Broken Wedding

Broken Wedding
67


__ADS_3

malam pergantian tahun baru telah tiba saat ini raya sedang bersiap-siap untuk tampil di acara pesta tahun baru yang di adakan oleh royale hotel, raya di minta untuk membawakan empat lagu sekaligus dalam acara itu awalnya raya menolak karena merasa tidak akan mampu membawakan lagu sebanyak itu mengingat dia bukanlah penyanyi profesional namun karena dukungan dari raffael dan kedua sahabatnya tere dan sashi, raya akhirnya menyetujui permintaan pak satya selaku ceo dari hotel tersebut


"mbak raya terima kasih sudah mau menerima tawaran saya untuk bernyanyi di acara hotel ini" seru pak satya ramah


"saya yang seharusnya berterima kasih pak sudah mendapat kehormatan untuk bernyanyi di acara yang sangat istimewa ini padahal saya bukan seorang penyanyi" sahut raya


"wah mbak raya ini pintar sekali merendah padahal saya sudah melihat video saat mbak raya menyanyi suara mbak raya bagus banget sudah terlihat seperti penyanyi profesional"


"pak satya bisa saja itu hanya kebetulan saja pak terpaksa karena keadaan"


"acara sebentar lagi akan di mulai mbak raya silahkan bersiap-siap saya tinggal dulu"


"oke pak, silahkan"


setelah kepergian pak satya raya segera bersiap-siap untuk segera bernyanyi di atas panggung di bantu oleh sashi dan tere


sedangkan raffael bertugas sebagai sesi dokumentasi meskipun raya tidak meminta tapi ini inisiatif raffael sendiri untuk mengabdikan setiap penampilan memukai raya


raya sudah berada di atas panggung duduk di sebuah bangku memangku sebuah gitar


dengan apik raya membawakan ke empat lagu tersebut begitu sempurna sampai menghipnotis semua penonton yang hadir di acara itu


rasa gugup yang awalnya raya rasakan hilang begitu saja dengan suara riuh tepuk tangan para penonton yang merasa sangat puas dan terhibur dengan penampilan raya yang notabene bukan seorang penyanyi, raya tersenyum manis saat akan turun dari oanggung dan membungkukkan punggungnya sebagai ucapan terima kasih


raffael pun semakin terpesona saja melihat penampilan raya malam ini


"istri orang pesonanya emang beda" gumam raffael menggelengkan kepalanya sambil tersenyum


"ngomong apaan lo?" tanya sashi


"apaan, salah denger kali lo" elak raffael


"ngeles aja lo kayak bajaj" cibir sashi


sementara di rumah bunda lena dan ayah burhan sudah ada eza yang berdiri di depan rumah menunggu untuk di bukakan pintu, eza berniat untuk mengajak raya pergi jalan-jalan di malam pergantian tahun ini


"nak eza" kaget bunda lena


"bun raya ada?" tanya eza seraya menyalami tangan bunda lena


"raya keluar tadi sama teman-temannya za, katanya ada pekerjaan untuk mengisi acara tahun baru gitu, memangnya tidak ijin sama kamu?"


"engga bu sama sekali raya tidak meminta ijin sama eza, kalau boleh tahu acaranya dimana ya bu?"


"kalau tidak salah acaranya di royale hotel"

__ADS_1


"baiklah eza akan susul kesana saja bun, eza permisi"


"nak eza tunggu" cegah bunda lena


"iya bun ada apa?" tanya eza


"nak eza kemana saja kenapa tidak pernah mengunjungi raya kesini? kalian sedang tidak ada masalah kan?" selidik bunda lena


"sebelumnya eza minta maaf selama ini eza sedang sibuk-sibuknya kerja ini juga baru pulang dari luar kota, nanti pasti eza jelaskan sekarang eza pamit dulu ya bun mau nyusul raya"


"baiklah, hati-hati nak eza"


eza berjalan tergesa-gesa menuju motornya rasanya dia ingin segera menemui raya saat ini


"kurang ajar, sekarang udah berani pergi tanpa pamit kamu raya" gumam eza saat menjalankan motornya


eza menjalankan motornya dengan kecepatan penuh, eza sudah tidak sabar untuk menanyakan kepada raya kenapa pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu kepadanya apalagi pergi ke acara hotel mengingat nama hotel membuat kemarahan eza memuncak


eza mengira raya sedang melakukan hal yang tidak baik bersama teman-temannya di hotel itu


sesampainya di parkiran hotel eza langsung menghubungi raya namun sayang raya sama sekali tidak meresponnya terpaksa eza berjalan menuju resepsionis hotel untuk menanyakannya


saat hendak bertanya kepada resepsionis eza melihat raya sedang berjalan menuju loby hotel dengan raffael dan juga sashi beserta tere


