
"kita jalan kaki?" tanya raya saat raffael menggenggam tangannya dan berjalan menyusuri tepi pantai
"iya, tempatnya deket kok dari sini" jawab raffael sambil menunjuk ke tempat tujuan mereka
"kamu lagi gak ngerjain aku kan?" selidik raya
"ngerjain apa sih yank?"
"ya kali aja kamu mau balas dendam sama aku"
"gak usah mikir macem-macem" raffael menekan kening raya gemas
raffael menarik tangan raya untuk mengikuti langkah kaki nya sampai mereka berhenti di sebuah meja yang sudah di hias sedimikian rupa seperti sedang di dalam acara pesta
raya mengerutkan keningnya melihat pemandangan di depan matanya saat ini
"yakin kita akan makan disini?" bisik raya kepada raffael yang sudah duduk santai di depan raya
"yakin lah, emang kenapa?" tanya raffael
"ini kayak tempat orang buat lamaran atau acara nikahan gak sih" ucap raya menatap sekelilingnya yang sudah berhiaskan banyak bunga dan lampu-lampu
"sekali-kali numpang makan di acara orang kan gak ada salahnya" sahut raffael santai
"jangan gila ya, nanti kalau kita tiba-tiba di usir gimana? malu kan di liatin orang-orang"
"jangan kebanyakan mikir kapan lagi kita makan gratis" ucap raffael menaik turunkan alisnya membuat raya memberengut kesal
tidak lama seorang pria yang memakai pakaian seperti pelayan menghampiri raffael dan membisikan sesuatu, raffael hanya manggut-manggut mendengarkan ucapan pelayan itu dan membisikan sesuatu kepada pelayan itu, raffael pamit untuk pergi ke toilet setelah pelayan itu pergi tanpa rasa curiga raya mengijinkan raffael pergi
raffael pergi cukup lama sampai membuat raya kesal, raya bangkit dari kursi tempatnya duduk dan berjalan mengelilingi tempat itu
"keren banget ini, seandainya raffael lamar gue di tempat kayak gini pasti romantis banget" gumam raya tersenyum sendiri sambil memegang hiasan bunga yang menempel di salah satu tiang
*dduuaaaarrrrr......
dduuuuaaarrrrr......
ddduuuaaaarrrrr*.....
"siapa juga yang nyalain kembang api tengah bolong begini" ucap raya sambil melihat ke arah kembang api dan mengusap-ngusap dadanya karena kaget
"kok bisa? romantis banget" gumam raya melihat kembang api itu menjadi tulisan kata I love you
"ekhemmmm...." dehem raffael membuat raya berbalik
"eh, kamu ngapain?" tanya raya melihat raffael berlutut di hadapannya sambil sebelah tangannya membawa kotak beludru berwarna merah dan satu tangannya lagi membawa satu buket bunga mawar berwarna merah muda
__ADS_1
tiba-tiba terdengar alunan musik yang sangat romanti membuat raya mengerutkan keningnya, belum mengerti apa yanh sebenarnya terjadi
"sayang,,, mungkin aku memang bukan laki-laki sempurna, aku egois, pencemburu dan sangat posesif tapi aku berani bersumpah demi dunia beserta semua isinya aku mencintaimu lebih dari nyawaku sendiri, aku akan benar-benar gila jika kamu pergi meninggalkan aku
naraya anastasia hari ini tepat di hadapan kedua orang tua kita dan di hadapan semua sahabat-sahabat kita aku raffael wicaksono meminta kamu untuk menjadi pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak
naraya anasatasia wicaksono WILL YOU MARRY ME" ucap raffael dengan menyodorkan satu buah cincin berlian yang sangat indah
tes....
