
sementara di kediaman eza dan dini saat ini sedang terjadi pertengkaran yang sangat hebat bahkan eza sampai melemparkan barang apapun yang berada dekat dengan jangkauannya untuk meluapkan rasa kecewanya terhadap sang istri
eza benar-benar merasa menjadi pria paling bodoh saat ini, setelah kejadian dimana dirinya di bohongi masalah keperawanan dini kini eza menadapat kabar yang membuat dirinya lebih kecewa lagi bahkan rasanya seperti di tampar ribuan kali oleh tangan tak kasat mata
selepas kepulangannya dari kantor tiba-tiba eza di kejutkan dengan adanya sebuah mobil yang tidak dia kenali terparkir di halaman rumahnya dengan mengendap-ngendap eza masuk ke dalam rumahnya samar-samar eza mendengar percakapan seorang wanita dan seorang pria yang tengah berbicara sangat serius dari sanalah awal pertengkaran itu terjadi
"breng sek kamu din, kamu bohong sama aku sampai separah ini dimana otak kamu andini" bentak eza dengan matanya yang menatap nyalang penuh amarah
"aku minta maaf za, aku gak niat buat bohong sama kamu hanya belum waktunya aja aku cerita masalah ini sama kamu" dini berusaha mengelak
"kapan waktu yang tepat buat kamu cerita semuanya hah? kalau aku gak denger sendiri obrolan kamu sama si tua bangka itu aku yakin sampai matipun kamu gak akan pernah jujur sama aku, menjijikan kamu din"
"tapi kan itu kejadian di masa lalu za, udah gak ada gunanya lagi kita mengingat itu semua lagipula saat ini aku hanya berhubungan dengan kamu suami aku sendiri"
"masa lalu kamu bilang? bahkan sehari sebelum pernikahan kita kamu masih menjajakan tubuh kamu dengan laki-laki tua itu, benar-benar gak waras....
selama ini aku terlalu naif tertipu dengan penampilan kamu yang seperti wanita baik-baik tapi kenyataannya kamu lebih dari seorang pe la cur"
"kenapa kamu harus semarah ini za, harusnya kamu juga sadar dengan kelakuan kamu sendiri kamu harusnya berpikir gak mungkin Tuhan menjodohkan kita dengan pasangan yang baik sedangkan kelakuan kita pun sangat buruk bahkan mirip seperti iblis, kamu harus bercermin dengan kelakuan kamu sendiri yang sangat sering mempermainkan wanita sebelum kamu menikahi raya jangan terus menutup mata za dan jangan terus menghakimi orang lain sedangkan kelakuan tidak lebih baik dari aku atau raya sekalipun"
"aku gak akan sekecewa ini kalau kamu jujur sejak awal din, kamu terang-terangan berbohong dengan mengaku kalau kamu masih pe rawan dan gak pernah terjamah oleh lelaki manapun dan aku gak tahu sudah berapa banyak lelaki yang sudah menikmati tubuh kamu selain aku, aku kecewa dib sangat kecewa" ucap eza meremas kuat rambutnya
__ADS_1
"kamu harusnya banyak-banyak bersyukur za jangan terus nyalahin aku aja, kalau kamu gak nikah sama aku, kamu gak akan pernah bisa hidup dalam kemewahan seperti sekarang apa gunanya sih kamu terus mempermasalahkan masa lalu kalau sekarang kamu bisa hidup lebih baik dari sebelumnya"
"kamu gak akan ngerti din, gak akan"
"jadi mau kamu sekarang gimana?" tanya dini pasrah
tubuh eza merosot seakan tak bertenaga kenyataan yang dia terima malam ini benar-benar menyadarkan dirinya bahwa di dunia tidak ada satupun manusia yang sempurna, eza yang selalu menganggap raya wanita murahan yang dengan mudah memberikan kesuciannya pada pria yang bukan suaminya kini merasa tertampar dengan mengetahui masa lalu dini yang bahkan seribu kali jauh lebih buruk dari raya
eza mendengar dengan kedua telinganya sendiri bahwa dini sempat menjadi simpanan beberapa sugar daddy dan mendapatkan bayaran yang cukup fantastis, eza sama sekali tidak mengerti kenapa dini melakukan hal menjijikan seperti itu padahal jika di lihat dari segi materi keluarga dini berasal dari keluarga kaya raya yang memiliki beberapa perusahaan
eza merasa sangat frustasi mengapa kehidupannya begitu berantakan semenjak dia menikah dengan dini, kebahagiaan yang sudah eza impikan karena hidup bergelimang harta dan penuh kenyamanan kini meluap begitu saja berganti dengan rasa penyesalan tanpa ujung
"maafkan aku raya maaf karena sudah menyia-nyiakan kamu selama ini, aku menyesal raya sangat menyesal" lirih eza dengan penyesalan yang begitu dalam
raffael membalas sapaan mereka tak kalah antusias dan tanpa permisi mereka ikut bergabung di meja raffael dan raya
"gak nyangka ya kita ketemu disini raff" ucap salah satu teman pria raffael
"iya kebetulan lagi nemenin calon istri" sahut raffael tersenyum ke arah raya
"wow surprise, udah lama gak ketemu ternyata tiba-tiba udah bawa calon istri aja nih"
__ADS_1
"namanya jodoh kan gak ada yang tahu" sahut raffael
"gue kira lo bakalan jadi nikah sama angel raff, eh taunya hubungan kalian malah kandas di tengah jalan" ucap pria yang duduk di sebelah raffael
raya mengernyitkan keningnya mendengar wanita yang bernama angel di sebut pernah akan menikah dengan raffael setahu raya selama ini raffael belum pernah berpacaran dengan wanita manapun apalagi sampai berniat untuk menikah raya benar-benar tidak percaya dengan ucapan teman raffael
raya mencoba memperhatikan satu-persatu teman raffael termasuk satu wanita yang berada tepat di hadapannya namun sayang raya tidan mengenali semua teman-teman raffael yang berada disana sepertinya mereka semua adalah teman raffael saat kuliah begitulah batin raya
"raff calon istri lo gak di kenalin sama kita?" ucap dodo yang sejak mengoceh tidak jelas
"oh iya kenalin raya, calon istri gue" raffael mengenalkan raya kepada teman-temannya dan di balas dengan perkenalan nama masing-masing teman raffael yang berjumlah empat orang itu tidak termasuk wanita yang terus memperhatikan raya
"kok gue ngerasa gak asing ya sama muka calon istri lo raff, dia satu sekolah sama kita gak sih dulu pas SMA" sahut yogi yang kebetulan memang satu SMA dengan raya dan raffael namun berbeda kelas
"astaga gue hampir lupa gi kita emang satu sekolah tapi gak satu kelas, sayang kamu inget gak sama yogi wakil ketua osis kita dulu"
"oh iya, iya aku inget... sorry ya aku gak begitu ngeuh karena kita juga jarang ketemu kan dulu"
"it's oke gak masalah ray"
perbincangan mereka terus berlanjut hingga raya dan raffael yang awalnya berniat untuk segera pulang mengurungkan niat mereka karena merasa tidak enak jika harus pulang duluan terlebih raya melihat raffael begitu anstusias berbincang dengan teman-temannya yang mungkin tidak bertemu lumayan lama
__ADS_1
saat mereka tengah asik bercanda dan tertawa tiba-tiba terdengar seseorang memanggil raya dan membuat semua yang ada disana menolah ke arah sumber suara