Broken Wedding

Broken Wedding
95


__ADS_3

"yah kok bunda merasa ada yang janggal ya tentang acara gathering yang di bilang sama raya" ucap bunda lena tiba-tiba


"janggal gimana bun?" tanya ayah burhan


"masa iya sih cuman acara gathering aja sampai jauh-jauh ke surabaya mana naik pesawat apa perusahaan raffael tidak akan rugi kalau harus membeli tiket pesawat untuk banyak karyawan, bunda merasa aneh apalagi melihat reaksi wajah raffael tadi pagi sepertinya dia kaget mendengar raya pergi" jawab bunda lena


"ayah juga sebenarnya merasa ada yang aneh dengan sikap raffael tadi, apa raya membohongi kita ya bun"


"coba hubungi raya yah tanyakan sekarang anak itu sudah sampai atau belum"


Ayah burhan beberapa kali mencoba menghubungi raya namun nomornya tidak bisa di hubungi, ayah burhan mencoba berpikir positif dan terus menghubungi nomor raya namun tetap saja nomor raya berada di luar jangkauan


Ayah burhan mengusap wajahnya dengan kasar sepertinya apa yang di pikirkan ayah burhan benar jika raya pergi sendirian bukan karena ada acara di kantor tempatnya bekerja


"Kenapa yah?" Tanya ayah bunda lena


"Nomor raya tidak aktif bun, coba hubungi nak raffael tanyakan apa raya sedang bersamanya atau tidak" titah ayah burhan


Bunda lena langsung menghubungi raffael dan tanpa menunggu lama raffael langsung menjawab panggilan telefon dari calon mertuanya itu


"Assalamualaikum bunda"


"Wa'alaikum salam nak raffael, bunda mau tanya apa raya sedang bersama nak raffael sekarang? Kalian sudah sampai di surabaya kan?"


"Maaf bun aku gak jadi ikut acara gathering itu, ada pekerjaan penting di kantor papi yang tidak bisa di tinggalkan, apa terjadi sesuatu?"


"Nomor raya tidak bisa di hubungi nak, bunda sama ayah khawatir"


"Nanti coba aku hubungi, mungkin disana susah signal bun"


"Baiklah, tolong kabari bunda kalau nomor raya sudah aktif ya nak raffael"


"Baik bun, bunda sama ayah jangan khawatir raya pasti baik-baik saja"

__ADS_1


"Semoga saja, jangan lupa kabari bunda secepatnya"


Raffael menutup panggilan telefon dari bunda lena, rasa kesal dan cemas bercampur jadi satu


Kenapa raya sampai nekad pergi tanpa memikirkan perasaan orang tuanya yang pasti cemas memikirkan raya apalagi sampai saat ini raya masih belum di hubungi


raffael menggeram kesal entah harus melampiaskan amarahnya kepada siapa


"ris lo bisa cek cctv yang mengarah ke parkiran gak sih?" tanya raffael


"bisa sih tapi jaraknya lumayan jauh, mau ngapain lo cek cctv parkiran" jawab haris


"gue mau mastiim sesuatu, ayok buruan bantuin gue"


"siap boskyu"


haris mulai mengecek cctv saat raya bertemu dengan eza, raffael memperhatikan dari semenak eza datang kemudian berbincang cukup lama dengan raya lebih tepatnya berdebat karena raffael bisa melihat ada gurat kekesalan di wajah raya saat menghadapi eza meskipun raffael bersyukur karena tidak terjadi drama peluk-pelukan antara raya dan eza dan tiba-tiba raffael melihat raya yang membanting ponselnya dengan wajah memerah mengeluarkan semua emosinya kepada eza


raffael benar-benar menyesal karena sidah berburuk sangka kepada eza padahal sejak awal mereka bertemu tidak ada kontak fisik sedikitpun di antara mereka namun karena rasa cemburu raffael sampai dirinya tidak bisa berpikir positif


"lo masih waras kan raff" celetuk haris


"lo pikir gue udah bener-bener gila hah?" sentak raffael


"ya kali lo ngedadak sakit jiwa karena raya pergi tanpa ngasih kabar apapun sama lo"


