
raffael mengurai pelukan raya menatap lamat wajah raya sangat terlihat sembab raffael mengangkat dahu raya agar semakin mendekat ke wajah tampannya ,
tiba-tiba raffael men cium bibir merah muda milik raya yang sejak sudah menggoda dirinya raffael sudah tidak bisa menahan dirinya lagi has rat di dalam dirinya sudah sangat berge jolak meminta untuk di salurkan
raffael semakin memperdalam ciu mannya ketika raya mulai membalas ciu man raffael tak kalah panas, tangan raffael mere mas pa yu dara sintal milik raya yang sejak tadi terus menggoda dirinya
ciu man raffael semakin turun menyusuri tengkuk alana yang putih mulus tanpa noda, raffael menggigit dan menyesap le her raya sampai meninggalkan beberapa jejak disana
"eughhh raff....." de sah raya membuat raffael semakin menggila
raffael seakan lupa jika status raya kini masih istri orang, has rat dalam dirinya terus meronta ingin segera di puaskan
raffael menyusuri setiap lekuk tubuh raya dengan jari jemarinya hingga tangan kekarnya mengusap pa ha mulus raya yang terhalang kemeja putih miliknya saja
tangan na kal raffael semakin men jalar sampai liyang kenikmatan yang masih terbungkus kain segitiga berwarna hitam
raffael mengusap lembut dan memasukan jari tengahnya ke dalam goa nik mat milik raya
dengan lembut raffael memaju mundurkan tangan na kalnya membuat raya semakin menggelinjang tidak karuan
"aaaaahhhhhh raffael...." lenguh raya
raffael tersenyum smirk karena raya sama sekali tidak menolak apapun yang raffael lakukan, raya malah terlihat sangat menikmati setiap sentuhan yang raffael berikan untuknya sampai sesuatu yang mulai terasa sesak di bawah sana membuat raffael semakin hilang kendali
raffael mengangkat tubuh raya menggendongnya ke dalam kamar seperti bayi koala
raffael membaringkan raya di atas tempat tidurnya, akal sehat raffael seakan sudah hilang entah kemana
raffael hanya ingin menuntaskan has ratnya saat ini juga tidak peduli dengan status raya yang masih memiliki suami
" i love you naraya anastasia" bisik raffael di sela lu ma tan yang dia berikan di teli nga raya
raffael benar-benar sudah tidak tahan lagi, sang adik kecil sudah meronta ingin segera di pu askan, raffael membuka celana panjang yang dia kenakan dan bersiap untuk mengungkung tubuh raya yang su dah terlentang pasrah
raffael mulai menuntun sang junior untuk memasuki liyang kenik matan milik raya, meskipun raya bukan seorang pe rawan tapi milik raffael sangat sulit untuk memasuki milik raya
"kenapa susah banget" gumam raffael
"apanya yang susah?" tanya raya
"masukinnya"
__ADS_1
"masukin apaan? lo masih waras kan?
