Broken Wedding

Broken Wedding
90


__ADS_3

"sayang jangan di ambil hati ya omongan temen-temen aku" ucap raffael karena dia yakin raya sudah mendengarkan percakapan semua teman-temannya


"Yang di omongin temen-temen kamu emang bener kok, aku yang statusnya hanya seorang janda gak pantes buat kamu jadiin istri" sahut raya tanpa menoleh ke arah raffael


"Apa sih ngomongnya kayak gitu, aku sama sekali gak peduli sama omongan mereka terserah mereka mau ngomong apapun aku cuman mau kamu jadi istri aku"


"Tapi aku peduli raff, ini yang aku cemaskan sejak awal kita menjalin hubungan lebih dari seorang sahabat pasti banyak orang yang gak suka dengan hubungan kita apalagi status sosial kita yang sangat jauh berbeda" ucap raya membuat raffael menghentikan mobilnya tiba-tiba


"Peduli se tan sama omongan orang-orang aku cinta sama kamu, aku cuma mau kamu jadi istri aku ray bukan wanita lain" raffael menatap raya agar wanita itu percaya jika raffael tidak pernah main-main dengan ucapannya


"Tapi raff hidup kita gak akan pernah lepas dari pandangan orang-orang kamu siap selalu jadi bahan cemoohan karena nekad nikah sama aku?"


"Apa nikah sama kamu melanggar hukum? Apa nikah sama kamu melakukan suatu dosa besar? Stop peduli dengan omongan orang raya, yang penting itu kebahagiaan kita"


"Tapi aku takut hubungan kita gak akan berjalan lama, aku takut akan banyak cobaan yang datang dalam pernikahan kita nanti"


"kamu belum yakin sama aku? Apa selama ini ucapan aku terdengar main-main? cobaan pasti akan ada dalam setiap pernikahan tidak ada kehidupan yang berjalan mulus tapi semua itu balik lagi ke diri kita sendiri raya gimana cara kita buat ngadepin masalah itu, aku calon imam kamu apapun yang terjadi dalam rumah tangga kita nanti aku akan selalu ada buat kamu dalam keadaan apapun itu" ucap raffael mendekap raya ke dalam pelukannya


"kasih aku kesempatan untuk membahagiakan kamu lebih dari apa yang kamu bayangkan, jangan takut untuk menghadapi apapun selagi aku ada di samping kamu. tugas kamu hanya harus percaya sama aku, selebihnya biar semua menjadi urusan aku"


"kamu beneran cinta sama aku?" tanya raya mendongakan wajahnya menatap raffael


"perlu bukti apa lagi? asal jangan suruh aku terjun ke jurang aja nanti yang bakalan nenin kamu siapa kalau aku gak ada" jawab raffael semakin mengeratkan pelukannya


"i love you raff, so much"


"i love you more naraya anastasia"


raffael menjalankam kembali mobilnya setelah berhasil menenangkan raya bahwa ucapan semua teman-teman raffael tidak berarti apa-apa baginya


raffael hanya ingin raya tetap berada di sampingnya dalam keadaan apapun itu karena bagi raffael dunianya akan terasa hampa jika tanpa raya berada di dalamnya


pukul 22:30 raffael mengantarkan raya hanya sampai teras depan saja karena raffael yakin jika bunda lena dan ayah burhan pasti sudah tidur


raffael langsung pamit kepada raya setelah memberikan ci uman selamat malam kepada sang kekasih, raffael ingin segera merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah dan kepalanya sedikit berdenyut karena kurang istirahat


pagi menjelang raya sudah rapi dengan pakaian formalnya untuk berangkat ke kantor raya memilih mengendarai motornya karena raffael tidak memberi kabar jika dirinya akan menjemput raya pagi ini


raya sengaja memasak terlebih dahulu untuk raffael sebagai bentuk perhatiannya dan ingin menunjukan kepada raffael jika raya memang sudah sepenuhnya membuka hatinya hanya untuk raffael sudah tidak ada lagi nama pria lain di dalam hatinya selain raffael wicaksono


"pagi kak raya, cerah banget mukanya pagi ini" sapa tari


"pagi adek aku yang imut-imut menggemaskan, harus cerah dong secerah matahari pagi ini" sahut raya tersenyum lebar

