
Sheila berjalan menuju sebuah bangunan kosong. Wanita itu naik ke roof top bangunan yang sudah ditinggalkan oleh penghuni itu. Berjalan menghampiri seorang pria yang berdiri membelakanginya.
"Ada apa Tuan ingin bertemu aku di sini?"tanya Sheila berdiri di samping pria itu.
"Apa kamu ingin uang?"tanya pria itu membuat Sheila tertawa.
"Pertanyaan Tuan lucu sekali. Mana ada manusia di dunia ini yang tidak mau uang?"ujar Sheila menahan tawanya.
"Lima milyar. Apa kamu mau uang lima milyar?"tanya pria yang tidak lain adalah Anggoro.
Sheila langsung menoleh menatap Anggoro lekat, seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Anggoro. Namun wajah dan tatapan mata pria itu terlihat sangat serius.
"Lima milyar? Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa mendapatkan uang lima milyar itu?"tanya Sheila serius.
"Habisi mantan pacar mu itu!"ucap Anggoro tanpa keraguan sedikit pun.
Sheila menatap nanar wajah Anggoro, wanita itu terdiam. Lidahnya terasa kelu, tubuhnya diam terpaku di tempatnya berdiri. Rasanya, salivanya seperti menjadi batu hingga sulit untuk di telannya.
"Mak.. maksud Tuan.. Tuan ingin aku menghabisi Mandala?"tanya Sheila memastikan, suaranya tergagap setelah beberapa saat terdiam.
"Iya,"sahut Anggoro penuh keyakinan.
"Ke.. kenapa?"tanya Sheila gugub.
"Karena kamu gagal memisahkan dia dengan putri ku. Jika aku tidak bisa memisahkan dia dari putriku hidup-hidup, maka aku akan memisahkan mereka dengan kematian,"jawab Anggoro dengan tatapan penuh kebencian.
"A..aku tidak bisa,"ucap Sheila tertunduk mengepalkan kedua tangannya.
"Kenapa?"tanya Anggoro.
"Aku mencintai dia,"sahut Sheila masih tertunduk.
__ADS_1
"Jika kamu tidak mau, aku akan mencari orang lain untuk menghabisinya. Jadi, apakah kamu benar-benar tidak menginginkan uang lima milyar itu? Karena walau bagaimanapun caranya, aku akan tetap menghabisinya,"ucap Anggoro terlihat tidak main-main.
Sheila terdiam. Walaupun dirinya tidak mau menghabisi Mandala, tapi Mandala akan tetap di habisi Anggoro melalui tangan orang lain. Dan jika Anggoro mencari orang lain untuk menghabisi Mandala, maka kesempatan untuk memiliki uang lima milyar itu akan hilang.
"Dia tidak lagi mencintai kamu. Dan dia juga tidak akan pernah kembali lagi padamu. Untuk apa kamu mencintai dan mengasihi orang yang tidak mencintai kamu lagi, yang jelas-jelas mencintai orang lain? Apa kamu tidak mengingat segala penghinaan yang dia berikan dan penolakan nya terhadap kamu? Apa kamu tidak merasa sakit hati pada dia?"hasut Anggoro berusaha mencuci otak Sheila.
Mendengar kata-kata Anggoro, perlahan semua kata-kata Mandala yang menyakitkan hatinya pun mulai berputar di kepala Sheila.
"𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙠𝙨𝙖𝙢𝙪 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙪. 𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙢𝙪 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙠𝙪. 𝘿𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪𝙥𝙪𝙣 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙖𝙗𝙪𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙤𝙙𝙖 𝙖𝙠𝙪. 𝙅𝙖𝙙𝙞, 𝙞𝙩𝙪 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙪. 𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙥𝙖𝙠𝙨𝙖. 𝙆𝙞𝙩𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙥𝙪𝙩𝙪𝙨 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝. 𝘼𝙠𝙪 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞. 𝙅𝙖𝙙𝙞, 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙢𝙪,"
^^^"𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙠𝙚𝙨𝙪𝙘𝙞𝙖𝙣𝙠𝙪, 𝙈𝙖𝙣! 𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙪,"^^^
"𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙤𝙙𝙤𝙝? 𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙪𝙘𝙞 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙙𝙪𝙧𝙞 𝙢𝙪,"
^^^"𝙅𝙚𝙡𝙖𝙨-𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙙𝙞 𝙨𝙥𝙧𝙚𝙞 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙞𝙩𝙪, 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙪𝙘𝙞 𝙡𝙖𝙜𝙞?"^^^
"𝘼𝙠𝙪 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙤𝙙𝙤𝙝𝙞. 𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙢𝙥𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙬𝙞𝙣𝙚 𝙙𝙞 𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙨𝙥𝙧𝙚𝙞. 𝘿𝙖𝙣 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙢𝙖𝙗𝙪𝙠. 𝘼𝙠𝙪 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣𝙡𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙜𝙞𝙢𝙪. 𝘽𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙠𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙨𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙣𝙤𝙧𝙢𝙖𝙡 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙨𝙚𝙢𝙥𝙞𝙩 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙢𝙪,"
^^^"𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙖𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙞 𝙖𝙠𝙪, 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙣𝙞!"^^^
"𝙆𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙢𝙖𝙪 𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝 𝙙𝙞𝙧𝙞, 𝙮𝙖 𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖! 𝙄𝙩𝙪 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖, 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞. 𝙏𝙚𝙧𝙨𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙖𝙪 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙢𝙖𝙩𝙞. 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙪𝙧𝙪𝙨𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪,"
^^^"𝙈𝙖𝙣, 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙣𝙞!"^^^
"𝙏𝙚𝙧𝙨𝙚𝙧𝙖𝙝!"
