
raffael memilih pergi meninggalkan raya dan bara, entah harus merasa senang atau sedih yang pasti saat ini raffael merasakan cemburu melihat raya dan bara seperti sedang bernostalgia mengenang kembali masa-masa pacaran mereka yang terjalin selama dua tahun, sangat jelas terlihat jika bara masih sangat mencintai raya sampai saat ini berbeda dengan raya yang hanya melihat bara dengan tatapan iba namun tetap saja interkasi antara raya dan bara membuat raffael kepanasan setengah mati
"jangan terlalu banyak merokok nak, tidak baik untuk kesehatan" seru mami aruni melihat raffael sedang menghisap benda bernikotin itu
"hanya seseakali saja mi" sahut raffael dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan
"sejak kapan kamu menyukai raya?" tanya mami aruni to the point
"apaan sih mi" elak raffael
"kamu tidak bisa menyembunyikan apapun dari mami nak, kamu cemburu kan melihat kakakmu dengan raya?"
"mami memang ibu terbaik, aku sulit menyembunyikan perasaanku sendiri mi apalagi melihat abang sama raya rasanya hatiku sangat sakit"
"kamu tidak lupa bukan kalau status raya saat ini adalah istri orang"
"ingatanku masih berfungsi dengan baik mi"
"lalu bagaimana dengan angel?"
"aku tidak mempunyai perasaan apapun padanya, mami dan papi yang memaksaku menjalin hubungan dengannya bukan?"
"walaupun kamu memutuskan hubungan dengan angel kamu tetap tidak bisa menjalin hubungan dengan raya nak, ingat jangan rusak rumah tangga orang lain gadis single masih banyak yang mau sama kamu dan mami yakin angel bisa jadi istri yang baik buat kamu"
"aku tidak tertarik untuk menikahi angel"
"kamu mau menunggu raya sampai menjadi janda? sampai kapan? bagaimana perasaan abang kamu kalau tahu kalian mencintai wanita yang sama, jangan egois nak"
mami aruni menepuk-nepuk pundak raffael kemudian pergi meninggalkan raffael dengan seribu kegamangan dalam hatinya, raffael pun tidak pernah meminta jika hatinya memilih untuk mencintai raya sahabatnya sendiri tapi rasa itu muncul dengan sendirinya dan lebih sialnya raya adalah wanita bersuami bukan wanita single yang masih bebas
"ya Tuhan kenapa nasib percintaanku sial begini" lirih raffael sambil membuang puntung rokok ke dalam kolam renang
"ternyata lo disini raff, gue cari-cari juga" seru raya mengagetkan raffael
"bikin kaget aja lo" sungut raffael
"sorry, bisa pulang sekarang gak?" tanya raya
"lo udah selesai ngobrol sama abang gue?" tanya raffael di balas anggukan kepala oleh raya
__ADS_1
"perasaan lo sekarang gimana? lo nyesel udah pisah sama abang gue?" tanya raffael lagi
"gue nyesel karena bara gak jujur tentang penyakitnya raff, kalau masalah hubungan gue sama dia mungkin kita emang gak berjodoh gak ada yang harus di sesali tentang itu"
"tapi tadi lo keliatan perhatian banget sama abang gue"
"jadi lo mau gue marah-marah sama abang lo gitu?"
"ya gak gitu juga ray gue takut aja kalau Abang gue salah paham sama sikap lo ke dia"
"salah paham gimana?"
"gue takut abang gue kembali berharap buat balik lagi sama lo"
"ngaco lo, ayok buruan balik keburu malem"
tanpa berpamitan kepada bara, raffael langsung membawa raya pulang
di dalam perjalanan raya lebih banyak diam raffael yamg berulang kali melirik ke arah raya tiba-tiba merasa kesal karena raffael mengira diamnya raya adalah memikirkan bara, raffael mendengus membuat raya menoleh ke arahnya dengan menatap aneh
"lo kenapa?" tanya raya
"kok kayak yang lagi kesel gitu?"
"perasaan lo aja, lo mau di anter kemana? ke rumah bunda atau ke rumah mertua lo?"
"ke rumah bunda aja raff, gue masih males buat ketemu sama eza"
"aneh lo"
"kok aneh"
"udah jelas bikin sakit hati masih aja bertahan, mau sampai kapan ray? sampai tubuh lo kurus kering hah?"
"raff jangan mulai"
"lo gak sadar tubuh lo semakin hari semakin kurus ray itu karena lo tekanan batin, lepasin dia cari kebahagiaan lo sendiri"
"gue belum siap jadi janda raff, gue takut di pandang sebelah mata karena status gue seorang janda nantinya"
__ADS_1
"picik bener pikiran lo"
raffael kesal setengah mati jika mengingat kebodohan raya yang memilih mempertahankan rumah tangganya yang jelas-jelas hanya memberikannya luka, Raffael tidak mengerti apa alasan sebenarnya yang membuat raya memilih tetap bertahan, raffael memilih untuk tidak meneruskan ucapannya karena takut akan terjadi keributan antara dirinya dan raya seperti tempo hari yang membuat hubungan keduanya merenggang
setelah mengantarkan raya sampai ke rumah orang tuanya raffael bergegas pergi tanpa mampir terlebih dahulu karena ada urusan lain yang harus dia selesaikan
raffael menemui seseorang di sebuah cafe yang tak jauh dari apartemennya, raffael ingin segera menyelesaikan masalahnya karena sudah ingin hidup tenang tanpa gangguan seseorang yang sama sekali tidak dia harapkan untuk hadir di kehidupannya
"sorry gue telat, udah lama?" tanya raffael kemudian di hadapan seorang wanita cantik dan sek si
"engga kok, aku juga baru sampe. ini minum dulu aku udah pesenin buat kamu" wanita itu menyodorkan satu gelas es jeruk kepada raffael
"thanks tapi gue gak haus" tolak raffael
"kamu kenapa sih raff selalu nolak apapun yang aku kasih ke kamu, padahal ini cuman minuman doang lho gak mungkin aku racunin juga" seru wanita mencebikan bibirnya
"nanti gue minum, ada sesuatu yang mau hue omongin dulu sama lo gel"
"ngomong apa?" tanya angel
raffael sengaja meminta untuk bertemu dengan angel untuk menyelesaikan hubungan di antara mereka yang tak pernah ada kejelasan, raffael tidak mau membuat angel terlalu berharap dengan hubungan mereka, raffael sama sekali tidak tertarik sedikitpun dengan angel sekalipun dia cantik dan sangat sek si, tetap saja di mata raffael wanita tercantiknya adalah naraya anastasia tidak peduli saat ini raya masih berstatus istri orang
jodoh siapa yang tahu begitulah batin raffael
"gue mau ngebahas soal hubungan kita" ucap raffael
"emangnya hubungan kita kenapa?" tanya angel mengernyitkan keningnya
"gue gak mau buat lo berharap lebih sama gue, lo tahu sendiri kan dari awal gue gak pernah suka sama lo dan seperti yang pernah lo ucapin ke gue Lo gak akan maksa jika gue tetep gak bisa buka hati gue buat lo"
"tapi kita baru berhubungan baru enam bulan raff masih banyak waktu buat kamu jatuh cinta sama aku"
"gel please jangan memaksakan kehendak, gue gak mau nyakitin lo lebih dalam lagi"
"tapi orang tua udah jodohin kita raff"
"tapi mereka gak maksa kan? gue udah gak tahan harus berpura-pura terus di hadapan orang tua kita, gue punya cewek pilihan gue sendiri gel"
"kasih aku waktu sebentar lagi raff, aku yakin kok kamu bisa cinta sama aku"
__ADS_1