Broken Wedding

Broken Wedding
36


__ADS_3

sekuat tenaga raya menahan air matanya agar tidak terjatuh, raya tidak ingin sampai permasalahan rumah tangganya bersama eza di ketahui oleh sang kakak


masalah yang sedang di hadapi rezky pun bukan masalah kecil raya tidak ingin menambah beban kakak kesayangannya raya menghela nafas panjang untuk


"raya kamu masih disana kan?"


^^^"ii...iya kak raya masih disini"^^^


"eza gak macem-macem sama kamu kan ray?"


^^^"eza baik kak, kakak jangan khawatir... oh ya nanti raya sama ayah bunda mau nengokin kakak kesana"^^^


"oh ya... kapan?"


^^^"habis tahun baru kayaknya kak"^^^


"ya sudah kamu jaga kesehatan ya titip ayah sama bunda kakak gak bisa nelfon lama-lama"


^^^"pasti kak, kakak juga harus jaga kesehatan jangan sakit... cepet pulang ya kak kita semua rindu sama kakak"^^^


rezky langsung mematikan panggilan telfonnya, rezky tidak bisa mendengar adiknya menangid karena merindukannya sungguh itu adalah hal paling menyakitkan dalam hidupnya mendengar anggota keluarganya menangis karenanya apalagi raya adalah adik kesayangan rezky sejak kecil rezky selalu memanjakan raya


sementara raya terus menangis dada rasanya terasa sangat sesak karena merindukan sang kakak seandainya waktu bisa di putar dengan cepat raya ingin melakukan itu, raya ingin agar kakaknya cepat pulang dan berkumpul kembali bersama keluarga besar mereka


rezky pradana kakak kedua raya yang saat ini sedang terjerat kasus narkoba, rezky di tahan sejak dua tahun lalu karena di temukan sedang transaksi jual beli barang haram tersebut bukan hanya sebagai pengedar rezky pun ternyata seorang pecandu narkoba berjenis shabu sehingga rezky di kenakan pasal berlapis dan di vonis 10 tahun penjara bukan hal mudah bagi ayah burhan dan bunda lena menerima kenyataan jika anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga terjerat kasus yang cukup serius bahkan bunda lena dan ayah burhan sempat mengalami penurunan kesehatan karena masalah ini namun seiring berjalannya waktu bunda lena dan ayah burhan mulai bisa menerima kenyataan itu mereka hanya bisa berdoa agar rezky bisa segera pulang, berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi nanti dan menjauhi barang haram itu


"raya kangen kak, kangen banget" lirih raya terisak


dari kejauhan raffael yang sejak tadi memperhatikan raya berusaha untuk menahan dirinya untuk tidak menghampiri raya meskipun raffael sudah sangat ingin memeluk raya membawa wanita yang sangat dia cintai itu ke dalam dekapannya


sudah seminggu ini raffael sengaja menghindari raya, raffael kecewa dengan ucapan raya yang tidak ingin dia mencampuri urusan pribadinya terlalu dalam raffael cukup sadar diri akan hal itu, raffael ingin memberikan ruang kepada raya untuk berpikir jika apa yang raffael katakan itu adalah benar dan raya terlalu bo doh untuk terus bertahan dengan kesakitan yang tak berujung


"maafin gue ray, semoga lo cepet sadar kalau eza bukan cowok yang tepat buat lo pertahanin" gumam raffael menatap raya sendu

__ADS_1


jam pulang kantor pun tiba raya segera membereskan meja kerjanya dan segera menuju parkiran karena eza akan menjemputnya, jika dulu raya sangat senang jika eza akan menjemputnya saat pulang kerja berbeda dengan sekarang perasaan raya begitu hambar saat raya mengabari dirinya akan menjemput raya saat pulang kerja entah karena luka yang di goreskan eza sudah terlalu dalam atau mungkin rasa cinta raya untuk eza perlahan sudah terkikis


saat raya tiba di parkiran dia baru teringat kalau raya sudah berjanji akan pulang bersama tari, raya mengambil ponselnya dari dalam tas slempang miliknya namun sayang saat ingin menghubungi tari ponsel raya ternyata mati karena kehabisan baterai, raya lupa untuk mengisi baterai ponselnya saat di kantor tadi


