Broken Wedding

Broken Wedding
75


__ADS_3

"raya mana?" tanya raffael kepada tari ketika sampai di kantor


"aku suruh istirahat di klinik pak" jawab tari


"raya baik-baik aja kan?" tanya raffael lagi


"sepertinya keadaan raya tidak baik-baik aja pak, seharian ini kak raya nangis terus meskipun belum cerita apapun tapi aku yakin kalau kak raya saat ini bener-bener terluka" jawab tari sedih


"ya sudah kamu kembali bekerja saja, saya mau lihat keadaan raya dulu"


"sebenarnya kak raya kenapa kak?" tanya tari sebelum benar-benar kembali bekerja


"nanti juga raya cerita sama kamu"


raffael berjalan terburu-buru karena ingin segera melihat keadaan raya


sesampainya di klinik raffael menatap iba ke arah raya yang sedang tertidur dengan sisa airmata yang masih membasahi pipi mulusnya


raffael mengusap lembut rambut raya membuat tidur raya terusik dan perlahan membuka matanya


"raffael" gumam raya masih setengah sadar


"are you oke?" tanya raffael


"sedikit lebih baik" jawab raya mulai mendudukan tubuhnya di atas ranjang


"mau lanjut kerja apa pulang?" tanya raffael lagi


"kerja aja, gue ngeri di omelin pak haris tadi aja nyaris di pecat gue" jawab raya


"kok bisa?"


"karena pas event kemaren gue mangkir raff, itukan tanggung jawab gue makanya pak haris negor gue tadi"


"tapi gak mungkin kalau dia berani mecat lo"


"kenapa?"


"karena gue bosnya disini"


"dih sombong"


"sombong itu perlu ray asal jangan berlebihan aja"


"yang namanya sombong itu pasti berlebihan pak raffael yang terhormat"


"iya, iya... ayo bangun kita pergi ke suatu tempat"


"gue harus kerja"

__ADS_1


"gue yang tanggung jawab"


"tapi...."


"nolak perintah bos lo pecat detik ini juga"


"baiklah paduka hamba pasrah"


raffael mengajak raya pergi untuk menghibur keadaan hatinya yang masih sedih, tanpa sepengetahuan raya, raffael juga mengajak sashi dan tere untuk menyusulnya mereka


raffael sempat mengirimkan pesan kepada haris agar tidak menganggunya hari ini dengan urusan pekerjaan karena khusus hari ini raffael ingin membuat raya melupakan semua rasa sakit di hatinya


setelah menempuh perjalanan hampir dua jam akhirnya mobil yang di kendarai raffael sampai di sebuah pantai membuat mata raya berbinar senang


"wah indah banget raff, gue baru pertama kali lhoo kesini" ucap raya berdecak kagum melihat suasana pantai yang masih asri


"dulu abang yang ajak gue kesini tepat saat dia di vonis tentang penyakitnya" sahut raffael berubah sendu


"sorry, gue bikin lho sedih"


"it's oke ray, gue cuma mau buat lo ngelupain semua masalah lho dan bisa kembali ceria seperti hari-hari sebelumnya jangan terlalu larut dalam kesedihan, lho harus terus jalanin hidup lho meskipun tanpa eza di samping lo"


"pasti raff, gue sadar yang namanya cinta itu tidak harus selalu bersama percuma kalau gue bertahan pun cuma buat gue semakin terluka dan gue semakin yakin eza memang tidak di takdirkan buat gue"


"ini baru raya yang gue kenal, kalau lo cepet ngelupain eza berarti lo cepet juga buat nerima gue buat jadi suami lo" ucap raffael terkikik


"gue serius lho ray"


raya dan raffael menoleh ketika mendengar suara teriakan yang memanggil nama mereka berdua


raya terlihat sangat bahagia karena melihat tere dan sashi yang juga berada disana


"kalian disini juga" ucap raya memeluk kedua sahabatnya


"iya dong, kita gak mungkin biarin lo sendiran dalam keadaan kayak gini" sahut tere


