
"lo minggat ray?" tanya tere saat melihat raya datang ke kontrakannya dengan membawa tas besar berisi pakaian milik raya
"gue numpang dulu disini semalem aja ya" jawab raya
"jawab dulu pertanyaan gue, lo minggat apa gimana?" tanya tere lagi
"gue di usir sama nenek sukma"
"nenek sukma?"
"neneknya eza"
"kok bisa?"
"ya bisa lah orang dia yang punya rumah"
"maksud gue lo bikin salah apa sampe di usir dari rumah segala"
"lo gak bisa apa nyuruh gue duduk dulu, ngasih minum dulu kek gitu, capek gue"
tere sampai lupa menyuruh raya duduk karena saking kagetnya melihat kedatangan raya yang tiba-tiba tanpa memberi kabar terlebih dahulu apalagi ketika mendengar cerita tentang nenek sukma
raya menceritakan semua sikap nenek sukma dari saat pertama kali raya tinggal di rumahnya sampai hari ini nenek sukma mengusir raya dengan cara yang sangat halus namun sangat menusuk hati
tidak ada airmata saat raya menceritakan kisah di antara dirinya dan nenek sukma yang mirip seperti adegan di sebuah sinetron
dari awal memang raya tidak berniat untuk langsung kembali ke rumah bunda lena, raya tidak seberani itu harus langsung bercerita tentang kondisinya kepada kedua orang tuanya, raya akan mencari waktu yang tepat untuk membicarakan hubungannya dengan nenek sukma yang memang tidak baik sejak awal
dan untuk sementara waktu raya akan menyimpan pakaiannya di kontrakan tere agar bunda lena ataupun ayah burhan tidak curiga
"gue gak nyangka separah itu kondisi rumah tangga lo" ucap tere menggeleng-gelengkan kepalanya
"tekanan batin gue re selama setahun tinggal disana, sekarang lo tahu kan penyebab utama badan gue jadi kurus kering kayak gini
bukan cuma masalah sama eza doang tapi sama neneknya yang terlalu memonopoli hubungan gue sama eza... miris ya hidup gue"
__ADS_1
"miris banget, gue aja yang cuma bayangin kayaknya gak akan sanggup kalau berada di posisi lo"
"gue nyoba kuat buat ayah sama bunda re, beban mereka udah terlalu berat karena masalah kakak gue, gue gak mau nambahin beban mereka karena masalah rumah tangga gue
lo juga tahu sendiri kan kak rezky di vonis nyampe 10 tahun bukan waktu yang singkat, pasti ayah sama bunda hancur banget karena masalah itu"
"gue paham kenapa lo masih bertahan sama eza meskipun lo terluka ray, yang sabar ya gue yakin lo pasti nemuin kebahagiaan setelah ini"
"thanks re"
"ngomong-ngomong lo abis ngelayat? baju lo kok item-item gini"
"ya Allah gue sampe lupa ngasih tahu lo"
"ada apa?"
"bara meninggal re"
"bara? mantan lo? abang nya raffael? kok bisa? sakit apa gimana?" tere memberondong banyak pertanyaan membuat raya menatapnya jengah
"sakit apa?"
"kanker hati"
"innalillahi wa'ina ilaihi rojiun... ya Allah bara gak nyangka banget"
raya memilih untuk beristirahat sejenak di kontrakan tere sebelum dia pulang ke rumah bunda lena,
tere menyempatkan untuk menelfon raffael untuk mengucapkan bela sungkawa atas kepergian bara, bara yang mempunyai sifat friendly sehingga mudah dekat dengan siapa saja termasuk tere dan sashi
sedangkan eza yang baru saja pulang kerja langsung menuju ke rumahnya karena berniat ingin menyusul raya ke rumah bunda lena, entah ada angin dari mana hari ini eza benar-benar merasa rindu kepada istrinya yang sudah dia acuhkan selama beberapa bulan terakhir ini
"tumben masih siang udah pulang za, gak lembur?" tanya mama yeni
"aku sengaja pulang cepet mau nyusul raya ke rumah bunda lena ma" jawab eza
__ADS_1
"ya sudah kamu mandi dulu sana terus makan ya, mama tunggu di ruang makan"
" ok ma"
mama yeni sengaja menunggu eza karena ingin membahas tentang nenek sukma dan raya, mama yeni tidak ingin menunda masalah ini sampai berlarut-larut mama yeni ingin semua masalah ini cepat selesai dan hubungan antara raya dan nenek sukma bisa kembali rukun
setelah eza selesai makan mama yeni mengajak eza untuk berbicara empat mata
"ada apa ma? kayaknya penting banget" tanya eza penasaran
"mama harap kamu bisa bijaksana menyikapi masalah ini za, jangan menyalahkan salah satu di antara mereka" jawab mama yeni ambigu
"maksud mama apa sih aku gak ngerti"
"nenek ngusir raya za"
"apa? kok bisa ma?"
mama yeni menjelaskan awal kejadian kenapa nenek sukma sampai mengusir raya dari rumah itu, mama yeni mencoba memberi saran kepada eza agar eza membawa raya untuk keluar dari rumah nenek sukma dan mulai menyicil rumah pribadi untuk mereka berdua namun jawaban eza sama sekali tidak seperti yang di harapkan mama yeni
"aku belum mampu nyicil rumah ma, gaji aku masih pas-pasan" ucap eza
"bukannya gaji kamu cukup besar ya za, apalagi raya juga kerja menurut mama hanya untuk mencicil rumah tidak akan terlalu berat untuk kalian berdua"
"tapi ma akubmasih mau tinggal disini sama mama, anita sama nenek juga"
"lalu raya gimana? kamu tega melihat raya yang di perlakukan tidak baik sama nenek kamu setiap hari? jangan egois za pikirkan perasaan raya, kasian dia sudah banyak menderita karena menikah sama kamu"
"maksud mama apa raya menderita gara-gara nikah sama aku?"
"kamu pikir mama gak tahu perlakuan kamu sama raya seperti apa? selama ini kamu gak pernah ngasih uang nafkah buat raya kan? selama ini kamu main gila kan dengan atasan kamu di kantor? kamu tahu gak hukumnya kalau seorang suami tidak ngasih nafkah lahir buat istrinya za? DOSA" bentak mama yeni yang sudah muak dengan tingkah eza
"pasti raya kan ngadu sama mama?"
"demi Allah raya gak pernah bicara apa-apa sama mama, raya cukup pintar buat nutupin masalah kalian di hadapan mama za, raya wanita yang sangat sabar, tidak pernah banyak menuntut sama kamu... apa kamu masih tega buat nyakitin wanita sebaik raya? dan perlu kamu tahu eza buat apa kamu banyak sedekah kepada anak yatim sedangkan istri kamu sendiri tidak kamu kasih nafkah setiap harinya, ingat za sedekah paling baik adalah sedekah kepada istri sendiri, rezeki kamu gak akan pernah terputus sekalipun uang kamu, kamu serahkan semuanya sama istri kamu bahkan Allah akan menggantinya dengan berkali-kali lipat"
__ADS_1
"pikirkan baik-baik ucapan mama za, jangan sampai membuat raya menyerah dengan sikap kamu yang terus seperti ini, terima raya sepenuhnya dengan ikhlas seburuk apapun masa lalu raya itu tidak penting, bahkan pe la cur sekalipun layak buat bahagia inget pesen mama jika kamu tidak mampu membahagiakan raya lepaskan dia, biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri, demi Allah mama sayang sekali sama raya tapi jika terus bertahan sama kamu membuat raya terluka lebih baik akhiri pernikahan kalian" lanjut mama yeni membuat eza bungkam seketika