
sudah seminggu berlalu setelah kepergian bara rasa kehilangan itu masih sangat terasa bagi raffael dan kedua orang tuanya namun kehidupan harus terus berjalan
raffael yakin jika disana sang kakak sudah bahagia
dan sudah seminggu pula raya tinggal terpisah dengan eza dan selama itu pula eza tidak pernah menemui raya bahkan menanyakan kabar saja tidak pernah
hari ini tepat berlangsungnya acara event yang di selenggarakan oleh perusahaan raffael
raffael yang menjabat sebagai ceo sudah seharusnya hadir dalam acara tersebut, raffael harus memastikan sendiri jika event ini akan berjalan sukses dan bisa membuat puas kliennya
meskipun kesedihan masih raffael rasakan namun raffael tetap harus profesional ketika sedang bekerja begitupun dengan raya yang harus mengenyampingkan permasalahan rumah tangganya untuk sejenak
raya yang bertanggung jawab sebagai kepala divisi talent officer harus memastikan jika semuanya berjalan mulus tanpa ada hambatan apapun
"raya semuanya aman kan? bentar lagi acaranya di mulai lho" seru raffael
"lho pak raffael sudah masuk kerja" sahut raya mencoba profesional
"sudah, kerjaan saya sudah numpuk... jadi gimana semuanya udah beres kan? gak ada kendala lagi kan?"
"aman pak, host nya sudah datang hanya menunggu artisnya saja yang sedalam perjalanan"
"ya sudah tolong pastikan semuanya berjalan lancar, acaranya sebentar lagi akan di mulai"
"baik pak"
raya mencari keberadaan tari untuk menanyakan semua persiapan acara agar berjalan dengan baik namun seketika wajah raya terlihat panik karena sang pembawa acara sudah mulai membuka acara dan sudah di pastikan penyanyi yang di janjikan untuk jadi bintang tamu dalam acara tersebut harus sudah hadir untuk mengisi acara
raya berulang kali menghubungi manager sang artis namun nomornya tidak bisa di hubungi raya berjalan mondar mandir berharap rasa paniknya akan sedikit menghilang namun saat raya mendengar raffael sudah memberiakn beberapa sambutan sebagai pemilik perusahaan kepanikannya semakin bertambah
"raya kamu di panggil pak haris ke ruangannya" seru salah satu team raya
"ok" dengan rasa panik raya berjalan menuju ruangan sang manager
tok
tok
tok
"masuk" seru pak haria dari balik pintu
"bapak panggil saya?" tanya raya yang sudah berada di dalam ruangan pak haris
"apa penyanyi yang mau isi acara sudah datang? setelah penyambutan dari pak raffael penyanyi nya harus membawakan satu lagu sebagai pembukaan acara"
"be...belummm pak, sepertinya masih di jalan"
"yang benar saja kamu raya ini acara sudah di mulai bagaimana bisa bintang tamu ngaret seperti ini"
__ADS_1
"ma..aaaf pak tadi saya sudah hubungi manager dari artisnya katanya sedang dalam perjalanan menuju kesini" ucap raya terbata
"hubungi lagi sekarang dalam waktu lima belas menit penyanyi nya harus sudah ada disini" titah pak haris tegas
"ba... baik pak saya permisi dulu"
setelah keluar dari ruangan sang manager raya terus menghubungi artis dan managernya sekaligus namun sayang kedua nomor tersebut tidak bisa di hubungi semakin paniklah raya saat itu apalagi penyambutan dari raffael akan segera berakhir dengan sigap raya berlari mencari pak sigit untuk meminta bantuan
"pak gawat" ucap raya dengan suara terengah-engah
"gawat kenapa raya?" tanya pak sigit panik
"artisnya belum dateng aku hubungi berkali-kali tapi nomornya tidak bisa di hubungi"
"kamu sudah pastikan dari awal artisnya pasti datang kan?"
