
Setelah mata kuliah mereka selesai, Kahyang dan Riska akhirnya pergi ke kafe di seberang kampus mereka.
"Udah lama nggak makan bareng gini,"ujar Riska sambil menikmati makanannya.
"Hum, jadwal kita kan beda, jadi susah buat ketemuan seperti ini,"sahut Kahyang yang juga sedang menikmati makanannya.
"Gimana kabar Ray, Yang?"tanya Riska.
"Makin lucu. Sekarang sudah bisa duduk dan belajar merangkak,"sahut Kahyang dengan wajah yang terlihat bahagia.
"Aku senang melihat mu bahagia,"ujar Riska, tapi wajahnya terlihat sendu.
"Kamu bilang kamu senang lihat aku bahagia, tapi kok muka kamu terlihat nggak seneng gitu?"tanya Kahyang yang merasa ucapan Riska tidak sesuai dengan ekspresi yang ditunjukkan di wajah Riska.
"Aku seneng lihat kamu bahagia, tapi aku sedih saat melihat Yudha,"sahut Riska tanpa menutupi apapun dari Kahyang. Karena Riska memang merasa sedih saat melihat Yudha sedih.
"Memangnya dia kenapa?"tanya Kahyang yang jadi merasa tidak enak. Bagaimana pun, Kahyang lah yang memutuskan hubungannya dengan Yudha secara sepihak. Padahal mereka sudah menjalin hubungan selama beberapa tahun dan saling mencintai, namun malah berakhir putus. Tidak ada kesalahan yang dilakukan Yudha dalam hubungan mereka. Kahyang lah yang bersalah karena tidak bisa menjaga diri. Namun, bukankah manusia tidak tahu dengan siapa dirinya di takdirkan bukan? Pada akhirnya, Kahyang menikah dengan Mandala. Dan kenyataan nya, mereka juga sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka sebelum mereka bertemu dan saling mengenal, lalu saling mencinta.
"Aku lihat Yudha tadi lihatin kamu. Sepertinya dia sedang sakit, tapi memaksakan diri untuk kuliah. Wajahnya terlihat pucat dan bibirnya juga pecah-pecah. Sepertinya dia belum bisa move on dari kamu, Yang,"ujar Riska.
"Aku tidak bisa apa-apa Ris. Aku sekarang sudah menjadi istri orang lain. Aku tidak mungkin kembali pada Yudha. Mau tak mau, dia harus melupakan aku. Lagi pula, sekarang aku tidak lagi mencintai Yudha. Mandala telah membuat aku melupakan Yudha dan jatuh cinta padanya. Bahkan aku mencintai Mandala lebih dari aku mencintai Yudha. Dan kenyataan nya, Mandala lah orang yang dijodohkan oleh orang tua ku dengan ku,"ujar Kahyang menghela napas berat.
__ADS_1
"Aku melihat dia sangat terpukul dan hancur saat melihat kamu mencium suamimu di depan matanya, Yang,"ujar Riska yang memang melihat seperti itulah keadaan Yudha saat Kahyang mencium Mandala di depan mata Yudha.
"Aku terpaksa melakukan itu, agar Mandala tidak menghajar Yudha. Kamu lihat sendiri, 'kan, bagaimana Roger babak belur karena di hajar Mandala? Aku takut Mandala menghajar Yudha seperti dia menghajar Roger waktu itu. Karena saat itu Yudha seperti menantang Mandala. Hanya dengan cara menciumnya di depan Yudha lah yang bisa menepis kecemburuan Mandala pada Yudha. Selain itu, dengan melihat aku mencium Mandala di depan matanya, aku berharap Yudha bisa segera bisa move on dari ku. Aku tidak ingin dia terus berharap dan menunggu aku. Dia juga berhak untuk bahagia. Walaupun itu bukan dengan aku. Dan aku tidak mau dekat lagi dengan dia. Aku takut Mandala cemburu,"jelas Kahyang menjelaskan pada Riska, mengapa dirinya mencium Mandala di depan Yudha
"Tapi apa yang kamu lakukan itu benar-benar membuat hati Yudha hancur, Yang,"sahut Riska yang merasa ikut sedih melihat keadaan Yudha saat itu. Kahyang dan Yudha sama-sama sahabat Riska. Dan Riska ikut sedih jika keduanya bersedih.
