
Sheila kembali ke apartemen nya dengan langkah gontai. Bagaimana pun caranya, dirinya tidak bisa bersama Mandala. Jangankan memiliki Mandala, bahkan untuk bertemu dengan Mandala pun sangat sulit, dan pria itu pun sangat acuh padanya.
Sheila membuka pintu unit apartemennya dengan tubuh yang terlihat lesu dan wajah yang tidak bersemangat.
"Sudah pulang?"tanya seorang pria dengan suara bariton. Sheila terlihat sangat terkejut hingga kedua pundaknya terangkat ke atas.
"Kau!"ucap Sheila menatap Aldi yang duduk di sofa ruang tamunya seraya menatap layar handphonenya.
"Sudah puas mengejar-ngejar pria itu? Apa sudah berhasil merangkak ke atas ranjangnya dan berteriak di bawah kungkungan nya?"tanya Aldi yang terdengar mencibir.
"Pergilah! Aku tidak ingin bicara dengan mu,"ketus Sheila.
"Berani mengusir aku?"tanya Aldi seraya bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Sheila.
"Aku sudah bosan menjadi boneka kamu! Aku bosan menjadi pemuas kebutuhan biologis mu yang abnormal itu. Lepaskan aku! Jangan ganggu aku lagi!"pekik Sheila berjalan mundur menjauhi Aldi. Perempuan itu nampak ketakutan melihat tatapan tajam dan wajah yang terlihat dingin yang ditunjukkan oleh Aldi.
"Melepaskan kamu? Kamu pura-pura mencintai aku, setelah aku mulai mencoba memberikan hati ku padamu, kamu memeras aku seperti sapi perah. Bahkan kamu mengkhianati aku dengan menjalin hubungan dengan pria lain di belakang ku. Dan setelah menghabiskan banyak uang ku, kamu ingin meninggalkan aku begitu saja? Kembalikan uang ku yang sudah kamu hambur-hambur kan! Maka aku akan melepaskan kamu. Bersihkan dirimu! Layani aku! Cepat!"bentak Aldi.
"Brakk!"
Aldi memukul pintu yang tepat berada di belakang Sheila dengan tatapan tajam penuh amarah.
Sheila bergegas membersihkan dirinya, tidak ingin membuat Aldi semakin marah. Karena jika Aldi semakin marah, maka pria itu akan semakin menyiksa dirinya.
"Aku paling benci dengan orang yang tidak setia. Aku akan membuat mu menyesal karena telah mengkhianati aku, dan mengusik kebahagiaan orang yang aku cintai,"gumam Aldi menatap Sheila yang menghilang di balik pintu kamar dengan tatapan kebencian.
Selama menjalin hubungan dengan Aldi, Sheila memang sudah menghabiskan banyak uang Aldi, bahkan mengkhianati Aldi dengan menjalin hubungan dengan Mandala di belakang Aldi. Karena itulah Aldi sangat membenci Sheila dan menjadikan Sheila sebagai budak nafsu nya.
Aldi kembali duduk di sofa dan menatap layar handphonenya,"Kamu beruntung mendapatkan seorang pria yang setia, Kahyang. Dan kamu ternyata juga wanita yang setia. Aku tidak akan menganggu hubunganmu dengan priamu itu. Mengingat hubungan baik di antara kita, aku akan mengawasi Sheila agar tidak menganggu rumah tanggamu lagi,"gumam Aldi menatap foto Kahyang dan dirinya saat masih berseragam putih biru dengan senyuman tulus di bibirnya.
Aldi melangkah menuju kamar Sheila dan melepaskan kemeja yang dipakainya dan juga celana panjangnya. Pria itu kemudian duduk bersandar di headboard ranjang. Menunggu Sheila yang masih membersihkan diri.
Sheila baru saja selesai mandi. Namun perempuan itu nampak enggan untuk keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Aku tidak mau terus-terusan menjadi budaknya. Aku harus bisa terlepas dari jeratnya,"gumam Sheila yang nampak berpikir keras untuk bisa terlepas dari Aldi.
"Kamu mau keluar dari kamar mandi, atau aku akan menyiksamu di dalam sana,"suara Aldi itu membuat Sheila bergegas keluar dari kamar mandi.
"Kemari!"ucap Aldi dengan suara yang terdengar dingin.
"Aku akan melayani mu dengan baik. Tapi tolong beri aku uang. Aku butuh uang untuk keperluan ku. Bukankah aku juga harus merawat tubuhku agar kamu merasa puas saat bercinta dengan ku?"ucap Sheila lembut, berusaha merayu Aldi. Tidak mau di tiduri cuma-cuma oleh Aldi.
"Aku akan memberikan kamu uang, jika kamu bisa memuaskan aku,"ujar Aldi menatap tubuh Sheila.
"Jika kamu merasa sangat puas, kamu harus memberikan aku uang yang banyak,"ujar Sheila mendekati Aldi dan mulai meraba tubuh Aldi.
