Broken Wedding

Broken Wedding
18


__ADS_3

raya mencoba menghilangkan pikiran buruknya tentang eza


raya mencoba berselancar ke dunia maya membuka akun sosial media miliknya yang akhir-akhir ini jarang dia gunakan


raya membuka akun sosial media miliknya jika dia sedang merasakan rindu kepada para sahabatnya yang saat ini sudah sangat jarang raya temui tentu saja karena larangan dari eza


eza selalu beranggapan bahwa semua sahabat raya membawa pengaruh buruk untuk raya dan sejak raya berpacaran dengan eza dengan terang-terangan eza membatasi pergaulan raya bersama para sahabatnya jika di tanya raya keberatan dengan keputusan eza tentu saja iya namun raya bisa apa jika sekali saja raya melanggar perintahnya eza selalu memaki raya dan membahas masa lalu raya membuat raya semakin merasa jijik kepada dirinya sendiri


krucuk


krucuk


krucuk


raya memegangi perutnya yang sudah keroncongan


sejak berada di rumah bunda lena memang raya belum sempat makan dia malah banyak ngemil


raya mencoba berjalan ke luar kamar berharap masih ada makanan di yang di simpan di meja makan oleh bundanya


namun telinga raya memicing mendengar suara teriakan tukang bakso langganannya yang lewat di depan rumahnya dengan mata yang berbinar raya mencoba keluar rumah meskipun kakinya masih sedikit terasa nyeri jika berjalan


berulang kali raya memanggil sang bunda namun sayang bunda lena dan ayah burhan tidak menyahut sama sekali terpaksa raya berjalan sendiri menuju teras rumahnya


"bunda sama ayah kemana sih" gumam raya sambil celingak celinguk mencari keberadaan ayah dan bundanya


tanpa raya sadari andi yang kebetulan sedang membeli bakso tepat di depan rumah raya melihat raya yang sedang berjalan terpincang-pincang menuju ke arahnya


"raya" panggil andi sedikit berlari untuj membantu raya berjalan


"andi, lo disini juga?" tanya raya


"lo lupa kalau kita tetanggaan?"


"maksud gue tumben lo ada di depan rumah gue"


"noh gue lagi beli bakso depan rumah lo, gak tega liat lo jalan pincang-pincang begini ayo gue bantu jalan"


"thank's ya ndi"


"it's oke, by the way ini kaki lo kenapa sih?"


"kaki gue keseleo, baru di urut tadi siang"


"eza kemana?"

__ADS_1


"bukannya eza lembur ya masa lo gak tahu"


"eza brengsek bini lagi sakit malah asik-asik main sama cewek lain" batin andi menatap raya


andi mengajak raya duduk di sebuah bangku yang di sediakan pedagang bakso langganan mereka


andi memesankan dua porsi untuk dirinya dan juga raya


"eza beneran lembur kan ndi?" tanya raya setelah andi duduk kembali di sampingnya


"gue gak tahu ray tadi gue ada tugas di lapangan langsung balik ke rumah gak mampir ke kantor lagi"


"eza be go lebih milih batu bata dari pada berlian, kalau aja gue belum mau nikah udah gue tikung lo ray gak peduli kalau gue harus jadi pebinor sekalian" lagi-lagi andi bermonolog di dalam hatinya


raya manggut-manggut mendengar ucapan andi meskipun hatinya merasa ragu tentang eza namun raya mencoba menepisnya raya tidak ingin menduga-duga sebelum dia tahu apa yang sebenarnya


sebenarnya raya ingin bertanya lebih jauh lagi kepada andi tentang eza karena raya melihat ada sesuatu yang andi sembunyikan tentang eza darinya


namun niat itu urung raya tanyakan karena eza sudah terlebih dulu pulang dan menghampiri raya dan andi yang sedang makan bakso


"wih makan bakso gak ngajak-ngajak"seru eza kemudian duduk di samping raya


"gimana mau ngajak lo nya aja sibuk za" seloroh andi membuat hati eza tersentil eza paham sibuk seperti apa yang andi maksud


"cih laga lo udah kayak suami terbaik, gue sembur juga tuh muka pake kuah bakso" batin andi menggerutu


"kamu lembur sama siapa? andi kok gak ikut lembur?" tanya raya membuat eza sedikit gelagapan


"mampus lo" lagi-lagi andi menggerutu di dalam hatinya


"eeeuummm, itu aku lembur sama team aku yang lain kebetulan andi gak ikut lembur hari ini" jawab eza sedikit gugup


"oh gitu" sahut raya mencoba percaya meskipun hatinya sedikit meragu


"bakso kamu kayaknya enak, mau dong" ucap eza mengalihkan pembicaraan


"bikin sendiri sana minta sama si abangnya aku laper banget"


"ish pelit"


"gue cabut deh males gue jadi obat nyamuk disini" sinis andi menatap eza


"kok balik gak mau nambah lagi baksonya?" tawar eza basa basi


"ogah, bae-bae za di leher lo ada bekas cupangan" bisik andi berlalu meninggalkan raya dan eza

__ADS_1


eza langsung meraba lehernya dengan wajah yang sudah pias eza takut apa yang di katakan andi benar adanya


apa yang akan eza katakan jika memang benar di lehernya terdapat stempel yang di buat oleh dini


"kamu kenapa?" tanya raya melihat eza sedikit pucat


"gak apa-apa, kaki kamu masih sakit gak? kok jalan sendirian kesini?" eza balik bertanya kepada raya


"masih sakit tadi aku di bantu andi jalan kesini"


"kok bisa?"


"ya bisa lah orang andi lagi beli bakso juga disini"


"jangan terlalu deket sama dia aku gak suka" larang eza


"kenapa?" tanya raya


"gak baik seoarang istri dekat dengan cowok lain, lagian bentar lagi juga andi mau menikah kamu gak mau kan kalau calon istrinya salah paham ngeliat kedekatan kalian"


"deket gimana? orang ketemu andi aja jarang baru sekali ini itupun gak sengaja, kok ngomongnya ngelantur kemana-mana"


"apapun itu aku gak suka liat kamu deket-deket sama andi ataupun cowok lain, titik" tegas eza


setelah menghabiskan baksonya raya dan eza masuk kembali ke dalam rumah, disana sudah ada bunda dan ayah burhan yang baru saja pulang dari rumah pak rt


eza dan raya langsung masuk ke dalam kamar setelah pamit kepada ayah burhan dan bunda lena


eza langsung memeriksa tengkuknya takut apa yang di katakan andi memang benar


"sia lan andi ngerjain gue" umpat eza saat melihat di tengkuknya bersih tidak ada bekas apapun


"ngapain yank?" tanya raya yang baru selesai berganti pakaian dengan pakaian tidur yang cukup seksi


"gak apa-apa aku gerah mau mandi" jawab eza


"aku siapin air anget dulu"


eza membuka seluruh pakaiannya menyimpannya sembarang tubuhnya sudah terasa sangat lengket ingin segera di bersihkan


eza langsung masuk ke dalam kamar mandi setelah raya menyiapkan air hangat untuknya


raya memunguti semua pakaian eza yang berserakan di lantai tanpa sengaja raya mencium kemeja eza seperti tercium aroma parfum lain


aroma parfum yang cukup asing baginya, raya semakin menajamkan penciumannya karena aroma parfum yang dia hirup seperti aroma parfum perempuan

__ADS_1


__ADS_2