satu cairan bening menetes membasahi pipi raya
raya benar-benar tidak menyangka jika raffael bisa melakukan ini bahkan membawa kedua orang tuanya dan orang tua raffael untuk menyaksikan lamaran mereka
raya benar-benar terharu ternyata raffael benar-benar mencintainya sampai sedalam ini
"sayang jawab dong" bisik raffael yang melihat raya hanya diam saja
"aku gak mau" jawab raya lantang membuat raffael lemas seketika
"serius?" tanya raffael dengan wajah lesu dan matanya yang sudahberembun menahan tangis
"gak mau nolak" jawab raya langsung berhambur ke pelukan raffael dengan tangisannya yang semakin pecah
"sayang kamu ngerjain aku" raffael menangkup kedua pipi raya yang sudah basah karena airmata
"I love you more" ucap raya menatap raffael penuh cinta dan kebahagiaan
"fael jaga jarak aman kalian belum halal" teriak papi hendro membuat raffael mencebik
"ish papi kayak gak pernah muda aja" sungut raffael terpaksa melepaskan pelukannya
"acaranya mau di lanjut apa langsung pulang aja?" goda ayah burhan
"lanjut dong yah acaranya belum selesai kan, tuker cincinnya aja belom" sahut raffael
akhirnya acara tukar cincin pun kembali di lanjutkan kedua orang tua raya dan kedua orang tua raffael menghampiri kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu dengan perasaan yang sangat bahagia
akhirnya mami aruni menyematkan cincin di jari raya dan memeluk serta mengecup kening calon menantunya itu dengan penuh kasih sayang begitupun dengan bunda lena yang menyematkan cincin di jari raffael, raffael langsung menghambur ke pelukan bunda lena sebagai ungkapan rasa terima kasih dan rasa bahagianya karena sudah merestui hubungannya dengan raya
kini semuanya sudah duduk di sebuah kursi dan mencicipi semua hidangan yang sudah di persiapkan sedimikian rupa
"kamu kapan bikin ini semua?" bisik raya kepada raffael
"sejak kemarin, kamu suka?" sahut raffael yang tak melepaskan genggaman tangan raya
"suka, suka banget makasih ya aku gak nyangka kamu bisa romantis juga" ucap raya terkikik
__ADS_1
"buat kamu apa sih yang gak bisa aku lakuin"
"so sweet" reflek raya menyentuh pipi raffael membuat bunda lena berdehem kencang
"maaf bun kelepasan" ucap raya menyengir kuda
bunda lena hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja saat melihat tingkah putri bungsunya itu namun tak dapat di pungkiri jika bunda lena merasa sangat bahagia melihat raya begitu bahagia begitupun dengan raffael, bunda lena berharap semoga raffael menjadi jodoh terakhir untuk raya fan hanya maut yang bisa memisahkan mereka berdua
"jadi rencana pernikahannya mau kapan?" tanya papi hendro
"secepatnya pi aku gak mau nunggu lama lagi" jawab raffael yakin
"gak sabar banget kamu nak, pernikahan acara yang sakral harus di siapkan secara matang jangan grasak grusuk" timpal mami aruni
"ya maksud aku jangan sampai nunggu berbulan-bulan mi, aku mau dalam waktu kurang dari sebulan aku udah nikah sama raya" sahut raffael
"kamu kesurupan jin dari mana fael sampai gak bisa sabaran kayak gini?"
"bukan kesurupan mi aku cuma mau raya di ambil lagi sama cowok lain"
"ya sudah gimana kalau acara kita gelar tiga minggu lagi dari sekarang? kamu setuju nak raffael?" tanya ayah burhan
"dua minggu deh yah kelamaan kalau tiga minggu" protes raffael
"astaga" seru semua orang yang berada disini
akhirnya setelah perdebatan kecil semuanya setuju jika pernikahan raya dan raffael akan di langsungkan dua minggu ke depan
dengan semua kekuasaan yang di miliki oleh papi hendro, raffael yakin semuanya akan selesai dalam waktu dua minggu kalau urusan WO dan gaun pengantin raffael akan menyerahkan semuanya kepada sang calon istri dan mami aruni
"kamu yakin semuanya akan berjalan lancar cuman dalam waktu dua minggu? persiapan pernikahan itu cukup ribet lho" ucap raya ketika mereka sudah duduk berdua di tepi pantai
"yakin, aku percaya sama mami dan papi" ucap raffael yakin
"sayang, aku kangen" bisik raffael langsung memeluk raya dari belakang
"aku enggak" sahut raya sengaja menggoda raffael
"bohong banget"
"iihh maksa"
gemas dengan tingkah calon istrinya raffael membalikam tubuh raya agar menghadap ke arahnya, raffael langsung membungkam bibir raya yang sudah tiga hari ini dia rindukan
raya mengalungkan tangannya di leher raffael membuat raffael semakin berani mengeksplor setiap inci dalam mulut raya
raffael terus menye sap dan melu mat bibir raya sampai sedikit membengkak, raffael melepaskan pegutan mereka saat keduanya mulai kehabisan oksigen
__ADS_1
"i love you" ucap raffael menekan keningnya dengan kening raya
"i love you too" balas raya membuat raffael semakin mengeratkan pelukannya