
Mandala menggendong Rayno keluar dari apartemennya. Membaringkan bayi yang terlihat montok dan menggemaskan itu di car seat. Pria itu mengendarai mobilnya sambil sesekali melihat jam tangannya. Hingga akhirnya ayah dan anak itu berhenti di depan sebuah rumah yang terlihat megah. Mandala menggendong putranya seraya menatap rumah megah itu. Menurut GPS dari cincin yang diberikan Mandala pada Kahyang, disinilah seharusnya Kahyang berada.
Kahyang menatap kosong langit-langit kamarnya. Seharusnya saat ini dirinya sedang bersama Mandala dan Rayno. Biasanya mereka akan membaringkan Rayno diatas ranjang. Mereka berdua akan mengajak Rayno berbicara, menunjukkan beberapa mainan dengan warna yang berbeda dan sesekali mencium Rayno.
Kahyang beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu balkon kamarnya. Wanita itu berdiri di tepi balkon hingga tatapan matanya tertuju pada sebuah mobil berwarna hitam.
"Mandala. Apakah itu mobilnya?"gumam Kahyang dengan mata yang berkaca-kaca. Entah mengapa Kahyang begitu yakin jika mobil yang terparkir di tepi jalan di depan rumahnya itu adalah mobil Mandala. Padahal Kahyang melihatnya dari jarak yang cukup jauh dan saat ini malam hari. Lagipula bukan hanya Mandala saja, 'kan, yang memiliki mobil berwarna hitam. Tapi hati Kahyang mengatakan jika mobil itu milik Mandala.
Sedangkan Mandala yang memang memarkirkan mobilnya di tepi jalan depan rumah Kahyang pun tersenyum sendu saat melihat seorang wanita keluar dari salah satu kamar dan berdiri di balkon. Walaupun melihat dari dalam mobil dengan jarak yang cukup jauh, tapi Mandala dapat mengenali Kahyang dari postur tubuh dan rambut panjangnya. Mandala bisa melihat wanita yang dicintainya itu berdiri di tepi balkon dan nampak menatap kearah mobilnya.
"Akhirnya aku bisa melihatmu, walaupun hanya dari kejauhan. Apa kamu menyadari jika aku ada di sini?"gumam Mandala yang masih menggendong Rayno. Matanya masih menatap Kahyang yang berdiri di balkon kamarnya.
Tok! Tok! Tok!
Tiba-tiba ada yang mengetuk kaca mobil Mandala dan tiba-tiba Rayno nampak gelisah.
"Kenapa sayang? Kamu haus?"tanya Mandala pada putranya seraya membuka kaca mobilnya.
"Selamat malam! Maaf, kenapa anda memarkirkan mobil anda di sini begitu lama?"tanya seorang pria yang ternyata adalah security yang berjaga di rumah Kahyang. Pria itu merasa curiga karena mobil Mandala terparkir cukup lama di seberang jalan depan rumah majikannya.
"Maaf, Pak, sebentar! Putra saya sepertinya kehausan,"ucap Mandala seraya menenangkan putranya, sedangkan tangannya yang satunya mengambil susu dari dalam box yang sudah disiapkannya dari apartemen tadi.
"Apa kamu menculik bayi orang?"tanya security itu nampak curiga. Tidak lagi bicara formal pada Mandala..
Mandala belum menjawab pertanyaan security itu, karena masih sibuk menenangkan putranya dan cepat-cepat memberikan susu agar putranya tidak menangis. Karena Mandala sangat hafal dengan ekspresi wajah putranya, jika sebentar lagi tidak diberi susu, bayi itu pasti akan menangis.
"Bapak tanya apa tadi?"tanya Mandala saat Rayno sudah mulai tenang karena sedang meminum susu.
Security yang dari tadi memperhatikan Mandala pun menghela napas panjang,"Saya tanya kenapa kamu memikirkan mobil kamu begitu lama di sini? Dan anak siapa itu? Apa kamu menculiknya?"tanya security yang berusia sekitar empat puluh tahun itu menatap Mandala curiga.
Mandala menghela napas panjang kemudian menatap security itu,"Pertama, saya berhenti di sini karena saya sedang istirahat. Kedua, saya bukan penculik. Ini adalah anak kandung saya. Bapak lihat saja, di mobil saya ini ada perlengkapan bayi! Mana mungkin penculik membawa perlengkapan bayi. Dan mana ada penculik memakai mobil mewah seperti saya? Lagian, jika saya ingin mencuri atau bermaksud jahat, kenapa saya berhenti lama di sini? Saya hanya sedang istirahat. Bayi saya baru berusia satu bulan lebih, jadi tidak bisa lama-lama saya diamkan di car seat. Karena itu saya menggendong nya dulu dan istirahat di sini agak lama,"jelas Mandala panjang lebar.
Security itu nampak memperhatikan isi mobil Mandala. Ada car seat, box kecil tempat Mandala mengambil susu tadi dan juga ada perlengkapan bayi lainnya. Security itu kemudian menatap wajah Mandala. Dari wajahnya juga sepertinya bukan orang susah. Walaupun hanya memakai celana pendek dan kaos oblong saja. Tapi aura pria itu sangat berwibawa.
__ADS_1
"Kenapa kamu membawa bayi sekecil ini bepergian?"tanya security itu sedikit lembut.
