Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
95. Aku Tunggu Jandamu!


__ADS_3

Kahyang membuang napas kasar. Aldi tetap saja seperti dulu,"Kamu juga tidak berubah,"sahut Kahyang.


"Aku bukan Ultraman atau power rangers, sayang! Jadi aku tidak bisa berubah,"sahut Aldi tertawa kecil.


"Nggak lucu,"ketus Kahyang.


"Ini putramu?"tanya Aldi mengulurkan tangannya ingin mencubit pipi Rayno yang menggemaskan, tapi bayi tampan itu langsung menepis tangan Aldi. Menatap tajam pada Aldi dengan bola matanya yang bulat. Menunjukkan rasa tidak sukanya pada Aldi.


"Iya,"sahut Kahyang kemudian memasukkannya es krim ke mulutnya sendiri.


"Galak sekali!"ujar Aldi saat tangannya di tepis Rayno dan di tatap Rayno dengan tatapan tajam,"Tapi tampan!"puji Aldi kemudian.


"Tentu saja. Ayahnya juga tampan,"sahut Kahyang dengan bangga, seraya membenahi baju Rayno.


"Sombong sekali! Suamimu memang tampan. Tapi aku juga tidak kalah tampan. Dan yang pastinya, aku lebih muda dari suamimu,"ujar Aldi tersenyum seraya menaik turunkan kedua alisnya membuat Yudha semakin tidak suka melihat Aldi yang dengan terang-terangan menggoda Kahyang.


"Suamiku tidak tua. Dia pria yang dewasa, lembut, penuh pengertian perhatian dan kasih sayang,"tukas Kahyang yang tidak terima suaminya di bilang tua. Walaupun kenyataannya usia Mandala memang tujuh tahun lebih tua dari usia Kahyang. Tapi jika Kahyang merasa nyaman saat bersama Mandala dan mencintainya, memangnya kenapa?


"Iya.. iya..sewot banget, sih! Tapi aku suka. Ngomong-ngomong, aku tunggu jandamu!"ucap Aldi seraya mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


"Dasar tidak tahu malu! Merayu istri orang di depan umum,"cibir Yudha yang benar-benar merasa tidak suka dengan Aldi.


"Aih, aku lupa kalau di sini ada mantan yang belum bisa move on,"ujar Aldi kemudian menertawakan Yudha.


"Kamu!"geram Yudha.


"Kamu mantan pacar Kahyang, 'kan? Kasihan! Sudah pacaran lama tapi malah di tikung orang. Eyang Kakung, Ending kasih sayang yang kena tikung,"ledek Aldi menertawakan Yudha.


"Dari pada kamu, masih berharap dan terus berharap? Lama-lama kamu bakal jadi juara harapan,"balas Yudha.


"Alahh... kayak situ nggak berharap saja! Ngapain kamu masih deketin Kahyang, kalau kamu nggak ngarep CLBK? Alias berharap Cinta Lama Bersemi Kembali! Munafik Lo!"cibir Aldi tersenyum sinis.


"Minimal, aku tidak mempermalukan diriku sendiri. Merayu istri orang di depan umum, seperti kamu,"balas Yudha.


"Tapi tetap saja kamu nunggu jandanya juga, 'kan?"cibir Aldi,"Intinya, kita tetap kalah strategi sama Mandala. Mandala nggak perlu deketin Kahyang selama bertahun-tahun. Dia main sikat bikin Kahyang tekdung. Langsung deh, Kahyang nempel sama Mandala,"ujar Aldi membuat Kahyang sangat kesal.


"Kalian lanjutkan saja obrolan kalian! Aku ada janji makan siang dengan suamiku tersayang,"ujar Kahyang memasang senyum yang dipaksakan,"Ayo, Bik, kita pergi!"ajak Kahyang.


"Baik, nyonya!"sahut Bik Mar mengikuti majikannya.


