Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
72. Percayalah!


__ADS_3

"Ohh . cuma mantan?"ujar Kahyang mencibir.


"Berapa harga baju kamu tadi? Lima puluh juta, ya? Baju kurang bahan, wajar kalau cuma lima puluh juta. Berapa nomor rekening kamu? Akan aku ganti tiga kali lipat.Biar kamu bisa membeli baju yang bahannya pas. Cuma lima puluh juta. Itu cuma uang receh buat aku,"ucap Kahyang sombong, menatap Sheila yang memakai dress ketat yang panjangnya satu jengkal dari pangkal paha dengan bagian atas dada yang terbuka.


Mendengar kata-kata Kahyang, Sheila pun menjadi geram.


"Kau.."


"Bapak manager di sini, ya?"tanya Kahyang pada manager restoran memotong kata-kata Sheila.


"Iya, nona,"sahut sang manager itu sopan.


"Jangan pecat pelayan ini! Aku.."


"Siapa kamu, seenak jidat melarang manager memecat pelayan ini,"ucap Sheila memotong kata-kata Kahyang.


"Aku adalah istri salah satu pemegang saham di restoran ini. Bukankah begitu, Tuan Mandala?"tanya Kahyang penuh penekanan saat menyebutkan nama Mandala.


"Iya, nyonya,"sahut Mandala yang masih duduk membelakangi Kahyang. Sedangkan Sheila nampak merasa aneh dengan sikap Mandala. Pria itu seolah tahu siapa perempuan yang ada di belakangnya tanpa melihat wajahnya.


Riska yang masih setia duduk di tempatnya tadi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya. Sekarang Riska tahu jika yang sedang duduk membelakangi Kahyang itu adalah Mandala, suami Kahyang.


"Man kamu mengenal perempuan ini?"tanya Sheila yang dari tadi merasa ada yang janggal dengan sikap Patih dan Mandala pada Kahyang.


"Tentu saja aku mengenalnya. Dia adalah ibu dari anakku,"ucap Mandala kemudian berdiri dari duduknya.


Sheila nampak terdiam mendengar jawaban Mandala, sepertinya otaknya masih loading. Berusaha mengerti maksud kata-kata Mandala.


Mandala menghampiri Kahyang dan memeluk pinggang Kahyang,"Manager, tolong transfer uang ke rekening perempuan itu untuk mengganti bajunya yang kotor,"titah Mandala pada manajer restoran itu.


"Baik, Tuan,"sahut manager tadi sopan.


"Ayo pulang! Akan ingin makanan yang istimewa di rumah,"ucap Mandala membawa pergi Kahyang. Sedangkan Sheila masih terpaku di tempatnya.


"Tih, bawa belanjaan ku! Dan antar teman ku pulang!"titah Kahyang pada Patih, seraya menunjuk ke arah Riska.


"Baik, bos nyonya,"sahut Patih segera menghampiri Riska.

__ADS_1


"Tunggu! Siapa perempuan tadi?"tanya Sheila menahan Patih.


"Tentu saja istri bos ku. Wajahnya lebih cantik, body nya lebih aduhai dan lebih muda dari kamu. Jadi, jangan pernah berharap bisa balikan sama bos ku! Mimpi!"ujar Patih menepis tangan Sheila yang memegang lengannya.


"Mari, non, saya antar pulang!"ucap Patih pada Riska sopan.


"Terimakasih,"ucap Riska tersenyum ramah.


Sedangkan Sheila bergegas meninggalkan tempat itu ingin menyusul Mandala dan Kahyang.


"Nona, berapa nomor rekening nona? Saya akan mentransfer uang nya,"ujar manager restoran, tapi tidak dihiraukan oleh Sheila yang bergegas meninggalkan tempat itu.


"Aku harus tahu siapa perempuan itu,"gumam Sheila mengejar Mandala dan Kahyang sampai ke parkiran. Melihat Kahyang dan Mandala memasuki salah satu mobil yang ada di parkiran dan meninggalkan tempat itu, Sheila pun bergegas membuntuti mobil Mandala.


"Jadi, dia mantanmu, apa pacar kamu?'tanya Kahyang saat mereka sudah masuk ke dalam mobil. Menatap Mandala penuh dengan kecurigaan.


"Sebentar, sayang! Aku akan menjawab telepon dulu,"sahut Mandala saat handphone nya berdering.


Mandala memakai earphone bluetooth nya, kemudian menerima panggilan masuk dari salah satu kliennya. Dan ternyata Mandala dan kliennya bicara cukup lama dalam sambungan telepon. Mandala juga menghubungi sekretaris nya bahwa dirinya tidak kembali lagi ke kantor. Melihat jalanan yang ramai, akhirnya Kahyang memutuskan untuk bicara di rumah, karena tidak mau menganggu konsentrasi Mandala yang sedang mengemudi.


Beruntung sesampainya di rumah, Rayno sedang bersama Prameswari yang datang ke rumah Mandala untuk mengunjungi cucunya. Sehingga sepasang suami-isteri itu pun bergegas masuk ke dalam kamar.


