Broken Wedding

Broken Wedding
78


__ADS_3

"sendirian aja neng" sapa raffael ketika sudah berada di belakang raya membuat raya membalikan badannya menoleh ke sumber suara


"kok diem aja lagi sariawan ya" lanjut raffael karena raya sama sekali tidak menimpali ucapannya


"ray lo gak kangen apa sama gue kok cuek-cuek aja udah dua minggu lho kita gak ketemu" ucap raffael lagi membuat raya semakin jengah mendengarnya


"re, sash gue balik duluan ya... semuanya udah gue bayar" ucap raya beringsut tanpa memperdulikan keberadaan raffael


raya berjalan tanpa memperdulikan teriakan raffael yang berulang kali memanggil namanya, raffael melirik ke arah tere dan sashi melongo melihat tingkah raya yang seperti anak kecil


tere menyuruh raffael untuk segera menyusul raya sebelum semuanya bertambah runyam dan raya semakin salah paham


"ray tungguin gue dong" teriak raffael sedikit berlari mengejar raya


"lo kenapa sih? gue salah apa sama lo?" raffael menahan tangan raya agar berhenti berjalan


"apa sih gue mau pulang" ketus raya menepiskan genggaman tangan raffael


"pulang bareng gue" raffael menarik tangan raya membawa raya menuju dimana mobilnya terparkir


"gue bisa pulang sendiri" tolak raya melepaskan genggaman tangan raffael dan berjalan semakin cepat


"gue gak terima penolakan" paksa raffael menggendong tubuh raya menuju mobilnya berada


raya berontak mencoba untuk turun dari gendongan raffael namun jelas saja raya kalah tenaga dengan raffael yang menggendongnya begitu kuat


raffael mendudukan tubuh raya di kursi penumpang saat sudah berada di parkiran


raya sendiri tidak mengerti dengan perasaannya saat ini, entah mengapa dia merasa sangat kesal dan tidak suka melihat raffael jalan bersama wanita lain padahal hanya sebatas jalan bersama dan bergandengan tangan bukan berpelukan apalagi ber ciu man


berulang kali raya menepis rasa aneh yang mulai menjalar ke setiap ruang hatinya, apa secepat ini raya membuka hatinya untuk pria lain? apa memang rasa cintanya kepada eza tidak sedalam yang dia pikir selama ini


memikirkan semuanya membuat kepala raya sedikit berdenyut


"lo gak apa-apa kan? kok ngelamun sih" tanya raffael yang sudah mulai melajukan mobilnya


"ngapain lo ajak gue pulang bareng, nanti cewek lo ngamuk" jawab raya mengalihkan pembicaraan


"cewek?" ulang raffael


"tadi lo bareng cewek lo kan? pake gandengan tangan segala apalagi namanya kalau bukan pacaran" sewot raya membuat raffael menyunggingkan ujung bibirnya


"dia bukan cewek gue" ucap raffael

__ADS_1


"gue gak percaya"


"kenapa?"


"tau akh"


raffael semakin menyunggingkan senyumnya melihat raya seperti sedang merajuk kepadanya raffael semakin yakin jika kali ini raya benar-benar sedang di landa rasa cemburu


raffael membawa raya pulang ke apartemennya bukan mengantarkannya pulang ke rumah bunda lena tentu saja hal itu membuat raya semakin kesal


"gue mau pulang ke rumah bunda bukan ke apartemen lo" protes raya masih terdengar sangat ketus


"ikut bentar, janji gak akan macem-macem" sahut raffael


"siapa juga yang mikir macem-macem, percaya diri banget lo"


"jangan marah-marah mulu dong sayang nanti gue cium bibir lo"


"jangan manggil gue sayang geli gue dengernya" umpat raya membuat raffael tertawa


sementara tere dan sashi yang hendak pulang tidak sengaja bertemu dengan eza dan dini


tere yang memang mempunyai sifat julid langsung menghampiri pasangan menjijikan yang baru saja menikah itu


"hai za" sapa tere sinis


"seperti yang lo liat, by the way ini istri baru lo?" tanya sashi menunjuk dini dengan tatapan meremehkan


