Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
61. Aku Lelah


__ADS_3

Kahyang terbangun dengan tubuh yang terasa remuk redam. Semalam Mandala seperti harimau yang sedang kelaparan. Pria itu seakan-akan ingin menelannya bulat-bulat. Mandala melakukannya bukan cuma sekali, seolah tidak pernah puas dan juga tidak merasa lelah.


Walaupun pria itu melakukannya dengan lembut, sama seperti saat mereka melakukannya saat Kahyang hamil besar waktu itu. Namun bedanya, waktu itu Mandala hanya melakukannya sekali, tidak seperti semalam. Pria itu meminta haknya tidak cukup sekali dan dalam durasi yang lumayan lama, membuat Kahyang kelelahan.


Kahyang saat ini masih dalam dekapan Mandala. Perlahan wanita itu mencoba melepaskan pelukan Mandala, agar pria itu tidak terbangun.


"Emm, kamu mau kemana, sayang? Aku masih ingin memelukmu. Aku masih sangat rindu padamu,"gumam Mandala dengan suara serak khas bangun tidur. Pria itu malah mengeratkan pelukannya pada Kahyang.


"Man, ini sudah siang. Aku ingin membersihkan diri. Aku ingin bertemu dengan Rayno. ASI ku rasanya sudah penuh lagi, aku akan menyusui Rayno,"ujar Kahyang yang memang merasa ASI -nya kembali penuh.


"Biar aku bantu mengeluarkannya,"ujar Mandala yang tiba-tiba membuka matanya dan dengan cepat bibirnya sudah berada di dada Kahyang.


"Man, jangan lakukan lagi! Aku.. ughh.. Man.."Kahyang tidak dapat melanjutkan kata-katanya saat merasakan kenikmatan yang diberikan Mandala dengan sentuhan bibir, lidah dan tangannya.


Pria itu kembali menjelajahi tubuh Kahyang yang masih polos setelah percintaan mereka semalam.


"Ma.. man! He.. hentikan!"pinta Kahyang seraya menjambak rambut Mandala yang tebal.


"Aku ingin tahu bagaimana rasanya melakukan nya di pagi hari,"ucap Mandala yang saat ini sudah mengungkung tubuh Kahyang.


Mandala terus memancing hasraat Kahyang untuk bercinta dengannya pagi itu. Hingga akhirnya Mandala pun sukses mendapatkan jatahnya di pagi hari.


Mandala mengecup bibir Kahyang beberapa kali setelah mereka berhasil mendapatkan pelepasan bersama-sama. Mandala terlihat sangat bahagia. Pria itu tidak terlihat lelah sama sekali. Bahkan wajahnya terlihat secerah mentari pagi yang bersinar terang menghangatkan bumi.


"Kita mandi bersama, hem?"tanya Mandala yang masih di atas tubuh Kahyang. Tangannya yang besar mengusap peluh di wajah Kahyang dengan lembut.


"Aku lelah!"ucap Kahyang yang malah memejamkan matanya lagi. Kegiatan barusan membuat Kahyang merasa semakin lelah hingga enggan untuk beranjak dari tempatnya berbaring.


"Baiklah. Tidurlah lagi! Aku akan membersihkan diri terlebih dahulu,"ujar Mandala mengecup kening Kahyang lembut, kemudian bergegas membersihkan diri.

__ADS_1


Kahyang terbangun saat waktu sudah menunjukan pukul sembilan pagi. Saat membuka matanya, Kahyang disuguhi pemandangan yang membuatnya tersenyum tipis.


Di samping tempatnya berbaring, Kahyang melihat Mandala yang nampak telaten mengganti popok Rayno.


"Kamu sudah bangun? Bersihkanlah dirimu! Setelah itu kita sarapan,"ujar Mandala yang sudah selesai mengganti popok Rayno. Pria itu mengusap kepala Kahyang kemudian mengecup kening Kahyang.


"Aduh!"rintih Kahyang saat berusaha bangun dari tidurnya. Tubuhnya benar-benar terasa remuk redam karena Mandala.


"Kamu kenapa?"tanya Mandala khawatir saat mendengar Kahyang merintih dengan wajah yang terlihat menahan sakit.


"Ini semua karena kamu, Man. Tubuhku rasanya seperti remuk redam,"sahut Kahyang mengerucutkan bibirnya.


"Maaf! Aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi menahannya, Yang. Sudah terlalu lama aku berusaha mengendalikan diri ku sendiri agar tidak menyentuh mu. Dan sekarang saat kamu sudah menjadi milikku seutuhnya, bukan sekedar status, aku benar-benar sulit untuk mengendalikan diriku sendiri. Maaf!"ujar Mandala seraya memegang pipi Kahyang, kemudian mengecup kening Kahyang dengan lembut. Sedangkan Kahyang hanya bisa menghela napas panjang.


