Broken Wedding

Broken Wedding
32


__ADS_3

andi yang berjalan lebih dulu dari pada eza tidak sengaja melihat raya yang sedang berjalan memasuki restoran bersama raffael, tere dan sashi


andi menjadikan kesempatan ini untuk memanas-manasi eza agar eza sadar di dunia ini masomh ada pria yang jauh lebih baik dari dirinya yang menginginkan raya


"za bukannya itu raya ya" seru andi menunjuk ke arah raya


"mana?" tanya eza clingak clinguk


"itu yang sama cowok tuh ada dua cewek juga"


eza langsung melirik ke arah yang di tunjukan oleh andi tak dapat di pungkiri hatinya merasa panas melihat raya bersama pria lain dan jauh lebih tampan darinya, namun karena eza masih menjaga gengsinya dia berusaha baik-baik saja di depan andi berusaha menyembunyikan rasa cemburunya yang semakin membakar kala melihat raya tertawa lepas bersama pria yang eza tahu adalah sahabat raya sejak SMA


"mau di samperin gak?" tanya andi


"ngapain gak ada kerjaan aja" sahut eza menutupi rasa dongkol di hatinya


"lo rela bini lo jalan sama cowok lain?"


"terserah dia lah mau jalan sama siapapun gue gak peduli"


"berarti kalau gue ngajak jalan raya lo juga gak akan peduli?"


"silahkan kalau raya mau"


"yakin lo gak akan cemburu"


"ngapain cemburu"


"eza, eza pernikahan macam apa sih yang lo jalanin" andi menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap gengsian eza


eza mendengus mendengar ucapan andi, dalam hatinya memang ingin menghampiri raya dan menanyakan kenapa raya bisa bersama dengan raffael, tere dan sashi padahal eza sudah melarang raya untuk tidak berhubungan dengan para sahabat raya dalam hal apapun itu namun karena menjaga harga dirinya di depan andi eza mengurungkan niatnya dan akan menanyakan itu setelah dia sampai di rumah nanti


waktu berjalan begitu cepat kini eza sudah sampai di rumah lebih dulu dari pada raya, eza sudah tidak sabar untuk segera bertanya kepada raya

__ADS_1


berulang kali eza melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya namun raya tak kunjung pulang berulang kali mencoba untuk menghubungi raya namun eza urungkan dia tidak ingin mengalah lebih dulu meskipun sudah jelas dia yang salah saat pertengkarannya dengan raya semalam


"kenapa baru pulang?" tanya eza saat melihat raya baru masuk ke dalam kamar


"lembur" jawab raya singkat


"lembur atau senang-senang sama temen-temen kamu" sinis eza


"aku juga butuh refreshing bukan kamu aja yang butuh main-main"


"aku sudah bilang jangan lagi berhubungan dengan temen-temen kamu itu kenapa ngeyel?"


"mau kamu itu apa sih sebenernya, aku di suruh jauhin sahabat-sahabat aku sedangkan kamu sendiri malah senang-senang dengan wanita lain, apa itu adil hah?"


"raya cukup"


"apa? aku muak za selalu di kekang tanpa alasan yang jelas sedangkan kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau sekalipun itu salah kamu tetap ngelakuinnya, apa salah aku za apa?"


"kamu yang membuat aku seperti ini, aku belum bisa menerima sepenuhnya tentang masa lalau kamu"


pernyataan eza seperti sambaran petir di siang bolong, raya sama sekali tidak menyangka jika eza tidak tulus menerima keadaannya selama ini raya terlalu percaya diri jika eza akan menyayangi dengan tulus dan sudah melupakan masa lalunya tapi ternyata semua itu salah entah apa niat eza menikahinya jika eza belum bisa menerima masa lalu raya


"kenapa kamu tetap mau nikah sama aku kalau kamu gak bisa nerima keadaan aku za, aku sudah ngomong berkali-kali kalo emang kamu gak bisa nerima keadaan aku silahkan kamu mundur aku gak nuntut kamu buat nikahin aku"


"karena aku ingin mengangkat derajat kamu, aku pikir setelah kita menikah aku akan melupakan semuanya tapi ternyata engga bayang-bayang kamu dengan bara selalu menghantui pikiranku ray, aku belum ikhlas ray aku gak bisa"


"kalau bisa aku memutar waktu aku akan mengubah semuanya buat kamu za, aku emang kotor aku emang banyak dosa tapi apa pantes kamu khianatin aku za sedangkan sejak pertama kali kita pacaran aku gak pernah ngebagi perasaan aku buat cowok lain"


"mungkin kamu karma buat aku ray, karena kesalahan aku di masa lalu yang selalu bermain wanita sampai akhirnya aku menikah dengan kamu, aku kecewa ray"


"kamu merasa paling suci disini? kalau kamu sadar kamu lebih busuk dari aku za, awalnya aku berharap kita akan bisa menerima kekurangan masing-masing tapi ternyata semua harapan aku hanyalah angan-angan saja"


"maafkan aku ray, aku gak mau nyakitin kamu tapi rasa kecewa itu selalu hadir kalau aku ingat kamu dan bara"

__ADS_1


"jadi mau kamu sekarang gimana?"


"entahlah, aku juga bingung"


"pengecut"


eza dan raya saling mendiami setelah perdebatan sengit di antara mereka, raya tak henti-henti meneteskan airmatanya rasa penyesalan begitu dominan dia rasakan saat ini namun mau bagaiamanapun raya menangis menyesali masa lalunya semuanya tidak akan pernah utuh seperti sedia kala, perkataan eza sungguh membuat hatinya sakit bahkan lebih sakit dari pengkhianatan yang eza lakukan terhadapnya, eza berkata seolah dirinya paling suci padahal raya sangat tahu bagaimana perilaku eza sebelum menikah dengannya tapi kenapa eza begitu egois tidak bisa menerima kekurangan raya sedangkan dia sendiri adalah pria yang sering merusak masa depan para wanita, raya merasa menjadi wanita paling hina karena di rendahkan oleh suaminya sendiri padahal sejak awal raya sudah jujur dan tidak menutupi keadaannya sama sekali kepada eza


terus bergelut dengan pikiran masing-masing akhirnya raya dan eza tidur saling membelakangi satu sama lain tidak ada lagi pelukan hangat dan kecupan mesra sebelum tidur sungguh raya berada dalam posisi sangat terluka saat ini


pagi menjelang raya yang awalnya akan berangkat kerja menggunakan angkutan umum terpaksa harus mengurungkan niatnya karena eza tiba-tiba saja ingin mengantarnya ke kantor


"tumben maksa" sindir raya


"apa salah kalau mau nganterin istri sendiri"


"gak salah tapi aneh aja"


"nanti pulangnya aku jemput lagi hari ini kan kamu gajian traktir aku ya"


"oh jadi ini alasan eza mau antar jemput gue, biadab emang" gerutu raya dalam hati


"ayok berangkat kok malah bengong"


"bukannya seminggu yang lalu kamu abis gajian juga ya, uangnya kamu kemanain?" tanya raya


"aku tabungin"


"nabung lebih penting ya ketimbang ngasih nafkah istri sendiri"


"ray please jangan mulai aku gak mau berdebat lagi"


"pernikahan macam apa sih ini, punya suami kok kaya hidup sendiri" gerutu raya membuat eza semakin emosi

__ADS_1


"seharusnya kamu tahu diri ray masih syukur aku mau nikahin kamu yang udah gak perawan lagi cowok lain mana ada yang mau nikah sama bekas orang" celetuk eza membuat raya meneteskan air matanya


__ADS_2