
Keesokan harinya, Mandala dan Kahyang meninggalkan villa itu pagi-pagi sekali. Sedangkan Sheila sendiri belum keluar dari kamarnya.
"Man, kita mau kemana?"tanya Kahyang saat melihat jalanan yang mereka lalui bukan arah ke rumah mereka.
"Kita ke rumah papa Agung,"sahut Mandala.
"Kenapa kita ke sana?"tanya Kahyang nampak mengernyitkan keningnya.
"Ada hal penting yang harus aku selesaikan di sana,"sahut Mandala kemudian meraih tangan Kahyang dan menggenggamnya dengan lembut. Sedangkan tangan Mandala yang sebelahnya memegang kemudi mobil.
"Aku minta maaf karena semalam telah melakukannya dengan kasar,"ucap Mandala kemudian mengecup punggung tangan Kahyang.
"Tidak apa-apa. Aku tahu kamu tidak sengaja melakukannya,"sahut Kahyang tersenyum pada Mandala.
Kahyang tahu, jika semalam Mandala tidak sengaja melakukan penyatuan dengan dirinya secara kasar karena pengaruh obat yang diberikan oleh Sheila. Selama bersama Mandala, pria itu tidak pernah sekali pun memperlakukan dirinya dengan kasar seperti semalam.
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam dari villa, akhirnya Mandala pun tiba di kediaman kedua orang tuanya.
"Kahyang, Mandala, kalian kesini? Mana cucu mama?"tanya Prameswari saat melihat anak dan menantunya datang.
"Ray tidak ikut, ma,"sahut Kahyang dengan seulas senyum di bibirnya.
"Sayang sekali. Ya sudah, ayo masuk dulu! Kita sarapan bersama. Kalian pasti belum sarapan, 'kan?"ujar Prameswari kemudian merangkul menantunya menuju ruang makan. Walaupun dalam hatinya bertanya-tanya kenapa sepagi ini anak dan menantunya datang ke rumahnya.
"Kalian ada di sini?"tanya Agung saat masuk ke ruangan makan. Agung melihat anak dan menantunya sudah duduk di kursi meja makan. Pria paruh baya itu juga nampak heran dengan kedatangan anak dan menantunya. Karena tidak biasanya anak dan menantunya datang ke rumah mereka pagi-pagi sekali.
"Iya, pa,"sahut Mandala.
"Kakak?"ucap Andini yang baru masuk ke ruangan makan. Nampak terkejut dengan kehadiran Mandala, apalagi saat ini Mandala bersama Kahyang.
"Duduklah! Kita makan bersama! Jarang-jarang kita bisa makan bersama seperti ini,"ujar Prameswari pada Andini.
__ADS_1
"Iya,"sahut Andini yang merasa agak aneh dengan kedatangan Mandala bersama Kahyang sepagi ini.
"𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙥𝙖𝙜𝙞-𝙥𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙣𝙞 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙣𝙞? 𝘽𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖. 𝙇𝙖𝙡𝙪 𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙠 𝙎𝙝𝙚𝙞𝙡𝙖 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙧𝙞𝙣?"gumam Andini dalam hati seraya melirik Mandala.
Akhirnya mereka berlima pun sarapan bersama. Tidak ada seorang pun yang membuka suara saat mereka sedang sarapan, sampai akhir mereka selesai menyantap sarapan mereka.
"Pa, ma, aku ingin bicara sesuatu pada kalian, dan ini ada kaitannya dengan Andini,"ucap Mandala membuat Agung dan Prameswari menatap Andini. Sedangkan Andini nampak serba salah mendapat tatapan dari semua orang.
"Kita bicara di ruang keluarga saja,"ajak Agung, melangkah lebih dulu ke arah ruang keluarga. Agung sudah curiga ada suatu hal yang menyebabkan anak dan menantunya datang ke rumah sepagi ini.
Andini merasa penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh kakaknya. Tapi Andini merasa ada firasat buruk dengan kedatangan kakaknya pagi ini.
"Ada apa?"tanya Agung yang nampak sudah tidak sabar lagi.
"Pa, ma, apa kalian tahu jika selama ini Andini berhubungan dengan Sheila?"tanya Mandala menatap kedua orang tuanya bergantian.
"Tidak,"sahut Prameswari.
