Broken Wedding

Broken Wedding
69


__ADS_3

"kenapa baru ngomong sekarang raff?" tanya raya dengan tatapan mengintimidasi


"karena dulu lo milik abang gue ray, gue lebih milih mengalah karena gue yakin abang gue bisa bikin lo bahagia"


"sejak kapan lo punya perasaan itu?"


"jauh sebelum lo kenal abang gue ray"


"bullshit... kalau emang lo udah punya rasa sama gue sejak lama kenapa lo diem aja hah? lo sengaja kan mau mempermainkan perasaan gue?"


"kalau gue bilang dari dulu apa lo bisa terima perasaan gue buat lo? gue takut perasaan gue bertepuk sebelah tangan dan berimbas dengan persahabatan kita dan gue gak mau lo jauhin gue karena itu"


"pe nge cut"


"terserah lo mau bilang gue pengecut atau apapun yang pasti perasaan gue tulus sama lo"


"entahlah gue masih belum bisa percaya sepenuhnya sama semua yang lo omongin"


"gue gak minta lo buat percaya sekarang, gue cuma mau lo rasain ketulusan gue ray karena seiring berjalannya waktu perlahan lo akan percaya tentang semua cinta dan ketulusan gue"


"lo sadar gak sih raff? gue masih berstatus sebagai istri orang apa pantes lo ngungkapin perasaan lo sama cewek yang jelas-jelas udah bersuami"


"gue gak peduli, gue berhak perjuangin lo karena gue tahu suami lo gak bikin lo bahagia, dan jangan salahin gue kalau gue nekat jadi perebut istri orang kalau si breng sek itu terus berulah"


malam ini raya lewati dengan penuh kecanggungan karena pengakuan raffael yang tiba-tiba, berbeda dengan raffael yang terlihat biasa saja raffael terlihat sangat santai tanpa ada kecanggungan sama sekali bahkan raffael sengaja duduk di samoing raya dan merapatkan tubuhnya dengan tubuh raya sampai tidak ada jarak sedikitpun di antara mereka dan tentu saja hal itu membuat raya mendadak tidak nyaman


*


*

__ADS_1


*


satu bulan berlalu


sejak raffael mengutarakan isi hatinya kepada raya, raya seakan lebih menjaga jarak dengan raffael bukan karena raya marah atau benci tapi raya tidak ingin raffael mendapat masalah karena terus mendekati raya yang saat ini statusnya masih sebagai istri eza meskipun berulang kali raffael mengatakan jika raffael sama sekali tidak peduli dengan hal itu namun tetap saja raya tidak ingin nama baik raffael hancur karena raffael berdekatan dengannya apalagi jika sampai kedua orang tua raffael tahu pasti raya akan di salahkan karena menggoda adik dari mantan pacarnya itu


sedangkan hubungan raya dan eza semakin tidak jelas dan bertambah rumit, beberapa kali raya menunggu eza untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangganya namun sama sekali eza tidak pernah ada keinginan untuk memperbaiki hubungannya dengan raya padahal saat ini raya sudah mulai ikhlas jika pernikahan mereka harus berakhir dan tentu saja raya menunggu eza yang menceraikannya bukan


raya seperti berada di sebuah persimpangan, ingin menerima raffael namun raya sadar statusnya kini masih seorang istri tapi untuk terus menghindar dari raffael pun raya seperti tidak sanggup. tidak dapat di pungkiri raya merasa sangat nyaman dan aman jika berada di dekat raffael entah itu perasaan sebagai sahabat atau perasan lain raya tidak terlalu memikirkan hal itu


berbeda dengan eza yang semakin hari semakin dekat saja dengan dini, sampai pada akhirnya dini berhasil memperkenalkan eza sebagai calon suaminya kepada keluarga besarnya dan tentu saja dengan mengaku jika status eza adalah seorang perjaka


dan tepat di hari ini eza akan memperkenalkan dini kepada mama yeni dan nenek sukma sebagai calon istri keduanya bukan tanpa alasan eza melakukan itu, eza di tuntut untuk segera menikahi dini karena usia dini yang sudah sangat matang selain itu eza juga di iming-imingi akan memimpin salah satu perusahaan milik ayah dini eza yang memang memiliki sikap serakah dan matrealistis begitu antusias menerima tawaran itu tanpa memikirkan perasaan raya sedikitpun


dan disinilah eza dan dini sekarang duduk berdampingan tepat di hadapan mama yeni, nenek sukma dan anita


