Broken Wedding

Broken Wedding
65


__ADS_3

"ray bangun udah siang woy kerja... kerja" teriak raffael menggedor pintu kamar yang di tempati raya


"apa sih raff berisik banget, gue udah bangun dari tadi kali" protes raya saat membuka pintu kamar


"kenapa gak keluar kamar kalau udah bangu"


"gue gak ada baju raffael, lo mau gue keluar kamar cuman oake handuk doang hah?"


"ya gak apa-apa lagian gue gak bakalan tertarik sama lo"


"yakin?"


"yakin lah, ayok buruan siap-siap.kita berangkat ke kantor lima belas menit lagi"


"lo gila gue ke kantor mau pake apaan?"


"nih pake"


raffael menyodorkan satu buah paper bag berisi satu set pakaian kerja untuk raya


raya heran kenapa raffael bisa mendapatkan baju serta da la man yang ukurannya sanalhat pas dengan yang biasa raya kenakan


raya segera memakai pakaiannya karena teriakan raffael terus menggangu pendengarannya


setelah selesai raya keluar tanpa memoles wajahnya dengan make up karena saat di bawa ke apartemen raya tidak membawa apapun bahkan tas nya saja dia lupa menyimpannya dimana


"ray kok lo agak pucat sih, sakit?" tanya raffael


"gue gak pake make up makanya pucet" jawab raya


"tapi biasanya gak sampai pucet gitu"


"udah gue gak apa-apa, ngomong-ngomong lo kok bida dapet baju yang pas sama ukuran gue?"


"gue nyuruh sashi beli buat lo"


"serius? sashi kan kuliah"


"gue paksa, ayok buruan sarapan ngoceh mulu lo"


"iya, tas gue dimana ya raff lo liat gak?"


"mana gue tahu"


"ih serius gue, semuanya ada di dalam tas gue dompet sama hape juga"


"nanti kita cari sekarang sarapan dulu keburu telat ray"

__ADS_1


raya memasukan nasi goreng yang entah di masak oleh siapa ke dalam mulutnya yang tak berhenti ngoceh sejak tadi, raffael menatap raya tanpa berkedip seperti ada sesuatu yang ingin raffael bicarakan namun suara ponsel miliknya membuyarkan niatnya


raffaek segera menjawab panggilan telfon itu saat melihat sang ayah yang menghubunginya


"hallo pi"


^^^"kamu dimana fael? cepat pulang mami pingsan"'^^^


"ya Tuhan fael pulang sekarang"


raffael memasukan kembali ponselnya ke dalam saku jas miliknya


raffael bergegas untuk segera pergi tanpa sadar jika raya juga masih berada di hadapannya


"mau kemana? kok buru-buru?" tanya raya


"ray sorry lo berangkat ke kantor pake taksi dulu ya"


"gue gak ada duit raff"


raffael menepuk keningnya karena tidak lupa jika tas raya dia simpan di dalam mobilnya, untuk melancarkan niatnya raffael pura-pura tidak tahu dimana tas raya berada dan memberikan beberapa lembar uang berwarna merah kepada raya


"segitu cukup kan? nanti pulang gue jemput lagi"


"cukup banget, thank's ya"


raffael meninggalkan raya yang masih memakan nasi goreng di dalam piringnya dengan lahap, mengingat sashi raya jadi berpikir ingin melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda


dulu raya memang sempat kuliah namun sayangnya harus terpaksa berhenti karena masalah biaya, raya harus rela berhenti karena karena wakti itu sang kakak ter je rat ke dalam kasus nar ko ba untuk pertama kalimya dan mengharuskan ayah burhan dan bunda lena memberikan sejumlah uang tebusan agar rezky bisa kembali bebas dan tentu saja jumlah yang di minta tidak main-main makanya raya mengalah dan memilih untuk bekerja dan membantu perekonomian keluarganya namun selang beberapa sejak kejadian itu rezky kembali ter tang kap dengan kasus yang sama dan vonis yang lebih berat, ayah burhan dan bunda lena sudah pasrah seberat apapun vonis yang di berikan kepada rezky mau tidak mau rezky harus menjalaninya karena untuk menebus dengan uang pun ayah burhan dan bunda lena sudah tidak sanggup


raya segera berangkat ke kantor setelah menyelesaikan sarapannya, raya berjalan untuk mencari taksi atau tukang ojeg karena tas beserta ponsel masih belum di temukan terpaksa raya harus sedikit berjalan untuk mendapatkan kendaraan


"raya lo kok disini? ngapain?" seru andi yang tiba-tiba berada di hadapan raya


"andi lo disini?" tanya raya


"abis nganter ponakan sekarang mau berangkat kerja, lo ngapain disini? gak kerja?"


"ini lagi nyari taksi atau tukang ojeg ndi tapi susah banget dari tadi gak ada yang lewat"


"kenapa gak order lewat aplikasi aja"


"handphone gue ilang"


"ya udah bareng gue aja"


memang hari ini keberuntungan sedang berpihak kepada raya mulai dari mendapatkan baju gratis, uang cukup banyak dari raffael dan tumpangan untuk berangkat ke kantor

__ADS_1


setelah berterima kasih dan berbincang sebentar dengan andi, raya segera masuk ke dalam kantor untuk memulai pekerjaannya hari ini


namun sebelum masuk ke dalam ruangannya raya sudah di panggil oleh salma untuk menghadap haris ke ruangannya sekarang juga


"ada apa ya kak pagi-pagi udah di panggil ke ruangan pak haris?" tanya raya penasaran


"mana gue tahu, buruan sana samperin makanya jadi karyawan jangan banyak ulah" jawab salma ketus


"ulah apaan orang gue gak bikin masalah apapun" geurutu raya berjalan menuju ruangan pak haris


*tok


tok


tok*


"masuk" seru pak haris dari dalam ruangan


"ada apa pak?" tanya raya saat sudah berada di dalam ruangan


"duduk dulu ray" titah pak haris


raya memandang heran ke arah pak haris karena pagi ini wajah pak haris terlihat lebih bersahabat tidak seperti hari-hari sebelumnya yang terlihat datar dan dingin


"kamu tahu Royale hotel kan?" tanya pak haris


"tahu pak" jawab raya


"malam pergantian tahun nanti ceo dari hotel itu meminta kamu untuk mengisi acara di sana, gimana kamu mau gak?"


"kok bisa sih pak, saya kan bukan siapa-siapa kok di minta buat isi acara"


"kemaren pak satya ceo hotel itu melihat penampilan kamu saat event dinkantor kita, dia tertarik dengan suara kamu katanya. gimana mau gak? fee nya gede lho ray"


"menurut bapak gimana?


"kok malah tanya saya, ya jelas kalau saya yang di tawari pasti mau lah raya"


"saya pikir-pikir dulu deh ya, masih ada waktu kan pak?"


"banyak gaya kamu, saya tunggu kabarnya sampai besok dan ingat jangan bikin saya terutama raffael malu karena penolakan kamu yang tidak beralasan"


"baik pak"


raya segera keluar dari ruangan pak haris ingin sehera menemui tari untuk meminta pendapatnya namun sayang hari ini tari tidak masuk kerja


raya merenung seorang diri di ruangannya jujur saja raya cukup tidak percaya diri jika harus bernyanyi di hadapan lebih banyak orang lagi waktu acara event saja dia terpaksa karena harus bertanggung jawab atas pekerjaannya tapi sekarang dia di pinta untuk menjadi pengisi acara sudah seperti artis papan atas saja batinnya

__ADS_1


"apa gue bisa ya? tapi kalau bayarannya cukup gede lumayan kan buat daftar kuliah"


__ADS_2