"Lalu aku harus bagaimana, Ris? Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk Yudha. Jika aku mendekatinya, dia akan semakin sulit untuk melupakan aku. Aku juga harus menjaga hati suamiku. Aku tidak mau bertengkar dengan Mandala karena masa laluku. Kamu juga harus mengerti dengan posisi ku, Ris,"ujar Kahyang yang merasa dipojokkan oleh Riska.
"Aku juga tidak tahu,"sahut Riska membuang napas kasar.
"Memang aku yang salah karena memutuskan hubungan kami secara sepihak. Tapi bukankah aku sudah menceritakan semuanya padamu. Hubungan ku dengan Mandala memang berawal dengan insiden yang tidak pernah aku inginkan.Tapi kenyataan nya, akhirnya aku malah jatuh cinta pada Mandala,"ujar Kahyang.
"Kenapa kamu bisa mencintai orang yang telah merenggut kesucian kamu?"tanya Riska yang terkesan tidak suka Kahyang memilih Mandala dari pada Yudha.
"Ke.. kenapa kamu bertanya seperti itu?"Riska malah balik bertanya, dan nampak gugup melihat tatapan mata Kahyang yang nampak curiga.
"Kamu seperti menyalahkan aku karena Yudha terpuruk karena aku tinggalkan. Dan kamu seperti tidak terima melihat Yudha tersakiti. Apa aku salah jika aku curiga dan menduga jika kamu mencintai dia?"tanya Kahyang dengan tatapan yang membuat Riska jadi merasa serba salah.
"A.. ku tidak mencintai Yudha. A.. aku hanya merasa kasihan saja. Apa salah jika aku kasihan pada Yudha. Lagi pula, dia adalah sahabat ku juga,"kilah Riska gugup.
"Kenapa kamu jadi gugup begitu? Malah bagus jika kamu menyukainya, jatuh cinta pada nya. Jadilah dokter cinta untuk Yudha! Kamu tahu? Luka karena cinta lama akan terobati dengan cinta yang baru. Jika kamu mencintai dia, buatlah dia mencintai kamu dan melupakan aku,"ujar Kahyang terdengar penuh harap. Walaupun Kahyang tidak lagi mencintai Yudha, tapi Kahyang juga tidak mau melihat Yudha terpuruk karena dirinya.
__ADS_1
"Aku hanya simpati saja pada Yudha. Tidak ada perasaan lain,"ketus Riska.
"Kamu tahu? Cinta itu bisa datang karena kenal, simpati, kasihan, terbiasa, dan rasa nyaman, hingga tumbuh rasa sayang dan akhirnya menjadi cinta,"ujar Kahyang menurut sisi pandang nya sendiri.
"Aku tidak tahu. Aku tidak pernah jatuh cinta karena hal seperti itu. Yang aku tahu adalah jatuh cinta pada pandangan pertama,"sahut Riska yang memang hanya pernah jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Aku mengalaminya. Aku jatuh cinta pada Mandala karena aku terbiasa bersamanya, merasa nyaman saat berada disisinya. Tersentuh dengan semua perhatian yang diberikannya. Sikapnya yang lembut, penyayang, perhatian dan selalu mengerti apapun yang aku inginkan, bahkan sebelum aku mengatakannya, membuat aku perlahan lahan mencintai Mandala. Aku merasa tidak bisa hidup tanpa dia. Apalagi ada anak diantara kami yang semakin mengikat perasaan kami berdua,"ujar Kahyang panjang lebar.
"Ternyata kamu benar-benar sangat dalam mencintai Mandala,"ujar Riska setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Kahyang. Dari kata-kata Kahyang, Riska dapat merasakan jika Kahyang begitu dalam mencintai Mandala.
"Iya. Aku bahkan merasa tidak bisa hidup tanpa nya,"sahut Kahyang jujur adanya.
...π"Cinta tak akan mudah pergi secepat saat dirimu jatuh hati. Dan tak mudah hilang walaupun kamu patah hati."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
.
__ADS_1
To be continued