Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
29. Kawin Lari?


__ADS_3

Kahyang berjalan menyusuri koridor kampus, hingga akhirnya masuk ke dalam kelasnya. Riska sudah duduk di bangkunya, nampak sibuk dengan lembaran kertas di mejanya.


"Hai, Ris!"sapa Kahyang seraya duduk di sebelah Riska.


"Kamu sudah selesai mengerjakan tugas belum?"tanya Riska tanpa menoleh ke arah Kahyang, menuliskan jawaban di lembar soal.


"Sudah, dong!"sahut Kahyang nampak bangga. Tentu saja Kahyang sudah menyelesaikan semua tugasnya. Dengan satu ciuman di pipi, masalah tugas dari dosen killer tidak perlu dirisaukan lagi. Dijamin beres!


"Satu bulan ini kamu berubah banget. Biasanya kamu lebih kelabakan dari pada aku, kalau ada tugas dari dosen killer. Tapi sekarang kamu malah terlihat santai saat ada tugas. Kamu malah bisa menguasai materi yang diajarkan oleh dosen dengan baik. Apa kamu cari guru privat?"tanya Riska menatap Kahyang sekilas, kemudian merapikan lembaran tugasnya yang baru saja selesai dikerjakan nya.


"Bisa dibilang begitu,"sahut Kahyang.


"Bisa dibilang begitu? Maksudnya?" tanya Riska nampak tidak mengerti dengan kata-kata Kahyang.


"Bisa dibilang guru privat. Karena dia hanya mengajari aku saja,"sahut Kahyang tersenyum tipis.


"Aku mau, dong, ikut belajar sama kamu. Pertemukan aku dengan guru privat kamu, ya!"pinta Riska antusias.


"Aku rasa, dia nggak bakal mau jadi guru privat kamu,"sahut Kahyang.


Sudah pasti Mandala tidak akan mau menjadi guru privat Riska, karena Mandala memang bukan seorang pengajar. Mandala juga selalu sibuk dengan pekerjaannya. Setiap pulang pun, Mandala selalu sibuk dengan laptopnya. Selesai mengajari dirinya, Mandala akan menemani Kahyang tidur. Terkadang saat terbangun tengah malam, Kahyang melihat Mandala sedang bekerja. Nampaknya, setelah Kahyang tertidur, Mandala melanjutkan pekerjaannya. Yang artinya, Mandala menunda pekerjaannya untuk membantu Kahyang mengerjakan tugasnya atau menerangkan materi yang tidak Kahyang mengerti. Dan juga untuk menemani Kahyang tidur. Bagaimana Kahyang tidak merasa nyaman dengan sikap Mandala yang seperti itu?


"Kenapa tidak mau? Aku akan meminta orang tua ku membayar dengan bayaran yang tinggi. Kamu yang nilainya pas-pasan saja bisa mendapatkan nilai bagus setelah diajarinya. Apalagi aku. Ibarat kata, kalau dulu nilai kamu itu cuma 60, sekarang bisa jadi 90. Sedangkan nilai aku sekarang adalah 80. Kalau dia jadi guru privat aku, aku yakin bakal dapat nilai 100,"ujar Riska panjang lebar penuh percaya diri.


"Jadi ceritanya, kamu menghina aku, nih?"ketus Kahyang membuang napas kasar, memalingkan wajahnya.


"Eh, bukan begitu maksudnya. Kamu sekarang kan sudah pintar, cantik lagi. Idola kampus. Aku mana ada apa-apa nya di banding kamu. Maafkan aku, ya? Jangan ngambek!"bujuk Riska yang merasa salah bicara. Memasang wajah memelas di depan Kahyang.


"Sudahlah. Aku maafkan,"ucap Kahyang yang sebenarnya sama sekali tidak tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Riska. Karena Kahyang menyadari, jika apa yang dikatakan oleh Riska memang benar. Sebelum diajari Mandala, nilainya memang pas-pasan dan selalu kelabakan kalau diberi tugas sama dosen killer. Kahyang hanya berpura-pura tersinggung saja pada Riska.

__ADS_1


"Terimakasih! Kamu memang sahabat terbaikku. Kalau begitu, kenalkan aku pada guru privat kamu, dong! Jika guru privat kamu mau mengajari aku, orang tua ku pasti mau membayar, walaupun mahal,"bujuk Riska yang sangat ingin diajari oleh guru privat Kahyang.


Nilai Kahyang akhir-akhir ini semakin membaik dan Kahyang juga nampak santai saat mendapatkan tugas dari dosen. Bahkan Kahyang akhir-akhir ini juga lebih bisa menguasai materi, sangat berbeda jauh dari sebelumnya. Sebelumnya nilai Kahyang pas-pasan, jangankan menguasai materi, setiap mendapat tugas juga selalu kelabakan.


