Broken Wedding

Broken Wedding
84


__ADS_3

"apa ayah tidak salah dengar?" ucap ayah burhan


"tidak yah, aku raffael wicaksono sangat mencintai putri ayah dan sungguh-sungguh ingin menjadikan naraya anastasia sebagai istriku, aku harap ayah dan bunda memberikan kami restu" sahut raffael sangat yakin


"tapi nak raffael kamu tahu sendiri kondisi raya sekarang seperti apa, putri ayah bukan seorang gadis lagi melainkan sudah berstatus sebagai seorang janda apa keluarga besar kamu bisa menerima itu semua sedangkan nak raffael sendiri masih perjaka tampan dan mapan, ayah takut raya akan mendapatakan rasa sakit untuk yang kedua kalinya"


"aku sendiri yang akan menjamin kebahagiaan raya dengan nyawaku sendiri yah lagipula kedua orang tuaku tidak pernah menilai orang dari segi status, harta ataupun tahta yang terpenting aku mencintai raya itu sudah cukup bagi mereka"


ayah burhan dan bunda lena saling melempar pandang ternyata benar dugaan mereka selama ini jika raya dan raffael memang memiliki hubungan khusus selain sebagai sahabat


sebenarnya mereka sana sekali tidak keberatan jika raffael memang bersungguh-sungguh mencintai raya dan berniat menjadikan raya sebagai istrinya namun yang menjadi masalah disini adalah status raya yang baru saja menyandang status sebagai seorang janda dan sampai detik ini keluarga dari pihak eza belum ada itikad baik untuk mengembalikan lagi raya kepada keluarga sebagaimana mestinya saat eza meminta raya dulu untuk di jadikan istrinya


"apa yang membuat ayah dan bunda ragu sama aku?" tanya raffael


"memangnya sejak kapan kamu punya perasaan kepada raya?" tanya balik bunda lena


"sejak dulu bun bahkan sebelum raya berpacaran dengan kak bara" jawab raffael membuat bunda lena mengerutkan keningnya


"kok bisa?" tanya bunda lena lagi


"ya bisa lah bun orang dia cuman diem aja gak pernah bilang-bilang apa-apa sama aku, coba kalau dari dulu dia bilang suka sama aku gak mungkin aku jadian sama kakaknya" celetuk raya gemas dengan tingkah raffael


"jadi kamu udah suka sama aku dari dulu juga? hayo ngaku?" selidik raffael menatap raya


"emang siapa yang bilang? gak usah kepedean kamu" elak raya


"itu buktinya kalau dulu abang gak nembak kamu, kamu pasti terima aku jadi pacar kamu... udah jangan ngelak lagi udah ketauan juga" ucap raffael semakin membuat raya terpojok


"bun, yah tolak aja lamarannya orangnya pemaksa gitu" dengus raya mendelik ke arah raffael


"yakin ayah tolak? gak akan nyesel kamu? di luar sana pasti banyak lho yang ngincer raffael" goda ayah burhan membuat raya semakin mendelik ke arah raffael


"anak ayah sama bunda itu gengsinya ketinggian harus liat aku jalan dulu sama cewek lain baru ngaku perasaannya sendiri" sindir raffael


"ngadu ceritanya, bagus... beneran ya aku tolak lamaran kamu" ancam raya


"ya udah kalau gitu aku lamar salma aja" goda raffael


"RAFFAEL........" teriak raya geram

__ADS_1


"sudah, sudah kenapa malah jadi ribut.... nak raffael kalau emang sungguh-sungguh ingin melamar raya berikan kami waktu untuk memikirkan semuanya, bunda janji tidak akan lama" ucap bunda lena menengahi pembicaraan di antara mereka


"baik bun aku akan nunggu sampai kapanpun itu" sahut raffael tersenyum


waktu menunjukan pukul 22:00 raffael pamit kepada ayah burhan dan bunda lena


"sayang aku pulang ya" pamit raffael kepada raya saat sudah berada di teras rumah


"iya langsung pulang jangan mampir-mampir" ucap raya penuh penekanan


"mau mampir kemana sih orang yang aku tuju ada di depan aku sekarang" raffael menarik pinggang raya


"gombal" raya mencebikkan bibirnya


"sayang" panggil raffael manja


"apa?"


