Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
27. Bayaran


__ADS_3

"Tapi tidak gratis,"ucap Mandala seraya menaik turunkan kedua alisnya yang tebal dengan senyum tipis di wajahnya.


Kahyang memicingkan matanya mendengar apa yang dikatakan oleh Mandala,"𝘼𝙥𝙖 𝙢𝙖𝙪𝙣𝙮𝙖? 𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙪. 𝘼𝙝, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙤𝙩𝙖𝙠𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙢𝙚𝙨𝙪𝙢 𝙨𝙚𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙙𝙞𝙖, 𝙨𝙞𝙝,? 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣,"gumam Kahyang dalam hati.


"Tidak gratis? Apa maksud nya?"tanya Kahyang, mendongak menatap manik mata hitam Mandala.


"Aku akan membantumu mengerjakan semua tugas kuliah kamu, bahkan aku akan mengajari semua materi yang tidak kamu mengerti. Dengan syarat, satu ciuman setelah mengerjakan tugas atau menjelaskan materi. Bagaimana?" tanya Mandala seraya menaik turunkan sebelah alisnya.


"Tidak perlu! Aku akan mengerjakannya sendiri,"ketus Kahyang seraya mengambil lebar tugasnya dari Mandala.


"Terserah kamu. Aku cuma minta dicium di pipi sebagai bayarannya, tapi kamu malah memilih mengerjakannya sendiri. Selamat mengerjakan tugas!"ucap Mandala kemudian kembali duduk di tepi ranjang sambil mengecek email yang masuk di handphonenya.


Kahyang nampak berpikir, tugasnya ini harus selesai dikerjakan. Bila sampai besok tidak selesai, maka akan mendapat tugas lebih banyak lagi. Sedangkan jika dia mengerjakannya sendiri, dapat dipastikan jika tugasnya ini tidak akan selesai sampai besok pagi. Dan jawaban nya pun nggak mungkin benar semua. Benar setengahnya pun sudah hebat bagi Kahyang. Sedangkan Mandala bersedia membantunya mengerjakan tugas dan juga menjelaskan materi yang tidak di mengertinya hanya dengan bayaran ciuman di pipi. Tidak terlalu berat bukan? Dari pada mendapat tugas lebih banyak dari dosen killer.


"Baiklah, aku setuju,"ucap Kahyang agak pelan, setelah berpikir ulang dan mempertimbangkan segalanya.


"Apa kamu ngomong sama aku?"tanya Mandala pura-pura tidak terlalu mendengar.


"Memangnya ngomong sama siapa lagi kalau bukan sama kamu? Sama setan?" ketus Kahyang dengan wajah cemberut.


"Memangnya tadi kamu ngomong apa? Aku tidak mendengarnya dengan jelas,"ucap Mandala berpura-pura.


"Aku setuju dengan persyaratan mu,"ucap Kahyang kesal, memalingkan wajahnya, menahan rasa malunya karena sempat menolak tawaran Mandala.


"Setuju untuk mencium ku?"tanya Mandala memastikan dengan senyum kemenangan.


"Iya,"sahut Kahyang masih memalingkan wajahnya.


"Oke, deal!"sahut Mandala, kemudian bergegas menghampiri Kahyang dan duduk disebelah Kahyang.


Malam itu Mandala membantu Kahyang mengerjakan tugas Kahyang dengan memberikan penjelasan dan menerangkan materi yang berkaitan dengan tugas itu. Mandala menjelaskannya secara gamblang, sehingga mudah dimengerti oleh Kahyang. Wanita muda itu nampak sangat menyukai cara Mandala mengajarinya. Tidak butuh waktu lama, Kahyang pun dapat menyelesaikan tugasnya.


'Akhirnya selesai juga,"ujar Kahyang bernapas lega seraya merentangkan kedua tangannya,"Kamu sangat pandai menjelaskan materi. Kenapa nggak jadi dosen saja?"tanya Kahyang melirik Mandala yang duduk di sampingnya, sambil membereskan buku-bukunya.

__ADS_1


"Aku takut bila harus menjadi dosen,"sahut Mandala seraya melipat kedua tangannya di depan dada.


"Takut kenapa?"tanya Kahyang nampak mengernyitkan keningnya menatap Mandala.


"Takut para mahasiswi pada naksir sama aku, terus dikejar-kejar dah, sama mereka,"ucap Mandala membuat Kahyang memutar bola matanya malas.


"Narsis!"cibir Kahyang sambil beranjak dari duduknya. Walaupun sejujurnya dalam hati Kahyang mengakui, jika pria disebelahnya yang sekarang berstatus sebagai suaminya ini memang tampan.


"Eh, mau kemana?"tanya Mandala langsung memegang tangan Kahyang, menahannya untuk pergi.


"Mau tidur. Sana, keluar!"usir Kahyang seraya berusaha melepaskan tangannya yang dipegang Mandala, tapi tidak bisa. Berpura-pura lupa dengan kesepakatan nya dengan Mandala. Kesepakatan akan mencium Mandala jika Mandala membantu mengerjakan tugas dan menjelaskan materi yang tidak dimengerti nya.


"Kamu belum membayar jasaku membantumu mengerjakan tugas,"ujar Mandala kemudian menunjuk pipinya sendiri dengan senyum tipis di bibirnya.


