
"ya Allah aku menyakiti raya sampai sedalam itu, maafkan tante sayang"
mami aruni yang tanpa sengaja melihat perdebatan antara raya dan raffael merasa sangat bersalah karena sudah menyakiti hati raya karena permintaan bara waktu itu, sebetulnya keluarga raffael bukan tipe keluarga yang memandang siapapun dari segi materi apalagi sampai merendahkan status sosial orang lain yang kehidupannya tidak seberuntung keluarga besar wicaksono yang memang sudah terlahir dari turunan konglomerat, waktu itu bara meminta mami aruni untuk berpura-pura tidak merestui hubungannya dengan raya karena raya berasal dari keluarga yang sederhana karena bara tidak ingin raya mengetahui tentang penyakitnya bara sengaja memakai alasan itu agar raya membenci bara dan keluarganya supaya raya bisa dengan cepat menghilangkan perasaannya terhadap bara yang waktu sangat mencintainya bahkan rela memberikan mahkotanya sebagai seorang wanita sebelum mereka resmi menikah
namun pada kenyataannya bara lah yang sampai saat ini tidak bisa menghilangkan perasaannya kepada raya bahkan untuk menghilangkan raya dari pikirannya barang sedetikpun bara tidak sanggup, kini bara menyesal kenapa dulu tidak jujur saja akan kondisinya namun saat itu bara terlalu takut jika raya akan kasihan melihat bara yang sakit-sakitan dan semakin hari akan semakin kurus dan jelek
bara semakin tersiksa karena perasaannya sendiri bahkan ketika mendengar raya menikah dengan orang lain bara hampir saja mengakhiri hidupnya sendiri namun karena kedua orang tua bara dan raffael pastinya bara mengurungkan niatnya bara jadi kebih semangat lagi dalam pengobatannya dan berusaha untuk sembuh namun takdir berkehendak lain beberapa bulan terakhir ini kondisi bara semakin melemah meskipun sudah melakukan kemoterapy sampai beberapa kali tetap saja tidak banyak membantu untuk kesembuhannya, saat ini bara hanya pasrah dengan takdir tuhan kepadanya
"lo becanda kan raff?" tanya raya tak percaya
"gue serius ray, kak bara sakit keras dan saat ini kondisinya semakin memburuk dia selalu minta gue buat ngajak lo kesini buat liat kondisinya"
"bara kan sudah ada istri buat apa repot-repot nyuruh gue datang kesini, lagian disini pasti ada bokap nyokap lo kan gue males"
sebelum menjawab ucapan raya, raffael lebih dulu membaca pesan yang di kirim oleh mami aruni, raffael mengernyitkan keningnya kala membaca isi pesan dari mami aruni. raffael memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celana dan menarik tangan raya untuk segera masuk ke dalam kamar bara
"disini gak ada siapa-siapa, cuman ada abang gue sama perawatnya lo gak usah parno" ucap raffael yang sudah berjalan mendekati kamar bara
"tapi raff gue......" raya menjeda ucapannya
"please ray sekali ini aja" seru raffael dengan nada memohon
__ADS_1
terpaksa raya menuruti keinginan raffael karena menolak pun percuma karen raya tidak bisa pulang sendiri mengingat villa milik keluarga raffael berada di sebuah desa terpencil lebih tepatnya berada di tengah-tengah hutan sudah pasti tidak akan ada kendaraan umum yang melintas di daerah sana
raya berjalan di belakang raffael dengan perasaan yang tak menentu, mau bagaimanpun saat ini status raya adalah wanita bersuami dan saat ini raya akan menemui mantan kekasihnya yang sedang sakit keras raya sendiri tidak tahu apakah yang di lakukannya benar atau salah raya merasa telah mengkhianati kepercayaan eza karena diam-diam bertemu dengan bara, pria nomor satu yang di blacklist oleh eza untuk tidak pernah lagi bertemu dengan raya
ceklek
pintu kamar pun di buka oleh raffael, terlihat bara yang sedang terbaring lemah dengan banyak alat yang terpasang di tubuhnya, kamar pribadi yang lebih mirip seperti ruang rawat di rumah sakit ini menjadi tempat pembaringan bara selama beberapa bulan terakhir ini, bara tidak ingin di rawat di rumah sakit bara lebih nyaman di rawat di villa yang jauh dari keramaian
"astagfirullah" lirih raya menutup mulutnya tak percaya melihat kondisi bara yang sangat memprihatinkan
reflek raya berjalan mendekati ranjang dimana bara sedang terbaring lemah tidak bisa melakukan apapun, seperti ada ikatan batin di antara mereka bara langsung membuka matanya melihat raya yang semakin berjalan mendekatinya
sontak saja panggilan itu membuat raya tidak bisa lagi membendung air matanya, setelah bertahun-tahun berlalu raya kembali mendengar panggilan sayang yang bara berikan untuk raya saat mereka menjalin kasih dulu, kenangan saat mereka menjalani masa-masa berpacaran terlintas begitu saja dalam bayangan raya, raya sama sekali tidak pernah menyangka jika bara menderita sakit sampai separah ini bahkan tubuh kekarnya saat ini terlihat sangat kurus, rambut yang dulu selalu terlihat stylis perlahan rontok dan nyaris tak tersisa
"bara" panggil raya dengan suara gemetar menahan tangis
raya seakan lupa akan statusnya kini yang tengah bersuami, raya duduk di samping bara menggenggam tangan bara yang terlihat mengecil
"maaf" ucap bara menatap raya penuh dengan penyesalan
"maaf karena aku pergi ninggalin kamu tanpa berusaha memperjuangkan cinta kita, maaf karena aku kamu harus menderita karena menikah dengan laki-laki yang tidak tulus mencintai kamu, maaf karena aku kamu tidak mendapatkan kebahagiaan"
__ADS_1
raya menangis mendengar penuturan bara yang sangat menusuk ke dalam relung hatinya bagaimana bisa bara mengetahui bahwa eza tidak mencintainya dengan tulus, bagaimana bisa bara mengetahui jika raya saat ini tidak bahagia bahkan raya sendiri selama ini tidak pernah mengetahui kabar apapun tentang bara termasuk sakit yang di derita bara selama ini
"bee jangan nangis" ucap bara lagi
raya semakin terisak rasa yang sudah raya kubur dalam-dalam untuk bara seakan bersemi kembali saat melihat bara tidak berdaya seperti ini
"kenapa gak bilang kalau kamu sakit" ucap raya dengan suara yang tersendat-sendat karena tangisannya
"aku gak mau kamu ilfeel karena aku jadi kurus dan jelek sekarang" sahut bara jujur
"bo doh" umpat raya membuat bara terkekeh pelan
"aku kangen tapi sayang kamu sekarang udah jadi istri orang" celetuk bara
"kalau kamu gak ninggalin aku, aku gak mungkin jadi istri orang sekarang" protes raya
"maaf" ucap bara dengan netra yang sudah berembun
"jahat"
ingin sekali bara memeluk raya saat ini membawa raya ke dalam dekapannya namun seperti terhalang tembok yang cukup tinggi bara sulit untuk melakukannya, bara hanya bisa mengelus pucuk rambut raya yang saat ini sedang menelungkupkan wajahnya di atas telapak tangannya sendiri, rasa hangat raya rasakan saat tangan bara kembali menyentuhnya jika bisa raya memutar kembali waktu yang sudah berlalu raya akan tetap bertahan berada di samping bara apapun yang terjadi
__ADS_1