Broken Wedding

Broken Wedding
48


__ADS_3

raya duduk lesu di pinggir ranjang menekuk lututnya dan menelungkupkan wajahnya yang penuh lebam dengan sisa-sia air mata di sudut matanya


ternyata benar semua yang di katakan oleh sahabat-sahabatnya bahwa eza bukan pria yang tepat untuk di jadikan seorang suami selama ini raya selalu menutup mata jika semua sahabatnya berkata yang tidak baik tentang eza, raya selalu meyakini hatinya jika eza adalah satu-satunya pria terbaik di antara semua pria yang pernah singgah di hatinya namun malam ini raya membuktikan sendiri jika eza lebih dari seorang pria breng sek


rasa sakit hati, kecewa, marah bercampur menjadi satu perasaannya seakan mati


bukan hanya hati raya yang di sakiti namun fisik juga


raya semakin menangis meraung meratapi nasibnya yang mendapatkan suami yang berlakhlak buruk, sekarang raya yakin hanya ada satu pria di dunia ini yang menyayangi dengan tulus siapa lagi kalau bukan sang ayah


sejak raya lahir sampai saat ini ayah burhan maupun bunda lena tidak pernah memukul jika raya berbuat salah bahkan membentak raya pun tidak pernah


"ayah, bunda maafkan raya... raya menyerah raya ingin pulang" ucap raya terdengar begitu lirih


berbeda dengan raya, eza malah melampiaskan semua kemarahannya dengan alkohol


entah sudah berapa gelas vod ka yang eza habiskan, eza tidak peduli jika uangnya akan habis hanya untuk membayar minuman haram itu


eza terus meracau bahkan sesekali tertawa seperti orang yang sudah kehilangan kewarasannya suara dentuman musik dan riuh para pengunjung club seakan tidak terdengar oleh eza fokusnya hanya kepada raya


sebetulnya reza sangat menyayangi dan mencintai raya namun saat tahu kenyataan jika raya sudah kehilangan kehormatannya karena bara membuat eza kecewa tapi untuk melepaskan raya pun rasanya eza tidak sanggup


"aku kecewa raya, sangat kecewa" racau eza


*


*


*


pagi ini raya bangun dengan merasakan sakit di bagian punggungnya mungkin karena semalam eza mendorongnya begitu kuat sampai sakitnya barus terasa pagi ini, raya berjalan gontai ke luar rumah setelah berpamitan dengan mama yeni dan anita


raya tidak berniat untuk masuk kerja hari ini, sangat tidak mungkin raya masuk kerja dengan keadaan wajahnya yang penuh luka lebam dimana-mana

__ADS_1


raya memutuskan untuk pergi ke kostan milik tere, raya tidak memperdulikan eza yang semalam tidak pulang, untuk saat ini raya tidak ingin bertemu dengan eza pria yang sudah menorehkan luka begitu dalam di hidupnya


beberapa panggilan masuk dari teman-teman kerjanya raya abaikan tidak peduli setelah ini raya akan di pecat sekalipun raya benar-benar sudah muak dengan semuanya jika saja raya tidak memikirkan kedua orang tuanya raya sudah ingin pergi jauh


"raya" ucap tere kaget kala melihat raya pagi-pagi sudah ada di kontrakannya di tambah dengan kondisi wajah raya yang penuh luka lebam


"muka lo kenapa?" lanjut tere mengusap pelan wajah raya


"boleh gue masuk dulu gak?" tanya raya memelas


"ya Tuhan gue sampe lupa, ayok masuk" ajak tere


tanpa di duga raya langsung memeluk tere sambil menangis, raya merasa sangat bersalah karena selama ini dia tidak mempercayai ucapan tere ataupun sashi terutama raffael


raya terlalu di butakan oleh cintanya kepada eza, raya seakan terbuai dengan semua rayuan eza sampai apapun yang di katakan eza raya percaya begitu saja bahkan raya rela melupakan tere dan sashi karena takut eza akan marah jika raya terus berhubungan dengan kedua sahabatnya itu


"maafin gue re maaf" ucap raya sangat lirih tanpa melepaskan pelukannya


"hey lo kenapa minta maaf sama gue ray, lo gak punya salah apa-apa " sahut tere tak mengerti


"ini semua ulah eza kan?" tanya tere menunjuk setiap luka di wajah raya


raya semakin terisak mendengar pertanyaan dari tere, tere semakin yakin bahwa luka lebam di wajah raya adalah perbuatan be jad suaminya


tere mengepalkan tangannya sangat kuat sampai buku-buku jarinya terlihat jelas, demi apapun tere tidak terima jika raya di perlakukan dengan keji oleh eza


"breng sek... beraninya mukul cewek dia pikir dia siapa bisa seenaknya aja ngebuat lo menderita kayak gini, ini KDRT ray lo bisa laporin masalah ini sama polisi" ucap tere penuh amarah


"gue gak setega itu re"


"what??? lo masih waras kan? si breng sek aja tega nyakitin lo ampe babak belur gini, lo masih punya hati buat kasian sama dia hah? bo doh"


"tapi gue belum siap buat kehilangan dia re, gue masih cinta sama eza"

__ADS_1


"buka mata lo buka naraya anastasia, eza gak cinta sama lo.... realistis dong bukan cuman ngandelin perasaan aja


gue gak rela ya kalau sampai lo mati sia-sia karena di sakitin sama dia"


"gak mungkin sampai separah itu kali re, Eza masih punya hati"


"astagfirullahaladzim raya, cowok yang suka main tangan lo bilang masih punya hati? bener-bener gak waras lo"


"re gue butuh ketenangan sekarang lo bisa kan jangan marah-marah dulu"


"ya udah lo istirahat aja, gue mau keluar dulu"


bukannya benci tere hanya tidak suka dengan raya yang terlalu lemah bila menyangkut tentang eza, sudah jelas eza bukan pria baik raya masih saja mencintai eza sampai sedalam itu


tere sampai gemas sendiri jika bisa dia yang berkehendak untuk membolak balikan hati setiap manusia tere akan dengan senang hati membalikan hati raya agar melupakan dan membenci pria yang bernama eza alfarizki seumur hidup raya


sementara di tempat raya bekerja hari ini, tari sedang mendapatkan omelan karena sang kepala divisi tidak masuk kerja tanpa kabar, tari hanya menunduk karena salma terus saja mencecar pertanyaan tentang keberadaan raya saat ini, tari yang memang tidak tahu alasan raya tidak masuk kerja hanya menjawab seadanya saja padahal salma sama sekali tidak punya wewenang untuk memarahi tari karena raya tidak masuk kerja mengingat salma yang menjabat sebagai sekretaris buat sebagai staf HRD


"baru jadi kepala divisi beberapa bulan aja udah belagu, di pecat baru tahu rasa... cepat hubungi kakak jadi-jadian kamu tari suruh cepat-cepat datang ke kantor, pekerjaan dia di kejar deadline" sentak raya kepada tari


"baik mba salma" jawab tari masih menundukan kepalanya


"jangan panggil saya mba, saya belum setua itu" protes salma


"ada apa ini???"


belum sempat tari menjawab lagi ucapan salma raffael sudah datang terlebih dahulu


"pagi pak" sapa tari ramah


"pagi... ada apa? kenapa kamu marah-marah salma?" tanya raffael


"raya tidak masuk hari ini tanpa kabar pak, pekerjaannya jadi berantakan semua mana di kejar deadline lagi"

__ADS_1


"raya gak ngabarin kamu kenapa gak masuk kerja?" tanya raffael kepada tari


"tidak pak saya coba hubungi juga kak raya gak respon sama sekali"


__ADS_2