
dua hari semenjak kepergian raffael ke kalimantan raya di landa kerisauan karena raffael sangat jarang memberi kabar padanya jika bukan raya yang berinisiatif lebih dulu untuk menghubungi raffael
seperti malam ini raya yang sedang gelisah menunggu panggilan video nya di jawab oleh raffael namun sama sekali raffael tidak merespon terakhir kali raffael memberi kabar saat raya berangkat kerja tadi pagi setelah itu tidak ada lagi pesan atau panggilan apapun yang di lakukan oleh raffael membuat raya kesal setengah mati
"katanya bakalan terus ngabarin, ini apaan di telfon dari tadi siang sama sekali gak di jawab emang sesibuk itu ya kerjaan lo disana hah?" umpat raya kepada ponselnya yang sejak tadi dia genggam seolah raffael mendengar ocehannya
raya terus mondar mandir tidak jelas sampai melupakan makan malamnya, malam semakin larut dan raffael sama sekali tidak membalas ataupun menjawab panggilan apapun darinya, sumpah raya di buat sangat kesal oleh raffael kali ini
^^^"buang aja handphone kamu sekalian, buat apa repot-repot pegang handphone kalau gak guna sama sekali"^^^
setelah mengirimkan pesan terakhirnya kepada raffael, raya langsung mematikan ponselnya dan bersiap untuk tidur, raya sudah sangat lelah menanti kabar dari raffael yang seperti tidak menghiraukan keberadaannya disini
dengan semua kekesalan yang bercokol di dalam dadanya raya terus mencoba memejamkan matanya berharap esok akan segera tiba dan dia bisa melupakan kekesalannya kepada raffael dengan bekerja seharian penuh
akhirnya raya bisa tertidur dengan sangat lelap dan bangun kembali ketika adzan subuh berkumandang tanpa membuang waktu raya langsung membersihkan tubuhnya dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim
setelah rapi dengan setelan formalnya raya ikut sarapan bersama bunda lena dan ayah burhan tidak ada percakapan di antara mereka pagi ini seolah mengerti mood raya yang sedang buruk pagi ini
raya segera berangkat ke kantor setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya tanpa memeriksa ponselnya terlebih dahulu
sedangkan raffael yang memang sengaja tidak sering memberi kabar kepada raya merasa senang karena raya begitu mengkhawatirkannya dan terlebih raya terlihat sangat merindukannya, raffael bukan tidak ingin membalas atau menjawab setiap raya menghubungi dirinya namun selain urusan pekerjaannya yang benar-benar tidak bisa di ganggu raffael juga sengaja ingin tahu respon raya ketika dirinya telat mengabari sang kekasih dan ternyata apa yang raffael inginkan benar-benar terbukti raya kesal setengah mati karena semua pesannya di abaikan oleh raffael
"maaf sayang, sebentar lagi aku pulang tunggu kejutan dari aku ya" gumam raffael seraya memandangi ponselnya yang memakai foto raya sebagai wallpapernya
raya yang sejak pagi fokus pada pekerjaannya tidak sadar jika sudah memasuki jam makan siang, raya terus saja menyusun laporan yang sebetulnya tidak harus di selesaikan dalam waktu yang cepat namun demi ingin segera mengabiskan waktunya raya memilih untuk bekerja dan bekerja
"kak kantin yok" ajak tari
"duluan aja tar, masih nanggung ini" tolak raya
"sekarang waktunya makan kak bukan waktunya kerja, ayolah tubuh kita juga perlu amunisi biar tetep strong, lagian itu laporan juga buat minggu depan kan ngapain di beresin sekarang"
"aku belum laper tar"
"aku aduin sama pak raffael ya kalau kakak bandel"
__ADS_1
"terserah, aduin aja sana"
"emmmm kayaknya ada yang lagi perang dingin nih"