"RAYA...." teriak eza penuh emosi


"mau ngapain lagi sih tuh curut satu" umpat raffael


"ikut aku" eza menyeret tangan raya kasar


"mau kemana?" tanya raya


"gak usah banyak nanya" sentak eza


"bisa gak sih lo gak main kasar za" celetuk tere


"bukan urusan lo" sahut eza berlalu meninggalkan tere, sashi dan raffael


"lo berdua balik aja, biar gue yang ngikutin mereka" seru raffael


"jagain raya ya raff, jangan sampe raya terluka lagi" pinta tere


"pasti"


perasaan raffael merasa tidak enak ketika melihat raut wajah eza seperti memancarkan kemarahan saat melihat raya

__ADS_1


raffael takut eza akan berbuat sesuatu yang membuat raya terluka makanya raffael memutuskan untuk mengikuti raya


raffaele mengikuti raya dari jarak yang cukup jauh namun masih bisa terpantau sampai raffael melihat eza membawa raya masuk ke dalam sebuah cafe yang raffael tahu cafe itu milik teman eza yaitu fahmi


raffael melihat eza sedikit menyeret raya ketika turun dari motor membuat raya sedikit meringis


raffael mengepalkan tangannya sangat kuat tidak rela raya di perlakukan samgat kasar seperti itu namun raffael mencoba menahan diri raffael ingin tahu apa yang akan eza lakukan kepada raya dan memperhatikan mereka dari jauh


"mau kamu itu sebenernya apa sih rat hah?" teriak eza melepaskan cengkraman tangannya sangat kasar membuat tubuh raya sedikit terhuyung


fahmi, ines dan teman-teman lain sampai kaget ketika mendengar suara eza yang menggema di dalam cafe


"za ada apa ini kenapa teriak-teriak?" tanya fahmi menghampiri eza dan raya


"raya udah berani pergi tanpa pamit sama gue mi, harga diri gue ngerasa di injek-injek sama dia" tunjuk eza kepada raya dengan kasar


"lo tahu alasan kenapa raya gak minta ijin sama lo?" tanya fahmi


"alasan apalagi kalau dia pergi ke hotel fahmi" sentak eza dengan mata menyalak tajam


"gak semua orang yang pergi ke hotel itu ngelakuin hal yang sama dengan apa yang kamu lakuin sama selingkuhan kamu za" celetuk raya membuat eza semakin naik pitam


"maksud kamu apa hah?"


"gak usah pura-pura be go za, aku tahu apapun yang kamu lakuin di belakang aku dengan selingkuhan kamu sok alim itu"


"breng sek" teriak eza mendorong tubuh raya sampai terjatuh ke atas lantai


"lo pikir lo cewek baik-baik hah? lo itu cewek mu ra han yang bisa di pake sama sembarangan co wok, keluarga lo berantakan abang lo di pen ja ra karena ka sus nar ko ba... gak ada yang bisa gue banggain jadi suami lo, gue nyesel dulu nikahin lo raya" teriak eza membuat dada raya seakan di tusuk pisau yang begitu tajam


"gue emang cewek mu ra han, keluarga gue emang berantakan beda sama keluarga lo yang sempurna dan harmonis tapi seenggak nya gue gak munafik dan berpura-pura baik buat dapet perhatian dari lo dan satu lagi gue gak pernah minta lo buat nikahin gue, lo lupa siapa yang dulu maksa buat nikahin gue hah? balas raya tak kalah berteriak


PLAK......


untuk yang kedua kalinya eza me nam par wajah raya bukan hanya itu eza juga mendorong tubuh raya sampai pelipisnya mengeluarkan darah karena terkena ujung meja di cafe milik fahmi


"eza stop, lo udah gila hah?" sentak fahmi mencengkram baju eza sangat kuat


"dia yang bikin gue jadi kayak gini mi" sahut eza sedikit melemah


"lo seharusnya sadar lo yang paling nyakitin raya disini, hanya karena raya udah gak vir gin saat nikah sama lo bukan berarti lo perlakuin raya kayak bi na tang, ngaca za lo gak lebih baik dari raya" bentak fahmi geram melihat tingkah eza yang semakin seenaknya


inez membantu raya untuk berdiri dan berniat untuk membawa raya pergi dari cafe fahmi sebelum raya terluka lebih parah lagi


namun sebelum benar-benar pergi inez menghampiri eza yang masih di tahan oleh fahmi agar tidak berontak

__ADS_1


"lo liat baik-baik setiap luka yang tergores di wajah raya gue pastiin lo bakalan nerima hal yang lebih menyakitkan dari ini za, lo sibuk menjudge diri lo paling sempurna disini padahal semua orang tahu gimana ib lisnya lo za, gue harap lo gak akan nyesel setelah raya bener-bener pergi ninggalin lo"


__ADS_2