"iya kenalin gue dini istri eza" dini mengulurkan tangannya bangga


"gue tere dan ini sashi sahabat dari mantan istri eza yang udah kalian dzolimi" tere menyambut uluran tangan dini dengan tatapan sinisnya


"maksud lo apa ngomong kayak gitu?" tanya eza sedikit menyentak


"ops soryy gue lupa kalau yang namanya ib lis gak akan ngaku kalau dirinya ib lis, penampilan aja sok alim dan sok polos tapi kelakuan bikin istighfar" ucap tere blak-blakan


"re jaga ucapan lo" geram eza


"jangan merasa senang dulu za, inget karma itu pasti datang siap-siap aja buat nerima kehancuran lo berdua dan asal lo berdua tahu hidup raya saat ini jauh lebih bahagia tanpa ada kalian di hidup raya, cabut re lama-lama gue mual liat muka tuh cewek yang sok alim"


sashi menarik tangan tere untuk segera pergi dari hadapan eza dan dini


sedangkan dini yang tidak terima dengan ucapan tere dan sashi merasa harga dirinya di rendahkan di hadapan umum apalagi eza tidak ada niatan sama sekali untuk membela dirinya

__ADS_1


"kamu kenapa gak belain aku di hadapan mereka berdua?" sentak dini


"kamu bukan anak kecil lagi kan? bisa kan buat lindungin diri sendiri ngapain harus minta di lindungin sama aku" sahut eza tak kalah menyentak


"kamu itu suami aku za ?udah seharusnya kamu melindungi kalau ada orang yang menghina aku tapi kok ini malah cuek-cuek aja sih"


"yang tere dan sashi omongin emang bener kok ngapain aku nyangkal omongan mereka"


"eza kamu keterlaluan"


"terserah, gue pusing"


begitulah kehidupan eza dan dini tidak pernah ada kedamaian sedikit saja di dalam rumah tangga mereka selalu ada saja hal kecil yang membuat mereka bertengkar


sifat eza yang egois dan tempramental sedangkan dini yang keras kepala, dua sifat yang sulit untuk di satukan dan sulit untuk mengalah satu sama lain


raffael langsung mengajak raya masuk ke dalam kamarnya ketika mereka sampai di unit apartemen milik raffael


berulang kali raya meronta ingin segera pulang namun raffael seakan menulikan telinganya dengan semua rengekan raya


raffael mengajak raya ke arah balkon membuat raya semakin tidak mengerti apa yang akan di lakukan oleh raffael


"lo mau ngapain sih raff? gue mau pulang" protes raya


"naraya anastasia" ucap raffael menggenggam kedua tangan raya dan menatapnya begitu dalam


"jangan liatin gue kayak gitu"


"sampai kapan lo bakalan terus ngelak tentang perasaan lo ke gue?"


"apaan sih lo"


"untuk yang kesekian kalinya gue ngomong gue cinta sama lo ray gue mau jadiin lo satu-satunya wanita dalam hidup gue, lo mau kan nikah sama gue ray?"


"jangan gila lo"


"gue gak peduli kalau memang harus jadi gila karena lo? yang gue mau cuman lo, please ray lihat ketulusan gue"


"apa sih yang lo harepin dari seorang janda kaya gue raff? gue gak pantes buat lo, lo terlahir dari keluarga yang kaya raya sedangkan gue? buat biaya kuliah aja gue harus banting tulang raff.... lo dan gue udah kayak bumi sama langit jauh banget"


"gue gak peduli raya, yang gue mau cuman lo gak ada yang lain"


"mungkin lo bisa terima gue tapi gimana sama keluarga lo? gue harus tahu diri siapa gue raff

__ADS_1


lo masih muda, ganteng, kaya pasti banyak cewek yang mau sama lo kenapa lo malah ngejar janda ya.... mmmpptth"


raffael membungkam bibir raya dengan bibirnya yang tak berhenti meracau tidak jelas, raffael tidak peduli dengan semua perbedaan yang membentang di antara dirinya dengan raya. raffael hanya ingin membuat raya bahagia dengan menjadikan raya sebagai istrinya tidak peduli dengan semua pandangan orang lain tentang hubungan mereka sekalipun seluruh dunia menentang hubungannya dengan raya, raffael akan terus mempertahankan raya sampai kapanpun


__ADS_2