"Saya menikah tanpa restu orang tua. Dan akhirnya istri saya dibawa pulang secara paksa oleh kedua orang tuanya,"ujar Mandala menghela napas panjang seraya mengelus kepala putranya.
"Begitu, ya? Kasihan sekali anak kamu,"ujar security itu nampak prihatin.
"Ini, saya tadi beli roti agak banyak, ini buat bapak. Lumayan buat teman ngopi,"ucap Mandala tersenyum tipis, seraya mengulurkan sebungkus roti pada security itu.
"Terimakasih!"ucap security itu tersenyum lebar.
"Mungkin besok-besok saya akan sering berhenti di sini untuk istirahat. Saya merasa lebih aman jika berhenti di sini dari pada berhenti di tempat lain. Tidak apa-apa, 'kan, Pak?"tanya Mandala agar saat dirinya ingin melihat Kahyang dan berhenti lama di tempat itu tidak ada yang akan mencurigai dirinya.
"Tentu saja tidak apa-apa,"sahut security itu tersenyum lebar.
"Anak saya sudah tidur,"ujar Mandala menatap sendu putranya yang sudah terlelap seraya mengelus kepala bayi itu kemudian menciumnya dengan penuh kasih sayang. Mandala membaringkan Rayno di car seat dengan hati-hati.
Security itu nampak menghela napas panjang, prihatin melihat ayah dan anak yang masih bayi itu.
"Saya permisi, ya, Pak! Saya harus segera pulang, takut putra saya terbangun sebelum sampai di rumah,"pamit Mandala.
"Terimakasih, Pak!"ucap Mandala kemudian menutup kaca mobilnya. Mandala menoleh ke balkon kamar Kahyang dan melihat wanita itu masih berdiri di sana. Mandala tersenyum kecut, mengklakson security tadi lalu melajukan mobilnya.
"Hati-hati!"ucap security tadi pada Mandala seraya menghela napas panjang, kemudian berlari kembali ke tempatnya berjaga bertepatan dengan mobil Anggoro yang akan memasuki gerbang rumah itu.
"Aku tidak tahu kapan aku mulai mencintai mu, aku juga tidak tahu bagaimana caranya untuk berhenti mencintaimu. Dan parahnya, aku tidak bisa melupakan mu,"gumam Mandala tanpa terasa menitikkan air mata.
Mencintai tapi tidak bisa memperjuangkan orang yang dicintai. Sungguh menyakitkan bukan?
"Pak Supri, siapa orang dalam mobil tadi?"tanya Anggoro setelah menurunkan kaca mobilnya. Anggoro melihat security yang ternyata bernama Supri itu berdiri di dekat sebuah mobil mewah yang berhenti di tepi jalan depan rumahnya. Hingga membuat Anggoro penasaran.
"Oh, itu. Hanya orang yang istirahat karena anaknya ingin minum susu, Tuan,"sahut Supri jujur adanya.
"Oh, begitu. Ya sudah, saya masuk dulu,"ujar Anggoro.
__ADS_1
"Iya, Tuan,"sahut Supri.
"Apa benar yang kamu katakan?"tanya teman Supri yang juga sedang berjaga.
"Benar. Kasihan, anaknya masih bayi, tapi istrinya di bawa pulang secara paksa oleh kedua orang tuanya karena pernikahan mereka tidak direstui kedua orang tua mereka,"ujar Supri dengan ekspresi sedih.
"Kasihan juga, ya?"sahut teman Supri.
"Kebanyakan anak orang kaya memang bernasib seperti itu. Kalau nggak kedua orang tuanya bercerai, ya kurang perhatian dari orang tuanya. Karena orang tuanya sibuk nyari harta, dan mereka tidak memberi kasih sayang dan perhatian yang cukup untuk anak-anak mereka,"ujar Supri lagi.
"Kamu benar,"sahut teman Supri.
"Sudahlah. Jangan dipikirkan! Ini, aku dikasih roti sama orang tadi. Yuk, dimakan bareng-bareng!"ucap Supri dan keduanya pun memakan roti yang diberikan oleh Mandala sambil menyeruput kopi mereka.
Sementara itu, Kahyang yang berada di atas balkon menatap sendu mobil Mandala yang melaju semakin jauh. Kahyang segera masuk ke dalam kamar saat melihat mobil Anggoro di pintu gerbang rumahnya.
...π"Kamu tidak akan tahu apa itu kesepian sebelum kamu ditinggalkan. Dan kamu tidak akan pernah tahu apa itu rindu sebelum dia yang mencintai mu pergi meninggalkan mu."π...
..."Nana 17 Oktober "...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
Notebook :
-Pada usia sekitar 1 bulan, bayi mungkin akan fokus sebentar pada orang yang ditatapnya tetapi mungkin masih lebih menyukai objek berwarna cerah dengan jarak hingga 1 meter. Jadi, pada usia satu bulan, bayi sudah memiliki kemampuan untuk melihat warna.
-Diterjemahkan dari bahasa Inggris-Kursi keselamatan anak, terkadang disebut kursi keselamatan bayi, sistem penahan anak, kursi anak, kursi bayi, kursi mobil, atau kursi booster, adalah kursi yang dirancang khusus untuk melindungi anak-anak dari cedera atau kematian selama tabrakan kendaraan. Wikipedia (Inggris)
.
.
__ADS_1
To be continued