"Sayang! Aku benar-benar serius! Aku tunggu jandamu!"teriak Aldi tertawa kecil, hingga membuat perhatian semua orang menjadi tertuju padanya. Namun pria itu nampak acuh dengan keadaan di sekitarnya.


"Dasar sinting!"gerutu Kahyang terus melanjutkan langkahnya tanpa menoleh sama sekali ke arah Aldi. Sedangkan Yudha pun ikut pergi meninggalkan Aldi dengan perasaan kesal.


"Hei! Mau kemana kamu?"tanya Aldi pada Yudha. Tapi Yudha sama sekali tidak mempedulikan Aldi.


Kahyang meninggalkan mall itu dengan hati kesal karena Yudha dan Aldi.

__ADS_1


"Dari mana Aldi tahu semua tentang aku? Apa dia menyelidiki aku?"gumam Kahyang lirih.


"Nyonya bilang apa?"tanya Bik Mar yang tidak terlalu jelas mendengar gumaman Kahyang.


"Ah, nggak apa-apa, Bik,"sahut Kahyang melempar senyum tipis pada Bik Mar.


Dari semua perkataan Aldi, Kahyang merasa jika Aldi telah menyelidiki segala hal tentang dirinya. Buktinya Aldi tahu kalau Yudha adalah mantan pacar Kahyang. Aldi juga tahu jika dirinya akhirnya memilih memutuskan Yudha untuk bersama Mandala karena Mandala menghamili dirinya.


Di dalam mobil yang dikemudikan supir pribadi, Kahyang memangku putranya. Sedangkan Bik Mar nampak duduk di samping Kahyang. Tidak lama kemudian, mobil yang ditumpangi Kahyang pun sampai di perusahaan Mandala.


"Bik, bibi tunggu di sini sama Pak supir, ya! Aku akan bawa Rayno masuk. Aku akan menyusui Rayno di dalam. Jika kalian bosan, kalian bisa pergi ke kantin kantor. Aku akan menelepon kalian jika kita akan pergi,"ujar Kahyang pada Bik Mar dan supirnya..


"Iya, nyonya,"sahut Bik Mar dan supirnya, menurut.


Kahyang melangkah menuju pintu utama perusahaan itu. Saat akan melewati dua security yang berjaga, tiba-tiba seseorang memanggil Kahyang.


"Bos nyonya!"teriak Patih dari belakang Kahyang. Membuat Kahyang menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


"Kamu, Tih?"ujar Kahyang.


"Biar aku yang gendong bos kecil,"ujar Patih mengulurkan tangannya pada Rayno, dan bayi lucu itu ikut mengulurkan tangannya pada Patih dengan senyuman di wajahnya. Menandakan jika Rayno mau di gendong Patih.


"Dia mau kamu gendong, Tih!"ujar Kahyang. Melihat reaksi Rayno, Kahyang pun memberikan Rayno pada Patih. Keduanya pun berjalan masuk ke gedung tempat Mandala bekerja itu.


"Bos kecil tambah lucu saja,"ujar Patih yang nampak senang menggendong Rayno. Namun tidak lama kemudian...


"Auwh! Auwh! Auwh! Sakit bos nyonya!"pekik Patih yang langsung berhenti tepat di depan meja resepsionis karena tiba-tiba hidungnya digigit Rayno.


"Bos kecil tega sekali menggigit hidung ku. Dulu aku yang selalu menghangatkan ASI bos kecil. Tega sekali bos kecil menggigit hidung ku,"keluh Patih seraya mengusap hidungnya yang memerah dan berlumuran air liur Rayno. Dengan tangan yang satunya masih menggendong Rayno. Sedangkan Rayno malah tertawa melihat Patih yang menggerutu seraya mengusap hidungnya yang baru saja digigitnya.


"Sudah, ayo jalan! Rayno memang suka menggigit, karena giginya mau tumbuh lagi,"ujar Kahyang. Dan keduanya pun akhirnya masuk ke dalam lift.


