
kini raffael yang di buat kesal setengah mati oleh raya karena dari semalam raya sama sekali tidak bisa di hubungi
meminta bantuan haris pun percuma karena haris tidak bisa memberikan jawaban yang cukup puas untuk dirinya
niat ingin memberikan kejutan kepada raya karena pulang tanpa memberitahu dirinya malah dirinya yang di buat uring-uringan
raffael yang memang sudah sampai di bandara setelah kepulangannya dari kalimantan langsung meminta sopir kantor untuk menjemputnya
raffael terus mengotak-atik ponselnya berharap raya akan segera membalas pesan darinya namun nihil sampai saat ini ponsel raya masih belum bisa di hubungi
brugh
tiba-tiba ada seseorang yang tanpa sengaja menubruk tubuh raffael yang memang sedang tidak fokus pada jalanan
"maaf saya tidak sengaja" ucap orang itu
"gak apa-apa saya yang salah" sahut raffael tanpa menoleh ke orang itu
"lho raffael kamu disini" seru orang itu membuat raffael langsung menatapnya
"angel" gumam raffael
"kamu dari mana? aku kangen lho sama kamu" tanpa di duga angel langsung memeluk erat raffael
"apa-apaan sih gak usah peluk-peluk bisa kali" ucap raffael menepiskan tangan angel yang menempel di pinggang nya
"kamu kenapa sih selalu saja jutek kalau kita ketemu, katanya temen tapi kok gitu"
"kalau temen gak ada acara peluk-pelukan ya kalau ketemu, udah ya gue duluan calon istri gue udah nunggu"
"what? calon istri?" gumam angel tidak percaya
"gak mungkin, gak mungkin secepat itu raffael punya cewek baru pasti dia bohong sama gue"
angel terus menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha untuk tidak percaya bahwa raffael saat ini benar-benar sudah memiliki calon istri, diam-diam angel mengikuti kemana raffael pergi
angel terus mengikuti mobil yang membawa raffael namun sayangnya raffael terlalu jeli untuk mengetahui bahwa ada seseorang yang tengah mengikutinya
"mau macem-macem lo sama gue" gumam raffael menatap ke arah mobil yang dikendarai angel
"pak tolong berhenti sebentar ya" ucap raffael kepada sang sopir
"disini den?" tanya pak sopir heran karena melihat jalanan sepi yang mereka lewati
"iya pak, saya ada urusan sebentar"
__ADS_1
"baiklah, hati-hati den"
"iya pak jangan khawatir"
angel ikut menghentikan mobilnya dengan jarak tak terlalu jauh dari mobil raffael terpangkir
angel mengerutkan keningnya kenapa tiba-tiba raffael berhenti di tempat sepi seperti ini
raffael yang awalnya tidak akan menanggapi keberadaan angel namun akhirnya memilih untuk menghampiri angel berharap wanita itu tidak akan lagi mengikuti dirinya
selama ini raffael sudah cukup jengah dengan tingkah angel yang membuatnya pusing
raffael sudah tidak ingin lagi ada sedikitpun hama yang akan mengganggu hubungannya dengan raya
"turun lo" titah raffael
angel kaget karena raffael tiba-tiba menghampiri dirinya, angel pikir rencananya akan berhasil namun ternyata raffael cukup cerdik untuk membaca gerak-geriknya
"turun atau gue pecahin kaca mobil lo" titah raffael karena angel masih diam saja di dalam mobil
"ngapain lo ngikutin gue hah?" tanya raffael ketika angel sudah keluar dari mobilnya
"siapa juga yang ngikutin kamu, gak usah kepedean aku lagi janjian sama seseorang disini" elak angel
"diii...diaa......" ucap angel gugup
"gak bisa jawab kan lo? gue tekenin lagi sama lo ya apapun niat lo ngikutin gue please jangan ganggu hidup gue lagi, lo bisa lanjutin hidup lo lagi tanpa harus repot-repot ngurusin hidup gue... gue gak nyaman terus di ikutin terus sama lo" ucap raffael tegas
"tapi raff"
"tapi apa? nyokap gue lagi yang bakal lo jadiin alesan hah?
