
Andini masuk ke dapur dan berjalan mendekati Sheila.
"Kak Sheila! Apa minumannya sudah siap?"tanya Andini pada Sheila yang berdiri membelakanginya. Membuat Sheila yang sedang memasukkan obat ke dalam teh terkejut.
"Se.. sebentar, aku aduk dulu,"sahut Sheila tergagap. Sheila buru-buru memasukkan bungkus obat ke dalam saku bajunya lalu mengaduk tehnya,"Ini, sudah siap,"ucap Sheila membalikkan tubuhnya seraya menyodorkan secangkir teh pada Andini, dan Andini pun langsung mengambilnya.
"Setelah memberikan minuman ini, aku langsung pergi, ya, kak? Biar kakak punya kesempatan bicara lebih banyak dengan kak Mandala. Semoga berhasil, kak!"ucap Andini memberi semangat.
"Terimakasih, adik cantik!"sahut Sheila tersenyum manis dan Andini pun bergegas kembali ke ruang tamu.
"Dasar gadis bodoh! Kamu mau membantu aku untuk menjebak kakak kamu sendiri,"gumam Sheila tersenyum miring,"Sekarang tinggal menunggu reaksi obat nya,"gumam Sheila tertawa tanpa suara.
"Kak, di minum tehnya!"ujar Andini memberikan teh pada Mandala.
"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan?"tanya Mandala yang sudah sangat penasaran.
"Nanti Kak, aku keluar sebentar. Aku ada sedikit perlu. Kakak tunggu di sini dulu, ya!"pinta Andini langsung berlari meninggalkan Mandala.
"Hei! Kamu mau kemana?"tanya Mandala.
"Kakak tunggu sebentar di situ!"teriak Andini terus berlari keluar dari villa itu. Sedangkan Sheila yang sedang bersembunyi mengintip Mandala, nampak tersenyum penuh arti.
Mandala membuang napas kasar melihat Andini yang pergi sebelum berbicara apapun dengan nya. Pria itu meminum teh yang diberikan oleh Andini tadi. Sheila yang melihat Mandala meminum teh buatannya pun tersenyum penuh kemenangan.
Sheila membuka tiga kancing kemeja yang dipakainya, kemudian melangkah menuju ruang tamu, mendekatkan Mandala yang sedang duduk sendirian.
"Man!"panggil Sheila dengan suara yang dibuat seseksi mungkin.
Mandala membuang napas kasar melihat kehadiran Sheila. Apalagi melihat Sheila yang sengaja membuka tiga kancing bagian atas kemejanya.
"Apa kamu menghasut Andini untuk membujuk aku, agar aku datang ke sini untuk bertemu kamu?"tanya Mandala dengan tatapan tidak suka pada Sheila.
__ADS_1
"Jika tidak begini, bagaimana kita bisa bertemu? Kamu selalu saja menghindari aku. Apa kamu tidak ingat saat-saat kita bersama dulu?"tanya Sheila berjalan mendekati Mandala.
Mandala bangkit dari duduknya dan menjauhi Sheila,"𝙎𝙞𝙖𝙡! 𝙎𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙚𝙨 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙝 𝙞𝙩𝙪. 𝙄𝙣𝙞 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖𝙖𝙣 𝙎𝙝𝙚𝙞𝙡𝙖,"gumam Mandala dalam hati.
Mandala merasa tubuhnya semakin lama semakin terasa panas. Dan itu terjadi setelah Mandala meminum teh yang diberikan oleh Andini tadi. Mandala yakin jika Sheila memanfaatkan Andini untuk menjebak dirinya.
"Man, aku masih mencintai kamu seperti dulu,"ucap Sheila terus mendekati Mandala yang menjauhinya. Mandala membuka kancing kemejanya karena merasa kepanasan.
"Aku tidak mencintai kamu lagi. Pergilah dari hadapanku!"ujar Mandala kemudian melangkah meninggalkan Sheila menuju kamarnya.
"Man! Jangan seperti ini, Man! Kamu meniduri aku dan mencampakkan aku setelah bosan. Ini tidak adil bagi ku, Man!"ucap Sheila terus mengikuti langkah Mandala yang semakin cepat.
Mandala membuka pintu kamarnya, Sheila berusaha menerobos masuk, tapi langsung di dorong oleh Mandala.
"Akkh!"pekik Sheila yang terjatuh di lantai setelah di dorong oleh Mandala.
"Brak"
"Man! Buka pintunya! Man! Jangan perlakukan aku seperti ini!"teriak Sheila sambil terus menggedor-gedor pintu kamar Mandala. Tapi tidak dihiraukan oleh Mandala.
