Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
85. Istrinya?


__ADS_3

"Greb"


Mandala yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya tiba-tiba memeluk Kahyang dari belakang kemudian mengecup pipi Kahyang. Kahyang hanya menghela napas mendapatkan perlakukan seperti itu dari Mandala.


Marah? Sedikit marah bercampur kesal. Tidak rela suaminya dicium oleh wanita lain. Untung saja tadi Kahyang melihat saat Sheila bergegas turun dari meja dan mencium Mandala. Dan Mandala langsung mendorong Sheila dengan kuat hingga Sheila terjatuh. Mandala bahkan terlihat sangat marah pada Sheila tanpa menyadari kehadiran dirinya. Kalau tidak melihat hal seperti itu, mungkin Kahyang akan sangat marah pada Mandala.


"Kamu semakin cantik saja,"puji Mandala, kemudian teringat sesuatu,"Kamu tidak dandan seperti ini, 'kan, jika pergi ke kampus?"tanya Mandala curiga. Sikap posesif nya mulai keluar.


"Kenapa kamu mengunci pintunya?"tanya Kahyang ketus, tanpa menjawab pertanyaan Mandala.


"Agar kamu tidak meninggalkan aku,"sahut Mandala enteng, mengecup leher Kahyang beberapa kali.


"Lepaskan, Man! Buka pintunya! Aku mau pulang,"ucap Kahyang mencoba melepaskan pelukan Mandala.


"Kamu baru saja datang. Kenapa cepat-cepat ingin pergi?"tanya Mandala.


"Man!"pekik Kahyang yang terkejut karena tiba-tiba Mandala mengangkat tubuhnya. Kahyang baru menyadarinya jika ternyata suaminya itu tidak memakai baju.


"Kamu datang kesini untuk memberikan jatah ku, 'kan?"tanya Mandala merebahkan Kahyang di atas ranjang kemudian menindihnya.


"Man! Mau apa kamu?"tanya Kahyang seraya mendorong dada Mandala.


"Mengambil jatah ku,"ucap Mandala hendak mencium Kahyang, tapi Kahyang langsung meletakkan telapak tangan nya di bibir Mandala.


"Jangan macam-macam, Man! Ini di kantor,"ujar Kahyang memperingati.


Mandala memegang tangan Kahyang dan menyingkirkan tangan Kahyang dari bibirnya,"Aku tidak ingin macam-macam, sayang! Aku hanya ingin mengambil jatah ku, bercinta dengan mu,"sahut Mandala langsung membungkam mulut Kahyang dengan bibirnya. Hingga Kahyang tidak bisa mengatakan apa pun lagi.


Kahyang berusaha meronta, namun Mandala tidak membiarkan dirinya lepas dari kungkungan Mandala. Mencium bibir Kahyang dengan agresif.


"Man! Hentikan!"ucap Kahyang saat Mandala melepaskan ciumannya.


"Kali ini aku tidak mau ada penolakan,"ucap Mandala kembali mencium Kahyang.


Akhirnya Kahyang hanya bisa pasrah, menikmati semua yang dilakukan suaminya. Menjerit memanggil nama suaminya saat pria itu terus bergerak diatasnya. Libur selama satu minggu membuat Mandala seperti harimau kelaparan. Tidak berhenti hingga mendapatkan beberapa kali pelepasan, dan akhirnya Kahyang tertidur karena kelelahan.


Mandala kembali membersihkan diri. Pria itu menatap Kahyang yang tertidur karena kelelahan. Setelah memakai pakaian rapi, pria itu menghampiri Kahyang dan mencium kening Kahyang dengan seulas senyum di bibirnya. Mandala meninggalkan Kahyang yang masih terlelap. Pria itu keluar dari ruangan pribadinya, kemudian menutup pintunya. Wajah pria itu terlihat segar dan bersemangat setelah mendapatkan apa yang diinginkan nya, yang selama satu minggu ini ditahannya.


Mandala memanggil Patih dan sekretaris nya masuk ke dalam ruangannya. Sekretaris Mandala terlihat tidak tenang.

__ADS_1


"Tuan, saya benar-benar minta maaf! Nona Andini mengatakan nona Sheila ada perlu sebentar dengan Tuan. Jadi saya terpaksa mengijinkannya masuk,"ujar sekretaris Mandala sebelum Mandala mengatakan apapun.


"Aku tadi sakit perut, bos. Jadi aku tidak tahu kalau syaiton itu datang. Aku juga tidak tahu jika bos nyonya ke sini,"Patih ikut membela diri sebelum dimarahi. Istilahnya, sedia payung sebelum hujan. Itulah yang dilakukan dua orang itu.


"Aku tidak ingin melihat perempuan itu lagi dengan alasan apapun,"ucap Mandala tegas.


"Iya, Tuan!"sahut sekretaris Mandala.


"Aku tidak akan membiarkan syaiton itu mendekati, bos. Tadi itu karena aku sakit perut, bos. Kalau tidak, sudah aku lempar sebelum masuk ke ruangan bos,"ujar Patih yang memang tidak suka pada Sheila.


