Broken Wedding

Broken Wedding
24


__ADS_3

jam pulang kerja sudah tiba raya segera bersiap karena sesuai janji eza tadi pagi pria itu akan menjemput raya


sebelum keluar meninggalkan gedung perkantoran raya memperbaiki riasan di wajahnya yang sedikit memudar raya ingin terlihat tetap cantik di hadapan suaminya meskipun setelah bekerja


raya berjalan keluar kantor dengan pandangannya yang fokus pada ponselnya raya berusaha mengirim pesan kepada suaminya bahwa raya menunggu eza untuk menjemputnya


"kak raya pulang bareng yu" ajak tari yang sudah duduk di atas motornya


"maaf tar aku di jemput eza lain kali aja ya" tolak raya


"serius? kak eza gak akan bohong lagi kayak waktu itu kan?" tanya tari mengingat eza pernah ingkar janji untuk menjemput raya


"serius sayang, sudah sana kamu duluan aja"


"emang kak eza udah nyampe mana? bentar lagi mau ujan lho kak"


"udah di jalan bentar lagi sampe kok"


"kakak gak boong kan?"


"engga"


"ya udah aku duluan ya kak sampai ketemu besok"


"hati-hati tar"


sebenarnya tari sedikit ragu untuk meninggalkan raya sendirian tapi apa boleh buat jika raya sendiri yang meminta jika dia tak ingin pulang bersama tari, memang sedekat itu pertemanan raya dan tari sejak awal bekerja tari lah orang pertama yang raya kenal meskipun usia tari lebih muda dari raya tapi raya merasa nyaman berteman dengan tari malah raya menganggap tari sebagai adiknya sendiri


berulang kali raya melihat jam di pergelangan tangannya sudah satu jam lebih raya menunggu kedatangan eza namun eza tak kunjung datang untuk menjemputnya


raya mengirim beberapa pesan kepada suaminya namun belum ada balasan sama sekali raya mencoba untuk menelfon eza namun tetap saja eza sama sekali tidak menjawab panggilan telfon dari raya


jederrrrrrrr......


suara petir yang begitu kencang mengagetkan raya


"gimana ini kayaknya mau ujan" gumam raya


"mbak belum pulang?" tanya seorang security

__ADS_1


"belum pak lagi nunggu suami jemput" jawab raya


"tunggu di dalem aja hujannya udah mulai turun nanti mbak kehujanan kalau nunggu disitu"


terpaksa raya masuk kembali ke dalam kantor karena hujan turun semakin deras


raya duduk di kursi tunggu sambil sesekali menghubungi eza menanyakan keberadaan sang suami namun percuma hanya rasa kesal yang raya dapat eza sama sekali tidak menjawab panggilan telfonnya


hari semakin gelap namun hujan belum reda sama sekali raya tercengang melihat jam yang sudah menunjukan pukul 19:00


"kamu itu sebenernya lagi dimana sih? aku nunggu dari jam 4 kenapa gak dateng-dateng juga"


"niat jemput gak sih?"


"kalau gak bisa jemput itu kabarin kek aku bisa pulang naik ojek"


beberapa pesan raya kirimkan kepada eza namun belum di baca sama sekali oleh eza, pukul 20:00 hujan pun berhenti raya memutuskan untuk pulang menggunakan ojek online saja


raya mengetik ponselnya untuk memesan ojek online namun sepertinya kesialan sedang berpihak padanya hari ini sudah dua kali pesanannya di batalkan oleh sang driver ojol


raffael yang memang sengaja belum pulang karena melihat raya masih di kantor memutuskan untuk menunggu raya sampai dia pulang meskipun hanya menemani dari kejauhan, raffael merasa aneh kenapa sampai malam begini raya masih belum pulang raffael bertanya kepada security yang kebetulan lewat di hadapannya saat itu seketika raffael mengepalkan kedua tangannya menahan amarah mendengar jawaban dari security tadi


tanpa menunggu lebih lama lagi akhirnya raffael menyuruh supir kantor untuk mengantarkan raya pulang beruntung sang supir masih berada di kantor karena baru pulang mengantarkan klien


awalnya raya menolak untuk di antarkan oleh supir namun dengan alasan yang cukup masuk akal di berikan oleh pak supir akhirnya raya mau di antarkan pulang oleh supir suruhan raffael


tanpa sepengetahuan raya raffael mengikuti mobil yang membawa raya


raffael ingin memastikan bahwa raya sampai rumah dengan selamat


sedangkan di sebuah apartemen eza masih saling bercumbu dengan seorang wanita siapa lagi kalau bukan dini wanita mur ahan yang rela di jadikan simpanan oleh eza


eza terus saja mengerang nikmat karena saat ini dini sedang melakukan or al se*ks dini ingin membuat eza merasa puas meskipun tanpa melakukan penyatuan tubuh mereka yang sudah setengah bertelanjang sudah penuh dengan keringat dini wanita berhijab yang telihat alim dan sangat menjaga kehormatannya siapa yang tahu jika dirinya sudah ahli dalam membuat puas pasangannya di atas ranjang


"ouwgh din.... ini nikmat" erang eza saat dia mengeluarkan pelepasannya


"kamu puas za?" tanya dini memeluk tubuh eza yang masih telanjang


"puas tapi kalau di masukin pasti akan lebih puas lagi" jawab eza sambil memakai kembali celananya

__ADS_1


"nikahi aku dulu baru aku berikan semuanya za" ucap dini terus menggerayangi dada eza


"apa bedanya sih aku sudah lihat semuanya tinggal masuk aja, jangan-jangan kamu bohong ya tentang keperawanan kamu?" tuduh eza


"bukan gitu aku hanya ingin melakukan itu di malam spesial kita saja"


"awas aja kalau kamu bohong saat malam pertama kita aku gak segan-segan buat ceraikan kamu saat itu juga" ancam eza serius


"jadi kapan kamu mau lamar aku?"


"kasih aku waktu tiga bulan lagi din"


"kelamaan za"


"tiga bulan atau tidak sama sekali"


"oke" ucap dini pasrah


"sekarang mana hadiah untuk aku?" pinta eza


"aku udah transfer ke rekening kamu za, cek aja"


"thank you baby" ucap eza mengecup bibir dini sekilas


begitulah eza setiap kali dia bercumbu dengan dini eza selalu meminta hadiah entah itu berupa uang ataupun barang-barang branded, yang ada di dalam otak eza adalah jika masih ada wanita yang bisa dia manfaatkan kenapa tidak


eza langsung mengecek ponselnya karena sudah tidak sabar ingin melihat berapa uang yang sudah dini kirimkan untuknya namun matanya tiba-tiba melotot ketika melihat banyak sekali pesan dan panggilan tidak terjawab dari raya


saking terbuai dengan kenikmatan yang di berikan oleh dini, eza sampai lupa untuk menjemput raya sore tadi


eza langsung melihat jam di layar ponselnya mata eza semakin melotot ketika melihat jam sudah menunjukan pukul 20:00


"ya Tuhan apa raya masih nungguin aku" gumam eza dalam hati


eza mencoba menghubungi raya namun ponsel raya tidak aktif


eza bergegas memakai kembali kemejanya tanpa menghiraukan dini yang sejak tadi melihatnya dengan tatapan tidak suka


dini memang berniat ingin menguasai eza sepenuhnya meskipun statusnya hanya sebagai simpanan eza tapi dini bisa dengan menjerat eza dengan uangnya

__ADS_1


__ADS_2