"Eh, itu cewek yang bersama Tuan Mandala waktu itu, 'kan? Yang dirangkul Tuan Mandala?"


"Sepertinya iya,"


"Itu, bayi lucu anak siapa, ya? Sepertinya Patih sangat akrab dengan bayi itu,"


"Kamu tadi denger nggak? Patih memanggil cewek itu tadi bos nyonya, dan bayi tadi di panggil bos kecil oleh Patih,"


"Iya, ya. Bukanya Patih manggil Tuan Mandala dengan panggilan bos, ya?"


"Siapa sebenarnya cewek tadi? Dan anak siapa bayi tadi?"


Itulah kasak kusuk dua resepsionis dan beberapa karyawan yang melihat Kahyang bersama Patih dan Rayno.


Setelah berada di dalam lift beberapa menit, akhirnya Kahyang tiba di depan ruangan Mandala.

__ADS_1


"Nyonya!"sapa sekretaris Mandala yang langsung berdiri dan sedikit menunduk pada Kahyang.


"Apa dia ada?"tanya Kahyang dengan seulas senyum pada sekretarisnya Mandala.


"Ada, nyonya, silahkan masuk!"ujar sekretaris Mandala sopan.


"Sudah, masuk saja bos nyonya. Tidak perlu ijin sama dia,"sambar Patih.


Kahyang pun masuk ke ruangan Mandala dan Patih mengikutinya. Sedangkan sekretaris Mandala nampak memperhatikan Rayno.


"Itu pasti putra Tuan Mandala, ya? Aslinya lebih lucu, tampan dan menggemaskan,"gumam sekretaris Mandala.


"Man!"panggil Kahyang saat masuk ke ruangan suaminya. Mandala yang sedang menunduk membaca dokumen pun langsung mengangkat wajahnya menatap Kahyang.


"Kau membawa Ray?"tanya Mandala seraya bangkit dari duduknya dengan senyuman lebar. Mandala mencium bibir Kahyang sekilas, lalu langsung menghampiri Patih yang menggendong Rayno. Begitu melihat Mandala, Rayno pun tersenyum seraya mengulurkan tangannya pada Mandala, seakan memberi isyarat agar Mandala menggendongnya.


"Jagoan papa, kangen ya, sama papa?"tanya Mandala seraya mengambil Rayno dari gendongan Patih.


"Bos kecil ternyata tubuhnya berisi,"gumam Patih.


"Ada apa dengan hidung kamu, Tih?"tanya Mandala saat tanpa sengaja melihat hidung Patih yang memerah. Ada juga bekas gigi Rayno di sana.


"Bos kecil menggigit hidung aku bos. Sepertinya bos kecil sangat gemas melihat aku yang imut ini,"sahut Patih percaya diri, membuat Kahyang terkekeh.


"Imut dari mananya? Wajah kamu itu amit-amit!"celetuk Mandala.


"Bos! Jangan menghina. Ini, nih ciptaan Tuhan. Kalau bos menghina aku, berarti bos menghina Tuhan karena telah menghina ciptaan-Nya,"ujar Patih.


"Ya sudahlah. Keluar sana Paijo!"usir Mandala.


"Patih! Bos! Patih! Orang tuaku menyembelih... "


"Kambing dua ekor buat ngasih kamu nama. Udah sana keluar!"ujar Mandala dengan cepat memotong kata-kata Patih.


"Bos selalu saja begitu,"gerutu Patih seraya keluar dari ruangan Mandala dengan bersungut-sungut. Sedangkan Kahyang hanya bisa tertawa melihat kelakuan Patih.


"Hidung kamu kenapa?"tanya sekretaris Mandala saat Patih sudah duduk di sampingnya.


"Bos kecil gemas lihat aku yang imut ini. Jadi dia menggigit hidungku,"ujar Patih percaya diri.


"Kamu? Imut? Amit-amit!"cibir sekretaris Mandala.


"Hais, kamu sama bos sama saja,",gerutu Patih.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2