini, sumpah kerjaan kita lagi numpuk-numpuknya sekarang"


"iya, iya gue cuman becanda doang juga mana berani lah gue gak nurut sama bos, bisa di pecat dadakan gue"


"gue cabut ya, lo istirahat aja biar badan lo lebih enakan" raffael mengacak gemas rambut raya dan segera pergi karena masih ada urusan


"yang sakit bukan badan gue raff tapi hati gue, bener kata lo gue emang be go bahkan lebih dari sekedar be go" batin raya


raffael kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih sangat menumpuk, raffael ingin segera menyelesaikan pekerjaannya hari ini karena selain ingin bertemu dengan seseorang raffael juga di minta oleh sang ayah untuk ke perusahaan terlebih dahulu

__ADS_1


"pak raffael apa sudah dapat kabar dari kak raya?" tanya tari saat raffael sudah sampai kembali di kantor


"dia sakit tar barusan saya sudah jenguk ke rumahnya jangan khawatir besok raya sudah masuk kerja lagi" jawab raffael


"kak raya sakit apa pak kalau boleh tahu?" tanya tari lagi


"kamu tanyain langsung aja, raya udah mendingan kok sekarang"


tari menatap kepergian raffael dengan penuh tanda tanya, tari sedikit tidak percaya dengan ucapan raffael yang mengatakan jika raya saat ini sedang sakit


tari langsung mengambil ponselnya dan menghubungi raya untuk memastikan rasa penasarannya


pukul 12:00


"ada apa papi menyuruhku kesini?" tanya raffael yang saat ini sudah berada di perusahaan sang papi


"kenapa kamu membeli perusahaan EO tidak bilang sama papi terlebih dahulu raff? kamu tidak menghargai keberadaan papi?" papi hendro balik bertanya kepada anak bungsunya


"papi tahu dari mana?"


"gak usah tanya papi tahu dari mana, alasan kamu apa kenapa tiba-tiba membeli perusahaan itu? kamu sudah tidak ingin meneruskan perusahaan ini hm?"


"cihhh... memangnya kamu mau menikah dengan siapa? angel saja kamu putuskan secara sepihak"


"dengan wanita lah pi tapi yang jelas bukan dengan angel, aku gak suka cewek yang belingsatan kayak cacing kepanasan gitu"


"raffael kamu itu kalau bicara suka sembarangan, dia itu anak rekan bisnis papi"


"aku gak peduli, papi nyuruh aku kesini cuman mau nanya masalah ini?"


"memangnya kenapa?"


"kalau iya papi bener-bener gak punya kerjaan"


raffael memang tipe orang yang tidak suka di paksa apalagi di kekang, raffael akan melakukan sesuatu sesuai kehendak hatinya sendiri bukan karena permintaan orang lain sekalipun yang menyuruh adalah orang tuanya sendiri kecuali sesuatu yang berhubungan dengan keluarga dan perusahaan jika urusan pribadi, raffael tidak ingin siapapun ikut campur


setelah selesai berbicara dengan sang papi, raffael segera pergi untuk menemui seseorang, raffael pergi seorang diri tanpa di temani siapapun


raffael langsung memakirkan mobilnya di sebuah perusahaan yang tidak cukup besar jika di bandingkan dengan perusahaan milik papi nya


matanya menyorot tajam kala melihat orang yang dia ingin temui baru keluar dari perusahaan tersebut dengan wajah angkuh dan sok ganteng

__ADS_1


"sorry bro mobil lo ngalangin jalan, gur mau lewat" ucap orang itu melihat mobil raffael menghalangi motornya


*bugh


bugh


bugh*


tanpa berbicara sepatah katapun raffael langsung melayangkan beberapa pukulan kepada orang itu membuat orang itu jatuh tersungkur sampai wajahnya mencium jalanan


"bangun bang sat...." umpat raffael dengan amarah yang sudah di ubun-ubun


"an jing maksud lo apa-apa tiba-tiba nyerang gue hah?" bentak orang itu tidak terima


"raffael...." gumam pria itu kala berdiri dan melihat raffael yang sudah memberinya bogeman mentah


"kenapa? kaget lo hah?"


"masalah lo apa sama gue?


"masalah lo bukan sama gue tapi sama raya"


"oh jadi raya ngadu sama lo? gercep juga lo kalau menyangkut tentang raya, lo suka sama istri gue?" ucap eza dengan seringai di sudut bibirnya


orang yang raffael pukul adalah eza, sejak melihat kondisi wajah raya yang sedikit terluka dan terdapat lebam di bagian pipi nya raffael sudah tidak tahan ingin segera menghajar eza sampai tidak bisa bangun lagi, benar saja kala melihat wajah eza raffael langsung melayangkan beberapa pukulan untuk eza namun pukulan itu tidak membuat eza menyerah dia masih saja mengekuarkan kata-kata yang cukup membuat amarah raffael memuncak


"kenapa diam raff? lo suka sama bekas gue? ambil gih gue udah gak butuh lagian dia udah bekas abang lo gak selevel sama gue" ucap eza membuat raffael mengepalkan tangannya kuat


*bugh


bugh


bugh


"an jing,, bang sat, se tan*"


raffael kembali menghantam eza dengan beberapa pukulan sampai hidung eza mengeluarkan darah dan pelipisnya sedikit robek, raffael seperti orang kesetanan mendengar wanita yang dia cintai di rendahkan oleh pria yang berstatus suaminya.. raffael benar-benar tidak habis pikir kenapa raya masih saja mempertahankan pernikahannya dengan eza yang memiliko hati seperti ib lis


"sekali lagi raya terluka karena lo gue gak akan segan-segan buat hajar lo lebih parah dari ini, dasar pengecut"


bugh........

__ADS_1


__ADS_2