Broken Wedding

Broken Wedding
81


__ADS_3

inilah yang raya takutkan hubungannya belum terpublikasikan saja sudah ada yang menggunjing tentang statusnya yang seorang janda apalagi jika seluruh karyawan kantor sampai tahu jika raya dan raffael telah resmi berpacaran pasti makin banyak lagi hinaan dan makian yang akan raya dapatkan lebih pedas lagi dari ini


tari yang sudah memperhatikan raya sejak masuk ke dalam ruangannya merasa ada sesuatu yang tengah mengganggu pikiran raya perlahan tari berjalan mendekati raya mencoba mencari tahu apa yang sedang raya alami saat ini


"kak...." panggil tari mennggenggam erat tangan raya yang terasa sangat dingin


"ya Allah tari sampai kaget" kaget raya mengusap dada nya


"ada sesuatu yang mau kakak ceritain sama aku?" pancing tari


raya menghela nafas kasar memang sangat sulit menyembunyikan apa yang sedang dia rasakan dari bocah bernama tari yang sialnya selalu tahu apa yang raya rasakan tanpa raya memberitahunya


"emang status janda itu sangat memalukan ya?" tanya raya lirih


"siapa yang ngomong kayak gitu?" tari bertanya balik


"aku hanya berasumsi saja siapa tahu ada orang yang menganggap kayak gitu" elak raya


"jangan bohong kak, aku tahu kakak pasti lagi mikirin tentang omongan seseorang yang cukup menyentil hati kakak kan?"


"kenapa adek jadian-jadian aku ini cerdas banget sih" gemas raya menjawil dagu lancip tari


"makanya bilang kak, aku gak akan berhenti ngomong kalau kakak belum jujur" keujeuh tari


akhirnya raya menceritakan tentang perdebatannya dengan salma sebelum masuk ke dalam ruangannya


raya yang sudah menumbuhkan kembali rasa percaya dirinya sekarang mulai terkikis lagi karena celotehan salma yang cukup membuat dirinya insecure


"kakak insecure?" tanya tari


"mungkin" jawab raya tak acuh


"menjadi seorang janda itu bukan suatu kesalahan kak, tidak ada seorangpun di dunia ini yang ingin menikah lebih dari sekali dalam hidupnya termasuk kakak kan? tapi kalau Allah udah menggariskan jodoh kakak bukan bersama kak eza mau gimana lagi semua sudah jalannya kak kita hanya perlu menjalaninya dengan lapang


maaf ya kak bukan aku sok dewasa dan sok nasehatin kakak tapi percaya deh kebahagiaan kakak bukan di tentuin oleh orang lain kak, tidak ada yang perlu di takutkan dengan status seorang janda kak" ucap tari panjang lebar


"tapi tari mental kakak gak sekuat itu"

__ADS_1


"coba berdamai dengan kenyataan kak, aku yakin kakak akan lebih ikhlas menjalani semuanya mau seluruh dunia mencemooh kakak karena status kakak yang seorang janda tapi jika kakak merasa status kakak saat ini tidak merugikan orang lain kenapa harus dengerin omongan orang-orang? kak raya wanita hebat, wanita luar biasa yang pernah aku kenal... jangan pernah denger ucapan orang lain yang bikin kakak minder percaya deh orang yang hina kakak itu sebenarnya iri sama apa yang kakak punya"


"kamu kenapa bisa dewasa banget sih? kayak udah punya pengalaman jauh banget, kenapa hm?"


"kakak lupa aku di besarkan oleh keluarga broken home? aku sering denger tetangga pada ngomongin mama, hina mama ngata-ngatain mama dengan omongan yang bikin kuping aku pengang tapi kakak tahu mama gak pernah nanggepin apapun omongan orang-orang tentang dirinya, mama selalu ngomong selagi hidup mama berada dalam jalur yang benar dan tidak merugikan orang lain apa yang harus di takutkan? yang membuat kita bahagia hanya diri kita sendiri bukan orang lain"


ucapan tari membuat raya seketika bungkam ternyata seorang astari yang raya kenal sebagai remaja yang ceria dan mandiri memiliki cerita kehidupan yang cukup dramatis mungkin itu yang membuat tari mempunyai pikiran yang lebih dewasa dari usianya sekarang


raya sampai malu kenapa dirinya yang memiliki usia terpaut cukup jauh dengan tari memiliki pemikiran yang sangat dangkal dan cenderung bo doh selalu bisa terpengaruh dengan ucapan-ucapan orang lain yang membuat dirinya merasa menjadi manusia paling rendah di muka bumi ini


mungkin mulai saat ini raya harus belajar banyak dari tari tentang bagaimana menghadapi kehidupannya yang cukup pelik