"Aku akan menyiapkan air untuk kamu mandi,"ucap Mandala kemudian bergegas ke kamar mandi.


Kahyang menatap punggung Mandala yang menghilang di balik pintu kamar mandi. Wanita itu kemudian menoleh melihat Rayno yang dibaringkan Mandala di sebelahnya.


"Ayo mandi dulu, sayang! Setelah itu kamu harus makan, baru bisa bermain dengan Rayno,"ujar Mandala seraya mendekati Kahyang.


"Man!"pekik Kahyang saat tiba-tiba Mandala mengangkat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun yang melekat. Kahyang menutupi dada dan bagian inti tubuhnya menggunakan kedua tangannya dengan wajah yang memerah. Malu pada Mandala? Tentu saja.


"Tidak usah malu! Aku sudah melihat semuanya dan merasakannya,"ujar Mandala tersenyum tipis,.kemudian mencium pipi Kahyang sekilas.Pria itu mendudukkan Kahyang ke dalam bathtub yang sudah terisi air hangat,"Mandilah!"ucap pria itu seraya mengelus kepala Kahyang, kemudian keluar dari dalam kamar mandi.


"Huff, memalukan sekali!"gumam Kahyang menghela napas berat. Namun tak lama kemudian wanita itu nampak membulatkan matanya,"Astaga..! Tubuhku.. hais.. pria itu benar-benar membuat tubuhku.. huff.!"Kahyang hanya bisa membuang napas kasar saat melihat seluruh tubuhnya penuh dengan tanda kemerahan, bahkan merah keunguan.


Setelah berendam beberapa menit, Kahyang pun merasa tubuhnya lebih enakan. Selesai mandi, Kahyang dan Mandala sarapan bersama. Sarapan yang sebenarnya sudah kesiangan. Setelah sarapan Kahyang menyusui Rayno yang nampaknya sudah kehausan. Berbeda dari sebelumnya, biasanya Mandala selalu mencari kesibukan saat Kahyang sedang menyusui Rayno. Tapi sekarang pria itu malah duduk di sebelah Kahyang dan memeluk pinggang Kahyang dari samping. Tidak cukup sampai di situ, Mandala juga menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kahyang, sesekali mencium leher Kahyang.


"Man, hentikan!"pinta Kahyang seraya mendorong wajah Mandala pelan. Pria itu seolah enggan jauh darinya, hingga terus menempel padanya.

__ADS_1


"Aku hanya menciumi mu saja, sayang. Kamu tahu? Aku rasanya tidak percaya jika kita telah menikah sah secara hukum dan agama. Aku sangat bahagia. Akhirnya kita bisa bersama. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita,"ujar Mandala, mengeratkan pelukannya pada Kahyang yang sedang menyusui Rayno.


"Aku juga. Aku tidak menyangka jika pria yang dijodohkan dengan aku adalah kamu. Jika aku tahu, aku tidak akan kabur hingga hampir jatuh dari balkon,"ujar Kahyang tertawa kecil.


"Kamu nekat sekali! Bagaimana jika saat itu aku tidak melihatmu dan terlambat menangkap tubuh mu? Jangan pernah lakukan itu lagi!"ujar Mandala yang mengingat kejadian kemarin. Waktu itu Mandala reflek berlari dan menangkap tubuh Kahyang dan sangat terkejut saat melihat wanita yang ditolongnya adalah Kahyang.


"Saat aku jatuh, aku pikir, kemarin adalah hari terakhirku dan tidak akan bertemu lagi dengan mu dan juga Rayno,"ujar Kahyang kemudian menghela napas berat.


"Aku juga takut tidak bisa bertemu dengan mu lagi. Setiap malam aku dan Rayno melihatmu berdiri di tepi balkon dari pinggir jalan,"ujar Mandala membuat Kahyang menoleh pada Mandala.


"Jadi mobil yang setiap malam terparkir di tepi jalan di depan rumahku itu benar-benar mobilmu?"tanya Kahyang.


"Hum, sejak kamu pergi, Rayno selalu rewel jika terlalu lama jauh dariku. Karena itu, aku selalu membawanya ke manapun aku pergi. Walaupun harus berada di dalam mobil seperti saat kita menikah kemarin,"ujar Mandala jujur adanya.


"Jadi kemarin saat kita menikah, Rayno juga ada?"tanya Kahyang, nampak terkejut.


"Ya. Aku menyuruh Bik Mar menunggu di mobil bersama Patih. Setelah kita selesai menikah dan akan ke hotel ini, aku menyuruh mereka untuk pergi duluan ke hotel ini,"sahut Mandala.


Kahyang menghela napas berat,"Man, bagaimana kita menjelaskan tentang Rayno dan hubungan kita selama ini pada keluarga ku?"tanya Kahyang tiba-tiba, membuat Mandala terdiam.


...🌟"Tidak ada kebahagiaan yang sempurna. Namun jangan pernah menyerah untuk bahagia."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2