"besok aku gak ke kantor, kamu berangkat sendiri gak apa-apa?"


"kamu mau kemana?"


raya tertunduk lesu entah mengapa raya tidak ingin berjauhan dengan raffael dalam waktu yang cukup lama, raya sudah terbiasa dengan kehadiran raffael jika tidak ada raffael satu hari saja rasanya seperti ada sesuatu yang hilang


"hey kok sedih" raffael menganggkat dagu raya agar menatap ke arahnya


"berapa lama disana?" tanya raya


"paling lama seminggu" jawab raffael mengulum senyum


"lama" raya mencebikkan bibirnya


"aku usahain selesai lebih cepet jadi bisa langsung pulang"


"nanti kalau aku kangen sama kamu gimana" ucap raya blak-blakan


"cieeee yang udah ngakuin perasaannya" goda raffael


"tuh kan aku jujur malah di ledekin terus"

__ADS_1


"siapa yang ngeledek sih? aku seneng tahu kalau kamu udah mau jujur sama perasaan kamu sendiri, doain pekerjaan aku cepet selesai ya dan semoga pas aku pulang bunda sama ayah udah bisa kasih restu buat kita, aku bakal langsung lamar kamu secara resmi"


"iya kamu disana jangan ganjen-ganjen kerja yang bener"


"siap sayang, aku pulang ya kamu juga istirahat sana besok kan harus kerja"


"hati-hati, kalau udah sampai rumah kabarin"


cup


raffael mengecup kening raya penuh kasih sayang membuat raya merasa sangat di cintai


"i love you" bisik raffael


"i love you too" balas raya tak kalah berbisik


setelah mobil raffael benar-benar menghilang dari pandangannya, raya segera masuk ke dalam rumah dengan terus menyunggingkan senyumnya


raya tidak menyangka bisa merasakan lagi jatuh cinta secepat ini mungkin karena perlakuan raffael dan semua perhatian yang sudah raffael berikan membuat raya merasa wanita paling di cintai, raya merasa sangat beruntung karena bisa meluluhkan hati raffael yang memang sangat sulit untuk di dekati


"ray kesini sebentar nak ada yang ingin ayah bicarakan" seru ayah burhan saat raya hendak masuk ke dalam kamarnya


"ada apa yah?" tanya raya mendudukan bokongnya di atas sofa


"kamu benar-benar serius dengan raffael nak? kamu benar-benar sudah sepenuhnya membuka hati kamu buat raffael?"


"kenapa ayah nanya begitu?"


"ayah hanya takut kamu menjadikan raffael sebagai pelarian atas rasa sakit hati kamu selama ini dari eza nak, ayah tidak mau kalau kamu menerima raffael hanya karena kasian ayah bisa melihat raffael benar-benar tulus mencintai kamu"


"memangnya ayah pikir anak ayah ini sejahat itu sampai harus memanfaatkan orang lain untuk kesenangan aku sendiri, aa...kuu cinta kok sama raffael yah" ucap raya sedikit kikuk


"gimana kamu gak cinta orang raffael sempurna kayak gitu kalau di bandingin sama eza mah cuman seujung kuku raffael doang" seloroh bunda lena ikut duduk di samping raya


"bunda apaan sih"


"sebenarnya ayah sama bunda pasti restuin hubungan kalian berdua tapi ayah masih bingung dengan keluarga eza yang sama sekali tidak ada itikad baik untuk datang kesini, mereka lupa kalau kamu masih punya orang tua yang lengkap? setidaknya pulangkan kamu dengan baik kepada ayah bukan seperti membuang sampai begitu saja benar-benar mengecewakan"


"sudahlah yah jangan di pikirkan mungkin keluarganya malu sama kelakuan eza, yang penting kan aku sudah resmi cerai sama dia akta cerai juga sudah aku terima jadi gak ada masalah lagi kalau raffael nanti dateng kesini sama orang tuanya"

__ADS_1


__ADS_2