"kayaknya kakak harus banyak-banyaj berguru sama kamu tar" ucap raya serius


"bukan berguru tapi pikiran kakak yang harus terbuka jangan terpaku pada masa lalu, ikhlaskan yang udah pergi sambut apapun itu yang datang untuk merubah kakak di masa depan, kunci utamanya adalah ikhlas" sahut tari bijak


"baik mama dedeh" goda teri terkikik


"ish di kira aku lagi ceramah apa" tari mencebikan bibirnya


"emang kakak belum sepenuhnya move on dari kak eza? terus pak raffael gimana? kakak jadiin pelampiasan doang?" bisik tari agar tidak terdengar oleh orang lain


"ya gak gitu juga tari, kamu pikir aja kakak cerai dari eza baru delapan bulan gak segampang itu ngilangin rasa yang pernah hadir di hati kakak buat dia... butuh proses lah" sahut raya tak kalah berbisik


"aku kasih saran boleh?"


"apa?"


"inget-inget semua rasa sakit yang udah kak eza kasih ke kakak aku yakin kakak dengan cepat bakal lupain semuanya"


"disini tempat untuk kerja bukan untuk santai-santai apalagi ghibahin orang" sentak haris yang tiba-tiba muncul di ruangan khusus divisi raya dan team nya


raya dan tari langsung tersentak karena menjadi tersangka utama yang di maksud oleh sang asisten ceo itu


haris yang awalnya ingin sekedar melihat tari untuk mengawali paginya namun kenyataannya malah melihat sang pujaan hati sedang berbisik-bisik sambil cekikikan dengan kekasih bosnya sendiri tentu saja hal itu membuat haris kesal karena sudah berulang kali haris mengatakan jika sedang di dalam ruangan tidak di perbolehkan untuk mengobrol namun pacar bocilnya itu masih saja keras kepala


"astari pramudia ikut ke ruangan saya" titah haris dengan nada sedikit membentak

__ADS_1


"saya doang pak? kak raya engga?" tanya tari balik


"telinga kamu masih berfungsi dengan baik bukan?"


"ya baiklah"


"hati-hati tar singa jantan tanduknya lagi keluar.... rawwwrrrr" bisik raya memeragakan tangannya seperti seekor singa mencakar mangsanya


"uuwwhh aku takut" ledek tari dengan tawa tengilnya


"ASTARI CEPAAATTT" teriak haris


tari langsung berlari mengimbangi langkah haris yang baru seminggu ini resmi berstatus sebagai pacarnya


tari mencoba memberikan senyuman termanisnya kepada haris saat mereka sudah sampai di ruangan haris namun apa yang tari lakukan sia-sia haris sama sekali tidak terpengaruh dengan senyuman maut tari


"kamu tahu apa kesalahan kamu pagi ini?" tanya haris dengan wajah datarnya


"iyaa pak" jawab tari menundukan kepalanya


"kenapa ngeyel? bukannya sudah saya bilang berulang kali di larang mengobrol di luar urusan pekerjaan jika sudah di dalam ruangan" ucap haris menatap tari tajam


"maaf pak"


"lihat saya kalau sedang bicara" titah haris membuat tari langsung mendongak dengan senyuman khasnya


"jangan macam-macam kecuali kalau sudah bosan kerja disini" haris menarik hidung tari yang tidak terlalu mancung itu


"aawwwww sakit tahu... jahat" cebik tari mengusap hidungnya yang sudah memerah


"makanya jangan bandel" ucap haris berjalan mendekati tari yang masih berdiri di hadapan meja kerjanya


"udah minta maaf juga, masih aja ngomel-ngomel" gerutu tari


"kenapa tadi pagi berangkat sendiri? udah aku bilang aku akan jemput kenapa bandel?" lagi-lagi haris mencubit gemas hidung tari


"aku kesel sama kamu aarrghhh" geram tari mengepalkan kedua tangannya tepat di depan wajah haris yang kaku seperti kanebo kering

__ADS_1


__ADS_2