__ADS_1


"kayaknya udah ada yang baikan nih" sindir tari


"memang siapa yang berantem?" tanya rayap pura-pura tidak mengerti


"kalau udah baikan pura-pura amnesia ya, kemarin aja nyampe pulang cepet karena kesel sama pak bos" sahut tari


"itu kan kemaren beda cerita sama hari ini, ngomong kamu hutang penjelasan sama kakak tar" ucap raya menatap tari tajam


"penjelasan apa kak?" tanya tari


"haris"


tari menggaruk tengkuknya karena merasa malu kepada raya yang sudah menyembunyikan statusnya dengan haris yang sudah resmi berpacaran, bukan tidak ingin memberitahu kepada raya namun tari belum siap jika hubungannya dengan haris di ketahui oleh orang lain karena tari masih belum yakin dengan perasaan haris kalau pria yang sudah cukup matang itu benar-benar tulus mencintainya tari takut jika hubungan keduanya di anggap hanya main-main saja


"kenapa gak cerita? udah gak nganggep kakak lagi?" tanya raya


"aku malu kak, aku juga belum yakin kalau kak Haris bener-bener cinta sama aku, aku takut dia cuma mau mainin aku aja" jawab tari lesu


"kenapa punya pikiran kayak gitu?"


"aku lihat dari sikap kak haris, dia orangnya cuek banget kak gak perhatian sama aku mana kalau ngomong irit banget lagi kesannya kayak yang males gitu deket-deket sama aku"


"kalau dia cuma mau main-main ngapain minta kamu jadi pacarnya lagian haris itu umurnya lebih tua dari raffael pasti gak kepikiran lah buat main-main sama cewek tar dia pasti serius"


"jadi pengennya jadi mainan haris doang gak mau di seriusin gitu?"


"gak gitu juga kali kak, apa iya kak haris mau serius sama aku?"


"coba kamu bicara dari hati ke hati, kalau haris irit ngomong berarti kamu yang harus lebih aktif kalau kalian lagi berdua, obrolin apa aja yang bisa buat kalian semakin deket"


"gitu ya kak, kakak kenapa sih clingak clinguk gitu? nyari siapa?" tanya tari


"raffael kok belum dateng ya tar ini udah hampir jam delapan lho" sahut raya


"coba di telfon"


sesuai intruksi dari tari raya langsung menghubungi raffael panggilan pertama dan kedua masih di abaikan oleh raffael membuat raya sedikit kesal, raya mengirimkan pesan menanyakan dimana keberadaan raffael dan kenapa sampai sekarang belum sampai di kantor


tiga puluh menit berlalu akhirnya raffael menghubungi raya yang sedang fokus pada komputernya,


"***sayang"


^^^"hhmm"^^^

__ADS_1


"kok jutek"


^^^"kamu dimana? kenapa gak ke kantor? kenapa aku telfon gak di jawab dari tadi?" ^^^


"aku sakit yank, kepala aku pusing banget badan aku lemes ini juga baru bangun tidur langsung telfon kamu"


^^^"kok baru bilang sekarang, udah minum obat?" ^^^


"kan baru bangun tidur sayang, obatnya gak ada"


^^^"kamu dimana di rumah atau di apartemen?" ^^^


"di rumah, kenapa?"


^^^"suruh bibi beli obat ke apotik yank, biar sakit nya cepet sembuh" ^^^


"tapi obatnya gak ada di apotik yank"


^^^"terus dimana?" ^^^


"obatnya masih kerja belum bisa dateng kesini buat peluk sama cium aku"


^^^"mesum"^^^


"serius sayang aku gak butuh obat aku butuh kamu, kamu kesini ya temenin aku"


^^^"aku masih kerja" ^^^


"sehabis jam makan siang kesini ya urusan kerjaan biar di handle sama tari aja"


^^^"gak enak yank kerjaan tari juga banyak"'^^^


"nanti aku kasih bonus buat dia"


^^^"bos mah bebas" ^^^


"nanti juga kan kamu bakal jadi istri bos sayang"


^^^"iya... iya***" ^^^


raya langsung menyelesaikan pekerjannya yang memang tidak terlalu menumpuk raya tidak ingin terus merepotkan tari karena harus menghandle pekerjaannya, raya tidak ingin sampai di cap sebagai karyawan yang memanfaatkan statusnya karena berpacaran dengan bos


selagi masih bisa di kerjakan oleh tangannya sendiri raya akan lakukan dan menyelesaikan pekerjaannya sampai tuntas

__ADS_1


__ADS_2