nyokap gue udah tahu kalau udah lama gue mutusin perjodohan kita, dan satu lagi berhenti buat ngehasut nyokap gue dengan omong kosong lo, gue muak sama semua tingkah lo yang udah kayak orang sakit jiwa"
setelah berbicara yang cukup membuat angel kecewa raffael segera meninggalkan angel tanpa peduli lagi dengan wanita itu
seperti menadapat pelampiasan atas kekesalannya raffael seolah menumpahkan semua rasa kesalnya kepada angel
setelah berjalan cukup jauh raffael berusaha untuk menormalkan keadaan hatinya
raffael meminta agar sopir keluarganya pulang terlebih dahulu karena raffael ingin menemui raya terlebih dahulu
setelah memberikan ongkos untuk memesan taksi online kepada sopir keluarganya raffael langsung melajukan mobilnya menuju rumah raya tak lupa raffael membeli satu buket bungan mawar untuk raya yang sedang merajuk
raffael sampai di rumah raya hampir petang karena jalanan yang sedikit macet karena berbarengan dengan jam pulang kantor
__ADS_1
"assalamuaikum" ucap raffael ketika sampai di rumah raya
"wa'alikum salam, nak raffael katanya lagi di kalimantan" ucap bunda lena
"ini baru pulang bun langsung kesini, bunda sehat?" tanya raffael sembari mencium punggung tangan bunda lena
"alhmdulilah bunda sehat, ayok masuk" ajak bunda lena
"raya ada bun? dari semalem aku hubungin dia gak bisa terus nomornya gak aktif, dia lagi marah kayaknya sama aku bun"
"raya di kamar sejak pulang kantor tadi siang dia gak keluar lagi, udah dua hari terakhir ini dia uring-uringan gak jelas, pusing bunda liatnya"
"aku ijin masuk kamar raya boleh bun? raya gak tahu kalau aku pulang hari ini sekalian bujuk dia juga biar gak ngambek lagi"
"iya tapi pintunya jangan di tutup ya biarin kebuka aja"
"makasih bunda"
senyum terus terkembang di bibirnya raffael berjalan menuju kamar raya yang kebetulan tidak di kunci
raffael melihat raya yang sedang tiduran di atas ranjang sambil memainkan ponselnya, raffael mengernyitkan keningnya kenapa raya bisa memainkan ponselnya sedangkan nomornya tidak bisa di hubungi
raffael mendekat ke arah raya dengan sedikit berjinjit agar raya tidak mengetahui keberadaan raffael di dalam kamarnya
"asik bener main handphone nya neng sampai lupa sama pacar sendiri" ucap raffael membuat raya langsung menoleh ke arah sumber suara
raya menatap raffael dengan tatapan penuh kekesalan alih-alih mendapatkan pelukan kerinduan karena sudah tiga hari mereka tidak bertemu namun malah di suguhkan wajah raya yang begitu masam, membuat raffael sedikit kecewa
"ngapain kesini?" tanya raya langsung duduk di atas ranjangnya
"mau ketemu pacar aku lah, mau ngapain lagi" jawab raffael duduk di samping raya dengan senyuman manisnya
"aku minta maaf ya selama disana jarang ngabarin kamu" ucap raffael lagi seraya menyerahkan buket bunga mawar yang sudah dia siapkan
"gak apa-apa, udah biasa gak di anggep kok" sahut raya ketus
"jangan marah dong, aku langsung kesini lho sepulang dari kalimantan kamu gak kangen sama aku"
"apa hak aku marah sama kamu, mau langsung kesini apa engga juga itu hak kamu"
"sayang liat aku kalau lagi ngomong" rengek raffael
"males"
"tuh kan marah"
__ADS_1