"aku pinjem ponsel kamu dong buat hubungin tari, takut dia nungguin aku kasian" ucap raya saat sudah bertemu dengan eza


"ponsel aku juga habis baterai lupa gak di charge tadi" sahut eza


"hhmmm ya udah" wajah raya berubah sendu


beberapa detik kemudian tanpa di duga ponsel eza berbunyi sangat nyaring membuat raya melotot ke arahnya, eza sudah berbohong kepada raya dengan mengatakan kalau ponselnya juga mati, raya benar-benar merasa di bodohi oleh suaminya


"bang sat" umpat raya meninggalkan eza sendirian tempat parkir


"ray tunggu, aku bisa jelasin" eza mengejar raya dan meninggalkan motornya di parkiran


"jangan buat aku merasa asing dengan suami aku sendiri za" ucap raya membuat hati eza tertohok


"aku pikir tadi ponsel aku juga mati tapi ternyata engga" elak eza


"raya" teriak eza melihat raya berlari menjauh darinya


eza kembali ke parkiran untuk mengambil motornya, eza ingin mengejar raya dan menjelaskan semuanya meskipun Eza tahu bahwa apapun penjelasan yang akan eza berikan tidak akan membuat raya percaya, ez memang sengaja tidak memberikan ponselnya saat raya meminjamnya eza takut raya mengecek isi chat di dalam ponselnya yang belum sempat dia hapus tapi ternyata bukannya selamat dari masalah malah menambah masalah semakin rumit


"sial" umpat eza karena tidak menemukan keberadaan raya


raya pergi menuju cafe fahmi di antar oleh tari, raya bernafas lega karena eza tidak berhasil mengejarnya


raya mengajak tari untuk mampir ke cafe fahmi namun tari menolak karena masoh ada urusan yang lain


terpaksa raya nongkrong di cafe fahmi seorang diri karena raya tahu kalau jam segini teman-temannya pasti masi sibuk dengan urusan mereka masing-masing


"tumben lo kesini jam segini" ucap fahmi menghampiri raya

__ADS_1


"lagi kangen aja sama lo" sahut raya menaik turunkan alisnya


"ba cot" umpat fahmi membuat raya tertawa puas


"mi hot cappucinno dong satu" pinta raya


"sekalian sama rokoknya gak? goda fahmi


"ba cot" raya dan fahmi sama- sama tergelak


fahmi merasa ada sesuatu yang sedang terjadi dengan raya namun fahmi menunggu pekerjaannya selesai terlebih dahulu untuk menanyakan itu kepada raya


raya duduk di pojokan seorang diri matanya memandang lurus ke arah jalanan sembari menunggu pesanannya yang belum kunjung datang raya memikirkan hubungannya dengan eza yang semakin hari semakin rumit saja, sejenak raya berpikir apakah raya menyerah saja? tapi untuk menjadi janda di usia muda rasanya raya belum siap


"kenapa lo kesini sendirian? eza mana?" tanya fahmi membawa minuman pesanan raya


"gue tinggal di parkiran" jawab raya jujur


"kok bisa? lo ribut lagi sama dia?" tanya fahmi lagi


"gak ada hari tanpa ribut di antar gue dan eza sekarang mi, rasanya hubungan gue sama eza semakin hambar" curhat raya kepada fahmi


"apa masalahnya?" tanya fahmi pura-pura tidak tahu


"jangan belaga gak tahu deh gue yakin eza udah cerita semuanya sama lo"


fahmi menghela nafas panjang raya memang bukan wanita yang pandai berbasa-basi


"lo yakin bakalan terus bertahan ray?" tanya fahmi membuat raya menggelengkan kepalanya


"dengerin gue ray, dulu krisdayanti sama anang hermansyah aja bisa cerai meskipun usia pernikahan udah sepuluh tahun apalagi lo yang baru seumur jagung, wake up raya wake up"


"tapi semuanya gak semudah membalikan telapak tangan mi, jalan hidup setiap orang kan beda-beda gak bisa di samain lah apalagi itu artis"

__ADS_1


"setidaknya lo jadiian hubungan mereka cerminan buat hubungan lo sama eza, bertahan jika terus disakitin buat apa? tekanan batin ray"


__ADS_2