"jangan sok tahu anak kecil sana ke kantin aja duluan bentar lagi aku nyusul"
tanpa aba-aba tari langsung menarik tangan raya untuk ikut ke kantin bersama dengannya, tari tidak ingin sampai raya terlalu sibuk bekerja dan berakhir dengan asam lambungnya kembali kambuh karena telat makan
tanpa di suruh tari langsung memesankan makanan kesukaan raya dan makanan untuk dirinya tentunya
sesampainya di meja bukan hanya ada raya tapi ada haris yang juga ikut bergabung bersama mereka
"lho pak haris tumben makan di kantin kantor" sindir tari
"lagi pengen aja, tar bisa tolong pesenin menu yang sama gak kayak yang kamu pesen buat saya"
"bapak nyuruh saya?" tanya tari dengan mata yang melotot
"iya, kamu keberatan?" tanya balik haris
raya tidak menghiraukan interakasi antara tari dan haris yang ada di hadapannya, raya ingin segera menghabiskan makanannya dan segera kembali ke ruangan
sumpah demi apapun hari ini raya sangat malas untuk berinteraksi dengan siapapun
"ray handphone kamu mana?" tanya haris tiba-tiba
"kenapa bapak nanyain handphone saya?" tanya balik raya
"raffael susah hubungin kamu katanya nomor kamu gak aktif" jawab haris jujur
"handphone saya jual pak, percuma punya handphone juga gak guna sama sekali... permisi pak saya duluan" ucap raya ketus
"lho kamu mau kemana makanan kamu belum habis raya" ucap haris sedikit berteriak
"saya sudah kenyang" sahut raya tanpa menoleh ke arah haris
__ADS_1
"kak raya kemana pak?" tanya tari yang baru kembali lagi
"balik lagi ke ruangannya, dia kenapa sih aku bahas soal raffael langsung sensi gitu"
"kayaknya lagi berantem deh sama pak raffael, ini makanan bapak" tari menyodorkan makanan kepada haris
"makasih sayang, sini duduk di samping aku" haris menepuk-nepuk bangku kosong di sampingnya
"mulutnya gak pernah di filter deh, nanti kalau kedengeran sama yang lain gimana?" bisik tari
"aku gak peduli lagian di kantor ini kan gak ada larangan sesama karyawan gak boleh pacaran"
"bisa aja kalau ngomong, by the way pak raffael emang belom balik dari kalimantan?"
"hari ini dia balik sengaja gak bilang mau kasih kejutan sama raya, kamu jangan bilang-bilang sama raya ya raffael sengaja selama disana dia jarang hubungi raya dia pengen tahu gimana khawatirnya raya kalau gak dapet kabar dari raffael" cerocos haris panjang lebar
"pantesan kak raya uring-uringan terus dari kemaren"
tari dan haris sama-sama menikmati makanan yang ada di hadapan mereka, haris yang baru pertama kali merasakan makanan di kantin kantornya merasa ketagihan karena rasanya tidak kalah dengan makanan yang ada di restoran ataupun cafe yang selama ini dia kunjungi untuk makan siang sebelumnya
setelah menghabiskan semua makananya, haris dan tari kembali ke ruangan khawatir raya akan kesepian karena tidak ada teman mengobrol namun saat sampai di ruangannya tari tidak melihat raya
tari panik dan langsung kembali menemui haris untuk membantunya mencari dimana keberadaan raya saat ini
setelah mencari dan menanyakan kebagian informasi ternyata raya ijin pulang cepat karena merasa tidak enak badan
tari hanya bisa menghela nafas lega karena sudah mendapat tentang keberadaan raya
"lho sayang tumben masih siang udah pulang?" tanya bunda lena heran melihat raya sudah pulang kerja padahal masih siang bolong
"aku gak enak badan bun" jawab raya
"ya sudah kamu istirahat aja ya, mau bunda buatkan sesuatu?"
"engga bun, nanti kalau ada yang nyari aku siapapun tolong bilangin aku gak ada di rumah ya, aku lagi gak mau di ganggu sama siapapun"
__ADS_1