Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
58. Dibatalkan?


__ADS_3

Di sebuah ballroom hotel, Riska nampak berjalan menuju tempat akad nikahnya akan dilaksanakan. Riska pun diminta duduk terlebih dahulu.


"Mohon tunggu sebentar, ya, nak! Putra saya masih ke toilet,"ujar seorang pria paruh baya yang merupakan calon mertua Riska.


"Iya,"sahut Riska tersenyum tipis.


Tak lama kemudian, pria paruh baya itu pun nampak tersenyum,"Nah, itu putra saya,"ujar nya seraya menatap ke arah seorang pemuda yang memakai setelan tuksedo berwarna putih tulang yang senada dengan warna gaun Riska. Riska menatap pria yang baru datang itu dengan mata yang membulat, apalagi saat pemuda itu duduk di sampingnya. Kedua tangan Riska mengepal dan rahangnya mengeras.


"Pa, ma, aku mohon maaf! Aku tidak bisa menikah dengan dia,"ujar Riska tiba-tiba membuat semua yang hadir di tempat itu terkejut.


"Ris, jangan bercanda di saat seperti ini!"ujar papa Riska mencoba tersenyum. Menyembunyikan rasa malu dan khawatir yang mulai menyerang hatinya.


"Aku tidak bercanda, pa!"sahut Riska dengan wajah serius.


"Tolong jangan membuat malu keluarga kita, Ris!"pinta papa Riska yang wajahnya berubah suram karena sepertinya Riska serius menolak untuk menikah.


"Aku tidak mau menikah dengan pria brengseek seperti dia, pa!"sambar Riska kemudian beranjak dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan tempat itu. Tapi langsung ditahan oleh papanya.


"Jangan mempermalukan papa! Cepat duduk lagi dan laksanakan pernikahan ini!"titah papa Riska nampak geram.


"Tuan, apa anda ingin mempermalukan keluarga kami? Banyak gadis di luar sana yang lebih cantik dari putri Tuan dan mau menikah dengan putra saya. Putri anda malah sok jual mahal dan mengatai putra saya dengan kata-kata kasar. Apa Tuan ingin kami membatalkan investasi kami ke perusahaan Tuan?"cetus calon mertua Riska penuh keangkuhan.


"Kalau begitu, nikahkan saja putra anda dengan gadis yang ada di luar sana! Saya tidak sudi menikah dengan pria bej*t seperti putra anda,"ketus Riska yang merasa tersinggung. Pria paruh baya itu begitu membanggakan putranya dan seolah bisa dengan mudah mendapatkan gadis manapun yang disukai putranya.


"Ris! Minta maaf pada calon mertua dan calon suami mu!"geram papa Riska.

__ADS_1


"Pa, aku tidak mau menikah dengan pria playboy bej*t seperti dia! Papa tahu? Dia menjebak sahabat ku dan hampir saja melecehkan sahabatku di dalam kampus. Jika saja suaminya datang terlambat, dia pasti sudah melecehkan sahabatku. Jika papa tidak percaya, papa bisa bertanya pada rektor di kampusku. Aku melihat sendiri dia babak belur setelah di hajar suami sahabatku. Bahkan rektor juga punya vidio kejadian saat dia ingin melecehkan sahabat aku. Apa papa mau punya menantu bej*t seperti dia!"tukas Riska berapi-api.


Papa Riska tampak terkejut mendengar kata-kata Riska, lalu menatap calon besannya,"Apa itu benar, Tuan?"tanya papa Riska dengan tatapan tajam.


"Itu semua tidak benar. Itu fitnah!"kilah pria yang tidak lain adalah ayah Roger.


Ya, pria yang akan dijodohkan dengan Riska adalah Roger. Pria yang hampir melecehkan Kahyang dan dihajar Mandala sampai babak belur.


Karena itu, Riska yang sudah tahu siapa Roger pun terang-terangan menolak pernikahan itu. Riska tidak mau menikah dengan pria brengseek seperti Roger.


"Apa kamu serius? Apa kata-kata kamu tadi bisa dipertanggung jawabkan?"tanya papa Riska pada putrinya dengan tatapan serius.


"Tentu saja, pa. Karena kejadian itu, dia mengalami patah tulang kaki, lengan dan tulang rusuknya. Kalau papa tidak percaya, papa bisa menyuruh orang untuk memeriksa di rumah sakit xx tempat dia dirawat,"ujar Riska membuat Roger mengepalkan kedua tangannya.


Roger tidak menyangka jika ternyata papanya menjodohkan dirinya dengan sahabat Kahyang. Wanita yang pernah sangat diinginkannya. Namun harus pupus setelah dirinya babak belur di hajar seorang pria yang ternyata adalah suami Kahyang. Bahkan Roger harus di rawat selama satu bulan di rumah sakit karena dihajar suami Kahyang.


