
"za kamu dimana? aku udah nunggu hampir satu jam lho cepetan dong"
terjawab sudah kecurigaan raya selama ini tentang kontak yang bernama doni di ponsel suaminya, ternyata selama ini eza sudah mengelabuhi raya dengan menyimpan kontak seorang wanita dengn nama pria
raya bukan wanita bodoh yang tidak paham maksud suaminya yang menyimpan nomor wanita dengan nama pria jika tidak ada hubungan yang spesial atau lebih dari sekedar rekan kerja biasa, raya berusaha menahan rasa sesak di dalam dadanya kala menjawab panggilan telfon dari pemilik kontak yang bernama doni itu ternyata adalah seorang wanita
raya bertekad akan mencari tahu semuanya tanpa sepengetahuan eza dan saat ini yang harus raya lakukan adalah pura-pura tidak tahu
"berani kamu menyalakan api maka harus siap untuk terbakar" ucap raya dengan rasa sesak yang begitu menghujam ulu hatinya
raya menyimpan kembali ponsel milik eza seolah raya tidak mengetahui apa-apa, raya segera berkemas karena setelah eza pulang raya akan langsung mengajak eza pulang ke rumah mama yeni
sekuat tenaga raya menahan untuk tidak menangis namun tetap saja sisi kelemahannya sangat mendominasi istri mana yang tidak akan berpikir macam-nacam jika suaminya pergi bertemu dengan wanita lain bahkan sampai tega membohongi istrinya sendiri
"kamu jahat za, jahat" lirih raya sambil terisak
tangis raya terhenti karena mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya, raya menghapus sisa-sia airmatanya agar tidak terlihat oleh bunda lena ataupun ayah burhan
"ray ada yang nyariin kamu di depan sayang" teriak bunda lena dari balik pintu
"siapa bun?" tanya raya penasaran
"bunda juga belum lihat kamu samperin dulu sana"
ceklek
"rayaaaaaaa......" teriak dua orang wanita saat raya membuka pintu kamarnya
"kangen raya" seru salah satu wanita memeluk raya begitu erat
__ADS_1
raya melongo melihat kedua wanita yang sudah beberapa bulan ini tak pernah ia temui bukan tidak senang raya hanya kaget darimana kedua sahabatnya itu tahu kalau raya sedang berada di rumah kedua orang tuanya
raya masih terdiam sampai kedua sahabatnya melepaskan pelukan mereka
"ray lo gak kangen sama kita? kok diem aja" tanya Tere
"udah sekian abad juga gak ketemu masa respon lo cuman gitu doang" timpal sashi mengerucutkan bibirnya
bukannya menjawab ucapan kedua sahabatnya raya malah menangis membuat Tere dan sashi melongo
"gue kangen, kangen banget sama kalian berdua" raya beringsut memeluk kembali kedua sahabatnya yang sangat dia rindukan
"ray lo baik-baik aja kan?" tanya tere lagi
"gue baik-baik aja, gue cuman kangen sama kalian maafin gue selama ini jarang nemuin kalian dan anak-anak yang lain" jawab raya
"serius lo baik-baik aja?" tanya sashi memastikan ucapan raya benar atau bohong
"lo jangan coba-coba bohongin kita, kita udah tahu lo luar dalem"
"kalian gak percaya sama gue?"
"engga" sahut tere dan sashi kompak
raya menghela nafas memang sulit untuk membohongi kedua sahabatnya itu, raya, tere dan sashi sudah bersahabat sejak mereka kecil
dari dulu tidak ada satu masalahpun yang mereka sembunyikan satu sama lain termasuk sekarang tere dan sashi melihat ada sesuatu yang raya sembunyikan dari mereka terlihat dari sorot mata raya seperti menyiratkan kesedihan terlebih raya tiba-tiba menangis saat melihat kedua sahabatnya berada di hadapannya saat ini
dulu tidak ada satupun masalah yang raya tutupi dari tere dan sashi namun semenjak raya berhubungan dengan eza, eza melarang keras jika raya harus berbagi apapun dengan kedua sahabatnya eza membatasi persahabatan mereka dengan dalil bahwa tere dan sashi hanya membawa pengaruh buruk untuk raya karena tidak ingin berdebat raya menuruti semua ucapan eza sekalipun harus mengorbankan persahabatannya dengan tere dan sashi
__ADS_1
raya yang memang cinta mati pada eza perlahan menjauhi tere dan sashi meskipun hatinya menolak tapi raya tidak ingin kembali bertengkar dengan eza hanya karena kedua sahabatnya itu, sejak saat itu raya sudah jarang ikut berkumpul bersama para sahabatnya dengan alasan sibuk bekerja agar semua sahabatnya bisa memahami alasan raya
raya semakin menangis sesenggukan merasa sangat bersalah kepada tere dan sashi karena sengaja menjauhi mereka
"maafin gue" ucap raya menundukan kepalanya
"untuk?" tanya tere menatap lekat raya
"maaf karena selama ini gue terjesan jauhin kalian tapi sumpah gue gak niat kayak gitu pasti kalian benci banget kan sama gue sekarang"
"kita sempet marah dan kecewa lo ray, lo lebih banyak ngabisin waktu lo sama eza ketimbang sama kita padahal kita bener-bener kangen banget sama lo kangen masa-masa kita saling berbagi dalam hal apapun tapi selama beberapa bulan ini lo seakan hilang di telan bumi"
"maafin gue"
"kita gak benci sama lo ray, kita ikut bahagia kalau lo juga bahagia tapi kenapa yang gue rasain sekarang lo gak bahagia hidup sama eza"
"jujur sama kita ray lo lagi ada masalah sama eza kan? lo gak bisa bohongin kita"
"eza nyakitin lo?"
sashi dan tere memberikan pertanyaan bertubi-tubi kepada raya namun bukannya menjawab raya hanya menangis, raya merasa sangat menyesal karena tidak pernah mendengarkan ucapan kedua sahabatnya tentang eza dulu bahkan raya terus meyakinkan kedua sahabatnya bahwa eza adalah pria terbaik yang akan menjadi pendamping hidupnya meskipun tere dan sashi terus berkata bahwa eza bukan ripe pria setia dan bertanggung jawab namun rasa cinta yang raya miliki untuk eza mengalahkan semuanya dan sekarang raya sendiri tidak yakin bahwa pilihannya ini adalah yang terbaik atau bukan
"eza bohongin gue" ucap raya dengan nafas yang tersengal-sengal
"entah bener atau cuman perasaan gue doang tapi gue ngerasa eza selingkuhin gue, gue emang gak pernah liat secara langsung tapi hati gue mengatakan bahwa itu bener, eza nyimpen kontak cewek pake nama cowok sakit hati gue" tambah raya
tere dan sashi saling pandang mendengar ucapan raya mereka berdua sudah mengira pasti kejadian seperti ini akan terjadi dan buktinya raya yang bercerita sendiri kepada mereka bahwa pria yang selama ini raya anggap baik ternyata menyakitinya di saat usia pernikahan mereka yang baru akan beranjak satu bulan
tere dan sashi membiarkan raya menangis mengeluarkan semua beban di hatinya, tere dan sashi menjadi pendengar yang baik tanpa mencela sedikitpun ucapan raya
__ADS_1
sedangkan raya merasa semakin bersalah karena di saat raya butuh sandaran kedua sahabatnya datang tanpa di minta seakan sudah tahu apa yang tengah di rasakan raya saat ini