"Sudah aku bilang, dia nggak bakal mau ketemu sama kamu, apalagi jadi guru privat kamu. Lagian, bayarannya juga bukan pakai uang,"sahut Kahyang membuang napas kasar. Pernikahannya dengan Mandala adalah pernikahan yang disembunyikan dan sebentar lagi akan berakhir. Jadi Kahyang tidak bisa mengenalkan Mandala pada orang lain, apalagi mengenalkan Mandala sebagai suaminya.


"Kalau belum dicoba, mana tahu. Terus, kalau bayarannya nggak pakai uang, mau pakai apa?"tanya Riska yang masih berusaha membujuk Kahyang.


"Bayarnya pakai ciuman. Kamu mau?"tanya Kahyang menatap lekat manik mata Riska.


"Apa? Ciuman?"tanya Riska dengan nada yang lumayan tinggi.


"Pelan kan suaramu!"geram Kahyang dengan mata melotot pada Riska, karena suara Riska membuat teman-teman sekelas mereka melihat ke arah mereka.


"Kamu serius?"tanya Riska dengan nada pelan. Namun belum sempat dijawab oleh Kahyang dosen mereka sudah masuk ke dalam kelas.


Riska nampak tidak konsentrasi mengikuti mata kuliah hari ini. Karena masih penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Kahyang. Bahwa bayaran guru privat Kahyang adalah sebuah ciuman.


"Kamu belum jawab pertanyaan ku tentang bayaran guru privat kamu,"todong Riska yang masih penasaran. Jiwa kepo nya benar-benar meronta-ronta


Kahyang menghela napas panjang, kemudian menatap Riska,"Bayarannya ciuman. Suamiku yang mengajari aku,"sahut Kahyang membuat mata Riska membulat.


"Su.. suami? Kamu beneran sudah menikah?"tanya Riska masih belum percaya.


"Hum,"sahut Kahyang mengangguk kecil dengan wajah lesu.


"Kenapa kamu tidak mengundang aku? Aku ini, 'kan sahabat kamu! Apa kamu tidak menganggap aku sahabat?"tanya Riska nampak kecewa.


"Maaf! Tapi kami menikah diam-diam. Tidak ada orang yang kami undang,"sahut Kahyang semakin lesu.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kamu kawin lari?"tanya Riska asal dengan nada ketus, tanpa mau menatap Kahyang. Masih ada kekecewaan di hatinya karena Kahyang tidak mengundangnya saat menikah.


"Bisa dibilang begitu,"sahut Kahyang menghela napas berat.


Mendengar jawaban Kahyang, Riska pun langsung menoleh pada Kahyang. Riska dapat melihat wajah Kahyang yang terlihat sendu dan nampak terbebani.


"Kamu.. kamu serius?"tanya Riska dengan suara pelan dan terdengar ragu-ragu.


"Hum,"sahut Kahyang kembali menghela napas berat.


Kahyang tidak tahu, bagaimana kehidupannya setelah berpisah dengan Mandala nanti. Walaupun keluarga Mandala menjamin kebutuhannya dan juga kebutuhan anaknya, tapi Kahyang akan menjadi singel parent. Dan menjadi singel parent tentu saja bukanlah hal yang mudah.


"Kenapa kamu sampai kawin lari?"tanya Riska nampak prihatin pada sahabatnya itu.


Kahyang gadis yang cantik, banyak mahasiswa dari kalangan atas yang menyukainya. Namun kenapa harus berakhir dengan kawin lari? Riska sangat menyayangkan hal itu.


"Maaf, untuk saat ini, aku tidak bisa menceritakan nya padamu,"sahut Kahyang tertunduk.


"Baiklah. Aku tidak akan memaksamu. Kamu bisa menceritakan nya saat kamu sudah siap memberitahu ku. Ya sudah, ayo kita pulang!"ujar Riska pengertian.


Akhirnya keduanya pun meninggalkan tempat sepi di sudut kampus itu. Tanpa mereka sadari jika ada seseorang yang mendengar hampir semua pembicaraan mereka. Orang itu tidak mendengar bagian awal pembicaraan keduanya. Karena mencari tempat untuk bersembunyi. Orang itu bersembunyi di balik dinding, dekat dengan keduanya bicara.


"Siapa orang yang kamu nikahi? Apa kamu menikah dengannya karena anak itu? Apa orang yang menjemput kamu dengan mobil mewah itu yang menikah dengan mu?"gumam pemuda di balik tembok yang tidak lain adalah Yudha. Saat ingin menemui Kahyang, Yudha melihat Riska menarik Kahyang. Yudha yang penasaran pun mengikuti keduanya secara diam-diam. Tidak disangka Yudha akan mendengar hal seperti tadi. Kecewa? Sudah pasti. Walaupun Yudha tahu jika Kahyang mengandung anak orang lain, Yudha masih tetap mencintai Kahyang dan bersedia menikahi Kahyang. Namun ternyata Kahyang memilih menikah dengan orang lain, entah itu siapa. Karena yang Yudha tahu, sejak awal orang yang telah menanam benih di rahim Kahyang tidak mau menikahi Kahyang.


...🌸❤️🌸...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2