
Waktu terus berjalan, tidak terasa sudah sebulan Mandala dan Kahyang tinggal di bawah atap yang sama, di kamar yang sama dan tidur di atas ranjang yang sama. Mandala selalu mendekap Kahyang saat mereka tidur, dan mengelus kepala Kahyang sampai Kahyang terlelap dalam dekapannya. Mandala tidak pernah bersikap kasar pada Kahyang. Pria itu selalu menanyakan apa yang diinginkan Kahyang. Selalu membawa makanan setiap pulang ke apartemen mereka. Walaupun Kahyang tidak meminta apapun, Mandala selalu membawakan makanan setiap pulang. Mandala tahu, jika Kahyang suka ngemil di malam hari. Walaupun keesokan harinya semua yang di makan semalam habis dimuntahkan nya. Perlakuan dan perhatian Mandala itu membuat Kahyang merasa sangat nyaman tinggal bersama Mandala.
Pagi mulai menyapa, Kahyang terbangun dari tidurnya dan langsung melepaskan dekapan Mandala. Wanita muda itu bergegas ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Mandala yang terbangun karena Kahyang melepaskan dekapannya pun bergegas menyusul Kahyang ke kamar mandi. Pria itu dengan sabar memijit tengkuk Kahyang dan mengelus punggung Kahyang.
"Sudah?"tanya Mandala setelah Kahyang mencuci mulutnya.
"Hum,"sahut Kahyang mengangguk kecil dan Mandala pun segera mengelap bibir Kahyang dengan tisu.
Mandala menggendong Kahyang keluar dari kamar mandi dan membaringkan tubuh Kahyang di atas ranjang. Itulah rutinitas keduanya setiap pagi selama sebulan tinggal bersama. Kahyang akan muntah-muntah setiap bangun dari tidurnya dan Mandala akan setia memijit tengkuk dan mengelus punggung Kahyang. Setelah itu menggendong Kahyang keluar dari kamar mandi dan membaringkan nya di atas ranjang. Karena setiap kali selesai memuntahkan isi perutnya, tubuh Kahyang akan terasa lemas.
"Ingin aku buatkan sesuatu atau kamu ingin aku membelikan sesuatu?"tanya Mandala lembut seraya merapikan anak rambut yang menutupi wajah Kahyang, kemudian mengelap keringat dingin di wajah wanita muda itu.
Kahyang menggeleng pelan,"Tidak. Aku ingin tidur sebentar,"sahut Kahyang.
"Mau ditemani?"tanya Mandala lembut. Kahyang hanya mengangguk kecil sebagai jawaban dan Mandala pun naik ke atas ranjang. Pria itu merengkuh Kahyang dalam dekapannya dan mengelus kepala Kahyang seperti biasanya. Kahyang memeluk tubuh pria yang sudah satu satu bulan ini tidur bersamanya. Tidak ada lagi rasa canggung untuk memeluk pria ini. Ada rasa nyaman saat berada dalam dekapan pria ini. Selama satu bulan tidur bersama, Mandala tidak pernah meminta apalagi memaksa Kahyang untuk melayaninya. Selama ini Mandala hanya memeluk Kahyang dan sesekali mencuri ciuman dari wanita muda yang sedang mengandung darah daging nya itu.
Setelah merasa lebih baik, Kahyang pun membersihkan diri, karena harus ke kampus pagi ini.
"Aku antar ke kampus, ya?"tawar Mandala seraya membenahi dasinya.
"Hum,"sahut Kahyang seraya memasukkan handphone dan tugas kuliahnya ke dalam tas.
Setengah jam kemudian, mobil Mandala sudah berhenti di depan kampus Kahyang. Saat Kahyang hendak keluar dari mobil, tiba-tiba Mandala memegang tangan Kahyang.
"Ada apa?"tanya Kahyang menatap Mandala, pria tampan yang sudah satu bulan ini selalu menemani hari-hari nya.
"Hari ini aku ada pekerjaan di luar kota. Aku tidak tahu apakah malam ini bisa pulang atau tidak. Tapi akan aku usahakan untuk pulang. Kamu jaga diri baik-baik, ya!"ujar Mandala dengan suara lembut, kedua tangannya membungkus tangan mungil Kahyang.
__ADS_1
"Iya. Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan baik-baik saja,"sahut Kahyang yang sebenarnya berharap jika Mandala bisa tetap pulang malam ini.
"Aku khawatir saat kamu bangun pagi. Aku takut kamu jatuh di kamar mandi,"sahut Mandala menghela napas berat. Sungguh, Mandala sangat khawatir jika dirinya tidak bisa pulang malam ini dan meninggalkan Kahyang sendiri di apartemen.
"Jangan khawatir! Aku akan berhati-hati,"ucap Kahyang tersenyum tipis mencoba menenangkan Mandala.
"Baiklah. Kamu harus berjanji bahwa kamu akan baik-baik saja saat aku pergi,"ujar Mandala, walaupun hatinya terasa berat untuk pergi. Namun dirinya harus pergi, karena urusan ini penting.