"𝙐𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙖𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙢𝙥𝙖𝙣, 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠,.𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙞 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣𝙞 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙖𝙗𝙣𝙤𝙧𝙢𝙖𝙡 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪,"gumam Sheila dalam hati.
"Kita lihat saja, sampai di mana kamu bisa memuaskan aku. Jika kamu tidak bisa memuaskan aku dan tidak bisa membuat aku senang, maka aku akan menyiksamu malam ini!"sahut Aldi tersenyum miring.
"Akkhh! Sakit!"pekik Sheila saat Aldi meremas kedua bukit kembarnya dengan kuat.
***
Aldi bertemu dengan Anggoro di sebuah restoran. Membicarakan tentang bisnis yang sedang mereka jalin.
"Jadi, bagaimana? Apa hubungan kamu dengan Kahyang sudah ada perkembangan?"tanya Anggoro setelah mereka selesai berbicara soal bisnis.
"Kenapa Om begitu ingin Kahyang berpisah dengan Mandala?"tanya Aldi terlihat santai tanpa menjawab pertanyaan Anggoro.
"Aku merasa dia tidak pantas untuk Kahyang. Dia hanya menginginkan harta yang dimiliki Kahyang,"sahut Anggoro menghela napas panjang.
"Tapi Kahyang sangat mencintai Mandala, Om. Dia nampak bahagia dengan Mandala,"ujar Aldi sesuai apa yang sudah diselidiki dan dilihatnya.
"Aku tetap tidak suka pada Mandala. Tapi kenapa kamu bicara seperti ini? Apa kamu menyerah untuk mendekati Kahyang?"tanya Anggoro nampak curiga.
"Aku tidak menyerah untuk mendekati Kahyang sebagai sahabatku. Tapi aku menyerah mendekati Kahyang sebagai seorang lelaki yang mendekati seorang wanita. Aku dan Kahyang sudah berteman dari kami sekolah dasar sampai kami SMP. Walaupun Kahyang tidak pernah membalas cintaku, tapi dia juga tidak pernah menyakiti hatiku dan tetap mau berteman dengan ku. Jadi, aku tidak akan menganggu kebahagiaan Kahyang,"ujar Aldi panjang lebar.
__ADS_1
"Om pikir kamu adalah seorang pria yang gigih dalam memperjuangkan cinta. Ternyata kamu bukanlah seorang pria pejuang keras. Om salah menilai mu,"cibir Anggoro terlihat kecewa.
Aldi tersenyum, kemudian menghela napas panjang,"Aku akan gigih memperjuangkan cinta ku, jika wanita itu pantas untuk aku dan aku pantas untuknya. Tapi merusak rumah tangga sepasang suami istri yang saling mencintai bukanlah hobiku. Apalagi mereka saling setia. Aku sangat menghargai dan menjunjung tinggi kesetiaan. Dan aku paling benci dengan orang yang tidak setia,"ucap Aldi terlihat sangat serius.
"Ternyata aku salah memilih mu,"ucap Anggoro benar-benar merasa kecewa.
"Bagiku, mencintai itu tidak harus memiliki. Melihat Kahyang bahagia sudah cukup membuat aku bahagia. Untuk apa aku memaksa dia disisi ku jika dia tidak bisa bahagia saat bersamaku? Saat Om tulus mencintai seseorang, maka kebahagiaannya akan lebih penting dari segalanya,"ujar Aldi panjang lebar.
"Ternyata kamu hanyalah seorang pujangga cinta. Aku akan mencari orang lain yang pantas bersanding dengan putri ku,"ucap Anggoro beranjak dari duduknya dengan membawa rasa kecewanya.
"Jika Om masih berusaha mengusik kebahagiaan Kahyang, maka Om akan berhadapan dengan aku. Aku akan menyingkirkan siapa saja yang akan mengusik kebahagiaan Kahyang, termasuk Sheila yang Om jadikan kaki tangan Om untuk menggoda Mandala,"ucap Aldi menatap tajam Anggoro yang masih berdiri di depannya
"Kamu ingin melawan aku?"tanya Anggoro menatap tajam pada Aldi.
"Terserah apa tanggapan Om. Tapi aku tidak akan membiarkan orang yang aku cintai disakiti oleh siapapun,"ucap Aldi tersenyum miring beranjak meninggalkan Anggoro.
"Kesepakatan bisnis kita batal,"ucap Anggoro membuat Aldi menghentikan langkahnya.
"Tidak masalah. Aku juga tidak suka berbisnis dengan orang yang berniat menghancurkan kebahagiaan putrinya sendiri,"ucap Aldi tanpa membalikkan tubuhnya, kemudian melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Anggoro yang terlihat sangat marah.
"Aku tidak akan berhenti sampai Mandala dan Kahyang berpisah,"gumam Anggoro mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan penuh kebencian.
...🌟"Mampu melepaskan dan mengikhlaskan orang yang di cintai bersama orang lain adalah bentuk dari cinta sejati yang sulit dicari."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
.
.
To be continued
__ADS_1