
eza terus mengelak dari tuduhan raya eza malah menyalahkan anita yang sengaja mengadu kepada raya karena eza membonceng wanita lain
pertengkaran semakin tak bisa di kendalikan raya yang memang sudah tidak tahan dengan semua kebohongan eza akhirnya mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini dia pendam sendiri
"gak usah nyalahin orang lain buat nutupin kesalahan kamu sendiri" ucap raya yang sudah berderai air mata
"siapa yang nyalahin orang lain hah, kamu juga kenapa lebih percaya sama orang lain dari pada suami kamu sendiri" eza terus mengelak
"siapa wanita itu za? apa kontak yang kamu beri nama doni? apa wanita yang selama ini aroma parfumnya selalu menempel saat kamu pulang lembur?"
"kamu tuh ngomong apa sih makin ngelantur aja"
"salah aku apa za? apa selama menjadi istri kamu, aku kurang baik? gak bisa memenuhi apapun yang kamu mau?"
"cukup raya, sudah aku bilang aku gak ada hubungan apapun dengan cewek manapun"
"insting seorang istri itu sangat kuat za, serapat apapun kamu menyimpan kebusukan kamu akhirnya tercium juga bukan? aku kira selama ini kamu tulus ternyata engga, apapun kesalahan yang udah aku buat yang namanya perselingkuhan tidak akan di benarkan"
"terserah aku capek"
eza meninggalkan raya yang semakin menangis, rasa sesak di dalam dadanya semakin menghujam sebenarnya raya ikhlas jika memang eza sudah tidak mencintainya lagi dan ingin mengakhiri pernikahan mereka yang baru seumur jagung bukan sebuah perselingkuhan yang raya mau itu sama saja membunuhnya secara perlahan
"kenapa ray? berantem sama eza?" tanya mama yeni mengelus pundak raya dengab lembut
"eza punya wanita lain ma" jawab raya terisak
"maafkan mama ya nak"
"bukan salah mama"
"eza anak mama, mama tidak bisa mendidik eza menjadi laki-laki yang baik maafkan mama ray"
"mama gak salah mungkin aku yang belum bisa jadi istri yang baik buat eza"
"kamu baik ray bahkan terlalu baik untuk menjadi istri eza, eza saja yang tidak pernah bersyukur memiliki kamu nak"
"semuanya sudah terjadi ma, apapun yang akan aku lakukan tidak akan mengubah semuanya, hati eza sudah terbagi dengan wanita lain"
"kamu harus berusaha mempertahankan rumah tangga kamu jangan sampai dengan hadirnya wanita lain membuat pernikahan kalian hancur ray, mama sudah menganggap kamu seperti anak mama sendiri bukan seperti anak menantu"
__ADS_1
"tapi aku bisa apa ma, eza benar-benar sudah di butakan sama hawa nafsunya"
"jangan sedih mama akan bantu kamu agar eza kembali lagi seperti eza yang sangat mencintai kamu"
raya tersenyum miris mendengar ucapan sang mama mertua, apa iya eza akan kembali lagi seperti eza yang dulu rasanya sangat mustahil melihat bagaimana sikap eza kepada raya saat ini
raya mencoba bertahan karena rasa cintanya kepada eza begitu besar raya berharap seiring berjalannya waktu raya bisa memperbaiki kembali pernikahannya meskipun tak akan mudah tapi raya berusaha untuk tetap sabar
raya melewati malam ini tanpa eza di sisinya, entah berada dimana suaminya saat ini raya hanya berharap semoga dimanapun eza berada dia akan tetap baik-baik saja
pagi menjelang raya kembali bekerja seperti biasa, mencoba melupakan masalah rumah tangganya dan profesional dalam bekerja
"kenapa lo? kusut banget tuh muka" tanya raffael melihat raya yang sedang melamun
"badmood" jawab raya
"what happen?" tanya raffael lagi
"i'm hurt raff" jawab raya lirih
"eza?"
"lepasakan kalau bersama malah buat lo semakin terluka ray"
"gak semudah itu"
"terus lo mau nunggu sampai kapan? mau nunggu sampai lo mati sia-sia karena patah hati?
"jahat banget ngomongnya"
"lebih jahat mana gue sama laki lo yang breng sek itu hah? buka mata lo lebar-lebar cowok masih banyak di luar sana yang mau sama lo"
"termasuk gue" batin raffael
raya menyandarkan kepalanya di bahu raffael, saat ini raya memang sangat membutuhkan sandaran untuk menenangkan perasaannya hanya dengan raffael raya bisa melampiaskan semua kegundahan hatinya
raffael mengelus rambut raya lembut, menguatkan raya agar tidak terlalu larut dalam kesedihannya
"seandainya gue punya keberanian buat ngungkapin perasaan gue ray, bertahun-tahun gue simpen sendiri rasa cinta gue buat lo sampai gue gak berminat lagi buat ngebuka hati gue buat cewek lain, sedikit saja peka sama perasaan gue ray sedikit aja" batin raffael
__ADS_1
sudah sejak masa SMA raffael menyimpan rasa cinta kepada raya mengatasnamakan persahabatan mereka raffael tidak punya nyali untuk mengungkapkan perasaannya sendiri raffael takut jika perasaannya bertepuk sebelah tangan dan akan menjadi boomerang bagi persahabatan mereka
namun sekarang raffael bertekad untuk meluluhkan hati raya secara perlahan sehingga tanpa sadar raya bisa jatuh cinta dengan sendirinya kepada raffael dengan perhatian-perhatian kecil yang raffael berikan kepada raya, raffael yakin perlahan raya akan menyadari bahwa eza bukan pasangan yang tepat untuknya apalagi raya sudah mengetahui bahwa eza bukan seorang pria yang setia hanya pada satu wanita saja
"kalau perasaan lo belom baikan, mending lo gak usah kerja aja ray" ucap raffael
"engga raff malah kalau gue diem gur semakin kepikiran sama masalah gue, lagipula gue punya beberapa event yang harus gue urus" sahut raya
"cuman sehari doang gak bakalan gue pecat ray"
"emang lo mau nemenin gue kalau gue bolos kerja hari ini?" tanya raya
"apa sih yang gak buat lo ray, lo prioritas buat gue dari dulu"
"bos mah bebas ya wa" ucap raya tergelak
"nah gitu dong, lo kalau nangis jelek tahu" raffael menghapus sisa airmata di pipi raya
tanpa sadar raya menatap wajah raffael yang sedang menghapus jejak airmatanya, melihat raffael sedekat itu degup jantung raya menjadi tak beraturan siapa yang tidak akan terpana melihat wajah tampan raffael namun raya berusaha menepis pikirannya karena sadar saat ini dia berstatus sebagai istri orang, raya terus menekan perasaannya agar tidak jatuh terlalu dalam dengan pesona raffael
"gue ganteng ya" seru raffael tiba-tiba
"pede gila" ketus raya
"hahaha.... bilang aja kalau lo takut jatuh cinta sama gue"
"repot kalau gue jatuh sama lo raff, saingan gue banyak"
"kalau gue maunya sama lo gimana?" raffael menatap lekat manik mata milik raya
"becanda lo gak lucu" raya mengusap wajah tampan raffael dengan telapak tangannya
"ayok katanya mau nemenin gue bolos kerja hari ini gue mau makan sepuasnya tapi lo yang bayar" tambah raya
"lo mau ngerampok gue?"
"cuman bayarin gue makan doang gak bakalan bikin lo bangkrut kali raff"
"lo yang nyetir gue lagi males"
__ADS_1
"boleh tinggal pilih aja mau ke rumah sakit apa langsung ke kuburan?"