"sekitar dua jam yang lalu aku telfon managernya mereka bilang sedang dalam perjalanan menuju kesini pak tapi sampai sekarang belum sampai juga"
"seharusnya mereka sudah sampai sejak tadi ray, apa ada nomor lain yang bisa di hubungi?" tanya pak sigit raya pun menggeleng sebagai jawaban
tiga puluh menit berlalu sang artis belum juga datang, raya dan pak Sigit semakin di landa kepanikan mau bicara kepada raffael pun rasanya raya sangat malu karena takut di anggap tidak bisa bertanggung jawab dengan pekerjaannya sendiri
"kak raya" panggil tari sedikit berlar
"kenapa tar?" tanya raya semakin panik
"serius?"
"dua rius malah, buruan samperin dulu kak"
raya berlari menuju ke ruangan pak haris belum sempat sampai di ruangan sang manager ternyata pak haris sudah berdiri dengan berkacak pinggang di depan ruangannya sendiri
"bagaimana raya?" tanya pak haris dengan datarnya
"maa...aaf pak masih belum datang juga nomor artis dan managernya masih belum bisa di hubungi" jawab raya dengan menundukan kepalanya
"kamu itu gimana sih cari artis kok yang gak profesional begini, pak raffael bisa marah besar kalau sampai acaranya berantakan sudah pasti klien kita akan kecewa dan yang paling parah klien kita bisa memutuskan kontrak kerja sama secara sepihak kalau hasil kerja kita berantakan"
"permisi pak...."
belum sempat raya menjawab ucapan pak haris tiba-tiba datang salah satu team talent ingin memberikan kabar penting kepada pak haris
"ada apa?" bentak pak haris
"maaf pak, barusan customer service kita mengabarkan jika ada yang menghubungi kalau penyanyi yang bernama shaluna tidak bisa mengisi acara event di perusahaan kita pak"
"what? kenapa kasih kabarnya mendadak seperti ini mereka bisa di kenakan finalty karena melanggar kontrak" kemarahan haris semakin memuncak membuat raya semakin ketakutan
"mereka kecelakaan saat dalam perjalanan kesini pak, begitu kabar yang saya dengar"
__ADS_1
"oh my god, kenapa acara berantakan seperti ini"
"raya bagaimana ini? kamu kan yang bertanggung jawab dalam masalah ini, cari jalan keluarnya... cepat"
raya kalang kabut mendengar berita yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya akan terjadi hal seperti ini, jika harus menghubungi artis lain pasti akan sangat sulit untuk mendapatkannya karena di hubungi secara mendadak
benar-benar otak raya merasa buntu saat ini, dia tidak bisa berpikir jernih di tambah mendengar ocehan pak haris yang membuat kepalanya seakan ingin meledak saat ini juga
raya mengernyitkan keningnya kala melihat pak haris memandangnya dengan pandangan sulit di artikan
"pak kenapa liat saya seperti itu?" tanya raya sedikit takut
"ikut saya" pak haris menarik tangan raya untuk bersamanya
"kemana pak?"
"nanti juga kamu tahu sendiri"
"tapi bapak gak akan mecat saya tiba-tiba kan"
"berisik raya, bisa diam tidak?" bentak haris membuat nyali raya menciut
kening raya semakin mengkerut karena haris membawanya ke ruangan khusus property dan bertemu dengan make up stylist disana
"cuy dandanin dia nih, harus kece ya jangan terlalu menor" titah pak haris kepada penata rias di sana
"yang bener keles kalau panggil nama ekeu" cebik sang penata rias
"berisik lo, buruan sepuluh menit harus selesai"
"astoge.. yey kalau ngemeng suka asal ye, gimana ceritanya ekeu bisa dandanin ni wanita sepuluh menit doang"
"gue gak nerima protes apapun, cepetan atau raffael pecat lo secara tidak hormat
"haris anak ba bi" umpat sandy sang penata rias
raya sempat menolak karena ingin di dandanin secara tiba-tiba membuat haris geram
"kamu bisa diam tidak raya? waktunya udah mepet banget ini" seru haris menyuruh raya untuk duduk di hadapan meja rias
"saya kenapa tiba-tiba di dandanin kayak gini sih pak" tanya raya sedikit kesal
"kamu harus tanggung jawab buat acara ini biar sukses"
"maksud bapak?"
"gantiin artis yang tadi kecelakan buat nyanyi"
"what???"
__ADS_1