"lo yang gila" umpat raffael kemudian oergi meninggalkan haris


"eh lo mau kemana?" teriak haris


"nyusul raya"


"dasar bucin"

__ADS_1


raffael terus berjalan menuju parkiran, raffael tidak ingin membuang waktu lagi raffael akan mencari raya kemanapun meskipun harus ke ujung dunia sekalipun, mendapatkan raya bukan sesuati hal yang mudah raffael akan melakukan apapun untuk tetap mempertahankan raya untuk tetap bersamanya meskipun dengan sedikit paksaan raffael akan lakukan itu karena raffael pun bisa merasakan jika raya juga sama cinta nya kepada raffael hanya rasa gengsi saja yang menutupi dalamnya rasa cinta raya kepada raffael selama ini


dari kejauhan raffael melihat angel yang sedamg bersiri tak jauh dari mobilnya terparkir namun sama sekali raffael tak memperdulikam keberadaan angel disana, raffael sudah mendekati mobilnya dan berniat untuk segera masuk ke dalam mobilnya nun dengan sangat berani angel menahan tangan raffael


"akuau bicara tolong kasih aku waktu sebentar saja" ucap angel


"ngomong, ngomong aja gak usah pegang-pegang" sahut raffael menepiskan tangan angel dengan kasar


"hebat banget ya pengaruh seorang raya di hidup kamu sampai rela ngelepasin cewek yang jelas-jelas jauh lebih baik dari seorang naraya anastasia"


"maksud lo apa? ngomong yang jelas"


"semua orang udah tahu kali raff kalau raya itu statusnya seorang janda, semua pasti ngira kalau raya pacaran sama kamu cuma mau harta kamu doang ya semacam numpang hidup begitu" ucap angel membuat rahang raffael mengeras menahan amarah


"masalah lo apa kalau raya janda? lo gak di rugiin sama sekali kan? ngapain lo ribet-ribet ngurusin hubungan gue sama raya, yang jalanin gue kenapa lo yang pusing?"


"come on raff, raya itu janda gak pantes lah sama kamu yang statusnya masih perjaka tampan, mapan dan nyaris sempurna kamu itu lebih cocok sama aku secara materi kita sepadan, kamu single aku single dan gak pernah menikah juga ngapain sih repot-repot mertahanin hubungan toxic dengan seorang janda yang akhirnya juga pasti berakhir karena terhalang restu keluarga kamu"


"lo pikir lo siapa bisa ngomong kayak gini sama gue hah? gue gak peduli apapun status raya, yang gue mau cuman naraya anastasia bukan lo atau cewek lain...


yang toxic tuh elo, udah gue tolak berkali-kali masih aja deketin gue... urat malu lo udah pada putus hah?


"wake up raff, kamu itu gak bener-bener cinta sama raya yang kamu rasain itu pasti cuma rasa penasaran aja, setelah kamu dapetin apa yang kamu dari raya aku yakin kamu bakal ninggalin raya kan? semua orang tahu lah pengalaman seorang janda itu seperti apa, lebih menantang"


sungguh ucapan angel kali ini membuat raffael sangat marah, jika bukan wanita mungkin raffael sudah melayangkan bogeman mentah di wajah angel yang sangat menyebalkan itu namun sayangnya raffael tidak akan pernah bermain tangan kepada wanita sekalipun kepada wanita yang sangat dia benci


raffael menghela nafas panjang menghadapi wanita tidak tahu malu semacam angel memang sangat menguras emosi nya


"gue berterima kasih karena lo udah capek-capek dateng kesini dan memprovokasi gue supaya gue ninggalin raya tapi asal lo tahu sampai mati pun gue gak akan ngelepasin raya, rasa cinta yang gue punya sepenuhnya udah di isi dengan nama naraya anastasia jadi mau segimana kerasnya lo berusaha buat dapetin gue, itu semua percuma


status raya emang janda tapi buat gue raya sosok wanita yang sempurna, raya adalah hidup gue jadi mau apapun yang lo omongin tentang raya buat gue raya tetap istimewa...


she is the only one, she is my everything, naraya anatasia is my future wife....

__ADS_1


sekarang gue minta lo pergi sebelum tangan gue ikutan ngomong"


__ADS_2