"Bawakan berkas yang aku minta tadi!"ucap Mandala menatap sekretarisnya,"Dan Patih, tunggu paketku dibawah! Jika sudah datang, langsung bawa ke sini!"titah Mandala dan keduanya pun mengerjakan apa yang diperintahkan majikan mereka berdua.


Mandala bekerja seperti biasanya. Berhenti sejenak saat Patih menyerahkan paketnya, kemudian meletakkannya di tepi ranjang tempat Kahyang masih terlelap. Setelah itu, pria itu pun melanjutkan pekerjaannya.


Kahyang terbangun saat hari beranjak siang, sudah mendekati waktu makan siang. Kahyang melihat kotak yang diletakkan Mandala di tepi ranjang.


"Dia membelikan aku gaun?"gumam Kahyang setelah membuka kotak itu, kemudian melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri,"Badan ku terasa lengket dan pegal semua,"gumam Kahyang kemudian berendam air hangat.


Setelah merasa lebih rileks, Kahyang keluar dari kamar mandi seraya mengeringkan rambut nya. Kahyang memakai gaun yang diberikan Mandala. Kembali memoles wajahnya.


"Dia meninggalkan tanda sebanyak ini dan membelikan aku dress seperti ini. Apa dia sengaja supaya semua orang melihat semua tanda yang dibuatnya? Bahkan tidak ada hairdryer untuk mengeringkan rambut ku,"gumam Kahyang membuangnya napas kasar.


"Ceklek"


"Aku masih kesal padamu,"ucap Kahyang dengan wajah ditekuk. Sedangkan Mandala meraih handuk, membantu Kahyang mengeringkan rambutnya.


"Kesal nggak apa-apa. Yang penting jatah ku tetap diberikan,"sahut Mandala tanpa dosa, masih mengeringkan rambut Kahyang.


"Man! Aku tidak bercanda!"ketus Kahyang. Suaminya ini benar-benar membuatnya kesal. Sepertinya hanya jatah saja yang dipikirkan nya.


"Aku juga tidak bercanda, sayang,"sahut Mandala meletakkan handuk yang dipegangnya kemudian menyisir rambut istrinya. Sedangkan Kahyang nampak mengerucutkan bibirnya.


"Itu bibir kenapa? Ingin dicium?"tanya Mandala yang berdiri di samping Kahyang yang duduk di tepi ranjang.


"Auwh! Auwh! Sakit, sayang!"pekik Mandala karena Kahyang mencubit pahanya lumayan kuat,"Sayang, kamu tega sekali pada suamimu sendiri,"keluh Mandala seraya mengusap pahanya yang di cubit Kahyang.


"Aku mau pulang,"ujar Kahyang bangkit dari duduknya, mengambil Sling bag nya.


"Temani aku makan siang dulu, ya? Kamu pasti juga sudah lapar, 'kan?"tanya Mandala. Namun Kahyang tidak menjawab dan berjalan keluar dari ruangan pribadi Mandala.

__ADS_1


"Sayang, mukanya jangan masam gitu, dong! Entar di kira lagi berantem,"keluh Mandala. Kahyang langsung berhenti dan menoleh pada Mandala dan tersenyum lebar dengan menunjukkan sederetan giginya yang putih dan rapi. Senyum yang terlihat di paksakan.


"Nggak gitu juga, sayang!"keluh Mandala lagi.


"Bodo lah!"ujar Kahyang kembali melangkahkan kakinya. Mandala hanya bisa menghela napas, kemudian menyusul Kahyang, memeluk pinggang istrinya posesif.


"Kamu ingin makan di mana, sayang?"tanya Mandala membukakan pintu ruangan untuk Kahyang, kemudian kembali memeluk pinggang Kahyang.


"Terserah,"sahut Kahyang.


"Tih, bawa mobil istriku! Ikuti kami!"titah Mandala yang terdengar oleh para karyawan yang baru akan pergi makan siang.


"Baik, bos. Kuncinya mana, bos nyonya?"tanya Patih dan Kahyang pun memberikan kunci mobilnya pada Patih.


"Aku tidak salah dengar, 'kan? Tuan Mandala bilang gadis itu istrinya?"


"Masih muda sekali,"


"Cantik banget,"bisik-bisik para karyawan saat mendengar kata-kata Mandala tadi. Apalagi saat melihat Mandala memeluk pinggang Kahyang mesra.


Setelah keluar dari lift di lantai bawah pun banyak pasang mata yang melihat Mandala berjalan memeluk pinggang Kahyang.


"Itu bukannya gadis yang mengantar dokumen beberapa jam yang lalu, ya?"tanya seorang resepsionis pada temannya yang juga resepsionis.


"Iya. Tapi kalau tidak salah tadi gaun yang dipakainya bukan itu dech!"


"Iya, kamu benar. Tadi juga rambutnya di kepang, nggak di gerai seperti itu,"


"Dan kamu lihat nggak? Rambutnya kayak masih agak basah gitu. Trus, dilehernya kayak ada kiss mark gitu,"


"Wahh.. gila! Gadis itu menggoda Tuan Mandala di kantor,"


"Cantik, sih! Tapi kalau murahan buat apa?"bisik-bisik dua resepsionis itu.


Mandala membukakan pintu mobil untuk Kahyang dan tidak lama kemudian mobil Mandala pun melaju meninggalkan perusahaan itu.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2