"Hum. Ya sudah, aku masuk ke kampus dulu,"sahut Kahyang.
"Eh, sebentar!"cegah Mandala menahan tangan Kahyang.
"Ada apa?"tanya Kahyang mengernyitkan keningnya.
"Sepertinya lip balm kamu nggak rata deh,"ucap Mandala seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Kahyang dengan mata yang tertuju pada bibir Kahyang.
"Cup"
"Sudah rata,"ucap Mandala tersenyum cerah, setelah mengecup bibir Kahyang, membuat Kahyang membulatkan matanya.
"Kamu membohongi aku! Dasar mesum!"pekik Kahyang seraya memukuli dada Mandala.
Mandala menangkap tangan mungil Kahyang yang memukuli dadanya,"Apa masih mau lagi, hem?"tanya Mandala dengan suara yang terdengar menggoda, seraya menaik turunkan kedua alisnya yang tebal.
"Nggak! Dasar mesum!"umpat Kahyang dengan wajah cemberut tapi memerah, menarik kedua tangannya yang dipegang Mandala, bergegas keluar dari mobil Mandala dan menutup pintu mobil itu dengan kasar.
Melihat hal itu, sama sekali tidak membuat Mandala marah. Pria itu malah tertawa sambil menatap Kahyang yang berjalan masuk ke kampusnya. Seperti itulah selama satu bulan ini mereka bersama. Mandala sering kali mencuri ciuman dari Kahyang. Kahyang memang marah setiap kali Mandala mencuri ciuman darinya, tapi tidak akan bertahan lama. Sikap Mandala yang lembut dan perhatian membuat Kahyang tidak bisa terlalu lama marah kepada Mandala.
__ADS_1
Sementara itu, tidak jauh dari mobil Mandala berhenti, Nita dan seorang temannya nampak memperhatikan Kahyang yang keluar dari mobil Mandala.
"Sebenarnya, siapa dan seperti apa orang dalam mobil itu?"gumam Nita yang masih bisa di dengar temannya, menatap mobil Mandala yang mulai melaju.
"Iya, aku juga penasaran. Puspa mengaku kalau orang yang ada di dalam mobil itu adalah suaminya,"sahut teman Nita.
"Aku tidak percaya. Kita tidak pernah mendengar kalau dia menikah. Puspa kan anak orang kaya, nggak mungkin pernikahannya nggak dirayakan. Apalagi aku dengar dia anak semata wayang,"tampik Nita yang tidak sependapat dengan temannya.
"Iya juga, sih! Tapi, 'kan, sekitar sebulan yang lalu dia ngontrak di kost-an sederhana dan juga memakai pakaian murah. Namun setelah dia diantar dan dijemput mobil itu, penampilannya kembali seperti semula,"ujar teman Nita.
"Semenjak menghadiri acara ulangtahun ku kemarin, Kahyang menghindari Yudha. Bahkan memutuskan Yudha. Padahal, sebelumnya mereka sangat lengket. Apa kamu tidak curiga telah terjadi sesuatu pada Puspa saat acara ulangtahun ku waktu itu? Apalagi dia sempat mengontrak di kost-an sederhana. Dan aku juga sempat melihat Yudha membawa Puspa ke dokter kandungan. Waktu itu Kahyang seperti orang hamil yang akan keguguran,"ujar Nita.
"Apa benar Puspa hamil? Kalau benar, dia mengandung anak siapa? Kalau benar waktu itu Yudha mengantarkan Puspa ke dokter kandungan, Yudha pasti tahu sesuatu,"gumam teman Nita.
"Aku juga tidak tahu. Aku mencari informasi ke dokter kandungan tempat Puspa memeriksakan diri, tapi dokter itu tidak mau memberikan informasi apapun padaku,"sahut Nita yang waktu itu memang sudah mencari informasi tentang Kahyang pada perawat dan dokter yang menangani Kahyang, tapi mereka tidak mau memberikan informasi apapun.
"Yudha masih saja mencari kesempatan untuk bertemu dengan Puspa, namun Puspa terus saja menghindari Yudha,"gumam teman Nita.
"Iya, dia masih saja mengejar Puspa. Tapi aku penasaran dengan orang yang ada di dalam mobil tadi. Kahyang tadi nampak marah dan menutup pintu mobil dengan kasar,"sahut Nita.
Sampai sekarang, Nita masih penasaran dengan apa yang terjadi pada Kahyang waktu pesta ulang tahunnya waktu itu. Karena Nita telah memberi obat di minuman Kahyang. Nita yakin, Kahyang pasti sudah tidur dengan seseorang karena efek obat yang diberikan nya. Apalagi semenjak acara ulangtahun nya waktu itu, Kahyang selalu menghindari Yudha bahkan akhirnya memutuskan Yudha. Kahyang juga mengontrak di kost-an sederhana dan memakai baju murah. Setelah itu kembali memakai pakaian branded, bahkan suka di antar dan di jemput mobil yang tidak pernah ada yang tahu siapa pengendara nya.
...🌸❤️🌸...
.
.
__ADS_1
To be continued