"diem sayang jangan tampar wajah aku terus dong, aku jadi gak konsen"
"ya Tuhan ini anak kenapa?" batin raya heran
raya menatap raffael heran dengan apa yang sedang raffael lakukan saat ini,
mata raffael terpejam namun bibirnya tidak berhenti men de sah apalagi lidah raffael yang sudah menjulur keluar dan terlihat seperti sedang menjilati sesuatu
"RAFFAEL......" teriak raya geram
"apa sayang" sahut raffael masih memejamkan matanya membuat raya bergidik geli
"buka mata lo atau gue tampol" sentak raya membuat raffael langsung membuka matanya
raffael mengernyitkan keningnya kenapa raya berdiri di hadapannya bukannya seingat raffael mereka tengah melakukan kegiatan panas di dalam kamar tapi kenapa wajah raya terlihat seperti menahan amarah dan kenapa raya menutupi kemeja putih milik raffael dengan sweater bukannya raya sudaj sangat pasrah untuk melakukan penyatuan dengan raffael malam ini tapi kenapa jadi seperti ini
"lo masih waras kan?" tanya raya melotot
"ma...maksud lo apa?" tanya balik raffael yang sudah menyadari kebodohannya
"ngapain mata lo merem melek kayak begitu? pake ada acara de sah- de sahan pulak... gue jijik tahu dengernya"
"lo ngayal mesyum ya"
"apaan sih"
sungguh saat ini raffael sangat malu dengan pikiran kotornya sendiri bagaimana bisa raffael membayangkan ber cumbu dan nyaris akan ber cinta dengan raya
raffael menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah yang sudah memerah menahan malu jika bisa saat ini juga dia ingin tenggelam ke dasar lautan untuk menyembunyikan wajahnya di hadapan raya
tanpa berbicara sepatah katapun raffael langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa berbicara apapun kepada raya membuat rata semakin heran melihat tingkah sahabatnya itu
"ya Tuhan kenapa pikiranmu bisa sampai berfantasi seliar itu, bo doh bo doh" umpat raffael mengutuki dirinya sendiri
"raff lo gak apa-apa kan?" teriak raya sambil menggedor pintu kamar raffael
"gu...gue gak apa-apa" sahut raffael tergagap"
"lo kok masuk kamar sih, gue bete tahu"
__ADS_1
"gue kebelet ray tunggu bentaran doang"
raffael menghela nafas lega dia sampai tidak sadar sudah meninggalkan raya sendirian
raffael merasakan sesak di bagian pangkal pahanya, raffael menatap ke bawah terkejut melihat juniornya sudah menegang sempurna
"kok rasanya kayak bener-bener nyata ya? lo aja ampe bangun gitu jon" gumam raffael menepuk keningnya sendiri
raffael langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menidurkan si joni, tidak akan lucu jika raya sampai melihat milik raffael sampai terbangun karena sudah menjadikan tubuh raya sebagai fantasi be jadnya
"apa tadi gue gak salah denger ya, apa bener raffael cinta sama gue" batin raya ketika sudah duduk di atas sofa sambil memainkan ponselnya
saat raya sibuk dengan pikirannya raffael keluar dari kamar sudah berganti pakaian dengan piyama tidur miliknya
raffael berusaha terlihat biasa saja di hadapan raya mekipun sebenarnya raffael sangat malu setengah mati apalagi kalau raya sampai apa yang sudah di bayangkan raffael di dalam otak kotornya
"lo kok pake piyama sih?" protes raya
"lah terus emangnya gue harus pake daster?" sahut raffael
"maksud gue piyama lo pinjemin ke gue bukan malah kemeja transfaran kayak gini, gue berasa telanjang tahu ntar kalau otak lo bayangin mesyumin gue gimana" cebik raya membuat raffael yang sedang minum menjadi tersedak
uhukkkk.....uhuukkkkk
"pelan-pelan dong, keselek kan lagian gue gak akan minta kali" ucap raya mengusap punggung raffael
"jadi gimana lo mau pake piyama ini?.biar gue lepas" tanya raffael
"ogah itu kan bekas lo" tolak raya
"emang kenapa kalau bekas gue gak bakalan na jis juga kali ray"
"emang yang masih baru gak ada?
"gak ada"
malam ini raya dan raffael tidak berhenti berdebat hanya karena sebuah piyama jika saja raffael tidak mengalah dan memberikan pakaian yang lebih tertutup untuk rayaungkin sampai subuh pun raya akan tetap mengoceh tidak jelas
tepat pukul 22:30 raya dan raffael tidur di kamarnya masing-masing
raffael mencoba memejamkan matanya tapi terasa sangat sulit dan raffael tidak merasa mengantuk sedikitpun
__ADS_1
raffael takut jika raya mengetahui tentang dirinya yang sudah berfantasi dengan tubuh raya bahkan terasa seakan nyata berbeda dengan raya yang sudah terbang ke alam mimpi karena hari ini sangat menguras tenaga dan emosinya
"kenapa rasanya sangat nik mat padahal cuman hayalam doang" gumam raffael tersenyum-senyum sendiri