"sorry ya ray kita baru tahu kabar itu tadi pagi"


"gak apa-apa guys, gue udah lebih baik kok sekarang"


"sedihnya jangan lama-lama ya, lo harus bisa buktiin kalau lo cewek kuat dan bisa hidup lebih bahagia tanpa si kunyuk itu di hidup lo"


"gue pasti bahagia asalkan selalu ada kalian di hidup gue"


"lo mau tahu gak cara buat ngelepasin semua beban di hati lo biar plong"


"gimana caranya?"


tere dan sashi menarik tangan raya berlari menuju bibir pantai

__ADS_1


tere dan sashi langsung berteriak begitu kencang bersahutan dengan deburan ombak yang datang silih berganti


tere dan sashi juga menyuruh melakukan hal yang sama kepada raya agar raya bisa melepaskan semua beban yang raya rasakan


"aaaaaaaaahhhhhhhhhh" raya berteriak sekencang mungkin dan benar saja hal itu membuat perasaannya merasa lega meskipun ada setitik cairan bening yang keluar dari sudut matanya


"lo liat karang yang ada di sana ray?" tunjuk tere ke tengah pantai


"berapa ratus kali karang itu mendapat hantaman dari deburan ombak yang begitu kencang tapi tetap kuat dan berdiri kokoh, begitupun lo sebanyak apapun luka dalam hidup lo, sedalam apapun kecewa yang lo rasain lo harus tetap kuat dan lo harus yakin Allah tidak mungkin memberikan ujian di luar batas kemampuan umatnya" ucap tere


"gue tahu lo cewek kuat, lo bukan tipe cewek yang mudah menyerah karena keadaan... lo harus bisa bangkit dari semua rasa sakit yang udah eza kasih buat lo buktiin sama dia hidup lo akan lebih bahagia tanpa dia ray" lanjut sashi


"thanks guys, kalian sahabat terbaik gue" sahut raya memeluk erat tere dan sashi


raffael yang awalnya hanya menjadi penonton saja akhirnya ikut bergabung bersama raya, tere dan sashi


sebelum pulang raffael mengajak mereka untuk makan terlebih dahulu di sebuah restoran seafood yang tidak jauh dari arah pantai


setelah mengisi perut mereka raya pulang bersama raffael sedangkan sashi pulang bersama tere mereka ingin memberikan waktu lebih banyak untuk raya dan raffael tanpa gangguan dari mereka


"raff anterin gue pulang ke rumah bunda ya" pinta raya


"lo udah siap buat cerita semuanya sama ayah bunda?" tanya raffael


"harus siap, gue gak mau nyimpen terlalu lama masalah ini apalagi surat gugatan gue udah masuk ke pengadilan sebelum gue resmi bercerai ayah dan bunda harus tahu lebih dulu"


"iya, lo ceritain aja semua masalah lo selama ini sama eza jangan sampai ayah dan bunda mikir cuman lo yang salah kalau butuh apa-apa lo langsung hubungi gue ya"


"iya"


raya sampai di kediaman ayah bundanya sekitar pukul 20:00


raffael langsung pulang setelah mengantarkan raya, raffael membiarkan raya untuk menceritakan semua yang terjadi seorang diri karena raffael cukup sadar diri untuk saat ini statusnya masih sebagai sahabat raya dia tidak ingin mencampuri urusan pribadi raya terlalu dalam kecuali jika raya yang meminta bantuan sendiri kepadanya


"assalamualaikum" ucap raya saat masuk ke dalam rumah


"wa'alaikum salam, baru pulang nak?" tanya bunda lena


"iya bun" jawab raya dengan tatapan sendu


"ada apa sayang?" tanya bunda lena yang sudah tahu jika putri bungsunya sedang tidak baik-baik saja


"aku mau ngomong sama bunda dan ayah"


"kamu makan dulu ya habis itu baru cerita"


"aku sudah makan bun"


"baiklah kamu bersih-bersih dulu setelah kita bicara"

__ADS_1


__ADS_2