"Tuan, jika anda tidak mau menikahkan putri anda dengan putra saya, maka saya akan membatalkan untuk berinvestasi di perusahaan Anda,"ujar papa Roger masih menampilkan keangkuhannya, tanpa menjawab pertanyaan papa Riska.


"Pa, mama tidak mau anak kita menikah dengan pria brengseek. Putri mama hanya satu, mama ingin putri kita menikah dengan pria yang baik dan hidup bahagia,"ujar mama Riska seraya menggoyangkan lengan suaminya.


"Investasi anda di perusahaan kami memang penting bagi kami. Tapi, maaf! Kebahagiaan putri saya lebih penting bagi saya. Karena saya bekerja keras agar anak saya bisa bahagia. Bukan menjerumuskan dia dengan menikahi pria yang tidak layak untuk putri saya. Pernikahan ini saya batalkan,"ujar papa Riska kemudian membawa anak dan istrinya pergi dari ballroom hotel itu.


"Dibatalkan? Tuan, tunggu! Kalian tidak bisa membatalkan pernikahan ini secara sepihak! Perusahaan kalian akan bangkrut jika kami tidak berinvestasi di perusahaan kalian!"teriak papa Roger yang merasa dipermalukan.


Papa Riska menghentikan langkahnya saat mendengar teriakkan papa Roger,"Kami akan mencari investor yang lain. Kalaupun tidak ketemu, kami akan menghadapi krisis di perusahaan kami sendiri. Karena saya tidak mau mengorbankan putri saya demi perusahaan saya,"ucap papa Riska tanpa menoleh, apalagi membalikkan tubuhnya, kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan ballroom hotel itu bersama anak dan istrinya. Para tamu pun ikut membubarkan diri karena sudah jelas acara pernikahan itu gagal.

__ADS_1


"Argh! Sial! Ini semua karena kamu! Sekarang jadi susah untuk mencarikan jodoh untuk kamu,"bentak papa Roger pada Roger. Terlihat frustasi melihat para tamu yang membubarkan diri seraya mengguncingkan putranya. Padahal papa Roger sengaja tidak mau mempertemukan Roger dengan Riska bahkan tidak mau memberikan fotonya karena takut hal ini akan terjadi. Namun walaupun sudah disembunyikan, teryata ketahuan juga. Seperti kata pepatah "Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga".


"Kenapa papa harus pusing untuk mencarikan aku jodoh? Seperti kata papa, banyak wanita di luar sana yang mau menikah dengan aku,"sahut Roger enteng.


"Para perempuan yang bersedia naik ke atas ranjang mu hanya karena melihat isi dompet mu? Papa tidak ingin punya menantu wanita murahan. Dasar anak bodoh! Kamu telah mencoreng nama baik papa!"sergah papa Roger semakin kesal. Sudah berulangkali memperingati putranya agar tidak bermain wanita, tapi tetap saja putranya itu bermain wanita.


Di sisi lain, setelah para tamu undangan berpamitan pulang, Prastyo pun menyuruh supir untuk mengantar Mandala dan Kahyang ke hotel yang sudah dipesan oleh Prasetyo. Mandala langsung mengirimi pesan pada Patih untuk lebih dulu pergi ke hotel itu mengantar Bik Mar dan Rayno. Mandala merasa agak khawatir pada Rayno karena sudah agak lama meninggalkan Rayno. Mandala takut putranya itu kembali mengamuk.


Pak, tolong agak cepat, ya, mengemudinya! Saya ingin cepat-cepat sampai di hotel,"ujar Mandala begitu masuk ke dalam mobil.


"Iya, tuan,"sahut supir itu mengulum senyum. Menyangka Mandala sudah tidak sabar untuk melakukan malam pertama. Sedangkan Kahyang menatap Mandala seraya memicingkan matanya.


"Aku takut Rayno akan rewel, lalu mengamuk. Semenjak kamu pergi, Rayno selalu mengamuk jika aku meninggalkan dia terlalu lama. Bahkan semenjak kamu pergi, aku terpaksa membawanya ke kantor,"bisik Mandala pada Kahyang, karena tidak ingin pembicaraan mereka di dengar supir pribadi Prasetyo. Mendengar apa yang dikatakan oleh Mandala, Kahyang menatap Mandala dengan tatapan tidak percaya. Pasalnya sejak lahir Rayno tidak pernah rewel, apalagi sampai mengamuk.


Namun melihat Mandala yang terlihat tidak tenang membuat Kahyang jadi ikut khawatir. Walaupun dalam hati bertanya-tanya kenapa Rayno menjadi rewel seperti yang dikatakan oleh Mandala.


Sepanjang perjalanan Mandala dan Kahyang tidak bicara apapun, tapi keduanya nampak gelisah. Begitu mobil telah berhenti di depan hotel, mereka pun bergegas masuk.


...🌟"Memang benar, sendok di tangan kanan mu, dan garpu di tangan kiri mu. Tetapi jodoh tetap di tangan Tuhan."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2