Broken Wedding

Broken Wedding
87


__ADS_3

"ngapain sih lama-lama disini pulang sana, aku lagi gak mau di ganggu sama siapapun" usir raya kepada raffael


"sayang marah beneran? aku minta maaf, sumpah aku gak ada niat bikin kamu marah kayak gini aku tuh sengaja gak sering kabarin kamu karena aku pengen tahu respon kamu kalau aku gak ngabarin, bakalan cari aku apa cuek aja" ucap raffael jujur


"tapi aku seneng kamu sekhawatit itu sama aku berarti itu tandanya kamu udah bener-bener cinta sama aku" lanjut raffael


"percaya diri sekali, awas ah jangan nempel-nempel aku gak mau deket-deket sama kamu"


"sayang udah dong marahnya aku udah minta maaf juga, aku kangen tahu"


"bodo amat"


"sayang sini coba aku mau ngomong sesuatu"


"apa?"


"kenapa nomor kamu sudah di hubungi tapi itu kamu anteng-anteng aja mainin handphone kamu, kamu sengaja mau bikin aku kesel?"


"baru segitu aja udah kesel, gimana kabar aku yang hampir tiga hari ini di cuekin sama kamu hah? kalau emang gak mau di ganggu bilang dari awal aku juga gak akan repot-repit terus nanyain kabar kamu dan terus nelfonin kamu kayak orang gak ada kerjaan" ucap raya menyuarakan kekesalannya


"aku kan udah bilang tadi alasannya kenapa, kenapa masih marah juga sih serius lho aku dari bandara langsung kesini tanpa makan ataupun mandi dulu kamu sama sekali gak ngehargain perjuangan aku? aku sengaja langsung datang kesini supaya kamu gak marah lagi tapi kok di sambutnya malah kayak gini" sahut raffael


"gimana rasanya kalau kamu ada di posisi aku? gimana rasanya kalau aku yang pergi selama beberapa hari ke luar kota terus jarang ngabarin kamu, kamu bakal mikir apa? aku tuh ngerasa gak di anggep sama kamu tahu gak" ucap raya dengan suara bergetar menahan tangis


melihat raya yang hendak menangis raffael langsung menarik tubuh raya ke dalam dekapannya, raffael tidak menyangka jika niatnya malah membuat raya benar-benar marah kepadanya padahal niat raffael hanya ingin tahu sedalam apa rasa yang sudah raya rasakan untuknya bukan menjadi drama pertengkaran seperti ini


"kalau kamu emang masih belum percaya sama perasaan aku sama kamu ya udah kita udahan aja ngapain juga kita ngejalanin hubungan kalau kamu sama sekali gak percaya sama aku" ucap raya terisak


"huussss ngomong apa sih, aku percaya sama kamu.


udah ya aku minta maaf seharusnya aku gak perlu kayak gitu


jangan marah lagi ya, aku yang salah janji gak akan kayak gitu lagi" sahut raffael


"tapi aku masih kesel sama kamu"


"jadi aku harus gimana biar kamu gak kesel lagi hm?"


"jalan-jalan"


"mau kemana?"


"kemana aja yang penting ngabisin waktu sama kamu"

__ADS_1


"duh gemes banget kalau seorang raya udah bucin gini, jadi pengen ci um"


"gak ada ciium-ciium aku masih kesel, mana buket bunga buat aku tadi?" raya menyodorkan tangannya ke depan raffael


"bukannya tadi gak mau" goda raffael


"mau lah, sini mau aku simpen"


"kalau ngambek kamu itu lebih kayak bocah ray" gumam raffael tersenyum tipis


setelah drama percekcokan itu berakhir raya menyuruh raffael untuk menunggu di ruang tamu saja, karena raya ingin bersiap-siap terlebih dahulu


sementara menunggu raya bersiap raffael mengobrok dengan ayah burhan dan bunda lena


"jadi gimana yah, bun apa udah ada keputusan?" tanya raffael to the point


"kamu benar-benar serius mau menikahi raya? jangan sampai kamu menyesal karena menikahi seorang janda raff apalagi keluarga kamu adalah salah satu kekuarga terpandang di kota ini apa kata orang-orang nanti kalau pewaris H.K group menikahi seorang janda apa gak bakalan buat malu keluarga besar kamu nantinya?" tanya balik ayah burhan