"Beberapa waktu yang lalu, Andini sengaja membawa masuk Sheila ke kantor ku. Sheila merayuku di kantor dan hampir membuat Kahyang salah paham padaku. Dan kemarin, Andini meminta bertemu dengan aku di villa kita yang ada di pinggir kota itu. Tapi setelah aku datang, Andini malah meninggalkan aku di sana. Dan perlu kalian tahu, Andini ternyata membawa Sheila ke villa itu dan sengaja meninggalkan kami berdua di sana. Bahkan Andini memberikan teh yang dicampur dengan obat perangsang padaku,"ujar Mandala panjang lebar, membuat Agung dan Prameswari sangat terkejut.
"Apa maksud kamu Andini? Apa kamu ingin menghancurkan rumah tangga kakakmu sendiri?"tanya Agung terlihat sangat marah.
"Aku hanya berusaha menyatukan kakak dengan wanita yang dicintainya. Aku tahu kakak terpaksa menikah dengan perempuan itu,"sahut Andini menunjuk pada Kahyang.
"Tahu apa kamu tentang perasaan aku? Siapa yang mengatakan aku terpaksa menikah dengan Kahyang?"tanya Mandala nampak menahan amarahnya.
"Kakak tidak usah berpura-pura mencintai dia! Kenapa kakak mau menikahi perempuan yang sudah memiliki anak, tapi belum pernah menikah? Menjadi ayah dari anak haramnya. Walaupun dia orang kaya, tapi dia bukan perempuan baik-baik. Mana ada perempuan baik-baik yang memiliki anak sebelum menikah. Dia tidak pantas untuk kakak,"ujar Andini berapi-api.
"Brakk"
Sangking emosinya, Mandala sampai menggebrak meja. Sedangkan Kahyang mengepalkan kedua tangannya menahan amarah. Jika saja Andini bukan adik iparnya, mungkin Kahyang sudah menampar mulut lancang Andini yang mengatakan putranya adalah anak haram.
__ADS_1
"Jaga bicaramu! Jangan bicara jika tidak tahu kebenarannya! Berani sekali kamu mengatai anakku sebagai anak haram!"bentak Mandala penuh emosi.
"Anak itu bukan anak kakak! Kenapa kakak begitu membelanya?"ketus Andini yang sudah terkena hasutan dari Sheila.
"Rayno adalah anakku. Anak kandungku, darah daging ku. Aku melecehkan Kahyang, aku yang menghamili dia. Kahyang terpaksa menikah denganku karena telah mengandung anakku. Itulah kebenaran nya,"ucap Mandala penuh penekanan.
"Tidak! Kakak pasti bohong. Itu tidak mungkin!"Andini nampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Mandala. Tidak mungkin kakaknya melecehkan seorang wanita.
"Itu benar. Bahkan kakak ipar mu sempat dipaksa kedua orang tuanya untuk menggugurkan kandungan nya karena kakakmu tidak berani menemui orang tua kakak ipar mu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,"imbuh Prameswari.
"Tidak! Itu tidak mungkin! Kakak dan kak Sheila saling mencintai,"ucap Andini yang tidak percaya dengan kata-kata Mandala dan mamanya.
"Apa yang dikatakan kakak dan mamamu itu benar Andini. Kamu sudah terkena hasutan perempuan jal*ng itu!"imbuh Agung yang merasa kesal pada Andini.
Andini terdiam, masih belum percaya dengan kata-kata semua orang yang ada di ruangan itu.
"Ini semua salah mama. Seharusnya mama menceritakan semuanya pada kamu dari awal. Tapi mama malas menceritakan nya karena ceritanya terlalu rumit dan terlalu memalukan bagi keluarga kita. Namun sepertinya mama harus menceritakan nya sekarang agar tidak terjadi lagi salah paham,"ujar Prameswari menghela napas berat.
Prameswari, Agung dan Mandala akhirnya bersama-sama menceritakan semua dari awal hingga akhir pada Andini. Sedangkan Kahyang hanya diam. Andini yang mendengarkan cerita dari kakak dan kedua orang tuanya pun sangat terkejut. Ternyata kisah rumah tangga kakaknya memang rumit. Dan ternyata kakaknya sangat mencintai kakak iparnya.Andini tidak menyangka jika ceritanya seperti itu. Dan yang sangat memalukan adalah kenyataan bahwa kakaknya lah yang ternyata bersalah.
"Kakak, kakak ipar. Aku minta maaf! Aku sungguh-sungguh tidak tahu jika ceritanya seperti itu. Aku sudah dihasut oleh kak Sheila. Maafkan aku! Aku benar-benar menyesal,"ucap Andini penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa. Yang penting sekarang kamu sudah tahu kebenarannya,"sahut Kahyang tersenyum tipis.
"Terimakasih, kak!"ucap Andini tertunduk malu dan penuh penyesalan.
...🌸❤️🌸...
.
.
__ADS_1
To be continued