"Katakan padaku! Siapa wanita tadi? Pacar apa mantan?"tanya Kahyang berkacak pinggang di depan Mandala. Mendongak menatap Mandala yang lebih tinggi darinya.


"Mantan, sayang!"jawab Mandala lembut seraya melepaskan jas yang dikenakan nya dan melemparkannya asal.


"Nggak punya niat balikan, 'kan?"tanya Kahyang memicingkan matanya.


"Tentu saja tidak, sayang! Aku tidak mencintai dia lagi. Dan sekarang hanya mencintai kamu,"jawab Mandala seraya tersenyum tipis, melepaskan dasinya kemudian melemparkannya sembarangan.


"Berapa tahun kalian pacaran?"tanya Kahyang sudah seperti polisi yang sedang mengintrogasi penjahat.


"Empat tahun,"sahut Mandala seraya melepaskan kancing kemejanya.


"Berapa lama, ah tidak, kapan kalian putus?"tanya Kahyang lagi.


"Sekitar satu setengah tahun yang lalu. Sebelum kita bertemu untuk pertama kalinya,"jawab Mandala jujur seraya melepaskan kemejanya dan kembali melemparnya asal. Hingga dada bidang dan perut ratanya terpampang di depan mata Kahyang.

__ADS_1


"Lalu, semenjak kita menikah, berapa kali kamu bertemu dengan dia?"tanya Kahyang lagi.


"Baru tadi,"sahut Mandala yang kali ini melepaskan ikat pinggang nya dan kembali melemparnya asal.


"Sedekat apa hubungan kalian?"tanya Kahyang terdengar agak datar.


"Maksud kamu?"tanya Mandala merasa pertanyaan Kahyang ini agak sensitif.


"Apa kalian pernah melakukan hubungan intim layaknya suami-istri?"tanya Kahyang menatap manik mata Mandala lekat, dengan jantung yang tiba-tiba berdegup kencang. Menunggu Mandala menjawab pertanyaan nya. Kahyang ingin tahu, dengan siapa saja Mandala pernah berhubungan intim layaknya suami-istri.


Mandala menghela napas panjang menatap Kahyang,"Aku akan menjawab dengan jujur. Tapi kamu janji kamu tidak akan marah!"ujar Mandala.


"Katakan!"titah Kahyang tidak sabar


"Kamu janji dulu. Jangan marah jika aku berkata jujur!"


"Katakan!"titah Kahyang lagi. Jantung nya berdegup semakin kencang. Kahyang merasa jawaban Mandala nanti tidak akan disukai nya.


"Selama pacaran dengan Sheila, aku memang pernah tidur dengan dia beberapa kali. Itu pun karena dia menggoda aku, dan saat aku sedang mabuk"sahut Mandala. Pasrah jika Kahyang marah dengan jawabannya itu. Karena Mandala tidak ingin menyembunyikan apapun dari Kahyang. Karena pada akhirnya, apapun yang di sembunyikannya pasti akan diketahui Kahyang juga.


"Apa ada wanita lain yang pernah kamu tiduri selain dia?"tanya Kahyang seraya memalingkan wajahnya.


Mandala menghela napas panjang mendengar pertanyaan Kahyang. Pria itu memegang kedua pipi Kahyang, hingga wajah wanita itu menghadap padanya.


"Lihat aku! Dengarkan aku baik-baik! Hanya dia dan kamu yang pernah aku tiduri. Tapi percayalah! Dia tidak sehebat kamu saat di ranjang. Dia juga sudah tidak perawan lagi saat aku menidurinya. Dia hanya masa lalu aku. Sedangkan. masa depanku adalah dengan mu dan anak-anak kita nanti. Aku pernah mencintai dia, tapi itu dulu.Dan cinta ku padanya tidak seperti cinta ku padamu. Aku putus dengan dia karena disuruh papa. Dan aku sama sekali tidak merasa patah hati setelah putus dengan dia. Tidak seperti saat aku tahu kamu dibawa pulang oleh orang tua mu. Selama satu minggu saja, aku sudah merasa sangat tersiksa. Setiap malam aku memarkirkan mobilku di depan rumah mu hanya untuk melihat mu berdiri di balkon. Seandainya tidak ada Rayno bersama ku, aku pasti sudah sangat putus asa. Aku sangat mencintai mu, Yang. Dan aku sangat bahagia bisa hidup bersama mu. Jangan sampai masa laluku merusak kebahagiaan kita, Yang! Aku mencintaimu! Sangat mencintai mu! Jangan pernah meragukan cintaku padamu!"ucap Mandala, kemudian mencium bibir Kahyang dengan lembut. Namun tiba-tiba Kahyang mendorong dada Mandala.


...🌟"Apa artinya sebuah hubungan, jika tidak ada kepercayaan."🌟...


..."Nana 17 Oktober...


...🌸❀️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2