"insyaAllah aku sudah sangat yakin ayah, aku gak peduli dengan tanggapan orang lain bahkan jika seisi dunia menolak hubungan aku dengan raya aku akan tetap mempertahankan raya untuk jadi istri aku, aku menerima baik buruknya seorang naraya anstasia yah, aku mencintai raya melebihi apapun yang ada di dunia ini kalau cuman denger omongan-omongan orang yang gak penting itu bukan masalah buat aku, hanya aku yang tahu aku akan hidup bahagia bersama dengan siapa yah, bun" jawab raffael tegas


"apa kamu yakin kedua orang tua kamu akan merestui hubungan kalian?" tanya ayah burhan


"sangat yakin yah, papi sama mami sudah sangat menyayangi raya sejak saat raya masih berpacaran dengan kak bara dulu apalagi sekarang aku berniat menjadikan raya menjadi menantu mereka, mereka pasti sangat bahagia yah"


"aku gak akan berjanji apapun tapi aku akan buktikan kalau aku akan menjaga raya dan gak akan membuat raya menangis karena terluka lagi yah, bun"


"ya sudah kamu bicarakan masalah ini dengan kedua orang tuamu lagi, kapan akan melamar raya kesini"


"baik yah"


raya keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah rapi dan sangat cantik, raya memang sangat pandai memadu padankan pakaian yang ingin dia kenakan hingga selalu terihat menarik dan fashionable


raya dan raffael memintan ijin kepada ayah burhan dan bunda lena untuk pergi keluar dan berjanji tidak akan pulang terlalu larut


"mau kemana sekarang?" tanya raffael yang sedang fokus menyetir


"aku laper" jawab raya jujur


"kita ke cafe tempat kita biasa nongkrong aja ya, udah lama aku gak nyobain makanan disana"


"aku ikut aja" sahut raya


tak berselang lama raya dan raffael sampai di sebuah cafe yang memang sangat ramai oleh pengunjung

__ADS_1


raffael memilih meja yang berada di pojokan karena tidak ingin terlalu bising


raffael langsung memesankan makanan untuknya dan juga untuk raya


"sayang aku mau nanya sesuatu" ucap raffael


"nanya apa?"


"pas aku tadi ke rumah aku lihat kamu mainin ponsel sedangkan nomor kamu aja masih belum bisa aku hubungi sampe sekarang, kamu pegang ponsel dua ya?" tanya raffael


"engga kok, orang ponsel aku aktif terus kok gak pernah aku matiin"


"tapi kenapa aku gak bisa hubungi kamu dari kemaren hm?"


"orang nomor kamu aku blokir" jawab raya santai


"sayang ih nyebelin" gerutu raffael dengan mata yang melotot tajam


"suruh siapa aku di cuekin, emang enak aku cuekin balik"


"mana sini ponsel kamu" raffael menyodorkan tangannya untuk meminta ponsel raya


"buat apa?" tanya raya was-was


"siniin atau aku ambil paksa"


dengan terpaksa raya memberikan ponselnya kepada raffael, raffael yang memang sudah mengetahui password ponsel raya langsung berselancar bebas mencari kontak dirinya yang sudah raya blokir dan langsung membuka blokirannya


"kalau sampai nomor aku di blok lagi, aku buang ponsel kamu" ancam raffael sambil menyerahkan ponsel raya kembali


"makanya jangan macem-macem" ancam balik raya


"siapa juga yang macem-macem orang aku cuma mau satu macem aja" sahut raffael tersenyum nakal


"modus"


raffael mengacak rambut raya karena merasa gemas melihat tingkah sang kekasih


tak lama makanan yang mereka pesan pun datang


raya yang memang sudah sangat lapar langsung menyantap makanan yang sudah berada di hadapannya begitupun dengan raffael


raffael berinisiatif untuk menyuapi raya membuat raya mengulum senyum merasa senang sekaligus merasa geli sendiri

__ADS_1


raya memang merasa hubungannya dengan raffael sekarang seperti mimpi yang awalnya mereka hanya berstatus sebagai sahabat sekarang mereka terjerat dalam hubungan asmara yang cukup membuat raya sedikit merasa aneh sekaligus bahagia


__ADS_2