"ma, nek kenalin ini dini" ucap eza memperkenalkan dini


"ma, nek sebelumnya eza minta maaf kalau keputusan eza ini akan membuat mama dan nenek kecewa terutama kamu nit" ucap eza


"bicara yang jelas za" sahut mama yeni dengan tegas


"eza ingin menikahi dini ma" ucap eza yakin


"kamu sudah gila eza? bagaimana kamu bisa menikahi perempuan lain di saat kamu sudah mempunyai seorang istri?" sahut mama yeni sedikit menyentak


"dan kamu, pasti sudah tahu kan kalau eza ini bukan pria single?" lanjut mama yeni menatap dini dengan tatapan tidak ramah


"ma jangan bersikap seperti itu, eza mohon restui kami, eza pasti akan menceraikan raya kalau waktunya sudah tepat" ucap eza membuat dada mama yeni terasa sangat sesak

__ADS_1


"astagfirullah eza kenapa kamu menjadi pria yang tidak mempunyai hati seperti ini nak, sudah mama bilang lepaskan raya bukan semakin menyakiti raya seperti ini"


"jadi kakak sengaja nyuruh kak raya tinggal di rumah bunda lena supaya kakak bisa bebas membawa dia buat datang ke rumah ini?" timpal anita menunjuk dini dengan dagunya


"anita jaga sikap kamu" bentak nenek sukma namun tidak di hiraukan sama sekali oleh anita


"aku gak nyangka kalau hati kak eza kayak ib lis, apa salah kak raya sampai kakak tega nyakitin kak raya sampai sedalam ini kak, kak raya sosok kakak ipar paling sempurna buat aku dan aku gak rela kalau sampai posisi kak raya di ganti dengan wanita manapun" lanjut anita berusaha menahan amarahnya kepada sang kakak


"kamu gak akan pernah ngerti masalah orang dewasa nit"


"aku ngerti kak kalau perselingkuhan itu tidak pernah di benarkan sama sekali, kakak pikir dong kalau aku yang ada di posisi kak raya saat ini gimana? apa kakak akan terima jika adik kakak akan di poligami oleh suaminya hah? Jahat... kak eza bener-bener jahat" teriak anita menatap nyalang ke arah eza dengan netra yang sudaj mengembun menahan tangis


"kakak gak minta pendapat kamu anita, dengan atau tanpa persetujuan kamu kakak akan tetap menikahi dini, kamu gak berhak ikut campur urusan pribadi kakak" balas eza tak kalaj menyentak


"terserah, ingat kak karma itu pasti ada aku pastikan kakak akan nangis darah saat kak raya bener-bener membuang kakak dari hidupnya dan aku yakin mama juga akan sependapat sama aku" ucap anita kemudian pergi meninggalkan mereka dengan suasana sangat tegang


eza menatap kepergian anita dengan mengepalkan tangannya kalau tidak mengingat anita adalah adik kandungnya, eza ingin sekali me nam par anita yang sudah berani menentang keinginannya dan sudah lancang membentak dirinya di hadapan mama yeni dan nenek sukma tanpa rasa takut sedikitpun


eza beralih menatap mama yeni seolah memohon untuk merestui hubungannya dengan dini


"mama hanya ingin raya yang menjadi menantu mama, jangan membuat menantu amam semakin hancur za karena itu sama saja dengan kamu melukai hati mama" ucap mama yeni pergi meninggalkan eza, dini dan nenek sukma


pandangan eza beralih ke arah nenek sukma yang masih setia berada di antara mereka


seakan sudah tidak peduli lagi dengan restu dari mama yeni, eza akan memanfaatkan nenek sukma untuk bisa merestui pernikahan keduanya dengan dini karena eza tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas yang sudah berada di hadapanpanya


"nek" panggil eza lirih


"nenek restui kamu untuk menikah lagi za, dan nenek akan sangat bahagia jika kamu menceraikan raya secepatnya" ucap neenk sukma membuat eza berbinar bahagia

__ADS_1


berbeda dengan mama yeni dan anita yang merasa terluka mendengar ucapan nenek sukma, mama yeni dan anita seperti memposisikan jika mereka berada di posisi raya saat ini pasti rasanya akan sangat hancur


mama yeni dan anita hanya bisa menangis pilu dengan kenyataan yang sama sekali tidak mereka harapkan sebelumnya


__ADS_2