Semua kata-kata Mandala itu terasa menusuk di hati Sheila. Benar kata Anggoro, untuk apa dirinya mencintai Mandala jika Mandala tidak mencintai dirinya? Lagi pula, walaupun dirinya tidak menghabisi Mandala, akan ada orang lain yang akan menghabisi Mandala.
"𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙞𝙢𝙖 𝙢𝙞𝙡𝙮𝙖𝙧 𝙞𝙩𝙪, 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝 𝙥𝙧𝙤𝙛𝙚𝙨𝙞𝙤𝙣𝙖𝙡 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙗𝙞𝙨𝙞 𝘼𝙡𝙙𝙞, 𝙙𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙚𝙗𝙖𝙨 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙗𝙧𝙚𝙣𝙜𝙨𝙚𝙚𝙠 𝙖𝙗𝙣𝙤𝙧𝙢𝙖𝙡 𝙞𝙩𝙪. 𝙇𝙖𝙜𝙞 𝙥𝙪𝙡𝙖, 𝙈𝙖𝙣𝙙𝙖𝙡𝙖 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙡𝙖𝙜𝙞. 𝘿𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙖 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙠𝙪. 𝙐𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙖𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞?"gumam Sheila dalam hati membenarkan apa yang dikatakan oleh Anggoro. Sheila kemudian menatap Anggoro.
"Baiklah. Aku bersedia menghabisi Mandala,"ucap Sheila menatap Anggoro dengan tatapan serius.
__ADS_1
"Bagus. Tapi aku mau kamu menghabisi dia dengan tangan kamu sendiri. Aku tidak mau ada orang yang tahu tentang rencana ini selain kita berdua,"ucap Anggoro.
"Anda tidak perlu khawatir! Hanya aku dan anda yang tahu soal ini,"sahut Sheila penuh keyakinan.
"Orang-orang ku akan mengawasi kamu. Jadi jangan coba-coba untuk berhubungan dengan orang lain selama misi ini. Dan setelah menghabisi Mandala, kamu harus pergi jauh dari negara ini,"ujar Anggoro.
"Baik. Anda tidak perlu khawatir,"sahut Sheila penuh keyakinan.
"Orang-orang ku akan memberikan semua informasi yang kamu butuhkan seperti biasanya. Kamu tidak boleh gagal. Jika kamu gagal, tanggung sendiri risikonya,"ucap Anggoro memperingatkan.
"Aku tahu. Aku janji, aku tidak akan gagal,"ucap Sheila penuh keyakinan.
"Baiklah. Aku percaya padamu. Tunggu informasi dari anak buah ku,"ujar Anggoro kemudian melangkah pergi meninggalkan Sheila di tempat itu sendirian.
Sheila berdiri di pinggir roof top. Matanya menatap jauh ke depan.
"Kamu yang membuat aku terpaksa melakukan semua ini. Aku sudah mencintai kamu setulus hatiku, tapi kamu mencampakkan aku, bahkan melontarkan kata-kata yang sangat menyakitkan hati ku. Jadi, jagan salahkan aku, jika aku harus melenyapkan kamu. Jika kamu tidak bisa menjadi milikku, maka kamu pun tidak boleh menjadi milik orang lain,"ucap Sheila dengan senyuman yang lebih mirip dengan seringai.
"Puspa Kahyang, kamu sungguh tidak beruntung. Orang tuamu sendiri ingin menghancurkan kebahagiaan kamu. Aku ingin melihat bagaimana hancurnya kamu saat kehilangan Mandala nanti. Tapi sayangnya, aku tidak akan memiliki kesempatan itu. Aku akan memulai kehidupan ku yang baru di luar negeri. Dan aku akan hidup bahagia di sana,"gumam Sheila kemudian tertawa di atas roof top itu.
Sedangkan Anggoro yang sudah berada di dekat mobilnya nampak tersenyum licik,"Aku tidak akan membiarkan orang yang melukai harga diriku bisa hidup dengan bahagia. Kamu tidak pantas untuk putriku,"gumam Anggoro dengan aura yang penuh kebencian.
...🌟"Api kebencian di hati mu akan membakar kebahagiaan mu sendiri secara perlahan."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
.
.
__ADS_1
To be continued