
raffael menghela nafas panjang sungguh sulit rasanya memberikan pengertian kepada angel jika raffael sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun kepadanya, angel berjuang sekeras apapun tidak akan mengubah perasaannya
bukannya tidak mempunyai hati nurani tapi raffael sudah tidak ingin menjalin hubungan karena sebuah keterpaksaan dengan berat hati raffael tetap memutuskan mengakhiri hubungannya dengan angel meskipun raffael tidak pernah mengatakan ada ikatan apapun di antara dirinya dan angel tapi mengingat angel yang sudah mengklaim drinya sebagai calon tunangannya raffael harus regas jika tidak ingin menjadi repot sendiri nantinya
"gue minta maaf tapi jujur gue kesiksa sama hubungan kita, gue yakin kok lo bisa dapetin cowok yang jauh lebih dari gue" ucap raffael
"tapi raff......" angel menggantung ucapannya
"urusan orang tua kita biar gue yang urus, sekali lagi gue minta maaf gue bener-bener gak bisa lanjutin hubungan kita lagi, gue duluan ya lo hati-hati pulangnya" raffael menepuk pundak angel lembut dan berjalan meninggalkan cafe itu
"siapa cewek itu raff?" tanya angel membuat raffael menghentikan langkahnya
"dia cewek biasa tapi sangat spesial buat gue" jawab raffael tersenyum penuh arti
angel mengepalkan tangannya merasa tidak terima dengan keputusan raffael yang memutuskan hubungan mereka secara tiba-tiba, angel sangat berharap jika hubungannya dengan raffael akan berjalan mulus karena ada peran kedua orang tua mereka di dalamnya namun ternyata realita tidak sesuai dengan ekspektasi pertunangan yang sudah dia rancang jauh-jauh hari harus kandas karena raffael memilih mengakhiri perjodohan di antara mereka
"aku akan cari tahu siapa wanita itu raff" batin angel
bukan semata karena raya, raffael memutuskan hubungannya dengan angel namun raffael sudah mudak dengan sikap posesif angel kepadanya belum menjadi istri saja angel sudah banyak mengatur sedangkan raffael adalah tipe pria bebas namun masih dalam batas wajar jika ingin melakukan sesuatu terlebih raffael juga tidak mempunyai rasa cinta sedikitpun untuk angel, untuk perasaannya kepada raya, raffael tidak terlaku berharap jika memang raffael tidak di takdirkan untuk bersama raya nantinya raffael akan tetap bahagia melihat raya bahagia dengan siapapun itu namun untuk urusan seorang istri raffael ingin menjalin hubungan karena dasar cinta bukan hasil dari perjodohan
malam ini raya sangat sulit untuk memejamkan matanya, banyak sekali pikiran yang bersarang di kepalanya mulai dari eza yang tidak menghubunginya sama sekali sejak perdebatan mereka tadi pagi di tambah dengan kondisi bara yang membuat raya terkejut bukan main, bukan karena masih mempunyai rasa cinta kepada bara namun itu semua sebatas rasa peduli antar sesama saja apalagi bara pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya
"ray boleh kakak masuk?" seru rara dari balik pintu
"masuk aja kak" sahut raya membenarkan posisis duduknya
ceklek
pintu kamarpun terbuka rara masuk dengan senyuman yang tersunghing di bibir mungilnya
"kenapa kak?" tanya raya
"kakak hanya kangen tidur berdua sama kamu, boleh kan malam ini kakak tidur disini? itupun kalau eza tidak akan pulang kesini" jawab rara
"apa mas seno tidak akan marah kalau tidur sama aku?" tanya raya lagi
"mas seno aman dia orangnya pengertian"
__ADS_1
"baiklah aku juga kangen sama kakak"
"eza gak pulang kesini?"
"sepertinya engga kak"
rara menatap lamat wajah raya yang berubah sendu jika membahas soal eza, rara semakin yakin jika pernikahan antara raya dan eza sedang tidak baik-baik saja
"barusan di antar pulang sama siapa?" tanya rara
"raffael kak, kakak masih inget kan? dia sahabat aku pas SMA" jawab raya jujur
"jangan terlalu sering pergi berdua dengan pria lain ray status kamu sekarang adalah seorang istri, gimana kalau tetangga pada lihat nanti bisa jadi fitnah" saran rara
"aku ada urusan pekerjaan dengan raffael kak, kebetulan raffael bosku di tempat aku kerja"
"lalu pernikahan kamu dengan eza bagaimana? jangan menyembunyikan apapun dari kakak ray, kakak tidak mau kamu berpura-pura bahagia tapi kenyataannya kamu menderita"
"salah paham aja kak, nanti juga baikan lagi kakak jangan khawatir kalaupun ada apa-apa aku pasti cerita sama kakak"
pagi ini raya bersiap-siap untuk pergi bekerja, eza masih belum menghubunginya sampai sekarang, raya merasa jika dirinya memang sudah tidak lagi di perdulikan lagi oleh eza, raya sudah berniat akan pulang ke rumah mertuanya untuk membahas masalah pernikahannya yang terasa semakin rumit
raya sampai di kantor di sambut hangat oleh tari
"happy monday kak, semangat" seru tari mengangkat kedua tangannya
"semangat tar" sahut raya lesu
"yah kok lemes sih kak belum sarapan ya?" tebak tari
"lagi badmood tar, butuh moodbooster aku tuh" ucap raya sengaja di buat lemas
"lihat pak raffael aja kak pasti langsung happy" sahut tari cekikikan
"ngaco, ayok kerja semangat"
"nah gitu dong, aku suka liat kakak senyum gitu. cantik"
__ADS_1
"saae bocah"
raya bekerja begitu serius karena seminggu lagi akan di adakan event besar-besaran, sudah menjadi tanggung jawab raya harus membuat acara event itu sukses, tidak sendiri raya juga di bantu tari dan pak sigit untuk mencari pembawa acara dan bintang tamu untuk acara event itu
waktu menunjukan pukul 14:00 saking sibuknya rasa sampai melupakan makan siangnya namun sama sekali raya tidak memperdulikan itu raya ingin pekerjaannya segera selesai tanpa harus lembur
"ray makan dulu ini sudah lewat jam majan siang lho" titah pak sigit
"nanti saja pak, nanggung" tolak raya
"jangan nanti-nanti kalau kamu sakit bagaimana? yang bakal urus event ini siapa?" paksa pak sigit
"baiklah"
raya pasrah jika pak sigit sudah berucap raya duduk di samping tari yang sedang menikmati makan siangnya yang terlewat
baru saja raya duduk tiba-tiba haris datang ke ruangan raya
"permisi" seru haris
"iya pak ada yang bisa saya bantu" ucap raya
"ini ada titipan dari bos buat kamu ray" haris menyodorkan paper bag berisi makanan untuk raya
"dalam rangka apa nih bos ngasih makanan banyak begini"
"udah ambil aja itu udah rezeki kamu, oh ya tadi bos bilang hari ini semuanya lembur ya sampai jam 20:00"
"baik pak"
"ya sudah saya permisi mau balik kerja lagi"
"makasih ya pak"
haris mengangguk sambil tersenyum menjawab ucapan raya, tari yang sejak tadi menatap sang manager terpesona kala melihat haris yang terlihat lebih ramah dan senyumnya membuat hati tari jedag jedug, tari meraba dada nya sendiri merasakan jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya
"ya Tuhan jantungku"
__ADS_1