
"wah anak bunda ceria sekali pagi ini" seru bunda lena melihat raya tersenyum bahagia
"masa sih bun perasaan sama aja kayak pagi-pagi sebelumnya" elak raya tersipu
"jangan coba-coba buat bohongi bunda nak, bunda sangat hafal sifat kamu...." ucap bunda lena mencolek hidung mancung raya
"hehe, bunda memang paling tahu apa yang aku rasain" sahut raya terkekeh
"lagi ngomongin apa sih seru banget" seru ayah burhan yang baru bergabung di meja makan
"putri bungsu kita sepertinya sudah tidak galau lagi yah"
"benar itu nak?" ayah burhan menatap raya yang sedang memakan sarapannya
"bunda mah bohong yah, aku cuman lebih ngerasa lega aja semua urusan aku sama eza udah selesai meskipun sekarang aku menyandang status janda" sahut raya menundukan wajahnya menyebut kata janda
"jangan malu dengan status janda nak, ayah lebih memilih kamu menjadi seorang janda dari pada menjadi seorang istri tapi tidak pernah di anggap keberadaannya" ucap ayah burhan menenangkan raya
"iya yah, sekarang aku akan fokus kuliah dan bekerja agar bisa bikin ayah dan bunda bangga" ucap raya menggebu-gebu
"kamu selalu membuat ayah dan bunda bangga nak, berbahagialah setelah ini jangan pernah melihat ke belakang melangkahlah dan raih cita-cita kamu yang sempat tertunda" ayah burhan mengelus pucuk kepala raya penuh kasih sayang
terdengar suara salam yang begitu menggema dari arah ruang tamu
raya yang sudah hafal dengan suara itu langsung menghampirinya dengan senyum yang terus terlukis indah di bibirnya
"selamat pagi calon istri" sapa raffael dengan senyum ceria
"pagi raff... ayok ikut sarapan" ajak raya menggandeng tangan raffael namun raffael enggan untuk melangkah
"kenapa?" tanya raya melihat wajah raffael yang berubah masam
"gak romantis banget sama pacar, masa manggil nama doang" cebik raffael
"ya Allah jangan kayak anak kecil deh, ayok sarapan nanti kita telat" ajak raya lagi
__ADS_1
"panggil sayang dulu" rengek raffael dengan nada memohon
"sarapan yuk sayang, nanti kalau kamu pingsan kan bahaya" raya mengalah membuat raffael terkikik geli
semalam raffael dan raya memang sudah membuat kesepakatan untuk berangkat dan pulang kerja bersama-sama setiap hari kecuali jika raffael ada pekerjaan di perusahaan ayahnya
raffael juga menyetujui keinginan raya yang tidak ingin kedua orang tuanya tahu dulu tentang hubungan mereka saat ini, raya akan mencari waktu yang tepat untuk memberi pengertian kepada ayah burhan dan bunda lena tentang status mereka sekarang
"pagi bun, yah" sapa raffael saat berada di ruang makan
"wahh raffael... pagi juga nak sudah lama sekali kamu tidak kesini"
"iya bun, maaf aku baru pulang beberapa bulan lalu" jawab raffael agak kikuk
"oh begitu, tambah ganteng aja kamu nak sayang sekali kamu gak jadi menantu bunda" canda bunda lena
"bunda bisa aja" sahut raffael menggaruk tengkuknya
"ayok ikut sarapan"
setelah selesai sarapan raya dan raffael pamit untuk berangkat ke kantor begitupun dengan ayah burhan
"hari ini kamu stay di kantor apa ada kerjaan di kantor papi kamu?" tanya raya saat mereka berada di dalam mobil
"stay di kantor deh kayaknya, kenapa rmang?" tanya raffael balik
"gak apa-apa udah beberapa minggu ini kan kamu sibuk bantu di kantor papi kamu"
"kemaren lagi di kejar deadline makanya aku bantu papi sekarang udah aman, gimana kuliah kamu lancar?"
"lancar meskipun capek ngatur waktu kerja sama kuliah"
"yang semangat dong katanya mau bikin ayah sama bunda bangga"
"iya"
__ADS_1
sesampainya di kantor raffael hendak menggandeng tangan raya namun raya segera menepiskannya membuat raffael sedikit kecewa
dari dulu memang mereka selalu bergandengan tangan kemanapun mereka pergi tapi kenapa disaat hubungan mereka yang sudah resmi menjadi sepasang kekasih raya seolah enggan untuj bersentuhan dengan raffael di hadapan banyak orang
"kenapa?" tanya raffael dengan raut wajah yang sulit di artikan
"jangan kayak gini, kayak biasanya aja nanti yang lain curiga"
"biasanya juga kita kayak gini kenapa sekarang malah nolak? malu kalau orang-orang tahu kalau kita sekarang pacaran?"
"bukan gitu aku cuma belum siap denger cuitan para karyawan ngomongin kita kaalau seandainya mereka tahu kita ada hubungan apalagi status aku sekarang raff, mengertilah"
"peduli se tan sama omongan orang"
tanpa memperdulikan ocehan raya, raffael merangkul mesra pundak raya menuju ke ruangan mereka
banyak pasang mata yang melihat dengan iri kedekatan antara raya dan raffael mereka sama sekali tidak menaruh curiga jika raya dan raffael mempunyai hubungan khusus karena memang raffael selalu bersikap seperti itu kepada raya, awalnya raya tidak keberatan dengan perlakuan raffael kepadanya karena memang dulu di antara keduanya tidak ada hubungan spesial berbeda dengan sekarang entah mengapa ada rasa takut di hati raya jika semua orang tahu tentang hubungannya dengan raffael akan menjadi boomerang bagi keduanya apalagi status raya yang seoarang janda sedangkan raffael yang berstatus perjaka tampan dan mapan pasti semua orang akan mencemooh raya karena mengira raya hanya ingin memanfaatkan kekayaan raffael
raya dan raffael berpisah karena mereka harus masuk ke ruangan masing-masing
raffael mengecup pucuk kepala raya sebelum masuk ke dalam ruangannya tidak peduli jika ada orang yang melihatnya, raya yang masih asik dengan lamunannya tidak sadar apa yang sudah di lakukan raffael terhadapnya sampai teguran salam membuyarkan lamunannya
"dasar janda gatel, gak tahu diri" ejek salma mendekati raya
"maksud mbak apa?" tanya raya heran
"lo itu harusnya tahu diri ray, status lo sekarang janda gak pantes jalan sama pak raffael yang masih perjaka" jawab salma sinis
"bukannya mbak tahu sendiri kalau saya dengan pak raffael sudah berteman sejak lama jadi wajar aja kalau saya jalan bareng sama beliau"
"cihhhhh, saya tahu pasti kamu sengaja kan pengen deketin pak raffael karena pak raffael itu kaya kamu pasti mau hidup enak kan dengan manfaati kebaikan pak raffael sama kamu, jangan mimpi kamu raya pak raffael itu cocoknya sama saya wanita berkelas, cantik, pintar dan masih perawan pastinya bukan seperti kamu"
"jadi maksudnya mbak salma mau ngomong kalau mbak salam suka sama pak raffael gitu? mbak salah kalau mbak bilang sama saya seharusnya mbak bilang sendiri sama orangnya bukan malah mojokin saya... permisi kerjaan saya sudah menunggu"
"baru temenan sama bos aja blagu kamu raya, lihat aja kalau saya sampai nikah sama pak raffael kamu orang pertama yang akan saya pecat" umpat salma
__ADS_1
"mimpi aja sampai sukses" sahut raya berlalu ke dalam ruangannya