Kahyang menghela napas berat. Ternyata pria itu tidak lupa dengan kesepakatan mereka. Kahyang menunduk dan mencium pipi Mandala dengan cepat.


"Sudah. Cepat, sana keluar!"usir Kahyang kembali menarik tangannya yang dipegang Mandala dengan pipi yang memerah.


"Nggak ada reka adegan,"cetus Kahyang yang sebenarnya merasa malu telah mencium Mandala.


"Ya, sudah. Kalau begitu kita tidur,"ujar Mandala langsung menggendong Kahyang.


"Eh, turunkan aku!"bentak Kahyang meronta dalam gendongan Mandala.


"Sudah diam! Tadi sore aku juga menggendong kamu dari mobil sampai ke kamar ini,"ujar Mandala masih menggendong Kahyang.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Mandala, Kahyang baru ingat, jika tadi sore dirinya tertidur di mobil, dan ketika bangun sudah berada di dalam kamar ini. Jadi, itu artinya, tadi sore Mandala menggendong nya dari basemen sampai ke kamar ini.


Mandala membaringkan Kahyang di atas ranjang dengan hati-hati. Kemudian ikut berbaring di ranjang itu.


"Kamu? Kenapa tidur di sini? Cepat keluar dari kamar ini!"usir Kahyang seraya mendorong tubuh Mandala agar turun dari ranjang itu dan keluar dari kamar.


"Diam!"ucap Mandala langsung merengkuh Kahyang ke dalam dekapannya.

__ADS_1


"Lepaskan!"pekik Kahyang berusaha melepaskan diri dari dekapan Mandala.


"Lepaskan? Baiklah, aku akan melepaskan bajumu,"bisik Mandala di telinga Kahyang, membuat Kahyang membulatkan matanya.


"Apa katamu? Dasar mesum!"pekik Kahyang masih terus memberontak.


"Jika kamu tidak bisa diam, aku benar-benar akan melepaskan baju mu dan meniduri mu malam ini,"ancam Mandala dengan suara berat. Sesungguhnya Mandala benar-benar ingin menerkam Kahyang. Namun, karena mengingat Kahyang yang hampir jatuh tadi pagi dan sore tadi mengalami kram di perutnya, Mandala menahan diri agar tidak menerkam Kahyang.


Mendengar ancaman dari Mandala, Kahyang pun tidak punya nyali lagi untuk bergerak. Akhirnya Kahyang memilih diam dalam dekapan pria yang telah menanam benih di dalam rahimnya itu. Merasa Kahyang tidak memberontak lagi, Mandala pun agak melonggarkan pelukannya.


"Aku sudah mengatakan padamu bukan? Aku tidak akan kasar padamu, jika kamu menurut padaku. Sekarang tidurlah! Bukankah besok kamu harus mengumpulkan tugas dari dosen killer itu?"ujar Mandala kemudian mengecup kepala Kahyang dan mengelusnya dengan lembut.


Sedangkan Kahyang sendiri, entah mengapa, lama kelamaan Kahyang malah merasa nyaman berada dalam dekapan pria ini. Kahyang sangat menyukai aroma tubuh pria yang sedang mendekapnya ini. Aroma tubuh Mandala sangat menenangkan di indera penciuman nya. Belum lagi perlakuan lembut Mandala yang membelai rambutnya. Semua itu membuat Kahyang merasa semakin nyaman.


"𝘼𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙧𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞? 𝙍𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙣𝙮𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙙𝙚𝙠𝙖𝙥𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙞,"gumam Kahyang dalam hati. Terhanyut dengan perlakuan lembut Mandala. Tak lama kemudian, wanita muda yang sedang mengandung itu pun terlelap.


Mandala mengelus kepala Kahyang dengan tatapan kosong. Dadanya terasa sesak saat mengingat bahwa hanya beberapa bulan saja mereka akan bersama seperti ini. Selanjutnya, entah bagaimana nasib wanita dalam dekapannya ini. Kabur dari rumah kedua orang tuanya hanya untuk mempertahankan darah dagingnya. Dan sekarang dinikahinya, tapi hanya sampai anak dalam kandungannya lahir. Lebih parahnya lagi, pernikahan mereka hanya sebatas status agar anak dalam kandungan Kahyang, kelak tidak disebut sebagai anak haram. Mandala merasa benar-benar menjadi pria brengseek dan pecundang yang telah menghancurkan masa depan wanita dalam dekapannya itu.


"Maafkan aku! Aku yang menghancurkan masa depanmu dan membuatmu berada dalam situasi yang sulit seperti ini. Aku berjanji, selama kita bersama, aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan. Aku akan mencurahkan semua kasih sayang dan perhatianku untuk mu. Aku akan membahagiakan mu,"gumam Mandala lirih, kemudian kembali mengecup kepala Kahyang dengan lembut.


Ada rasa sesal yang mendalam di hati Mandala karena telah menodai gadis yang tidak mungkin dimilikinya untuk selamanya itu. Mandala sendiri juga tidak mengerti, kenapa sangat sulit untuk mengendalikan diri saat melihat tubuh Kahyang. Dirinya seperti besi, dan Kahyang seperti magnet yang menyedot dirinya hingga sama sekali tidak bisa menjauh dari Kahyang.


...🌟"Bukan manusia namanya jika tidak pernah melakukan kesalahan. Tapi bukan berarti setiap kesalahan kita bisa dimaafkan dan dimaklumi, bukan?"🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❤️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2