Dengan tidak sabar Mandala membuka kemejanya dengan mata yang menelisik ke seluruh ruangan. Pria itu kemudian melempar kemejanya dengan asal dan melepaskan celana panjangnya. Dengan tidak sabar, Mandala berjalan menuju kamar mandi.
"Akkh!"
Kahyang yang sedang berendam air hangat di dalam bathtub sambil memejamkan matanya, mendengarkan lagu dengan earphone pun sangat terkejut saat tiba-tiba Mandala masuk kedalam bathtub tempatnya berendam dan langsung mengungkung tubuhnya.
Tapi kenapa Kahyang bisa ada di villa itu? Sebenarnya Mandala curiga dengan keinginan Andini yang ingin bertemu dan bicara dengan dirinya secara langsung. Apalagi saat Andini mengatakan bahwa Mandala harus datang sendirian tanpa Patih. Mandala semakin curiga saat Andini meminta mereka bertemu di villa keluarga mereka tanpa mau mengatakannya secara langsung. Apalagi saat mengingat waktu itu Andini sengaja membawa Sheila ke kantornya.
Setelah mengetahui mereka akan bertemu di villa, Mandala pun menyuruh Kahyang untuk pergi ke villa itu dengan menaiki taksi. Mandala juga menyuruh Kahyang diam di dalam kamarnya sampai Mandala datang. Tidak lupa Mandala menghubungi penjaga villa bahwa dirinya dan istrinya akan datang ke villa. Tapi istrinya akan datang lebih dulu. Mandala juga meminta penjaga villa merahasiakan kedatangan istrinya pada Andini.
Itulah kenapa ada Kahyang di villa itu. Jika saat ini tidak ada Kahyang, entah apa yang akan terjadi pada Mandala. Mungkin Mandala akan menjadi seperti apa yang diinginkan Sheila. Yaitu bercinta dengan Sheila.
__ADS_1
"Man..emp.."Kahyang tidak dapat lagi melanjutkan kata-katanya saat tiba-tiba Mandala langsung melahap bibirnya.
Kahyang merasa sangat aneh dengan Mandala saat ini. Pria itu tiba-tiba menyerang dirinya dengan brutal. Keinginan bercinta Mandala saat ini benar-benar berbeda dari biasanya. Seolah-olah Mandala ingin memakannya bulat-bulat tanpa sisa. Kahyang merasa sangat kewalahan menghadapi nafsu Mandala yang nampak menggebu-gebu. Mandala melepaskan ciumannya saat Kahyang memukuli dadanya karena hampir kehabisan napas.
"Man, ada apa denganmu?"tanya Kahyang seraya mengatur napasnya.
Mandala melepaskan earphone di telinga Kahyang, kemudian berkata,"Sayang, tolong aku! Andini bermaksud menjebak aku bersama Sheila. Mereka memberikan obat di tehku. Aku tidak bisa menahannya lagi,"ucap Mandala kemudian kembali menyerang bibir Kahyang.
Kahyang yang sudah mengerti apa yang terjadi pun hanya bisa pasrah saat suaminya menggagahi dirinya di dalam bathtub. Saat ini suaminya seperti singa yang sedang kelaparan. Walaupun sudah berusaha untuk melakukan penyatuan dengan lembut, tapi karena efek dari obat yang diminumnya, Mandala tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri.
Sedangkan Kahyang hanya bisa memaklumi perlakuan suaminya yang agak kasar itu, karena mengetahui apa penyebab suaminya agak kasar saat melakukan penyatuan dengan dirinya saat ini.
Sedangkan Sheila masih berada di depan kamar Mandala dan terus menggedor-gedor pintu kamar Mandala.
"Man! Bika pintunya dan biarkan aku masuk!"teriak Sheila.
Tidak mendapatkan respon dari Mandala, Sheila pun berlari mencari penjaga villa.
"Aku telah memberinya obat dengan dosis tinggi. Dia tidak akan bisa menahannya. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan dia di dalam kamar itu?"gumam Sheila yang merasa khawatir dengan Mandala.
Sheila sudah berkeliling mencari penjaga villa hingga kelelahan, tapi penjaga villa itu tidak terlihat juga batang hidungnya. Akhirnya Sheila pun memilih kembali ke kamar Mandala.
"Brak! Brak! Brak!"
"Man! Buka pintunya, Man!"teriak Sheila dari luar kamar seraya menggedor-gedor pintu kamar Mandala. Tapi tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar Mandala.
...🌸❤️🌸...
.
.
__ADS_1
To be continued